
.
.
.
Eka segera undur diri dari Diana, dengan sepenuh hati Pelayan Diana itu menutup pintu Kamar Diana.
Diana membalik tubuhnya tanpa menunggu Cashel langsung memeluk Kekasihnya itu.
"aku merindukanmu sayang". bisik Cashel membuat Diana tersenyum mengelus punggung Cashel.
"aku juga". jawab Diana menduselkan sisi wajahnya dibahu Cashel.
mereka berpelukan cukup lama, betapa senangnya Diana bersama Cashel yang sangat romantis juga baik padanya walau terkadang menyebalkan suka menciumnya didepan banyak orang, Diana kan sangat pemalu.
"Cash?". sapa Diana membuka matanya tapi masih dipelukan Cashel.
"hmm? apa ada yang mengganggumu?". tanya Cashel masih memeluk Diana.
Diana mengangguk, "apa kamu akan menikahiku?".
"pertanyaan macam apa itu? tentu saja aku akan menikahimu, jangan harap kamu bisa lari dariku sayang setelah membuatku jatuh cinta padamu". ujar Cashel.
Diana terkekeh mendengarnya segera Cashel melepaskan pelukan mereka, Cashel memegang kedua bahu Diana sambil membungkuk sedikit ke Diana.
"kenapa tertawa hmm? apa lucu? aku serius sayang". Cashel bertanya dengan lembut.
"jujur saja aku takut keluargamu tidak suka padaku, mungkin adik-adikmu mau menerimaku tapi kedua orangtuamu? aku dengar semua orang mengatakan kalau Tuan Besar Asiantama sangat kejam, hmm.. aku takut dia menolakku maka pertahananku akan hancur". Diana memasang raut wajah berubah-ubah mengungkapkan isi hatinya.
Cashel mengulum senyumnya, "Papaku tidak seburuk itu sayang".
Diana menatap Cashel lalu dengan gemas Cashel menjelaskan sosok Alex yang ditakuti banyak penjahat itu, Alex sangat terkenal dimana-mana sebagai bos terkuat para penjahat.
"benarkah?". tanya Diana dengan mulut terganga.
Cashel mencium bibir Diana lalu berkata, "jika kamu takut pada Papaku coba kamu menangkan hati Bundaku..! Bundaku pasti menyukaimu dan aku pastikan Papaku akan bertekuk lutut padamu jika Bundaku memintanya".
Diana tersenyum malu, "baiklah..! akan aku coba merebut perhatian Bundamu".
__ADS_1
Cashel memeluk Diana lagi, "sepertinya aku akan sangat sibuk beberapa hari ini sayang".
Diana mendengarkan kesibukan Cashel yang tidak bisa bertemu dengannya selama beberapa hari kedepan, Diana pun mengatakan bahwa Ia akan sibuk mengurus Pesta Pelelangan Rakyat.
"baiklah..! aku akan datang diacara puncak pelelangan". ujar Cashel mencubit pipi Diana dengan gemas.
Diana mengangguk dengan senyum cerahnya kembali memeluk Cashel begitu manja, entahlah mengapa Diana sangat manja pada Cashel walau Cashel menyebalkan tapi baru pertama kalinya Diana punya seseorang untuk bersandar. Diana sudah banyak menderita selama ini.
"apa Kak Lionel tidak juga memulangkan Irina?". tanya Diana tiba-tiba.
"nanti Pelayanmu itu akan datang". kata Cashel membuat senyum Diana merekah.
"aku harus banyak-banyak memelukmu sayang". lanjut Cashel lagi.
Diana tersenyum mendengarnya, "aku harap kamu berhasil dengan tugas akhirmu Cash".
Cashel berterimakasih dan Ia akan melakukannya dengan baik supaya bisa menikahi Diana dengan cepat, sungguh wajah Diana merona mendengar keseriusan Cashel padahal niat Cashel tidak menggoda ataupun dipuji karna romantis sebab Cashel sangat tulus dan memang ingin Diana menjadi milik Cashel Alexander Asiantama seutuhnya.
.
selama beberapa hari Cashel memang tidak bisa datang menemui Diana, sedang Diana juga tidak mau datang mengganggu konsentrasi Kekasihnya yang sangat ingin cepat menyelesaikan Kuliahnya.
Diana bersama Irina dan Eka mengumpulkan gaun-gaun Diana yang akan dijual di acara pelelangan Rakyat.
Diana menoleh dan menganggukkan kepalanya, "aku sudah bertekad menjual semuanya untuk Rakyat, lagian aku senang dengan kesederhanaan ini". jawab Diana.
