
.
.
.
"tenang aja bisa aku panggil." jawab Diana dengan senyuman.
"Ehh? hehe..! iya juga." Eka nyengir sebab Ia lupa kalau Tuan Muda milik Nona nya bukan manusia biasa.
"kalau bekal ini jatuh aku harus pulang dan memasak lagi, untung aja kamu yang pegang Ka." Diana tersenyum mengelus bekal makan siang untuk Cashel.
Cita-cita Diana memang seperti ini bisa membuatkan makan siang untuk kekasihnya dan itulah alasan Cashel mengalah karna kemauan Diana, Jika Kemauan Cashel jelas saja Pria itu tidak mau Diana memasak.
Eka menghela nafas berat, "Nona terlalu baik, apa Nona terluka tadi?." tanya Eka dengan serius.
Diana menggeleng kepalanya sebab Ia memang merasa tidak terluka namun Eka tidak percaya lalu memaksa mencari tau luka di tubuh Diana hingga Eka memegang lengan kanan Diana yang tiba-tiba meringis.
"nggak terluka? ini apa?." Eka melototkan matanya dengan kesal ke Diana yang terbiasa terluka hingga tidak sadar dirinya terluka.
"kok bisa? nggak terasa." cengir Diana.
Eka hendak membawa ke Rumah Sakit didepan Perusahaan Cashel tepatnya menyebrang jalan. tapi, Diana menolak karna makanannya sudah cukup lama nanti dingin dan tidak enak lagi dimakan sekarang masih hangat karna tertutup rapat.
Diana memejamkan memanggil Cashel, Cashel sedang berada di Ruangan Rapat sambil menatap dingin wanita yang terlambat datang itu.
"apa kau fikir ini Perusahaanmu? hebat sekali kau membuatku menunggu." kata Cashel dengan nada dingin serta menusuk.
"maaf Tuan Muda..! saya tadi terjebak macet dan tadi tidak sengaja menabrak seseorang di Lobi." ujar wanita berpakaian seksi itu dengan kepala tertunduk.
bruukkkhh...!
Cashel memukul meja hingga pecah membuat para Karyawan yang ada di dalamnya memejamkan mata sambil menahan rasa sakit terkena pecahan meja, ini bukan pertama kalinya Cashel memecahkan meja dengan 2% kekuatannya itu.
"aaahhh." wanita itu terpekik ketakutan.
Para Kru dan bawahan Wanita seksi itu bersujud meminta ampun, beginilah kekejaman Cashel jika menjabat di Perusahaan Asiantama bahkan lebih kejam lagi, Ia tidak memberi toleransi sedikitpun pada wanita maupun Pria jika sekali saja berbuat kesalahan terutama membuang waktunya.
__ADS_1
"kau membuatku menunggu sekarang malah menyalahkan orang lain ha? siapa kau yang bisa membuatku menunggu? aku bisa menghancurkan karirmu dalam hitungan detik." mata Violet Cashel menyala terlihat marah.
tiba-tiba Cashel memejamkan matanya,
"Cashell??? aku di Lobi bisakah kamu jemput aku?." begitulah suara lembut Diana terdengar oleh Cashel.
Cashel seketika menghilang dari Ruangan itu yang membuat semua orang didalam sana celingukan ditempat, ini pertama kalinya mereka melihat Cashel menggunakan kekuatannya. walaupun Cashel punya Kekuatan dan semua Karyawannya tau akan hal itu, tapi tidak membuat Cashel bangga hingga memamerkan Kekuatannya pada mereka.
sekarang? Cashel menghilang ditengah kemarahannya? lalu siapa yang bisa membuat seorang Cashel melupakan segalanya?
Wanita Seksi tadi seketika terduduk lemas, Ia takut karirnya dihancurkan oleh Cashel sebab Pria itu memang kejam dan tidak terima alasan apapun jika sudah terlambat terutama membuang waktu Cashel.
Cashel muncul di depan Diana yang terpekik kaget dipeluk dari belakang oleh Cashel, suara lembut Diana langsung meredamkan amarah Cashel yang tadi bahkan sudah meledak-ledak.
"kenapa lama sekali? hmm?." tanya Cashel dengan bisikan lembutnya mengecup leher Diana seolah Cashel tidak pernah marah padahal baru 3 detik yang lalu Ia marah-marah.
"maaf Tuan.? Ponsel Nona pecah." Eka memberikan ponsel Diana yang rusak.
Cashel melepaskan pelukannya dari Diana dan mengambil ponsel Diana yang Ia beli khusus untuk sang kekasih, "buang saja."
