
.
.
.
"aku pikir siapa yang akan mau dengan pria kejam seperti kak Cashel, tapi sekarang tampaknya aku juga suka melihat Kak Cashel yang seperti itu". oceh Tyara.
"iya..! sejak dulu Bunda dibuat pusing karna kelakuan Kak Cashel yang semena-mena sama perempuan". sahut Bubby terkekeh mengingat mundur dulu Mansion Asiantama selalu heboh karna kekejaman Cashel.
Dewi Par dan Endang pun terperangah melihat betapa manisnya Cashel pada Diana, saat ini mereka seperti tidak mengenal Cashel sebab Cashel yang mereka kenal tidak seperti itu.
Crystal menangkupkan kedua tangannya lalu Ia menoleh saat Alex merangkul mesra pinggangnya.
"sudah aku bilang kan sayang? akan ada sosok yang bisa membuat anakku itu berubah menjadi kucing manis patuh dan sangat jinak". bisik Alex.
Crystal mengangguk, "kamu sangat mengenal putramu". kekeh Crystal.
"tentu saja, aku juga seperti itu dulu tapi kalau bersama gadis mata Violet pasti aku akan sopan dan baik". kata Alex dengan bangga.
Crystal memutar bola matanya dengan malas, "iya sampai ketipu sama Kak Viola". sungut Crystal.
"itu karna permainan mereka". bela Alex.
mereka berdebat sambil memandang Cashel yang begitu manis pada Diana.
Indiro bersama Lionel tertawa bersama, Indiro mendengar cerita Cashel dan Diana, Ia hanya melihat Cashel sesekali.
Cashel tersenyum lebar memandang Diana yang makan, melihat kekasihnya makan membuat Cashel senang sebab sebelum kenal dengannya Diana sangatlah kurus kekurangan gizi dan nutrisi.
"mau minum apa sayang?". tanya Cashel menyibakkan rambut Diana yang mengganggu Diana makan.
"hmm?". Diana tampak berpikir lalu tiba-tiba Ia tersedak.
Cashel bergerak cepat mengambil gelas air putihnya dan memberikannya ke Diana sambil mengelus punggung Diana dengan khawatir.
gluk.. gluk.. gluk..
Diana meneguknya sampai tandas lalu Cashel meletakkan gelas yang sudah kosong itu.
"kan aku udah bilang makannya pelan-pelan, kalau kamu mau aku bisa membuatkannya untukmu sayang, jangan takut makananmu direbut". Cashel berkata sambil menangkup pipi Diana.
Diana nyengir kuda lalu jemarinya mengelap bibir Cashel yang ada bekas sausnya, tampaknya Cashel makan terlalu fokus memandang Diana saja sampai tidak peduli wajahnya belepotan saat makan.
__ADS_1
"tunggu". Cashel menahan tangan Diana lalu dengan lembut Cashel mengemut jari Diana yang ada saus bekas dibibirnya.
Diana tersenyum malu melihat pandangan Cashel belum lagi pikirannya yang kacau dengan kelembutan Cashel, ingin sekali Diana mengalungkan tangannya dileher Cashel dan mereka berciuman.
"lebih manis saat dijemarimu sayang". ujar Cashel dengan senyuman mencubit pipi Diana.
Diana menurunkan pandangannya sungguh Cashel sangat manis lalu Ia menoleh ke samping dan matanya melebar kaget seketika karna semua keluarga Cashel tengah menganga melihat kemesraan mereka berdua, Diana sontak saja menjauh dan mengacak rambutnya membuat Cashel cemas.
"kenapa sayang?". tanya Cashel.
"Cash..? jangan menggodaku..! kita lagi berkumpul bersama, aku tidak tahan dengan pesonamu". cicit Diana lalu segera melarikan diri dari Cashel.
Cashel yang awalnya cemas tertawa seketika, sementara yang lain tertawa terpikal-pikal malah Diana yang malu. mana pernah Cashel selembut itu sudah jelaslah gadis yang diperlakukan seperti itu meleleh.
.
kini Diana tidur bersama Tyara di kamar Cashel, perempuan yang lainnya diKamar Lionel sedang para lelaki tidur di Sofa dan ada yang tidur di Luar Kontrakan (Tenda).
"apa yang Kakak suka dari Kak Cashel?". tanya Tyara penasaran.
Diana tersentak mendengar pertanyaan Tyara tapi gadis menawan itu tidak menyerah merengek pada Diana untuk diberi tau, Diana yang tau kepribadian Tyara lewat cerita Cashel pun memilih jujur.
raut wajah Tyara berubah-ubah mendengar cerita Diana, betapa menderitanya Diana selama ini tapi Diana tidak menangis malah terharu karna Cashel membuatnya bangkit dan kuat.
