Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
lembur


__ADS_3

.


.


.


Diana hanya diam sambil memainkan ponselnya sedangkan Eka terkikik saja.


Eka menemani Diana tidur sebab Cashel belum ada tanda memperlihatkan batang hidungnya.


ke esokan harinya,


Cashel berada di Perusahaannya sambil memijit pelipisnya baru saja terbangun sementara Abin tertidur di sofa begitu juga Eren yang menyandarkan kepalanya di meja Komputer Perusahaan Asiantama.


"bangunn...!" titah Cashel dengan suara khasnya.


Eren dan Abin tentu saja langsung terbangun bahkan mata mereka kehilangan rasa kantuknya mendengar suara tegas Cashel.


"apa sudah selesai?." tanya Cashel.


"oh.. iya." Eren menyisir rambutnya dengan jemari tangannya lalu menggulungnya asal sambil memandang ke Layar Komputernya.


mereka begadang dari tadi malam hanya demi mencari 1 nama lalu ketiduran karna terlalu lama loadingnya dan lelah menunggu.


Cashel bersama Abin mendekati Eren demi melihat hasil pencaharian melelahkan itu.


"huhh..! sepertinya berhasil, aku akan pukul kepala manusia ini karna sudah membuang waktu berhargaku bahkan membuatku kesulitan mencarinya." cerocos Eren dengan geram.


Eren meregangkan jemari tangannya sementara Cashel dan Abin menjauhkan kepala dengan tingkah Eren itu lalu kembali mendekat saat Eren mulai menjalankan aksinya.


"dapat kau." senyum lebar Eren mendapatkan data pribadi orang yang dikatakan misterius itu karna sangat menguji kesabaran nya sebagai Peretas handal.


"Ketua Mafia?." beo Abin mengucek-ngucek kedua matanya.


Cashel menaikkan sebelah alisnya,


"aku akan jelaskan, sepertinya dia adalah Ketua Mafia yang bekerja sama dengan Keluarga Berby." Ujar Eren.


"terus ini siapa? aku bertanya pada orang kita yang mengundang tamu dan mereka semua serentak tidak pernah mengundang orang itu malah ada 1 orang yang di undang tidak datang, kabarnya dia meninggal di tikam perampok." jelas Abin.


Eren melihat data pribadi yang di kumpulkan oleh Abin dan Cashel menatap sekilas saja.


"coba aku cari tau sepertinya kalau itu tidak sulit." kata Eren dibalas anggukan oleh Abin.


baik Cashel maupun Abin hanya memperhatikan kinerja Eren yang memang tidak berbeda jauh dengan kedua orangtua nya yang jenius dimasa lalu, jika kedua orangtua seorang Hacker maka anak pun pasti Hacker.

__ADS_1


"dapat...! dia sepupu jauh Berby, sepertinya dia pernah menaruh hati pada Berby." kata Eren serius.


"dari mana kamu tau?." tanya Abin yang memang lebih rewel dari pada Cashel yang tidak banyak bicara.


"lihatlah ini, kado nya saja ada tanda hatinya, akun sosial media nya semua tentang Berby." Eren menunjukkan semua buktinya sambil jemari tangannya bekerja.


"woo....! ternyata wanita sombong itu juga ada yang suka." celutuk Abin.


Eren menatap sengit Abin dengan cepat Abin nyengir tak berdosa lalu pandangan mereka berdua serentak beralih ke Cashel yang diam saja seolah mencerna sesuatu.


"Tuan?." cicit keduanya sungguh pelan bahkan nyaris tak bersuara tapi Cashel mendengarnya disebabkan situasinya memang sangat hening, mungkin kotoran cicak jatuhpun mereka akan cepat menoleh.


"kalian awasi keduanya..! bagi tugas, aku akan kembali." kata Cashel lalu beranjak pergi mengambil jasnya berjalan kearah pintu.


Eren dan Abin seketika menghela nafas lega, atmosternya terasa mencekik ketika ada Cashel didalamnya.


"aku tidak habis fikir kenapa kedua orang ini berani mencari masalah dengan Tuan Muda, apa mereka tidak tau apa saja Kekejaman Tuan Muda?" gerutu Abin.


Eren melihat ke arah Abin, "dari mana kamu tau kalau Ketua Mafia ini memusuhi Tuan Muda?" tanya Eren.


