
.
.
.
Diana sampai tidak bisa berkata-kata melihat sebuah singgasana yang cantik disediakan Rakyat untuknya, Ia semakin terharu padahal dulu Diana menjadi bulian rakyat.
Irina menghapus air matanya supaya tidak terlihat, Ia juga sering berandai-andai untuk Diana dan akhirnya semua doa-doanya tercapai. Diana berada di titik puncak lagi sejak Cashel masuk dalam kehidupan Putri Diana dan menyembuhkan kecacatan dalam diri Diana.
acara berlangsung meriah, Diana yang turun tangan menjual segala perhiasan dan gaunnya tak lupa Ia menawarkannya dengan harga yang tidak jatuh.
Cashel berada tak jauh dari Diana sambil menatap penuh kerinduan pada sosok gadis yang tertawa ceria di atas panggung acara dipeluk oleh anak perempuan mungkin sekitar umur 4-7 tahunan.
"huh..! akhirnya hari ini datang juga". Lionel tiba-tiba muncul disamping Cashel.
"apa kalian belum juga pacaran?". tanya Cashel tanpa melihat Lionel.
"mana mungkin secepat itu, dia hanya seorang Pelayan tapi mendapatkan hatinya lebih sulit dibanding mendapatkan bintang. kenapa otaknya hanya ada status? apa dia pikir aku ini seorang Raja atau Pangeran? aku juga Rakyat kecil tinggal di Pulau terpencil". oceh Lionel.
Cashel tertawa pelan siapa yang bakal mengira hubungan percintaan mereka akan serumit ini, Cashel jatuh cinta pada seorang gadis cacat juga putri buangan dan Lionel jatuh cinta pada seorang gadis pelayan yang berasal dari kalangan rendah.
Jatuh Cinta memang tidak bisa memilih dan tugas mereka sebagai lelaki harus tegas juga harus berjuang sendiri untuk memenangkan pertarungan Cinta itu, beruntung mereka jatuh Cinta tidak punya Rival atau tidak menjadi Rival. jika Iya? sudah pecah lah persaudaraan mereka.
"aku sangat merindukannya". gumam Cashel dengan lirih.
Lionel melihat ke Diana, "sepertinya dia tidak merindukanmu". ledek Lionel membuat Cashel berdecak kearahnya lalu Lionel mencibir Cashel.
acara Pelelangan berakhir dengan sangat memuaskan, Diana mendapatkan Uang yang sangat banyak lalu tanpa ragu Ia membagikan kepada Para Rakyat dengan cara antri yang teratur.
"terimakasih atas waktu berharga kalian semua untuk mengikuti acara ini, semoga semua uang yang kami bagikan bermanfaat ya?". kata Diana dengan bahasa teman bukan bahasa seorang Tuan Putri.
"iyaa". sahut para Rakyat serentak.
Diana tak lupa membagi-bagikan makanan untuk makan disiang hari bersama para pelayannya. sore harinya Diana mengedarkan Pandangannya seperti mencari seseorang.
DEG...!!
jantung Diana berdebar melihat sosok yang Ia rindukan, Diana tersenyum lebar tak menyangka Cashel sudah memperhatikannya sementara Diana sejak tadi tidak sadar-sadar juga.
__ADS_1
semua orang menoleh ke arah tatapan Diana hingga mereka bisa melihat Cashel yang sangat gagah dan tampan tidak seperti kebanyakan pria yang mereka tau, Cashel adalah Pria yang sangat tampan keluar dari dunia dongeng.
"Cashel?". gumam Diana.
Cashel melangkahkan kaki ke arah panggung yang tidak terlalu megah itu lalu semua orang memberi jalan sambil menatap takjub Cashel, apakah Cashel seorang Pangeran dari negeri seberang? mengapa wajah Cashel tidak mereka ketahui.
"baru ingat padaku?". tanya Cashel menunduk ke wajah Diana yang hampir 5 jam melupakan Cashel.
Diana meminta maaf sambil nyengir kuda.
Irina dan pelayan lainnya hanya senyam-senyum.
Cashel berbalik lalu menggenggam tangan Putri Diana, "perkenalkan namaku Cashel Alexander Asiantama, calon suami masa depan Tuan Putri Kalian". kata Cashel.
"Asiantama?". gumam mereka celingukan dengan raut wajah syok.
