
.
.
.
Cashel tersenyum ke arah Keluarganya namun tangannya masih menggenggam Diana yang membeku seperti patung es saja dirinya kini.
Crystal dan Tyara bisa melihat sosok gadis menawan yang digenggam mesra oleh Cashel, sejak kapan Cashel mau menggenggam tangan perempuan? pasti gadis yang dicintai Cashel.
"apa gadis itu yang Kakak Cintai?". tanya Tyara lewat pikiran.
"hmm..! Kalian berdua harus menghormatinya (Tyara dan Bubby), dia sangat pemalu dan penakut". sahut Cashel terlihat bibir Crystal yang berkedut.
"siapa namanya sayang?". tanya Crystal lewat pikiran.
"Putri Karika Etta Diana dan dikenal sebagai Putri Diana". jawaban Cashel membuat Crystal, Bubby dan Tyara tersenyum lebar.
Alex melirik Istrinya pasti sedang kontak pikiran dengan ketiga anak-anaknya dan ini bukan pertama kalinya Alex disisihkan oleh Istri dan anak-anaknya, padahal bukan apa-apa emang Alexnya saja yang terasing tidak bisa berbicara lewat pikiran.
Cashel menoleh ke Diana yang persis seperti patung Es membuatnya gemas,
"ayo kita dekati! ". bisik Cashel dan Putri Diana yang tersentak mengangguk-ngangguk kikuk seperti robot.
Cashel mendekati Keluarganya lalu tangannya yang lain mengambil alih Koper Tyara.
"kalian telat 5 menit?". Cashel melihat jam tangannya.
"halo kak? Kakak pasti perempuan yang mencuri hati Kakak kami ya?". sapa Tyara dengan ramah.
Bubby tersenyum lebar, sungguh Diana sangat kikuk disapa oleh kedua adik Cashel bahkan tangannya sangat dingin berjabat dengan mereka.
"Kak? apa kakak Es? kenapa dingin sekali?". tanya Tyara dengan polos.
Crystal melepaskan tangan Tyara yang berjabat dengan Diana, "kenalkan sayang..! Tante Ibundanya Cashel".
"s.. saya Putri Diana Tante". gugup Diana.
Oma Dewi Par dan Eyang Endang merangkul Diana, mereka berkenalan dengan Diana yang sungguh lucu.
"jangan terlalu berlebihan Eyang..! dia sangat pemalu". peringatan Cashel.
semua keluarga Cashel mengkerumuni Diana sambil melangkah keluar dari Bandara itu, Alex, Indiro dan Bubby berjalan berempat dibelakang para perempuan didepan mereka. mereka mana peduli pekikan orang-orang yang melihat Keluarga Asiantama berkumpul seperti mau liburan saja.
"kenapa calonmu penakut son?". tanya Alex merangkul bahu Cashel.
__ADS_1
"dia pernah disakiti dan dia takut kalau kalian tidak menerima nya". jawab Alex.
"kasihan juga, kamu tidak menyiksanya kan cucuku?". tanya Indiro menyelidik.
"tidak". jawab Cashel membuat yang lainnya lega sebab Cashel sangat kejam pada perempuan.
"bukankah itu lucu? terus kenapa bisa dia disini kak?". tanya Bubby.
"kakak menipunya?". tanya Bubby memicing curiga.
Alex dan Indiro terkekeh sedangkan Cashel cuek saja, Diana memang terlihat tegang dengan keluarganya karna tidak ada persiapan namun anehnya didalam pikiran Diana tidak mengatakan apa-apa seolah menjaga hati Cashel supaya tidak tersinggung olehnya.
.
kini Cashel membawa keluarganya di Kontrakannya.
Lionel begitu akrab dengan Keluarga Cashel seperti Keluarganya sendiri, apalagi Tyara terlihat seperti kekasih Lionel saja memeluk Pria itu layaknya sahabat mungkin jika ada perempuan lain melihat mereka berdua akan salah faham.
"Bunda sama Ayah akan datang besok pagi nel, mereka berbeda tiketnya dengan kami". ujar Crystal ke Lionel yang menganggukkan kepalanya.
Cashel menahan kedutan bibirnya karna tau Keluarganya membeli Tiket cepat-cepat supaya bisa bertemu dengan Diana padahal hari wisuda Cashel dan Lionel masih ada beberapa hari lagi.
Alex dan Indiro sudah dijadikan tukang ojek makanan oleh Keluarganya, mereka membeli makanan di Luar dengan mobil Lionel.
Bubby dan Lionel berbincang, Diana merasa gugup saat semua Keluarga Cashel masih ramah padanya.
"Kak Diana sepertinya butuh waktu beradaptasi". goda Tyara tertawa lebar.
