Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
melawan


__ADS_3

.


.


.


Irina terharu mendengar kata-kata Cashel terhadap Nonanya, Ia berharap Cashel adalah Pria yang selama ini Irina khayalkan untuk Diana.


para Pelayan yang tadinya pingsan massal terbangun dan gemetar melihat ke arah Cashel, tidak tau siapa Cashel tapi warna mata Cashel yang aneh juga terlihat melempar belati tajam kepada mereka.


"am.. ampun Tuan...! Ampuni saya". para Pelayan meminta ampun untuk diri sendiri saja.


Irina mengusap air matanya, Cashel melepaskan pelukannya dari Diana dan perlahan mendekati para Pelayan itu.


"kalian sebarkan berita ke media bahwa Ratu negara ini menjatuhkan Putri Diana dari balkon kamarnya karna tidak terima dengan kesembuhan Putri Diana". titah Cashel.


Diana memegang lengan Cashel untuk protes tapi Cashel tidak memperdulikan hati Diana yang lembut, Cashel tidak akan membuang waktu menghancurkan reputasi mereka satu persatu dan yang menjadi target utama dan paling pertama bagi Cashel adalah Elizart.


"ta.. tapi?".


"kalian akan baik-baik saja, jika salah satu dari kalian ada yang mati beritau Diana aku akan menghidupkan kalian dari kematian". kata Cashel dengan serius.


"kalian pilih mati ditangan mereka dan aku bisa menghidupkan kalian atau mati ditanganku sementara tidak ada yang menyelamatkan kalian". sambung Cashel.


para pelayan pun setuju, Cashel memerintahkan Irina untuk mengatur kelima pelayan Elizart yang akan Cashel gunakan sebagai senjata utama untuk menyentil kedudukan Elizart.


.


"Cashel?". Diana menautkan kedua tangannya melihat Cashel tengah duduk di sofa sambil memijit pelipisnya.


"jangan mengasihani mereka Diana..! aku tidak bisa memaafkan Induk Ular kepala 3 itu, sekarang aku tau dari mana datangnya sifat saudara tirimu itu, apa dia yang membuatmu terluka selama ini?". tanya Cashel dengan dingin.


Diana diam sambil menundukkan pandangannya, Ia tidak punya apapun untuk membela diri karna Cashel sepertinya tidak mau mendengarkannya seolah batas kesabaran Cashel sudah habis secara keseluruhan.


"kamu tidak tau betapa takutnya aku tadi". lirih Cashel memijit pangkal hidungnya yang masih berdenyut.

__ADS_1


Diana hanya berpikir Cashel mengkhawatirkannya karna tidak terima temannya disakiti, Diana berpikir apa yang Cashel rasakan sama dengan apa yang Diana rasakan sungguh Diana tidak mau Cashel terkena hukuman dengan membunuh Elizart.


Diana tidak tau rasa khawatir Cashel mungkin bukan sebagai teman tapi takut kehilangan padahal Cashel bisa menyembuhkan Diana, Cashel hanya takut Diana bertemu dengan Bundanya dialam baka lalu tidak mau kembali lagi ke Dunia ini sebab impian terbesar Diana adalah Kematian.


Cashel memegang tangan Diana lalu menarik pelan tangan Diana hingga duduk disamping Cashel, "aku tidak akan memaafkanmu jika menjadi gadis yang lemah, lawan mereka yang menyakitimu Putri Diana". kata Cashel.


Cashel mengatakan pada Diana bahwa nyawa Diana sangat berarti kalau Tidak mengapa Ibu nya Diana mempertaruhkan nyawa demi melahirkan Diana? Diana harus kuat demi Ibunya supaya bangga dengan ketangguhan Diana dalam mengatasi masalah dunia.


Diana merasa tertampar oleh kata-kata Cashel, Ia bukan marah tapi merasa malu karna selama ini impiannya hanya mati dan membiarkan orang lain menginjak-nginjak nyawanya yang diperjuangkan bersusah payah oleh Ibunya.


"sekarang bagaimana? mau mengasihaninya? orang seperti mereka tidak akan berubah jika kesombongan mereka itu tidak dihilangkan, jangan biarkan kelemahanmu menghancurkan jati dirimu Diana, Putri Awan kamu adalah keberuntungan negara ini". kata Cashel lagi.


Diana berkaca-kaca lalu memeluk Cashel dan meminta maaf karna terlalu pengecut hingga meminta kematian padahal hidupnya yang dianggap sia-sia selama ini adalah berkat perjuangan hidup dan mati Ibunda tercintanya.


