
Bab 20: Mendatang
Pagi itu, beberapa hari setelah master memintaku untuk mencari ide mengenai pembentukan kelompok.
Dan saat ini, master memanggilku. Aku sendiri tidak tahu apa yang ingin master bicarakan denganku, tapi yah.. jika itu berkaitan tentang masalah pembentukan kelompok itu, aku sendiri belum cukup yakin tentangnya.
Dan, jeda yang master berikan seharusnya cukup lama kan? Jadi, kurasa master tidak akan menyinggungnya. Setidaknya, itulah yang kupikirkan.
"Bagaimana? Apa kau sudah mempelajarinya?" Ucap master seraya menyesap sedikit teh di tangannya.
"Ah, meskipun masih belum terlalu menguasainya, tapi setidaknya aku sudah paham akan prinsip-prinsipnya sih" ucapku sedikit melirikkan pandangku pada buku yang diberikan master.
"Oh? Apa ada yang sulit? Kau bisa mengatakannya padaku" ucap Master sedikit tertarik.
"Itu benar, ada beberapa gerakan yang tidak aku paham.. maksudku, aku tahu gerakannya, tapi aku tidak tahu tujuannya." Ucapku seraya menunjukkan beberapa bagian yang menurutku sedikit berlebih- dalam arti lain, tidak berguna.
"Kau menyadarinya hah?" Ucap Master sembari menunjukkan ekspresi terkejutnya.
"Apa maksudmu dengan Kau menyadarinya? Dan apa-apaan dengan Hah-mu itu? Jangan bilang jika gerakan itu memang tidak punya tujuan" tanyaku curiga.
__ADS_1
"Itu benar, gerakan itu memang tidak bermakna, tapi untuk beberapa ahli, mereka menganggap itu indah" ucapnya ringan seraya memandang jauh keluar paviliun tempat kami berada.
"Hah! Indah?" Tanyaku sedikit aneh.
"Tentu saja. Bagaimana menurutmu?" Ia mengalihkan pandangnya padaku.
"Indah huh? Fungsi utama dari sebuah gerakan beladiri adalah untuk mempertahankan diri dan bertarung, tak peduli itu indah atau tidak. Semakin berguna suatu gerakan beladiri, akan semakin indah pula menurut pandanganku. Lagipula, aku mempelajari beladiri untuk mempertahankan diriku, bukan untuk semata-mata mencari keindahan atau mempertunjukkannya sebagai ajang hiburan" tegasku mengutarakan argumen. Itu benar, bagaimanapun, baik itu aku yang dulu atau yang sekarang, dalam hal bertarung sebenarnya tetap dengan satu tujuan, yakni mempertahankan diri dengan se-efisien mungkin dengan sedikit usaha dan efek yang mematikan.
"Aih, itu benar. Tapi tahukah kau? Tidak banyak dari mereka yang mau mendengar argumenmu?" Ucapnya.
"Hanya karena mereka tidak mau mendengarnya bukan berarti aku harus memperdengarkannya kan? Sekali lagi, itu tidak terlihat seperti aku akan mengajari banyak orang" balasku tak peduli.
"Apapun itu, aku hanya berjuang untuk bisa berdiri di jalan yang sepenuhnya ku pilih, itu saja" sekali lagi, aku tak peduli.
"Haha, aku tahu apa yang kau pikirkan, jadi, apa kau sudah tahu bagaimana untuk membentuk pasukanmu sendiri? Ku dengar dari Edward jika kau memintanya mengumpulkan beberapa informasi sebelumnya, apa yang sebenarnya kau pikirkan?" Ucapnya dengan ekspresi penasarannya.
"Yah, itu.. aku tidak tahu apa master akan menyetujuinya atau tidak, tapi tidak ada salahnya kan, jika aku mencoba mencari informasi kan?"
"Baiklah, apapun itu terserah saja.. jadi, bagaimana hasilnya? Bahkan jika itu masih berupa rancangan pun, kau bisa mendiskusikannya padaku, tidak banyak, setidaknya bisa membantu."
"Tentu."
__ADS_1
"Yah, bagaimana aku memulainya ya?"
"Mulai kapanpun kau siap"
"Hmm, begitukah?"
Master mengangguk membenarkan ucapanku.
"Kalau begitu bagaimana jika kap--"
"Kurasa kau sudah bisa memulainya sekarang"
"Kuh! Sama saja!"
"Kudengarkan"
"Tch! Apakah anda tidak malu menarik perkataan sendiri!?"
"Hmm? Aku tidak mengatakan sesuatu yang lain kok, kau saja yang salah penafsiran."
"Sial!... baiklah.. ini rencanaku berkaitan tentang pembentukan pasukan itu."
__ADS_1