
.
.
.
pernikahan Diana dengan Cashel tersebar luas di Media, sementara pasangan itu belum memperlihatkan tanda-tanda peduli dengan kepopulerannya.
di malam hari,
"Haloo?." sapa Dinda.
Diana menoleh ke asal suara lalu Cashel berdiri dan mengulum senyum.
"Aunty?." sapa Cashel.
Dinda tersenyum lebar lalu menangkup kedua pipi Diana, "kenalkan aku Dinda, bisa dikatakan Bibinya Cashel."
Diana tersenyum lebar, "hormat saya Bibi?."
Dinda segera menahan tubuh Diana yang mau menunduk hormat ala bangsawan padanya.
"Aunty saja..! aku bukan anggota kerajaan." pinta Dinda membuat Diana tersenyum.
dimalam hari nya kerabat-kerabat Alex datang memberi ucapan selamat, mereka adalah Pekerja Setia Alex dahulu sementara teman kerja serta Rekan Cashel datang di sore hari tadi.
"Ehh?." Diana kaget saat kedatangan seorang gadis super seksi.
"Si.. siapa?." tanya Diana kikuk.
"sayang? kenalkan dia Eren, seorang Hacker." Ujar Cashel memberi penjelasan.
Diana menyapa, "H.. halo? Eren."
gadis seksi yang dipanggil Eren terkekeh pelan, "tidak usah minder Nona."
Diana melihat ke Cashel yang tersenyum padanya, Ia pun tersenyum menenangkan diri lalu berbincang sebentar dengan Eren. selepas kepergian Eren, Diana menoleh ke Cashel.
"apa dia seorang Peretas?." tanya Diana berbisik.
"iya, dia seorang model biasa yang tidak terlalu terkenal tapi dia malah senang dengan kehidupannya itu, kamu tenang aja sayang dia orangku." kata Cashel.
Diana menekuk kedua alisnya lalu Cashel bertanya dengan gemas juga penasaran, jawaban Diana membuat Cashel tertawa lepas.
"Cash..?." Diana memukul lengan Cashel.
Cashel melihat arah lain tapi bahunya bergetar-getar karna tawanya.
"Sejak tadi yang aku lihat hanya perempuan super seksi dan super cantik saja." begitulah kata-kata Diana dengan bibir mengerucut.
"Cash." Diana semakin memajukan bibirnya tak lupa alisnya ditekuk masam.
__ADS_1
"maaf sayang, aku suka dengan wajahmu yang cemburuan itu." gemas Cashel masih melihat arah lain.
"berhenti tertawa atau aku akan cari lelaki lain jadi teman dansa aku nih?." ancam Diana.
Cashel seketika menoleh dan melototkan mata elangnya entah kemana perasaan lucunya tadi, sontak saja Diana yang tertawa terbahak-bahak.
aksi mereka terlihat begitu manis, Cashel menggelitiki Diana yang meminta ampun sebab sudah berani mengerjainya.
semua tamu undangan merasa gemas dengan interaksi pasangan itu, kapan lagi mereka bisa melihat sosok berbeda dalam diri Cashel secara langsung.
Deniel di pojok Ruangan sambil menatap ke arah Diana yang tampak lebih berwarna bersama Cashel, Ia menyunggingkan senyum kecutnya.
"dulu aku yang menghina nya cacat dan aku yakin dia tidak akan bahagia, tidak ada Pria yang mau dengan Pria cacat sepertinya."
"sekarang?? aku cacat tapi Dia tidak pernah membalasku bahkan mau menolong kedua orangtuaku menyembuhkan Erika, huufft...!"
Deniel menghela nafas sedih melihat kakinya lalu melihat telapak tangannya yang tidak ada satu titik sihir hitam sekalipun, Ia cacat dan tidak berguna lalu segera keluar dari Ruangan besar itu tanpa sepengetahuan Keluarganya.
Deniel berada di Luar Hotel setelah berhasil masuk ke Lift, Ia menatap lama kearah bintang.
"apa aku tidak bisa mati saja?." gumam Deniel.
"mati? kau mau mati?." suara lembut perempuan itu seketika membuat Deniel menoleh ke sosok itu.
Deniel mengerjabkan matanya lalu memperhatikan bola mata gadis itu yang langka.
"s.. siapa kamu? mau mengejekku?." tanya Deniel menjaga jarak.
"aku mengejekmu?." tanya Tyara terheran tapi melihat pakaian Deniel sepertinya Pria ini bukan orang biasa.