"bukankah sudah jelas? kalau ekornya diputus jelas saja kepalanya mengamuk, aku yakin dia akan marah dengan kematian Keluarga Berby karna tidak ada lagi celah mencari uang untuk mereka yang memang memanfaatkan keluarga itu saja." jelas Abin.


"iya juga, tidak disangka otakmu bekerja juga." ledek Eren.


Abin mendengus, "aku hanya kurang pandai dalam teknologimu bukan berarti aku bodoh"


.


di Parkiran,


Cashel fokus dengan pandangannya, Ia pun tidak mau berkendara segera Ia menghilang sekejab mata dan muncul di Kamarnya bukan di Kamar Diana.


mereka sudah menikah tetap 1 kamar walaupun ada 2 Kamar namun bergantian, terkadang Cashel ke Kamar Diana begitupun sebaliknya alasannya karna Diana tidak suka buku-buku serta warna gelap di Kamar Cashel jadi Ia punya kamarnya sendiri padahal jika Diana merombak Kamar Cashel sudah pasti suaminya itu tidak akan marah.


Cashel membersihkan diri di Kamar Mandi sambil menatap lurus ke Pantulan Cermin, "aku tidak akan melepaskanmu jika kau berani menyentil telinga Istriku, kita lihat saja jika kau memang berani hadapi aku sebagai sesama lelaki."


alasan Cashel diam dan kurang fokus hingga enggan berkendara yang akan membahayakannya saja karna Ia hanya sibuk berpikir tentang Diana.


"aku harus perketat lagi menjaga Diana." gumam Cashel tersenyum miring.


sekali saja lawannya menyentil telinga Diana maka Cashel tidak akan memberi kesempatan pada mereka untuk menyentil Diana kedua kalinya, sebenarnya mudah bagi Cashel menemukannya tapi Ia tidak mau gunakan cara pengecut dan akan bertindak gila jika emosinya sudah diluar kendali.


.


di Taman belakang,

__ADS_1


Diana tersenyum lembut melihat Peliharaannya.


"Eka?" panggil Diana tanpa menoleh.


"iya Nona" sahut Eka mendekat ke Diana.


"apa belum ada tanda-tanda kepulangan Suamiku?." tanya Diana dengan lemas.


Eka tersenyum lebar, "apa Nona merindukan Tuan?"


Diana dengan jujurnya mengangguk, "jangan meledekku Ka..! kami sudah bersama di Luar Negri selama 1 bulan jadi saat berpisah satu malam rasanya tidak nyaman."


Eka tertawa cekikikan, "iya Nona"


Diana mendengus mendengar tawa Eka, "coba lihat diluar cepetan...! tanya sama yang lain apakah ada mobil suamiku didepan." desak Diana.


"baik Nona" jawab Eka patuh segera bangkit dan mencari informasi.


Eka berjalan ke Ruang tamu dan terpekik kaget melihat Cashel tengah berbincang dengan Crystal dan Alex.


"Itu dia pekerja Diana." tunjuk Crystal.


Cashel menoleh ke Eka, "dimana dia? apa dia sudah makan?."


glek..!


Crystal mengatakan ke Cashel kalau Diana tidak mau sarapan jika Cashel belum terlihat, Cashel tentu bertanya dengan dingin ke Eka karna itu adalah tugas Eka.


"maaf Tuan.! saya sudah siapkan semuanya tapi tetap saja Nona tidak mau makan." Eka membungkukkan setengah badannya dengan takut.


"kenapa kau malah menyalahkannya? dia bahkan tidak makan karna Istrimu bersikeras tidak mau makan." Alex menegur.


"kalau ada yang harus disalahkan itu kamu Cash, kenapa tidak kabari Istrimu hmm?." omel Crystal.


Cashel menghela nafas panjang meraup wajahnya frustasi, "dimana dia?" tanya Cashel.


"tempat biasa Tuan." jawab Eka.


Cashel berlalu dan Eka hendak menyusul tapi dicegah oleh Crystal segera memerintahkan gadis yang seumuran dengan Putrinya itu makan.


Cashel melihat Diana yang sedang duduk termenung menatap peliharaannya, Cashel jadi merasa bersalah karna tidak menghubungi Diana.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2