Eka terlihat menyukai gaun itu lalu Irina berbisik pada Diana, alhasil Diana memberikan gaun itu untuk Eka betapa bahagianya gadis remaja itu memeluk gaun itu.
"ya sudah...! simpan gaunmu dan bantu aku Eka". Ujar Diana.
Eka mengangguk-ngangguk semangat tidak menyangka akan mendapatkan gaun itu tanpa mengeluarkan uang padahal Ia sudah berniat membongkar tabungannya untuk membeli gaun itu dipelelangan Rakyat, namun Diana sangat baik langsung memberinya tanpa minta uang, betapa beruntungnya Eka punya Nona sebaik Putri Diana.
.
Irina bertanya apakah perhiasan Diana akan dijual ternyata Diana tidak ragu akan hal itu.
"jual semuanya kecuali kalung bulan merahku ini". kata Diana begitu tenang sambil memegang kalung berharga pemberian Ibundanya.
Irina membungkus kotak perhiasan Diana tak berapa lama Eka kembali membantu Diana dan Irina lebih semangat dari sebelumnya hingga Diana menggeleng kepalanya gemas akan tingkah Eka yang memang anak remaja baru tumbuh besar.
__ADS_1
"Nona Kamar Nona sangat kosong". cicit Eka merasa sedih melihat Kamar Diana begitu sunyi lemari perhiasan dan lemari gaunnya.
Diana tertawa, "tidak apa..! aku punya baju biasa, mulai sekarang aku tidak mau mengenakan gaun lagi".
Irina tersenyum mendengarnya sambil mengumpulkan sepatu dan Heels Diana yang akan dilelang, sungguh Diana berniat mencuci gudang.
.
di Ruangan Bart,
"benarkah nak? kamu memang mau menjual semuanya?". tanya Bart memegang bahu Diana yang menghadap padanya izin akan keluar Kastil.
Diana tersenyum lebar, "benar Ayah..! Aku mau hidup sebagai diriku sendiri bukan seorang tuan Putri sama seperti Ayah yang tidak ingin tahta, aku juga". jawab Diana dengan jujur.
Bart tersenyum, "Ayah akan berikan pengawal bayangan untuk menjagamu dalam perjalanan nak".
Bart sudah mendengar dari Diana bahwa Cashel tidak bisa bersamanya karna Kekasihnya berniat menyelesaikan kampusnya supaya cepat mendapatkan gelar.
"kalau begitu Aku pergi Ayah". izin Diana.
Bart memeluk Putrinya dan Diana membalas pelukan Bart dengan manja layaknya seorang anak pada Ayahnya, tak lupa Diana meminta Bart untuk jaga kesehatan dan berhati-hati dalam membaca petisi keluhan Rakyat jangan sampai ada yang terlewat.
Bart terkekeh menatap kepergian Putrinya, "Istriku...! Anak kita tumbuh besar dan sifatnya sama sepertimu selalu mengerti aku walaupun aku hanya Suami yang buruk dan Ayah yang buruk untuk kalian berdua". gumam Bart dengan berkaca-kaca namun bibirnya melengkung keatas dengan tulus.
.
Diana di antar dengan mobil mewah menuju lokasi acara pelelangan, Ia dikawal oleh 10 Pria berbadan besar dan belum lagi pengawal bayangan yang menjaga gadis itu.
Para pelayan yang pernah menawarkan diri bekerja dengan Diana telah membawa barang-barang Diana yang akan dilelang besar-besaran, sedangkan gaun mewah milik Putri Eliziany juga diangkut oleh Diana untuk dilelang, siapa lagi yang mau memakai gaun Elizia.
"Putri Dianaa?? Putri Dianaa..?". sorak para Rakyat bersemangat.
Diana keluar dari Mobil nya dan tersenyum mendengar seruan Rakyat padanya sayang sekali rasa Cintanya ke Rakyat membuat Diana terlalu takut berada diposisi Bart, Diana akan lebih memilih melepaskan tahta dan memberi kebebasan pada semua orang sehingga tidak ada lagi sistem Kerajaan di Negara nya itu serta menghilangkan aturan bangsawan.
"terimakasih". Diana menangkupkan kedua tangannya.
Diana sangat cantik dengan baju kemeja polos putih dimasukkan dengan celana panjang cream, rambut coklatnya digulung asal. tidak ada gaya Putrinya melainkan gaya Rakyat biasa dalam diri Diana membuat para Rakyat semakin gencar memuji Diana.
.
__ADS_1
.
.