
.
.
.
Cashel menyiramkan gemericik cahaya ke wajah Diana, "saat ini hanya Ibundamu yang bisa membuatmu bahagia, katakan padanya kalau kamu akan menjadi seorang Istri sayang..! aku akan atasi masalah yang membuatmu takut itu."
Cashel mengecup lama kening Diana lalu menoleh ke Eka yang baru saja datang, Cashel menegakkan tubuhnya.
"aku membuat Diana tertidur, dia akan bertemu dengan Ibundanya? jangan mengusiknya dan jangan biarkan ada satupun manusia mengganggunya sekalipun itu Keluargaku sendiri." peringatan tegas Cashel.
"s. saya tidak berani mencegah keluarga Tuan, ba.. bagaimana jika Tuan meletakkan sesuatu di depan pintu dengan tulisan tangan Tuan Muda, saya ini hanya seorang Pelayan sungguh saya tidak berani memerintah Tuan Rumah." cicit Eka dengan kepala tertunduk.
"hmm." Cashel segera melenggang pergi lalu Eka menghela nafas lega melihat Cashel sudah pergi.
"kenapa Tuan Muda terlihat lebih seram? apa Tuan juga merasakan apa yang Nona takutkan tentang mimpi itu?." gumam Eka.
Eka berjalan ke arah Diana sambil memperhatikan wajah Diana yang tersenyum lebar.
"Bunda?". racau Diana seketika membuat Eka sumringah.
Eka dengan sabar menunggu Diana terbangun sendiri tanpa mengusik mimpi indah Diana, sudah beberapa hari Diana tidak tidur hanya karna takut bermimpi hal itu lagi.
.
Cashel berada di sebuah perumahan mewah yang terlihat rapi namun pekerja nya tidak terlalu banyak, tampaknya Keluarga Berby juga terkena dampak akan masalah yang menimpa Berby.
tidak ada yang bisa melihat Cashel saat ini, Cashel menyembunyikan dirinya karna ingin mencari tau kebenarannya.
"apa mereka menjual asetnya demi membayar orang untuk menculik Diana? ckk..!." Cashel berdecak.
Cashel melayang memasuki Rumah itu lalu cukup kerepotan mencari Kamar Weri dan Eros, Cashel juga ingin mencari tau tempat kurungan Diana yang Ia lihat dari ingatan masa depan Diana.
"aku yakin tempat itu masih di Indonesia, dindingnya? penjaganya? semuanya orang sini." batin Cashel merasa yakin jika tempat yang akan menjadi tempat kurungan Diana masih di Indonesia bukan di Luar Negeri.
Cashel tak sengaja melihat salah satu pengawal yang wajahnya jelas Ia ingat ada di memori masa depan Diana, "ini dia." batin Cashel.
Pengawal itu berjalan dengan hati-hati memasuki sebuah Lift lalu menekan tombol lantai tujuan dengan kartu, Cashel terkejut saat menginjakkan kaki tapi Ia merasakan Liftnya turun padahal ia yakin berada di lantai dasar tadi.
"lantai dibawah tanah?." tebak Cashel.
Cashel merubah ekspresinya semakin serius mengikuti Pengawal itu hingga pintu Lift terbuka, Cashel terus mengikuti dengan melayang di Udara.
__ADS_1
"aaahhh?."
Cashel terkejut mendengar teriakan beberapa orang diruangan bawah tanah itu, Ia merasa punya firasat buruk lalu memastikan semuanya.
"iya..? orang hilang..! mereka semua adalah orang yang dicari-cari." batin Cashel melihat wajah masing-masing orang yang ia lihat banyak dilihat di berbagai media.
"ada apa ini? kenapa mereka diculik?." batin Cashel merasa tidak baik lalu mencari tau kebenarannya.
"Brooo?? ini mati."
"mau apa lagi? tinggal jual ke mafia perdagangan manusia biar menghasilkan uang."
"tapi yang ini mati Bro, apa mereka mau?."
"jual saja, siapa tau organ tub*hnya berguna untuk para mafia itu."
Cashel seketika melebarkan matanya, "siall...!! jadi merekalah pelakunya." batin Cashel.
selama ini memang Polisi memburu 1 organisasi besar penculikan manusia untuk diperjual belikan di dunia mafia, sungguh kejam tapi sampai sekarang tidak ada yang bisa menemukannya.
