
Bab 17: Belajar
Aku melangkahkan kakiku ringan. Ditemani oleh semilir angin sore. Aku menghentikan langkahku sejenak. Dan memandang ke arah barat, tepat sinar jingga merekah mewarnai langit sore. Aku tertegun, sedikit bau dedaunan kering melengkapi suasana musim gugur yang tengah menghampiri.
"Hmm, Tuan muda? Apakah ada sesuatu yang mengganggu anda? Jika iya, anda bisa katakan pada saya.. "
"Eh? Tidak ada, bukan apa-apa.. hanya, sedikit rasa nostalgic mungkin" ucapku seraya mengepal tanganku.
"Begitu, itu wajar bagi anda yang hidup jauh dari keluarga anda.. yah, apapun itu, sebaiknya anda segera masuk, udara akan semakin dingin, tuan muda" Ucap paman Edward memperhatikanku.
Aku mengangguk dan kembali melangkah.
'Ah, itu benar.. anginnya akan bertiup semakin kencang. Tapi sebelum itu, aku.. akan bertambah kuat untuk menahannya!'
"Hmm? Kau sudah datang, syukurlah,, dengan begini aku bisa makan" ucap master mengeluh.
"Haha" aku hanya tertawa kecil saat melihat wajah master yang nampak kecut.
'Yah, itu pasti karena paman Edward yang melarangnya makan terlebih dahulu..'
"Ah,, master, anda bisa makan sekarang" ucapku seraya menghela napas panjang.
"Ah! Benar--"
"Tidak! Bagaimanapun, tuan muda sudah berlatih lebih keras, jadi tuan muda-lah yang akan diperbolehkan untuk makan terlebih dahulu!" Ucap paman Edward tegas.
__ADS_1
"Ahaha, tidak apa, kurasa master terlihat lelah hari ini"
"Ah! Muridku paling mengerti aku!" Ucapnya seraya memasang ekspresi seolah olah hampir menangis.
Begitulah, makan malam yang selalu ku jalani selama disini. Master ya, jika kalian bertanya seperti apa masterku ini. Maka jawabanku adalah, master adalah seorang penipu!
Begitulah, dia memiliki penampilan yang menyeramkan, licik, dewasa, tampan, dan pendiam. Tapi pada kenyatannya, dia benar benar orang yang bodoh, jorok, ceroboh, cerewet dan pemalas.
Dan pria tua berambut putih yang duduk diseberangku ini, yah, dia terlihat seperti pak tua lemah, renta dan kolot. Tapi kenyatannya, dia adalah sosok pelayan dengan wibawa yang tinggi, kecerdasan, pengetahuan, dan kekuatan serta kecepatan yang tak masuk akal!
"Hmm? Ada apa? Kelihatannya ada yang ingin kau bicarakan?" Ucap Yama memecah keheningan.
"Eh?"
"Aku.. aku tidak tahu apakah master akan menurutinya atau tidak. Tapi, bisakah aku meminta sesuatu?" Ucap Raka hati hati.
"Oh? Kutebak itu berkaitan dengan keluargamu, apa aku salah? Pangeran kedua Arcnight?"
"Oh? Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak akan ikut campur?"
"Haha, jika itu memang benar, maka aku tak perlu berpikir panjang. Maksudku, dengan menyelamatkanku, itu juga berarti anda sudah bergabung untuk membantu keluargaku."
"Haih.. aku tidak tahu, tapi.. kurasa aku tidak bisa kabur saat ini."
"Mungkin ini terlambat, tapi, kelihatannya anda juga ingin menyampaikan sesuatu ya, Master"
"Oh? Ketahuan? Baiklah, aku tidak punya kesempatan mengelak lagi. Kalau begitu, bagaimana jika kita melakukan sedikit kerjasama? Kau meminta bantuan dariku, apapun itu, dan biarkan kau menjawab satu pertanyaan dariku."
__ADS_1
"Pertanyaan? Aku sedikit terkejut bahwa ada sesuatu yang tak bisa anda cari tahu, master.. dan lagi, jika itu tidak menguntungkanku, maka aku tidak akan menyetujuinya."
"Ah, tenang saja.. itu bukan hal yang sulit."
"Kalau begitu, anda bisa menanyakannya"
"Raka, Siapa kau sebenarnya?"
"Hmm? Anda masih perlu menanyakannya?"
"Tidak, yang ku maksud bukanlah identitas seperti itu. Tapi, identitasmu di kehidupan ini."
"Lebih tepatnya, Darimana kau berasal? Kau bukan dari dunia ini" tandasnya tajam.
"Ah, jadi begitu.. aku, kelihatannya sudah tidak punya celah. Kalau begitu, biar kuperkenalkan kembali dengan jelas."
"Aku, adalah seorang penjelajah, tempatku dulu bukan disini. Disebuah negeri yang jauh disana. Di ujung napasku, aku terlahir sebagai pangeran Arcnight. Dan, aku mendapatkan kembali ingatanku di umurku yang kelima" Ucap Raka tenang.
"Jadi dugaanku benar huh.. jika begitu, aku akan lebih lega lagi untuk membantumu. Jadi, katakanlah bantuan apa yang kau inginkan"
"Itu, cukup sederhana. Aku tahu, anda bisa membebaskan keluargaku, tapi bukan itu yang anda inginkan, bukan? Jika begitu, tolong ulur waktu hingga sampai saatnya aku dapat menghancurkannya. Dan lagi, anda sudah mengetahui identitasku sebagai penjelajah, tapi tolong.. perlakukan aku sebagai Raka murid kecil anda. Seorang murid yang hanya sedikit pintar diusianya"
"Jadi begitu? Sudah berapa lama kau menyadarinya?"
"Tidak lama.. tapi juga tidak baru"
"Haha! Baiklah, kalau begitu.. delapan, biarkan aku mengulurnya selama delapan tahun. Apa itu cukup?"
__ADS_1
"Aku akan berusaha!"
...□ □ □...