Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
meleset


__ADS_3

.


.


.


Soft tidak terima, alhasil mereka berdua bertengkar cakar-cakaran juga main tarik rambut.


"Eka sudah." Diana membela Eka dan menarik Eka dari Soft lalu mendorong Soft hingga terjatuh.


Eka menjulurkan lidahnya ke Soft sambil memperbaiki rambutnya, kebetulan Ia memang dendam sekali pada wanita badut itu sebab saat menjadi tamu nya Elizia berlaku sok Ratu saja serta suka semena-mena pada Eka dan teman-temannya saat menjadi pelayan Elizia.


"aaaahhhh." Soft menjerit histeris.


Diana melindungi Eka dibelakangnya hal itu membuat Eka senang telah memiliki tempat di hati Nonanya itu.


"jangan macam-macam dengan temanku..! lebih baik anda pergi saja, lipstik anda belepotan juga bulu mata anda terjatuh." kata Diana dengan datar.


Soft memegang matanya sambil melihat sekeliling dan sebelah bulu matanya ada di dekat Eka dengan cepat Eka menginjak-injak bulu mata cetar membahana milik Soft itu.


"apa kau gila ha? kau tau kalau bulu mataku itu barang impor dari luar negri? gajimu tidak cukup untuk menggantinya." jerit Soft berdiri dan hendak mencakar Eka lagi.


Diana menahan Soft, "perbaiki riasanmu..! aku serius." kata Diana.


Soft memegang wajahnya yang aneh tidak pakai bulu mata padahal hanya sebelah lalu Ia segera pergi dari sana sambil menutupi wajahnya, Diana menghela nafas lalu berbalik bertanya keadaan Soft malah tersenyum lebar.


"apa ada yang sakit?". tanya Diana melihat wajah Eka yang menggeleng kepalanya dengan senang.


namun saat sadar, Eka merubah ekspresinya melihat pakaian Diana, "saya baik-baik saja tapi baju Nona bagaimana? kita tidak bawa pakaian ganti."


Diana melihat pakaiannya, "seharusnya aku pakai baju coklat saja tadi biar kotornya nggak keliatan atau warna hitam". gerutu Diana.


Eka terlihat khawatir lalu Diana tertawa kecil sambil memegang tangan Eka dan berterimakasih sudah membelanya, Eka langsung memeluk Diana hingga Diana bingung.


"saya sangat beruntung bekerja dengan Nona..! selama hidup saya tidak pernah Tuan saya yang mengucapkan terimakasih dengan apa yang saya lakukan seorang diri". Eka berkata dengan berkaca-kaca.


Eka tidak punya siapapun jadi saat diperhatikan seseorang membuatnya sedih dan terharu.


Diana tersenyum mengelus punggung Eka, "aku akan membawamu kemanapun aku pergi, apa itu membuatmu berhenti menangis?."

__ADS_1


Eka dan Diana berbicara cukup lama hingga Cashel tiba, akhirnya Pria tampan itu menemukan sosok kekasihnya padahal Cashel mencari Diana ke Toilet wanita menjatuhkan harga dirinya bertanya pada para wanita yang keluar masuk Toilet, nyatanya Diana tidak ada disana.


"sayang? kalian sedang reunian apa?". tanya Cashel membuat pelukan Eka dan Diana terlepas.


Diana memutar tubuhnya ke Cashel sontak saja Cashel kaget melihat baju Diana kotor dan itu tidak sedikit malah sangat banyak seolah ada yang sengaja menyiramnya ke tubuh Kekasihnya.


"siapa yang melakukannya?." tanya Cashel berubah dingin.


"Nona Soft Tuan." jawab Eka dengan serius.


Cashel bertanya siapa Soft tentu dengan sangat jelas dan rinci Eka memberi tau membuat tangan Cashel mengepal lalu Ia berbalik namun baru beberapa langkah Diana memeluknya dari belakang dan Cashel menghentikan langkahnya yang tadi niat Cashel mau membalas Soft begitu beraninya orang itu menyiram kekasihnya dengan kopi padahal tau acara belum selesai.


"aku butuh baju ganti." begitulah rengekan Diana memeluk Cashel dari belakang.


Cashel memejamkan matanya setelah tenang Ia berbalik dan tersenyum lembut berusaha menutupi rasa amarahnya pada Soft, entah siapa Soft tapi berdasarkan ciri-ciri yang diberitau Eka membuatnya yakin pasti bisa menemukan si badut tompel besar itu.