"ada apa Tyara?". tanya Diana.
menurut Tyara kekasihnya Kakak kandungnya ini sangat kuat, Tyara merasa tidak perlu lagi Diana diberi kata-kata bijak.
"hmm?? kakak boleh bertanya?". tanya Diana dengan hati-hati.
"tentu saja, Kakak mau tanya apa?". tanya Tyara bersemangat.
Diana malu-malu bertanya bagaimana sifat Cashel dan siapa saja mantan Cashel tapi Tyara malah tertawa membuat Diana semakin malu saja karna Ia memang sangat ingin tau tentang Cashel.
.
Diana terperangah mendengar cerita Tyara tentang Pribadi Cashel yang sangat kejam, bahkan beberapa kali Diana menyelah benarkah? masa sih? hah? Kok Bisa? begitulah ekspresi Diana tidak percaya akan kekejaman Cashel.
Tyara memeluk Diana dengan manja, "Kakak adalah satu-satunya perempuan yang menguasai seluruh hati Kak Cashel, jadi Kakak akan sangat menyesal menolaknya atau menggantung perasaan Pria seperti Kak Cashel. awalnya aku ragu kalau Kak Cashel akan baik pada perempuan karna kami sangat tau Dia itu sangat kejam Kak".
"tapi kami senang melihat Kak Cashel tadi keliatan saaaayyaaanng banget sama Kakak". lanjut Tyara lagi dengan gemasnya.
Diana tidak menyangka Cashel seperti itu pantas saja Cashel pernah tertawa saat Diana memujinya sangat baik, bahkan adik kandung Tyara saja mengatakan bahwa Kakaknya Kejam dan jahat.
__ADS_1
"kenapa? kakak takut?". tanya Tyara mendongak.
Diana menggeleng kepalanya, "kakak tidak takut hanya saja belum percaya dengan kekejaman Kakakmu Tyara". kata Diana mengelus pipi Tyara.
Tyara tersenyum lebar, "jangan takut Kak..! hanya Kakak yang bisa membuatnya menjadi peliharaan yang jinak dan patuh".
Diana tertawa sambil menggeleng kepalanya, bisa-bisanya Tyara mengatai Kakaknya sendiri hewan buas.
.
pagi-pagi sekitar jam 10.26.
Diana mengedarkan pandangannya saat Ia bangun kesiangan.
"aduuh..! kenapa kesiangan sih? kan Tante Crystal bisa salah faham padaku". Diana buru-buru membenahi rambutnya dan berlari ke Kamar mandi.
Diana dan Tyara bercerita sampai jam 2 pagi sudah jelas Diana akan kesiangan.
"eehh? kemana semua orang?". Diana mengedarkan pandangannya saat Keluar Kamar tidak ada siapapun.
"sayang? udah bangun?". Cashel tiba-tiba muncul dibelakang Diana memeluk Kekasihnya itu dari belakang yang kaget sesaat saja.
"Cash? dimana semua orang?". tanya Diana penasaran.
"aku mengusir mereka". jawaban Cashel terlalu enteng lalu Diana memutar tubuhnya menghadap Cashel.
"aku serius". rengek Diana.
Cashel mengulum senyumnya dan menceritakan bahwa Keluarganya ke Kampus untuk melihat sekitar Kampusnya.
"loh? kalau begitu identitasmu akan ketahuan dong Cash". Diana merapikan kerah baju Cashel yang terlihat tidak rapi dimatanya.
"aku sudah memilikimu jadi tidak ada gunanya aku bersembunyi lagi". balas Cashel membiarkan Diana melakukan apapun di tubuhnya namun Diana tidak mengerti jawaban Cashel.
"alasan aku selama ini bersembunyi supaya tidak ada perempuan menangis setelah bertemu denganku sayang, aku sekarang punya kekasih dan mereka tidak akan mendekatiku tapi menangis dikamar saja melihat berita karna kamulah yang mendapatkan hati seorang Tuan Muda Asiantama".
Diana tersenyum malu sambil mengancingkan baju Cashel yang dada bidangnya terlihat, "kamu membuatku malu Cash..! apa kamu tidak malu mengumumkan aku Putri ca ...?"
Diana tersentak saat Cashel mencium bibirnya,
"tidak ada rasa malu bagiku sayang asalkan aku suka". bisik Cashel.
.
__ADS_1
.
.