
Bab 1: Little Servant
13/06, Count Kaelmiff, Azasky.
"Oi, Raka! Cepat kesini!"
"Ah, ba- baik Madame"
Nampak seorang Madame tua memanggil seorang anak laki-laki dengan pakaian sederhana dan usang miliknya.
"Apakah kau tidak melihat ini? Jelas jelas ada noda disini! Kenapa belum dibersihkan hah?!"
"Eh? A- anu.. m- ma- maaf madame.. s sa saya salah"
Jawab anak itu menunduk dengan keringat dingin bercucuran.
"Cih! Dasar tak berguna!"
Maki wanita tua itu seraya menampar anak tersebut. Nampak anak tersebut meringis kesakitan sembari menggigit bibirnya menahan sakit.
__ADS_1
"Tsk! Pada akhirnya tidak ada gunanya bagiku memilikimu bukan? Siapa yang akan mengira jika anak berambut hitam kebiruan ini benar-benar tidak berguna. Apa yang salah dengan skripnya huh!? Bukankah pemilik rambut sepertimu seharusnya kuat!? Kau benar-benar tidak berguna! Yah, kau beruntung karena terlahir dengan wajah yang setampan ini, kurasa aku akan melahapmu jika saja kau lahir 40 tahun lebih dulu." Ucap wanita itu seraya menyeringai dan mencengkeram leher anak laki-laki di hadapannya itu.
"Hei hei! Apa kah baik bila hanya melihat saja? Bagaimanapun dia hanya melakukan kesalahan kecil kan? Rasanya tak masuk akal bila harus menghukumnya seperti itu!"
Bisik salah seorang pelayan yang menonton kejadian itu dari kejauhan dengan pelan.
"Ah, terkadang aku juga merasa iba dengannya, dia masih kecil tapi sudah hidup sebatang kara, ada yang bilang kalau keluarganya mati dalam perjalanan di hutan akibat serangan iblis. Tak hanya itu, dia pun kehilangan ingatan tentang masa lalunya.. ditambah dia ditemukan oleh keluarga ini, hufft, takdirnya benar benar buruk.. semua orang tahu itu, tapi kalau kau berani coba saja selamatkan anak itu!"
"Hiih, jangankan melakukannya!Membayangkannya saja sudah merinding!"
"Apa yang kalian lihat huh!? Lanjutkan pekerjaan kalian! Jangan biarkan ada yang menolongnya!" Bentak wanita tua itu melepas cengkeramannya, ia lantas berjalan dengan cepat menjauh.
Para pelayan yang berdiri disekitar Raka nampak menjauh dengan cepat, mereka menghindar.
"Ah ayo cepat pergi! Tentu jika kau masih ingin dapat gaji.. lupakan saja tentang anak malang itu! Hari ini aku punya kabar yang lebih menggemparkan lagi"
"Oh? Apa itu?"
"Hei, kau seharusnya sudah dengar kan? Tentang kabar dari negri tetangga?"
"Oh! Apa maksudmu soal kerajaan Arcnight?"
__ADS_1
"Ya! Ini tentang penyerangan terhadap Pangeran ke tiga kerajaan itu, dari kabar yang kudengar sih, katanya dia dibunuh hingga tak ditemukan jasadnya!"
"Heeh.. apakah itu benar? Tapi bukan tidak mungkin kan? Kalau dia selamat dan melarikan diri?"
"Hey hey.. apa yang kau pikirkan hah? Apa kau lupa bahwa pangeran ketiga itu tidak memiliki energi dalam tubuhnya? Jika Knight tingkat master saja mati apalagi dia?"
"Oh benarkah? Tunggu, apa maksudmu tak memiliki energi?"
"Ah, itu, kabarnya, meskipun dia mirip sekali dengan ayahnya, tapi entah kenapa dia satu satunya yang tidak memiliki fisik khusus raga halilintar! Ditambah corak matanya pun berbeda dari yang lainnya!"
Deg! jantung Raka berdenyut cepat.
'Uurgh, ada apa ini? Kepalaku berdenyut sakit sekali.. dan apa-apaan dengan nyeri di dada ini!?'
"Nonius! Apa kau baik-baik saja!?" sebuah suara semu memanggilnya.
Brakk!
Tubuhnya limbung dan terjatuh tak sadarkan diri.
[Note: Mimin minta maaf untuk episode pertama dari world without limit ada sedikit perubahan dalam cerita. Hal ini dikarenakan, adanya kesalahan dan perbedaan jalan cerita antara sekuel pertama dengan sekuel kedua dan seterusnya.]
__ADS_1