
Bab 7.5 : Ancestor
Ancestor, keberadaan tingkat legenda di dunia ini. Bisa dibilang Anchestor adalah utusan dewa pelindung untuk mengawasi dan menengahi segala permasalahan yang ada di setiap benua. Sepanjang sejarah, ada banyak Anchestor yang tercatat. Tapi, dari yang ku ketahui saat curi-curi pelajaran dari kedua putra putri Kaelmiff dulu, keberadaan Anchestor sendiri terlalu misterius, hingga bahkan ada yang menyatakan bahwa mereka telah mati- begitu lama.
Disepanjang generasi pun, para master yang menyandang nama anchestor terus berganti. Kecuali lima orang leluhur pertama.
Ekspresi pria itu berubah tajam menyadari ucapanku.
"Oh? Kau benar-benar memiliki pikiran yang tajam ya.."
Aku hanya terdiam menanggapi ucapannya.
"Sebelum itu, ada yang aku--"
"Bukankah tidak baik jika terus berbelit belit? dan lagi, bukankah sudah tidak berguna bagi anda untuk terus menyembunyikannya?"
"Kau ini.. benar-benar tidak sabaran ya.. tapi setelah itu, bisakah kau memberitahuku mengapa kau bisa tahu aku adalah salah satu Ancestor?"
"Begitu, dugaanku benar."
"Kau menduganya? yah, jika begitu, tidak ada artinya lagi aku menyembunyikan identitasku."
__ADS_1
"Hmm?"
"Apa kau pernah mendengar tentang leluhur pertama, utusan dewa kematian?"
Aku tersentak. Bagaimanapun, entitas dari leluhur saja bisa dibilang tertinggi diantara yang tertinggi, tapi dia, leluhur pertama.
"Ahahaha! Lihat ekspresi kagetmu itu! Yah, karena kau sudah mengetahui identitasku.. jadi, jawab pertanyaanku tadi."
"Sederhana. Pertama, Anda menyelamatkanku. Adalah suatu hal yang tidak mungkin jika anda hanyalah pria biasa yang pergi berburu. Mengingat tempat itu, adalah salah satu hutan terlarang. Di dalamnya hanya ada iblis dan monster-monster beratribut gelap yang bahkan tidak bisa dimakan. Jadi, apa mungkin seorang pria biasa berburu monster?"
"Oh? begitukah? masuk akal, kurasa. Tapi, mengapa kau langsung mengincar identitas sebagai leluhur? padahal bisa saja aku seorang petualang, bukan?"
"Itu benar. Jika mengingat bahwa kau menjelajah ke hutan terlarang, dan lagi, kau memiliki informasi tentangku, memang, bisa saja kau seorang petualang. Tapi, satu hal lainnya, aku sudah tenggelam saat itu. Agak tidak mungkin bahwa kau adalah petualang. Aturan tak tertulis dari seorang petualang adalah, hindari apa yang tidak perlu. Jadi, bagaimana mungkin mereka bahkan peduli dengan seorang anak yang tenggelam dan kecil kemungkinan hidupnya? Jika itu anda, maka dapat dipastikan, anda bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan orang lain. apakah aku salah?"
"Hmm, deduksimu memang masih sedikit kasar. Tapi kuakui, itu hebat, padahal aku sudah mempersempit kemungkinan aku memberi informasi penting. Tak disangka, kau malah menemukannya. Haish.. jika sudah begini, maka kau hanya punya dua pilihan"
"Jadi muridku atau mati!" Tandasnya.
...□ □ □...
Sudut mulutku berkedut. "Haih, sebenarnya kau tidak ingin memberiku pilihan tuh!"
"Hoo, tentu saja. Bagaimanapun, bukankah aku harus sesegera mungkin mengklaimmu sebagai muridmu sebelum leluhur lainnya datang?"
__ADS_1
Aku menghela napasku panjang.
"Tunggu! Di sini ada leluhur lain?"
"Hmm, ah, tentu"
Aku cukup terkejut saat menyadari tempatku berada. Tanah leluhur, benua tingkat atas!
"U-ugh.. entah kenapa aku sedikit merasa pusing" ucapku dengan ekspresi bingung.
"Yah, wajar jika kau merasa bingung saat ini, bagaimanapun, ini adalah benua tingkat atas!" Ucapnya bangga.
Saat ini ia terlihat begitu bersinar dengan sinar kebanggannya. Mataku terik memandang sinar silau miliknya itu.
"Ah, baik, baik, aku mengerti, jadi master.." ucapku sedikit berpikir tentang namanya.
"Yama, kau bisa memanggilku Yama" ucapnya.
"Mulai saat ini, saya akan menjadi murid anda sepenuhnya, Master Yama!" Ucapku seraya sedikit menundukkan tubuhku.
"Baiklah, ini perintah pertamaku! Makanlah makanan itu dan rawatlah tubuhmu selama beberapa hari kedepan!" Ucapnya.
"A-anu.."
__ADS_1
"Aku tidak menerima pertanyaan!" Ucapnya sebelum meninggalkan ruangan.
Aku tersenyum pahit, "bukankah dia agak mengesalkan?"