"baiklah." Cashel memejamkan matanya seketika Diana dan Cashel menghilang sementara Eka terkesima lalu tersenyum lebar.


"alangkah senangnya memiliki kekasih punya kekuatan magic." oceh Eka sambil melompat-lompat riang meninggalkan tempat itu.


.


"kalian dari mana?." tanya Dewi Par melihat Diana dan Cashel baru saja tiba.


"dimana Lionel?." tanya Rey melihat sekeliling.


Diana mengedarkan mata bersama yang lainnya bahkan Irina juga tidak terlihat, saat Diana melihat Eka dan Eka menggeleng kepalanya yang artinya Ia tidak melihat keberadaan Irina tadi.


"pasti dia mencariku tadi." gumam Diana sungguh pelan dan itu didengar oleh Crystal.


"ya sudah biar saja..! pasti nanti mereka akan kembali, sekarang giliran Cashel." ujar Crystal.


acara benar-benar terasa panjang dan lama namun kebahagiaan Diana malah terasa mimpi, perlakuan baik keluarga Cashel terhadapnya belum lagi Cashel yang sangat menjaga nya.


.


di tempat lain,


"mungkin Diana sudah bersama Cashel." kata Lionel membuat Irina menghentikan acara cari mencarinya.

__ADS_1


"benarkah?." tanya Irina terlihat masih khawatir.


"iya, mereka punya ikatan dan dimanapun Diana berada pasti Cashel bisa menemukannya." jawab Lionel lagi.


"apa karna kalung bulan merah itu Tuan?." tanya Irina dengan hati-hati.


Lionel menganggukkan kepala, sebenarnya Lionel sudah tau Cashel bersama Diana tapi ingin lama-lama dengan Irina saja.


Irina hendak berlari kembali ke acara namun tangannya dicekal oleh Lionel,


"apa tidak ada rasa cemburu dihatimu? aku akan berhenti berharap padamu jika memang tidak ada perasaan cemburu itu dihatimu, bisakah kau jujur? ku harap tidak ada permusuhan diantara kita saat aku menikahi perempuan lain nanti." Kata Lionel serius.


Irina melebarkan matanya lalu bertanya apakah Lionel akan menikah dan Lionel menjawab dengan sungguh-sungguh tapi Irina tidak tau isi pikiran Lionel.


"baiklah aku mengerti, semoga kamu mendapatkan pria yang lebih baik dariku sampai disini saja urusan kita, kedepannya kita tidak akan bertemu lagi tapi suatu hari aku akan menjemputmu sebagai tamu dihari pernikahanku." ujar Lionel dan berbalik pergi.


"a.. aku cem..bu.. ru." pekik Irina dengan kepala tertunduk.


Lionel menghentikan langkah kakinya, "ternyata cara yang diberi tau oleh Tyara sangat manjur". batin Lionel menahan kedutan di bibirnya.


"apa?." Lionel memutar tubuhnya ke Irina.


"sa.. saya cemburu Tuan.! maafkan saya karna perasaan ini tidak pantas, saya berharap Tuan akan bahagia dengan perempuan yang pantas dan setara dengan Tuan." kata Irina bahasa formal dengan senyuman tulusnya lalu berbalik pergi ke arah lain (berbeda arah) bukannya ke Lionel.


Lionel seketika melebarkan matanya, "apa maksudnya? kenapa jadi begini?." gumam Lionel tidak percaya Irina malah pergi.


Lionel dengan cepat menghilang lalu tiba-tiba muncul di hadapan Irina hingga Irina terjingkat kaget.


"kamu cemburu lalu kenapa pergi?." tanya Lionel.


Irina dengan serius menjelaskan alasannya dan hal itu membuat Lionel tercengang karna Irina memang tipe gadis merendah jauh lebih merendah daripada Diana.


"saya permisi tuan." ucap Irina lalu hendak pergi namun Lionel tidak terima alasan Irina menolaknya tentu menahan Irina.


"kamu pikir aku terima alasanmu? kamu suka aku juga suka tapi kamu menolak hanya karna kamu seorang pelayan? apa menurutmu aku seorang putra bangsawan?." Lionel bertanya dengan dingin.


Irina tidak bisa menjawab hanya membeku saja ditempat tanpa bergerak walau hanya ujung jari telunjuknya saja, matanya pun tidak bisa berkedip.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2