"apa kamu seorang Pangeran?." tanya Tyara.
"mantan." jawab Deniel mendorong kursi rodanya kebelakang.
Tyara memperhatikan penampilan Deniel, Ia tampak terkejut melihat sisa-sisa aliran hitam di jantung Deniel beterbangan seperti ada sesuatu yang baru saja terbakar disana.
"oh.. jadi ini penganut ilmu hitam tapi kenapa cahaya hitamnya masih dalam tahap melebur?." batin Tyara.
"mau apa?." tanya Deniel semakin waspada.
aaah..? Ilmu hitam? Tyara seketika teringat cerita Diana yang mengatakan mantan tunangannya memiliki aliran hitam.
"oh... ternyata orang jahat, ya udah biar aja deh dia mati." batin Tyara lalu berbalik.
Tyara memang lembut tapi Ia bukan tipe orang yang mau menerima kesalahan orang lain, walaupun Tyara tau Deniel sudah berubah tapi cahaya hitam itu masih ada yang artinya jika disembuhkan semua kepingan yang terbuang itu akan berkumpul lagi lalu menjadi jahat.
Deniel kebingungan mengapa Tyara tiba-tiba pergi sontak saja Ia meraba wajahnya.
"apa wajahku terlihat aneh?." gumam Deniel.
.
__ADS_1
Tyara kembali ke Acara Pernikahan Kakak serta Kakak iparnya, Ia tidak merasa bersalah telah meninggalkan Deniel.
Tyara menautkan kedua alisnya mendengar perkataan seorang gadis yang seumuran dengannya lalu Ia mendengar ada seseorang memanggil nama gadis itu Putri Erika.
"hmm..? tadi aku melihat Kakakmu diluar." Tyara tiba-tiba datang diantara mereka.
Putri Erika melihat Tyara dengan seksama lalu Tyara menunjuk ke Cashel, "aku adik bungsunya Kak Cashel." jawab Tyara yang mendengar pemikiran Erika.
Putri Erika pun tersenyum lebar lalu memerintahkan bawahannya mengawasi kakaknya, tak lupa Putri Erika meminta berselfi dengan Tyara tapi dengan syarat Fotonya tidak mau dipublis.
"baiklah saya berjanji." jawab Putri Erika.
mereka pun langsung akrab.
.
di penghujung acara,
Cashel mendengar suara pikiran seseorang.
"aku tau pasti ulah kalian, tidak mungkin orang-orang bodoh itu bunuh diri." batin orang itu.
Cashel masih tenang melirik situasi lalu bertemu pandang dengan Tyara dan Bubby ternyata mendengar hal yang sama, sementara Crystal? Crystal menutup pendengaran istimewanya demi memastikan tidak ada gangguan saat Crystal berbincang dengan mantan kolega bisnis Alex.
"Cash? kamu kenapa?." tanya Diana memegang tangan Cashel.
Cashel berubah lembut masih bisa tenang lalu memberi kode ke Tyara serta Bubby yang segera bertindak mencari tau pemilik pemikiran itu.
"ada apa?." tanya Diana dengan cemas.
Cashel menggeleng kepalanya lalu mengelus pipi Diana dengan lembut, "tidak ada sayang..! aku hanya kesal kenapa mereka lama sekali pulangnya padahal sudah mau berakhir."
Diana tersenyum lebar dan akhirnya Ia lega karna sempat berpikir hal buruk, Diana seketika teringat akan sesuatu.
"aku penasaran kenapa Keluarga Berby bunuh diri hanya karna kasus itu Cash? aku rasa mereka punya banyak harta kalau mau bunuh diri lebih baik menyayat tangan atau gantung diri saja tapi kenapa memasang bom?"
Cashel terkejut sesaat tapi tidak akan ada yang menyadarinya, ekspresi Cashel dilihat biasa saja kalau tidak diperhatikan baik-baik.
"aku tidak tau." jawab Cashel.
"mereka sangat misteri atau mereka bisa saja dibunuh kan Cash?." celutuk Diana tiba-tiba.
Cashel tersenyum saja lalu meminta Diana untuk berpikiran hal baik saja seperti cara melayaninya nanti selesai acara Pesta ini, jangan memikirkan hal yang tidak penting.
Diana merona mendengar godaan Cashel, akhirnya Pria tampan itu bisa mengalihkan perhatian Diana supaya tidak membahas Keluarga itu lagi.
.
.
.
__ADS_1