Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
si bodoh


__ADS_3

.


.


.


Cashel menoleh ke atas, "apa aku memang jatuh cinta padanya? tapi kenapa harus dia?". batin Cashel merasa pusing sendiri dengan perasaannya.


jatuh Cinta tidak bisa memilih, bagaimana bisa Cashel jatuh Cinta pada seorang gadis cacat yang tidak ada kelebihannya melainkan kekurangan saja.


Cashel menghilang dan muncul di Kamar Diana, Cashel tersentak melihat Diana menangis tanpa suara.


"haiisssh..! kenapa harus dia? gadis cengeng yang isi otaknya hanya ingin mati saja". batin Cashel yang sekali lagi merutuki hatinya.


selama 1 minggu sebelumnya, Cashel banyak melamun memikirkan Perasaannya terhadap gadis cacat itu, Cashel tau Ia punya kekuatan bisa menyembuhkan gadis itu tapi mengapa Ia bisa jatuh cinta pada gadis cacat? bukan hanya 1 tapi 3 sekaligus yaitu Bisu, Buta, dan Lumpuh.


Cashel tak habis fikir akan perasaannya bisa menyukai hal yang cacat bukan sesuatu yang sempurna, bahkan gadis yang ia suka selalu saja menangis, jika Cashel bisa memilih seharusnya Ia jatuh Cinta pada gadis kuat dengan mental baja jarang menangis.


Cashel lupa kalau perempuan itu takdirnya memang lembut dan air mata adalah kekuatan bagi perempuan, Diana mungkin selalu menangis tapi derita yang Ia jalani pantas membuatnya selalu menangis, jika wanita lain mungkin sudah bunuh diri.


Cashel tidur di kamar Diana yaitu diatas langit-langitnya seperti tidur dibalik awan saja, tapi sampai saat ini tidak ada tanda-tanda kalau ada orang yang berniat membunuh Diana.


.


pagi-pagi,


"bagaimana bisa Nona?". tanya Irina tidak percaya bahwa Diana kehilangan suaranya lagi padahal sebelumnya Irina sudah sangat bahagia Diana bisa berbicara.


Diana menghela nafas panjang, "aku tidak mau kuliah". kata Diana dengan gerakan tangannya.


Cashel bangun lalu mengedarkan pandangannya, "masih hidup kok? apa kedua pria itu mengelabuiku? kenapa mereka tidak datang?". bisik Cashel tidak ada yang mendengar bisikannya.


Cashel hendak turun tapi tiba-tiba Ia kaget saat pintu di buka dengan kasar menampilkan Eliziany membawa cambuknya.


Diana kaget begitu juga Irina yang pucat pasi,


"dasar wanita jal*ng...! gara-gara kau aku dihukum oleh Ayahanda dengan tetap di dalam Kastil selama 1 minggu". teriak Eliziany dengan mata berapi-api.


Irina berdiri merentangkan tangannya lalu beberapa pelayan setia Eliziany menyeret Irina dan mereka mengikat Irina yang meronta-ronta, Cashel melebarkan matanya melihat Eliziany benar-benar iblis di dunia nyata.


Cetaaaarrr....!

__ADS_1


"aaahhh??". jerit Diana tapi tidak ada suaranya.


"mana suaramu ha? mana suara yang membuat kami dihukum?". teriak Eliziany dengan nyalang.


Cashel mengibaskan tangannya seketika cambuk Eliziany terhenti di Udara,


"a.. ada apa ini?". Eliziany melihat cambuknya dengan raut wajah kebingungan.


Diana hanya diam dengan tatapan kosong, luka cambuk yang lama belum sembuh kini ada lagi luka baru.


"sa.. saya saya akan laporkan anda kepada yang mulia". teriak Irina.


Cashel mendengar perkataan Irina pun tiba-tiba memiliki Ide, Ia tidak mau membuat Diana dikatakan pembawa sial lagi dengan cara menolongnya karna Eliziany adalah Ular berkepala 3 juga Ekor Rubah yang bercabang-cabang (artinya wanita licik, picik dan licin).


Eliziany melihat cambuknya kembali normal lalu mencambuk Diana dengan keras, tiba-tiba saja Eliziany dan Diana menghilang bersamaan dengan Cashel.


"mati kauu...!". jerit Eliziany dengan nyalang sambil tertawa jahat.


Cetarrr....!!!


Eliziany belum sadar dengan situasinya,


"ELIZIAAAAA......!!! ". teriak Bart Singh menggema.


