Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
pusing


__ADS_3

.


.


.


ke esokan harinya,


Media digemparkan oleh kesembuhan Putri Erika yang selama ini sedang sakit namun tidak diberitau apa yang membuat Putri Erika sembuh.


Pangeran Deniel mengalami struk, tidak bisa berjalan normal ataupun beraktifitas seperti biasa, tidak ada berita tentang Deniel menguasai sihir hitam yang pasti membuat semua orang akan meminta Rajab dan En mengeksekusi Deniel.


Diana berada di taman Kastilnya mendengar pembicaraan Pelayan dan Pengawal yang melewati Kastilnya, semua orang hanya membahas gosip itu namun Diana tidak memperdulikan hal itu.


"huh..! kenapa Ayah tidak mau menjadi pemimpin lagi? apa Ayah berniat turun tahta? tapi siapa yang akan menduduki tahta Ayah? bagaimana jika aku menolak?". gumam-gumam Diana.


sejak kemarin Diana memang tidak bisa berhenti memikirkan tentang perkataan Bart Singh yang kelepasan berbicara pada Diana dan Cashel, Diana sampai syok saat tau segala isi hati Bart yang ternyata tidak bahagia dengan tahta yang dimilikinya padahal Ia seorang Raja bisa menikmati harta rakyat namun ternyata tidak ada yang dibanggakan dari hal itu.


"Ibunda benar..! Ayah adalah Pria yang hebat, semua Rakyat menggantung nasib padanya bagaimana Ayah bisa mengabaikan mereka? pantas saja Ibunda memintaku untuk selalu menjaga Ayah dan menyayangi Ayah ternyata inilah alasannya".


"Ayah berpura-pura kuat dan kata Bunda Ayah adalah pria yang rapuh". lirih Diana menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Eka seorang Pelayan dibawah Irina datang ke Diana membuat Diana melihat ke arah Eka.


"ada apa Eka?". tanya Diana belum melihat situasi.


Eka menjelaskan alasannya hingga mata Diana seketika membulat besar, Ia bangkit dan berbalik melihat banyaknya Pelayan Elizia dan Pelayan baru yang ingin bekerja padanya.


"ba.. bagaimana bisa? a.. aku tidak bisa memperkerjakan kalian lagi sementara aku tidak bisa menggaji kalian, aku sudah punya 6 Pelayan". Diana berusaha menolak dengan halus.


Diana berbicara dengan sopan supaya tidak menyakiti hati mereka semua, namun 5 Pelayan di belakang Diana tengah berkaca-kaca haru, mereka beruntung diterima oleh Diana walau awalnya dipaksa Oleh Cashel tapi sekarang mereka malah betah bekerja tanpa digaji dengan Putri Diana.

__ADS_1


"kami tidak perlu digaji Putri..! mohon Putri memperkerjakan kami dan Izinkan kami mengabdikan diri pada Putri, sebentar lagi ada acara pelelangan Rakyat Putri..! kami dengan senang hati membantu Putri". kata mereka serentak.


Diana melihat jumlah mereka semua sekitar 30 Orang, seketika kepalanya langsung pusing namun 5 pelayan setianya dengan cepat membantu Diana.


"Nonaa?". lirih kelima Pelayan setia Diana.


Para Pelayan yang ingin bekerja dengan Diana pun saling pandang khawatir melihat Diana terlihat pucat, saat mereka bertanya akhirnya Diana berteriak kesal namun bukannya membuat siapapun takut malah membuat mereka semakin bersemangat ingin bekerja dengan Diana.


Diana mengomeli mereka karna berusaha memancing amarahnya, Diana hanya seorang Putri Buangan dan ingin mengabdikan diri pada Rakyat bukan membuang uang membayar banyak pelayan melayaninya sebagai seorang Ratu.


"aku tidak mau tau..! kalian urus mereka Eka..! kalian juga? aku tidak sanggup..? kepalaku pusing". Diana menoleh ke 5 Pelayannya yang gelagapan.


Eka memilih membawa Diana pergi kemana saja Diana mau sementara 4 temannya harus membujuk 30 Pelayan wanita yang menawarkan diri bekerja dengan Diana itu, awalnya mereka takut tapi karna tidak menemukan cara akhirnya mereka meminta keputusan Bart.


.


