Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
malah menjerumuskan


__ADS_3

.


.


.


di kamar terpencil,


"kenapa Irina? apa Rotinya habis?". tanya Diana dengan bahasa isyarat.


"sudah tutup Nona, jadi nanti malam Nona makan apa?". tanya Irina duduk disamping Diana yang menoleh ke arah Irina tapi tidak bertatap mata.


"kalau begitu aku tidur saja". balas Diana dengan gerakan bibir saja sambil perlahan membaringkan tubuhnya.


"saya akan carikan makanan yang lain untuk Nona". kata Irina dengan semangat lalu menyelimuti tubuh Diana.


Diana memejamkan matanya lalu mendengar Irina sudah pergi dan pintu tertutup, Diana duduk lalu kakinya perlahan digerakkan ke arah lantai dan Diana mencoba berdiri tapi tidak bisa seberapa keras pun Diana menahan rasa sakit di kakinya.


"aaahhh". Diana terjatuh ke lantai dan sedihnya tidak ada yang mendengar suara Diana.


Diana menyibakkan rambutnya yang entah warna apa, Diana mengesot ke arah pintu balkon kamarnya yang terpencil lalu beberapa kali ia harus terbentur pintu dan sudut meja hingga keningnya terluka tapi tak membuatnya gelisah malah tetap teguh mengesot ke arah balkon kamarnya.


"Bunda...? aku ingin mati mengikutimu, ajak aku Bunda". gumam Diana dengan lirih tapi tak ada suaranya sama sekali.


Diana terisak tapi air matanya tidak ada keluar setetes pun, Ia meremas jeruji besi di balkon kamarnya.


Diana merasa hidupnya sudah berakhir tapi Ia tidak punya kekuatan untuk bunuh diri karna ayahnya masih sayang padanya walau sibuk dengan pekerjaannya hingga mempercayakan dirinya pada Ibu Tirinya, bahkan Irina pun satu-satunya alasan Diana mau bertahan namun akan lebih baik jika Bunda nya membawanya lebih cepat supaya hidupnya tidak lagi menderita.


.


di tempat lain,


Cashel melirik Lionel yang asik mengoceh sepanjang jalan tol tidak ada putus-putusnya sama sekali, Cashel menerbangkan bawang bombai didekatnya lalu mendarat sempurna di mulut Lionel yang membuang bawang itu.


"pyuuh.... cuiih.... hooekkk..!". Lionel membuang ludah sambil mengelap bibirnya.


"berisik". kata Cashel.


Lionel menatap kesal Cashel lalu memilih naik ke kamarnya, "saraf belas kasihnya sudah putus". gerutunya pelan.


Cashel kembali memotong sayurnya, akhirnya Ia bisa tenang setelah cukup lama telinganya berasap mendengar celotehan panjang Lionel melebihi jalan kereta api.


.


ke esokan harinya,

__ADS_1


Cashel naik sepeda seperti biasa dan Lionel sudah berangkat duluan, Cashel tidak peduli Lionel ngambek atau marah padanya malah membuatnya tenang sebab Lionel sangat rewel melebihi Bubby.


percakapan dalam bahasa asing,


"apa kalian dengar si Putri terbuang di kursi roda itu mencoba bunuh diri?".


"benarkah? kalau aku jadi dia ya pasti aku bakal bunuh diri".


"tapi apa kalian yakin dia bunuh diri? kenapa tidak dari dulu?".


"hahaha".


Cashel melewati para penggosip itu yang hari-hari mereka selalu saja mengatakan hal yang sama yaitu Gadis di kursi roda, Cashel sudah tidak asing lagi dengan kata-kata itu tapi kali ini ceritanya berbeda yaitu gadis itu mencoba bunuh diri.


.


jam Istirahat, di gedung teratas.


Cashel tiba-tiba teringat kata-kata seseorang dalam pikirannya "aku ingin mati".


"apa dia?". gumam Cashel menebak.


"tidak mungkin dia, aku tidak melihat siapapun saat itu". balasnya lagi menggeleng pelan kepalanya.


Cashel melangkah menuju tepian gedung dan pandangannya menyorot ke arah taman yang biasanya ada gadis di atas kursi roda disana, kali ini tidak ada siapapun.