Eliziany tersentak langsung menjatuhkan cambuknya dan melihat sekeliling, betapa terkejutnya Eliziany dengan situasi nya yang entah sejak kapan sudah berada di Ruangan itu padahal jelas-jelas tadi Ia mencambuk Diana di Kastil Tua.


Bart Singh berjalan dengan langkah lebar dan mata memerah, Ia mengambil cambuk Eliziany lalu tanpa aba-aba mencambuk Eliziany didepan para pejabat penting.


"aaahh.. Ayaah...?". jerit Eliziany tersungkur seketika.


"Iblisss....! berani sekali kau mencambuk darah dagingku hahh?? kau hanya anak pungut berani kau mencambuknya didepankuuu?? kau hanya boneka nya tapi berani kau mencambuk DARAH DAGINGKU!!! ". teriak Bart Singh menggema.


Bart Singh tanpa hati mencambuk Eliziany sampai gadis dengan gelar putri mahkota itu kini pingsan pun masih dicambuk oleh Bart Singh, para pejabat melerai Bart Singh lalu Bart Singh melepaskan diri dengan kasar.


"kalian lihaaattt?? dia yang kalian tunjuk sebagai Putri Mahkota?? apa itu sifat yang kalian agung-agungkan? kalian mau menghancurkan rakyatku dengan menjadikan perempuan iblis yang mencambuk darah keturunanku begitu kejam menjadi penggantiku hah?". marah Bart Singh menggema dengan sorot mata berapi-api.


Cashel sejak tadi ada diatas berdecak kagum, Ia tidak menyangka ketidakacuhan Bart Singh ternyata punya naluri sebagai seorang Ayah juga.


Diana mendengar amarah Bart Singh pun menangis terisak tapi tidak ada suaranya sama sekali, Cashel melihat Diana menangis pun segera membawa gadis itu menghilang bersama kasur kerasnya hanya menyisakan Eliziany yang masih terkapar tidak ada yang berani menolong Eliziany.


.

__ADS_1


"sudahlah kau menangis lagi?". ujar Cashel disamping Diana tiba-tiba.


"apa tadi itu perbuatanmu hantu?". tanya Diana dengan gerakan tangan serta bibirnya.


Cashel memperhatikan wajah Diana, "kenapa kamu menangis karna hal spele? tapi tidak menangis saat dicambuk oleh perempuan kejam itu?". tanya Cashel melenceng.


Diana tidak menjawab hanya menangis lalu meraba-raba tubuh Cashel dan langsung memeluk Cashel yang tertegun ditempat, Irina dan beberapa pelayan diRuangan itu sungguh syok dengan kemunculan kasur itu setelah tadi menghilang, mereka kini langsung menjerit histeris.


Diana tersadar pun segera melepaskan pelukannya dari si hantu yang sudah berjasa membuat Diana tau kalau ternyata Ayahnya sangat mencintainya, luka cambukan itu tidak membuat Diana sedih melainkan pembelaan Bart Singh tadi lah yang membuat Diana menangis haru.


Cashel masih mematung ditempat setelah dipeluk dengan Diana, Ia memandang letak jantungnya berada.


"apa aku sakit?". gumam Cashel segera menghilang sedangkan Diana mengerutkan keningnya meraba-raba sosok hantu itu tapi tidak ada.


Irina menyapa Diana dengan gemetar, Diana menangis mengatakan bahwa Ayahnya sangat mencintainya bahkan tadi Eliziany di cambuk oleh Ayahnya sampai tidak ada suara yaitu pingsan.


"be. benarkah Nona?". tanya Irina berbinar seketika langsung melupakan rasa takutnya tadi.


.


Cashel tiba di Kontrakannya,


Cashel kuliah tapi lumayan siang jadi pagi-pagi masih ada waktu di Kontrakan, itu sebabnya Cashel sering menghilang.


"kenapa Cash?". tanya Lionel tiba-tiba.


Cashel malah kaget namun anehnya Lionel yang bertanya pun juga kaget.


"woo...! kamu kaget Cash? ada apa? kenapa wajahmu bisa merah?". tanya Lionel dengan heran.


"kenapa gadis cacat itu memelukku?". jawab Cashel dengan nada membentak.


Lionel menaikkan sebelah alisnya lalu memilih pergi ke kamarnya, Lionel pura-pura tidak tau saja apa yang terjadi dengan Cashel yang masih dalam tahap menerima perasaannya sendiri.


"Si Cashel yang Bodoh..!". gumam Lionel lalu tertawa kecil mengingat wajah merah Cashel tadi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2