Bart menyetujui alasan Diana yang sangat bijaksana tapi Ia juga tidak bisa menolak semangat para Rakyat yang menawarkan diri untuk bekerja dengan Putri Diana, Bart akhirnya memberi mereka izin untuk berpatisipasi dalam acara pelelangan Rakyat.


Eka mendengar cerocos Diana tanpa jeda nafas itu membuatnya gemas, Diana terdengar tidak ingin tahta malah pusing dengan masalah negara dan berharap Elizia masih hidup menjadi Gadis yang baik maka Diana tidak akan sepusing ini.


Diana menatap kesal Eka, "kamu senang Eka?". tanya Diana dengan mata kian melotot.


Eka menggeleng kepalanya cepat lalu pandangan Diana meredup, "berapa umurmu Eka? aku rasa kamu masih terlalu muda". tanya Diana berubah lembut seakan melupakan masalahnya.


"umur saya 18 tahun Nona". jawab Eka dengan senyum manisnya memperlihatkan gingsulnya yang sangat menambah kesan manis wajah Eka layaknya vampir yang punya taring tapi tidak panjang.


"kamu seumuran dengan Putri Erika dan Tyara". ujar Diana.


"Putri Erika saya tau Nona tapi kalau Tyara siapa ya? kenapa saya tidak tau Nona, apa artis negara ini?". tanya Eka penasaran.


Diana tertawa lalu mengatakan bahwa Tyara adalah adik kandungnya Cashel membuat Eka terkejut ternyata hantu juga punya adik dan keluarga.

__ADS_1


"kamu tau Keluarga Asiantama?". tanya Diana ke Eka yang tampak berpikir lalu menganggukkan kepalanya sebab nama Asiantama sangat terkenal di kalangan Penjahat yang takut dengan nama itu.


"Cashel adalah Putra Pertama mereka, aku harap kamu jaga rahasia ini Eka". bisik Diana membuat Eka terbelalak tapi kepalanya mengangguk-ngangguk yang artinya berjanji tidak akan mengatakan rahasia itu.


Eka seketika tersenyum lebar dan memegang tangan Diana mengatakan dirinya senang sudah cukup penting bagi Diana sehingga dipercaya untuk menjaga rahasia Diana.


"saya berharap kak Irina cepat menikah lalu pergi dengan suaminya dan saya tetap bekerja dengan Nona". ujar Eka sedangkan Diana menggeleng-geleng kepalanya mendengar celotehan Eka yang ingin mengikutinya kemanapun Diana pergi.


Diana menoleh mendengar ketukan pintu di Kamarnya, ternyata ke empat pelayan yang berlari bersama-sama mencari perhatian Diana, mereka tanpa ragu mengatakan keluhan-keluhan mereka ke Diana yang membuat Diana tersenyum lebar.


"aku akan meminta kalian diliburkan..! kalian boleh bersama dengan Keluarga Kalian saat acara Pelelangan Rakyat dilakukan, aku juga akan menggaji kalian sebelum libur". kata Diana membuat keempat pelayan Diana bersorak senang lalu mengucapkan terimakasih pada Diana.


Diana merasa pusing lalu tanpa ragu mengusir mereka yang sangat berisik, sekarang Diana tidak direndahkan oleh para pelayan malah mereka menganggap Diana sebagai teman curhat yang baik begitu juga sebaliknya.


Eka melihat keempat temannya pamit keluar pun terdiam, Diana bertanya tentang Eka tapi Diana jadi merasa bersalah saat tau ternyata Eka tidak punya siapapun lagi.


"baiklah..! mulai sekarang kamu punya aku". kata Diana tersenyum lebar membuat Eka merekahkan senyumannya juga.


"kamu milikku sayang". kata Cashel seketika situasi menjadi hening diantara mereka.


Eka menelan salivanya sedangkan Diana menoleh dan kaget saat Cashel mencium lehernya serta memeluknya dari belakang didepan Eka.


"Cash? kamu mengotori mata polosnya". Diana berusaha menjauhkan wajah Cashel dari lehernya sambil tersenyum kaku ke Eka entah apa penilaian Eka saat ini terhadapnya.


"kamu tidak merindukan ku sayang?". sambar Cashel seolah tidak peduli ada makhluk lain disekitar mereka.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2