Dunia tau Alexander Asiantama punya seorang Putra tapi wajah Cashel jarang terekspos media karna keinginan Cashel sendiri kecuali orang tertentu saja yang tau wajah Cashel jadi wajar saja mereka semua syok akan pengakuan Cashel.
sedangkan Lionel malah enggan naik ke panggung, Ia betah dibawah sana.
akhirnya para rakyat mulai meribut namun tangan Cashel menggantung di Udara membuat hening situasi.
"aku butuh restu kalian menikahi kekasihku ini". kata Cashel dengan santai.
"aku akan masak besar untuk kalian semua malam ini". ujar Cashel.
seketika langsung riuh, mereka bersorak bergembira mengira Cashel akan menjadi calon Raja mereka tapi Cashel tidak menjelaskan apa-apa sebab Ia juga tidak mau ikut campur masalah Bart yang akan melepas tahta, biarlah semua itu akan berjalan sebagaimana mestinya.
Cashel memasak besar untuk para rakyat, kehebohan terjadi melihat betapa tampannya Cashel belum lagi sosok Lionel yang membantu Cashel, ketampanan mereka melebihi batas tampannya para Pangeran di negeri itu sendiri.
"Nona?". bisik Irina.
Diana yang senyam-senyum melihat Cashel yang sangat tampan menoleh ke Irina dan Eka disamping Irina.
"ada apa?". tanya Diana melihat raut wajah Eka dan Irina merasa gelisah akan sesuatu.
"apa Nona tidak cemburu banyak yang melihat Tuan Cashel?". tanya Eka penasaran.
"Iya Nona..! Nona tidak marah?". sahut Irina.
__ADS_1
Diana melihat ke arah para gadis, janda, perempuan beristri dan Ibu-ibu menggendong Anak tampak memuja memandang Cashel namun reaksi Diana malah tidak cemburu justru sebaliknya.
"aku yakin mereka pasti iri dengan aku sebagai satu-satunya perempuan yang ada di hati Cashel, lagian aku percaya sama Cashel". ujar Diana percaya diri.
Eka dan Irina saling pandang lalu menghela nafas pasrah melihat Diana malah senyam-senyum bangga bahkan sesekali Diana harus menghapus air matanya, mereka berubah sendu saat Diana mengatakan semua ini terasa mimpi bagi Diana.
.
perkumpulan para Rakyat dan Cashel yang sudah selesai makan malam bersama,
"apa Tuan tidak lelah memasak untuk kami yang sebanyak ini?". tanya salah satu perempuan yang kagum dengan Cashel mau susah untuk mereka.
Cashel melihat ke arah Diana, "apapun untuknya". ujar Cashel tersenyum memandang sosok gadis yang merajai hatinya.
betapa irinya semua rakyat melihat ke arah Diana, Diana jangan ditanyakan lagi malah sangat malu menyembunyikan wajahnya ke arah Eka disebelahnya, Eka tertawa cekikikan bersama Irina.
mereka menghabiskan waktu bersama-sama bahkan Cashel juga menciptakan kembang api sebagai hiburan namun terlihat seperti alami, Cashel terlalu malas menunjukkan kekuatannya secara terang-terangan walaupun Dunia tau keturunan Crystal memiliki kekuatan Super.
"waahhh". pekik Diana, matanya berbinar melihat keindahan malam itu.
Cashel membalutkan sebuah jaket tebal ke tubuh Diana, perhatian Cashel dilihat oleh sebagian perempuan. mereka berbisik-bisik akan keberuntungan negara ini jika dipimpin oleh Cashel dan Diana.
"terimakasih Cashel". Diana menoleh ke Cashel sambil tersenyum tulus dan mata nya memancarkan sorot mata bahagia pada Cashel.
Cashel merangkul bahu Diana dan mengecup lama kening Diana, "aku senang kamu suka hadiahku sayang, aku bukan Pria romantis dan caraku memang sedikit norak tapi kamu harus tau kalau aku.... ".
cup...!
Cashel terdiam seketika saat Diana mengecup pipinya.
"aku tau..! kamu Pria yang sangat romantis". kata Diana dengan tulus.
Cashel mengecup bibir Diana namun gadis itu melotot menutupi bibirnya dengan telapak tangannya dan melihat sekeliling ternyata setiap orang sibuk melihat langit namun ada juga yang tampak syok melihat nya dicium oleh Cashel.
"Cashh?". bisik Diana.
"aku takut mereka menilai rendah diriku". bisik Diana.
.
__ADS_1
.
.