Cashel merasa dibodohi sebab sejak dulu Ia maupun Keluarganya tidak pernah berminat mau mendengarkan isi pikiran orang-orang tamak tanpa diketahui ada yang terlewatkan oleh Cashel.
Cashel seketika menyala melihat seorang gadis diseret paksa oleh 2 pengawal itu bahkan terlihat memaksa akan memasukkannya ke dalam koper lumayan besar, Cashel makin kehilangan kesabarannya saat mereka hendak memotong kaki may*t perempuan itu.
seketika mereka berdua menjatuhkan golok dan pisau mereka kalau tidak tahan dengan cahaya terang, Gadis itu terbangun lalu mengedarkan pandangannya dengan linglung.
"kenapa aku bisa ada disini? apa aku sudah di surga?." gumam gadis itu yang merasa tidak sakit lagi jadi merasa sudah meninggal tapi mengapa situasinya ada yang mengganjal.
"aaaaaa." seketika kedua pengawal itu berlari terbirit-birit meninggalkan Ruangan bawah tanah itu.
"lohh?." gadis itu memperhatikan tubuhnya yang telah memakai pakaiannya yang rapi dan wangi padahal baju nya itu jelas sudah banyak darah serta robek-robek.
Cashel melihat banyak orang yang disekap dalam penjara berlari ke arah Gadis itu bahkan mengeluarkan jemari kotor mereka ke gadis itu untuk meminta bantuan, Cashel tidak tahan dengan tangisan mereka segera menghilang membawa mereka semua dan muncul di depan kantor polisi.
"kalian urus sisanya." batin Cashel lalu segera menghilang dari sana.
tidak ada yang melihat Cashel juga, semua orang yang bebas itu tentu terlihat kacau dan menyedihkan.
.
Cashel sudah meletakkan sesuatu untuk membumi hanguskan tempat yang membuatnya marah.
.
__ADS_1
sekitar jam 22.36 malam,
Kabar menggemparkan dunia adalah Keluarga Berby ternyata seorang psikopat buronan yang dicari-cari selama ini, para Polisi langsung bergerak cepat mendengar kabar itu ke Rumah Weri dan Eros.
Eros terlihat lembut dan patuh pada Istrinya tapi ternyata seorang penjahat ulung, wajah lembut serta patuhnya itu hanya sebuah topeng saja untuk menutupi keburukannya. itu sebabnya Eros sedikit takut dengan Keluarga Cashel yang punya kekuatan, Eros takut rahasia besarnya terbongkar.
"kepung....!"
teriak Polisi tapi tiba-tiba,
Boooommmm!!
ledakan dahsyat tiba-tiba terjadi,
"aaaahhhh?"
para Polisi yang masih jauh dari Rumah itu sekitar 500 M terlempar karna terkena ledakan itu, mereka semua segera merangkak dan bersembunyi di balik mobil masing-masing.
betapa syoknya mereka melihat ledakan itu, tidak disangka orang didalamnya bergerak cepat yaitu menghancurkan segala nya.
"apa mereka didalam?."
"aku tidak tau, kita tidak bisa mendekat."
tidak ada yang bisa mendekati tempat itu, setelah merasa aman mereka hendak mendekat tapi ledakan dahsyat terjadi lagi hingga tanah-tanah berhamburan kewajah para Polisi, beberapa kepingan kurungan besi melayang ke mobil Polisi sampai kaca mobil nya pecah.
"munduuur." teriak mereka semua menggema.
.
Cashel menyeringai di Kursi Ruangan Kerjanya.
"tempat yang kalian jadikan untuk menyekap Istriku sudah aku hancurkan, lalu kalian juga sudah mati. aku baik bukan? tapi hadiahnya nama baik kalian sudah tercoreng."
Cashel tertawa terbahak-bahak seketika, Ia benar-benar geram saat melihat penjara bawah tanah itu banyak menyekap manusia ditambah lagi kelakuan bejat keluarga itu. besok Ruangan bawah tanah itu akan terbongkar serta di ketahui publik.
1 Keluarga itu musnah dan dibenci semua makhluk terutama orang yang trauma akan penculikan serta penyiksaan itu, Cashel tidak tau berapa jumlah korbannya sebab yang tersisa di penjara bawah tanah itu hanya belasan orang sementara yang hilang lebih dari puluhan.
"benar-benar cara kotor untuk menjadi kaya." sinis Cashel.
.
.
__ADS_1
.