Diana hanya bisa tersenyum dengan wajah yang masih kaku dan mulai bertanya walau gerogi tentu dijawab oleh Keluarganya Cashel, Diana menggerutu didalam hati kenapa jiwa bangsawannya menjadi hilang malah menjadi robot kaku.
Diana seketika memegang kepalanya dengan ekspresi lucu melihat Crystal, Tyara, Bubby, Lionel mendengar pikirannya malah tertawa terbahak-bahak hanya Cashel yang tertawa lebar begitu gemas dengan tingkah Diana.
"robot kesayangan Kak Cashel". goda Tyara.
Diana diam dengan muka merahnya itu, lalu Ia menarik nafas dalam-dalam sungguh Diana cantik sekali saat memejamkan mata, saat Diana mulai tenang tapi seketika nyalinya menciut ketika Keluarga Cashel memuji kecantikan Diana.
"sudah jangan dipuji dia itu punya penyakit rendah diri". peringatan Cashel.
"mana ada penyakit rendah diri". sungut Keluarga Cashel malah menyanggah Cashel.
Diana memang sangat cantik tapi gadis itu malah tidak merasa cantik, entah pengalaman yang Ia rasakan dulu saat cacat membuat nyalinya memang mudah menciut walau dipuji orang sekalipun.
.
di malam harinya,
__ADS_1
Diana sudah tidak tegang lagi dengan Crystal dan yang lainnya, Ia sudah bisa tertawa namun Keluarga Cashel hanya memuji didalam pikiran saja sebab peringatan Cashel jangan memuji parasnya didepan Diana yang akan membuat gadis itu kehilangan senyumnya.
"mau jagung bakar kak?". tanya Bubby yang baru saja selesai bakar jagung diteras Kontrakan Cashel.
"aku mana Kak?". tanya Tyara ke Bubby dengan memelas.
"bagi dua saja". kata Diana tiba-tiba membuat Tyara memeluk Diana dengan gemas hingga Diana malu-malu.
Bubby memotong jagung bakarnya menjadi 2 lalu diberikan pada kedua gadis cantik itu, sedangkan yang lainnya sudah dapat jatah dari Alex dan Indiro.
"ayo kita keluar sayang! ". ajak Crystal tiba-tiba muncul ditengah Diana dan Tyara.
mereka semua segera keluar dari Kontrakan Cashel, betapa tercengangnya Diana melihat halaman Cashel sangat indah diberi lampu dan tenda serta sofa untuk bersantai.
"kamu mengantuk sayang? apa perlu aku antar pulang?". tanya Cashel yang tiba-tiba muncul dibelakang memakaikan jaket ke tubuh Diana.
Tyara dan Crystal melihat cara Cashel memperlakukan Diana yang menggeleng kepalanya kuat sambil berbisik jangan membuat image nya buruk didepan keluarga Cashel, Crystal dan Tyara menahan tawa sekuat tenaga melihat wajah masam Cashel yang sudah mereka tebak minta sesuatu dari Diana tapi gadis itu tidak peka.
"hhmm? ". Diana membulatkan matanya dengan syok saat Cashel mencium bibirnya.
Keluarga Alex memandang datar mereka semua terutama yang laki-laki dan yang perempuan malah terkesima, Diana memukul-mukul Cashel dengan mata melotot.
"aku mengajakmu tidur tadi biar jauh dari mereka terus bisa bercium...? hmm? ". Cashel berkata dengan santai namun tergantung saat Diana menyumpal mulutnya dengan jagung bakarnya.
Diana tertawa kikuk sungguh imut sekali tingkah Diana yang seperti itu bahkan meminta maaf pada Keluarga Cashel itu.
Cashel jangan ditanya lagi bukan marah makanan disumpal ke bibirnya melainkan gemas melihat wajah kaku Diana yang sungguh merah.
.
mereka melanjutkan acara Keluarga itu dengan baik walau Diana harus menghindari Cashel supaya jangan menciumnya, Diana tanpa ragu menutupi bibirnya saat berbicara dengan Cashel membuat Keluarga Cashel tertawa.
"sayang? kamu aja yang makan". Cashel menolak tawaran makanan yang diberikan Diana.
Diana pun diajak duduk disamping Cashel lalu menyuapi Diana yang dengan patuhnya makan, mereka lagi-lagi lupa situasi saat Crystal dan yang lainnya melihat perlakuan Cashel yang begitu lembut dan romantis.
"Kak Cashel apa semanis itu?". tanya Bubby berbisik ke Tyara.
Tyara berbinar melihat itu, "aku senang Kak Cashel punya gadis yang bisa merantai leher liarnya itu". ujar Tyara.
Cashel sejak dulu sangat kejam dan Keluarganya tau itu beberapa kali setiap wanita datang ke Cashel selalu menangis setelah berbicara dengan Cashel, membuat Crystal pusing.
.
.
__ADS_1
.