.


"apa-apaan itu?". Cashel pun kaget melihat hal kasar itu.


Cashel melihat pengawal keluar menggendong gadis berpakaian biasa lalu di jatuhkan paksa ke kursi Roda itu, Irina keluar tampak meraung meminta para pengawal itu membawa mereka kembali sebab Putri Diana belum sembuh.


"sialan...! mereka kasar sekali sama perempuan". gumam Cashel hendak melangkahkan kaki kesana tapi Ia urungkan karna menurutnya bukan urusan Cashel juga.


"jadi itu gadis yang menjadi bahan pembicaraan para mahasiswi disini". tebak Cashel membalik tubuhnya.


bruugghhh..


"aaahh". pekik Irina.


Cashel memutar kepalanya dan terkejut melihat Irina terjatuh sementara Diana tersungkur dengan kening yang perbannya memerah seperti luka lamanya kembali mengeluarkan darah segar karna terbentur kembali,


"bedeb*h". Cashel mengibaskan tangannya hingga mobil yang melaju kencang meninggalkan kedua gadis malang itu tiba-tiba saja jungkir balik tanpa jeda langsung meledak ditempat.


"Nona?? ". Irina merangkak ke arah Diana.

__ADS_1


Irina memeluk Diana, para mahasiswa/i berlari ke arah ledakan mobil itu sementara Cashel melihat Diana dan Irina dari jauh malah memilih menjauh.


"Nona..? kening Nona kembali berdarah". Irina memegang pipi Diana.


"su. suara apa itu Irina? apa ada ledakan?". tanya Diana dengan gerakan bibir.


"mobil itu meledak Nona, sepertinya Tuhan menghukum mereka". jawab Irina malah merasa senang akhirnya pengawal jahat itu mati didepan matanya.


kabar Mobil mewah yang tiba-tiba meledak di kawasan Kampus itu pun tersebar di penjuru London bahkan sampai ke negeri seberang.


.


di Kos-an Cashel dan Lionel,


"kau yang melakukannya kan?". tebak Lionel to the point.


Cashel diam saja tanpa merespon pertanyaan Lionel,


"apa maumu sebenarnya?". tanya Lionel serius.


"tidak ada". jawab Cashel masih tenang.


"gadis itu semakin diasingkan". ujar Lionel begitu serius.


Cashel menghentikan aktifitasnya lalu melihat ke arah Lionel yang memasang tampang serius, sepertinya Ia tertarik dengan kata-kata Lionel.


"mengerjainya boleh saja tapi kenapa kamu membunuh mereka didalam mobil itu dengan ledakan? negara mereka percaya dengan kesialan dan sekarang kamu malah membuat gadis itu semakin di ujung jurang, aku tau kau tidak suka wanita tapi apa menurutmu itu lucu? kau sengaja membuatnya semakin menderita? aku rasa Kak Crystal akan kecewa jika tau anaknya menyakiti perempuan seperti itu". kata Lionel.


"apa yang aku lakukan? aku hanya membantunya". bela Cashel tidak terima dirinya disamakan dengan para bedeb*h kasar itu pada perempuan.


"kau bukan membantunya malah semakin menyakitinya, coba cari tau sendiri bukankah kau jenius". kata Lionel lalu memilih pergi membuat Cashel terhenyak ditempat sebab Lionel tidak pernah bicara seperti itu padanya.


"apa masalahnya makin serius?". gumam Cashel merasa menyesal ikut campur masalah orang lain.


di kamar Cashel,


Cashel mencari artikel tentang putri awan, semua Artikel menjatuhkan Putri Karika Etta Diana atau dikenal sebelumnya Putri Diana, Cashel sampai terduduk dari tidurannya melihat semua artikel seperti sengaja membunuh Putri Diana dengan kata-kata yang tidak manusiawi.


"mereka semua sudah gila..! apa mereka tidak memikirkan perasaan orangtua gadis itu saat membuat berita seperti ini?". gumam Cashel merasa geram dengan semua hinaan itu.


"haiissshh...! kenapa aku harus terlibat?". Cashel malah frustasi sendiri tanpa sengaja dirinya malah menyakiti gadis itu padahal niatnya hanya membantu saja.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2