Eka menganga lalu Ia semakin menganga lebar melihat Blackcard milik Cashel, tangan Eka cukup bergetar memegangnya karna Ia tidak pernah memegang benda itu apalagi menggeseknya.
Eka meminta izin dengan hati-hati kalau Ponsel Diana boleh tidak disimpan untuknya? kalau Eka punya uang akan diperbaiki untuknya tapi Cashel tetap bersikeras buang dan Eka beli saja pakai Blackcard itu, Cashel tidak pernah menyukai barang rusak.
Cashel mengambil Bekal yang dipegang oleh Diana lalu menghilang dari pandangan Eka bersama Diana.
"Tuan?." Eka sampai tidak bisa berkata-kata melihat ponsel Diana.
"padahal masih bisa diperbaiki." gumam Eka terpaksa Ia membuang Ponsel Diana dan berlari keluar Perusahaan untuk membelikan Ponsel baru untuk Nona nya tapi Eka tidak membeli apapun untuknya karna Ia pikir Cashel hanya bercanda.
"mana mungkin Ponsel seharga 20 Juta dibelikan untukku." Eka geleng-geleng kepala sambil berjalan cepat mengedarkan pandangannya mencari Toko yang Cashel maksud.
.
Diana muncul di Ruangan Rapat bersama Cashel membuat semua yang ada didalam Ruangan itu kembali menahan nafas apalagi melihat sosok yang dibawa oleh Cashel.
Diana mengedarkan pandangannya dan kaget melihat banyak orang lalu sosok wanita yang tadi menabraknya ada disitu juga dengan posisi bersimpuh, Kru wanita itu seketika memucat melihat Diana adalah gadis yang tidak sengaja ditabrak oleh Atasannya karna terlalu terburu-buru.
__ADS_1
"kamu sedang sibuk Cash? kalau aku tau aku tidak akan memanggilmu, tadi dibawah tidak ada resepsionis yang kamu katakan, jadi aku tidak tau cara mencarimu terlebih ponselku jatuh dan mati." Diana menoleh ke Cashel.
betapa terkejutnya mereka ternyata berita yang sedang Viral itu nyata, sosok Diana jauh lebih cantik dari perkiraan mereka padahal difoto biasa saja, dan yang lebih membuat mereka terkejut Diana adalah alasan Cashel meninggalkan Kemarahannya.
"aku tidak sibuk." jawab Cashel sambil tersenyum melihat bekal makan siang yang Diana bawa.
"apa ini?." tanya Cashel penasaran.
"aku memass...? tapi tunggu, Cash?." Diana hendak menjawab tapi saat Ia melihat meja panjang didepannya hancur berkeping-keping tinggal kakinya saja yang tersisa.
"hmm?." sahut Cashel sambil melihat-lihat isi Bekal yang dibawa Diana.
"ini kenapa mejanya? kok hancur? apa ada gempa?." tanya Diana dengan polos menoleh ke semua orang tampaknya tidak berani memandangnya hingga pandangan Diana berakhir di Cashel.
"ohh? mejanya udah lapuk." jawab Cashel santai.
sedang para Karyawan Cashel ingin sekali memuntahkan darah mendengar Cashel dengan mudahnya mengatakan meja ditengah-tengah mereka lapuk padahal terbuat dari bahan kayu berkualitas yang sangat tinggi.
"masa sih? aku lihat sepertinya ini dari Kayu mahal." Diana hendak melihat meja yang sudah pecah itu.
"sudahlah..! ayo kita makan siang saja sayang, aku sangat lapar mencium bau masakanmu." Cashel mengalihkan perhatian Diana dengan memegang lengan Diana untuk dibawa pergi.
"aahh?". Ringis Diana membuat semua orang melihat ke Diana.
Cashel langsung melepaskan tangannya saat Diana meringis, Cashel segera meletakkan bekal makan siangnya di Kursi lalu mengangkat lengan baju Diana yang lecet sungguh merah (berdarah) seperti terjatuh.
"kenapa ini? kenapa tanganmu bisa terluka?." tanya Cashel dengan khawatir.
DEG!!!
Wanita yang mengaku menabrak seseorang di Lobi tadi memucat mendengar bisikan bawahannya kalau Gadis yang membuat Cashel panik melihat luka itu adalah Gadis yang tidak sengaja Ia tabrak tadi sampai terluka.
"mati aku!!." batin wanita itu dengan gemetar seketika Cashel melihat ke wanita seksi itu karna Cashel mendengar isi pikirannya.
.
.
__ADS_1
.