"hmm...! aku tau kamu tidak ingin tahta tapi kamu harus merebutnya lalu hancurkan supaya tidak ada yang menyalah gunakan tahta yang seharusnya menjadi milikmu". kata Cashel mengelus punggung Diana yang mengangguk-nganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan Cashel.


.


.


nama Elizart seketika menjadi trending topik, awalnya berita bisa ditutupi tapi sepertinya Irina sudah tau hal itu akan terjadi hingga tanpa ragu ia memposting semua bukti rekaman adegan kekerasan yang dilakukan Elizart pada Diana.


selama ini Irina hanya bisa bertindak sebagai seorang pengecut demi keselamatan Diana, tapi sejak Cashel memberi semangat pada Diana dan berjanji akan menjaga Diana, hal itu tidak membuat Irina takut lagi walau Ia mati ditangan Elizart tapi Diana sudah ada yang menjaga yaitu Cashel.


Bart tertawa terbahak-bahak melihat berita itu, Ia hanya merasa ngeri dengan dirinya sendiri adalah Raja yang bijak tapi ternyata sangat bodoh tidak tau penderitaan Putri semata wayangnya, benar-benar Ayah yang BURUK.


"hukum matiiiii". Kata Bart menggelegar di ruangan rapat.


Para Pejabat meribut tapi Bart tidak mengindahkan kata-kata mereka semua, Bart memerintahkan para pengawal menyeret paksa Elizart yang tidak terima dihukum mati.


Elizia yang baru saja sadar harus mengalami syok berat lagi dengan keadaan yang menimpa Ibundanya.


nama Elizart langsung jatuh bahkan statusnya langsung dilepas tanpa dibuat pesta pelepasan, puncak kemarahan Bart adalah saat Elizart melempar Diana jatuh dari balkon kamarnya sendiri.


Para rakyat yang awalnya meng elu-elukan nama Elizart langsung berbalik menyerang Elizart yang haus akan tahta bahkan langsung membunuh Diana yang sudah sembuh, berita-berita yang sebelumnya bisa dikubur dengan uang kini menyebar lagi.

__ADS_1


sore harinya,


di tempat penghakiman.


"apa kalian tidak waras..? berani-beraninya kalian memintaku memaafkan dia setelah kalian lihat dia mendorong darah dagingku terjun dari balkon". teriak Bart menggelegar.


"jangan buat aku marah..! aku sudah cukup sabar dengan perlakuan kalian yang mengasingkan anakku, bukti sudah didepan mata..! jika kalian masih membelanya maka aku akan menghukum gantung kalian karna berkomplot dengannya". lanjut Bart lagi.


tidak ada yang bisa membela Elizart dari hukuman mati yang Bart tegaskan, Elizia menangis pilu ditahan oleh para Pelayan padahal Elizia yang baru sembuh hendak menyelamatkan Elizart.


Elizart terlihat menyedihkan tapi saat Bart minta Elizart langsung dipenggal, tapi tiba-tiba semua orang yang berada di tempat penghakiman itu menoleh mendengar suara halus dan lembut menghentikan hukuman.


semua mata terbelalak melihat Putri Diana berjalan dengan anggun, persis seperti Putri bangsawan yang sudah terlatih padahal semua orang tau Diana lumpuh dan buta tapi sekarang Diana baru bisa berjalan dengan normal seperti tidak ada cacat sebelumnya.


"Ayah". Diana memberi hormat pada Bart dengan anggun.


"ada apa Putri? jangan harap Ayah mau memaafkan dia". tanya Bart yang tau hati anaknya lembut.


"Tidak Ayah...! Ayahanda harus mempertimbangkan hukuman yang Putri ini sarankan yaitu kakinya dipotong dan tangannya dipotong". kata Diana dengan pandangan serius.


seketika para Pejabat riuh namun tangan Bart menghentikan keributan itu.


"apa itu hukuman yang pantas?". tanya Bart berubah lembut sebab anaknya sudah berani.


"iya Ayahanda, dia selama ini menyiksa Putri dengan Kaki dan tangannya, Putri ingin semua itu dihilangkan". balas Diana dengan sopan dan tegas.


Elizart menatap nyalang ke Diana, Ia menjerit memaki Diana tapi gadis itu malah tersenyum.


"ada apa Ibu? apa Ibu ingin aku membunuh Ibu? Ibu bisa katakan padaku didepan semua orang". Diana tersenyum tanpa rasa takut pada Elizart.


kini Diana akan mengambil peran yang biasa dimainkan oleh Eliziany yaitu sosok malaikat yang mau memaafkan kesalahan orang yang hampir membunuhnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2