
.
.
.
"tadi kau bilang tidak sengaja menabrak seseorang di Lobi bukan? apa orang yang kau Tabrak tunanganku?." tanya Cashel melangkahkan kakinya ke wanta itu.
"T..Tuan? se.. sebenarnya Berby tidak sengaja Tuan." bela bawahan wanita yang akrab dipanggil Berby itu.
Traaaannnng....!
Cashel mengibaskan tangannya seketika vas bunga yang berada tak jauh dari orang yang membantahnya itu melayang melewati orang itu dan pecah di depan Berby yang memekik ketakutan.
"aku tidak bertanya padamu." kata Cashel dengan nyalang.
Diana merasa Cashel sangat marah pun segera berlari ke Cashel dan memberanikan diri memeluk Cashel dari belakang tentu amarah Cashel meredup, entah mengapa amarah Cashel sulit dikendalikan jika sudah melihat Diana terluka padahal Ia tidak pernah seperti ini.
"Cash? sudah ya? makanan yang aku buat pasti sudah dingin, ayo makan! hmm?." kata lembut Diana.
Cashel memejamkan matanya lalu menarik nafas dalam-dalam.
"Abin?." panggil Cashel.
"iya T.Tuan?." sahut Abin yang merupakan Asisten Cashel.
"urus semuanya." lanjut Cashel.
"baik tuan muda." jawab Abin.
Cashel berbalik merangkul Diana membawa pergi kekasihnya itu dari sana tanpa mengatakan apa-apa tak lupa Cashel membawa bekal makan siang dari Diana untuk Cashel.
hari ini sangat panjang, banyak sekali masalah yang berhasil membuat Diana jedag-jedug (jantungan).
setelah makan berdua, Cashel membawa Diana pergi ke suatu tempat yang ternyata Cashel menikahinya dengan menyusul Kedua orangtuanya yang ke Rumah Dinda bersama Putra.
Irina terpaksa pulang ke Mansion sebab supir yang mengantar Diana tadi mengatakan Diana sudah pergi dengan Cashel.
.
.
Crystal sampai pusing sendiri dengan keras kepala Cashel yang akan menikahi Diana sesegera mungkin walau tanpa Bart, Alex menggunakan koneksi lama nya dan semua terjadi sesuai dengan keinginan Cashel.
__ADS_1
di dalam mobil dalam perjalanan pulang,
Diana melirik ke Cashel, "Cash?."
"kita bukan tunangan lagi sayang tapi suami istri." jawab Cashel dengan serius.
"aku tidak tau kenapa kamu seperti ini Cash, apa ada masalah? aku penasaran mengapa kamu seperti ini? aku tau kamu tidak akan bertindak menikahiku dalam keadaan marah." Diana menundukkan kepalanya sambil menautkan jemari tangannya.
Cashel menghela nafas lalu mengambil sebelah tangan Diana dan mengecupnya mesra.
"semua pekerja wanita itu meledekmu dalam pikiran mereka itu, kamu hanya tunangan bukan Istriku seharusnya tidak berbuat seperti itu, aku tidak terima jadi aku langsung menikahimu sayang. sungguh aku tidak marah padamu." ujar Cashel dengan lembut.
Diana tersenyum lebar, "Cash? aku tidak keberatan penilaian orang lain, kenapa kamu terpengaruh? bukankah kamu yang mengajariku untuk tidak peduli perkataan orang lain?."
perkataan Diana membuat Cashel menepikan mobilnya lalu melepas seatbeltnya dan tanpa menunggu memeluk Diana dengan erat.
"maafkan aku sayang, tapi aku hanya ingin memberimu kuasa penuh atas diriku. aku marah karna kamu tidak melawan pada wanita itu." ucap Cashel dengan rasa bersalah.
Diana terkekeh, "kata siapa aku tidak melakukan apapun."
"hmm?." Cashel melepaskan pelukannya.
"aku sangat mengenal Eka walaupun aku tidak lama bersama dengannya, dia marah-marah padaku karna terlalu baik jadi aku minta dia untuk memecahkan 4 ban mobil wanita itu." balas Diana dengan senyuman.
"saat dia menghentikanku ingin memanggilmu, aku tidak bisa fokus jadi menenangkannya terlebih dahulu." jawab Diana.
Cashel mengecup pipi dan hidung Diana, "baguslah..! tapi itu tidak cukup sayang."
Diana menganggukkan kepalanya, "aku tidak menyangka mereka semua sangat ketakutan padamu Cash."
Cashel pun melupakan sebelumnya kini malah bisa tertawa mengelus kepala Diana serta mengakui dirinya memang kejam dan tak punya perasaan hanya Diana saja yang mengatakan dirinya sangat baik.
"apa aku jahat?." tanya Cashel.
Diana menggeleng kepalanya, "kamu sangat baik suamiku." kata Diana dengan malu-malu.
Cashel mengulum senyum tampannya lalu mengecup bibir Diana berkali-kali, "aku akan adakan pesta besar untuk kita sayang setelah Ayahmu datang ke Negara ini, saat ini yang terpenting kamu sudah sah menjadi Istriku tapi aku tidak akan macam-macam sampai pernikahan kita didepan Ayahmu."
Diana bertanya alasannya namun dengan santai Cashel menjawab karna Diana adalah seorang Tuan Putri yang masih seorang Tuan Putri Bangsawan, Cashel tidak mau Diana menjadi bulian publik karna hamil sebelum pesta pernikahan dihadiri oleh Bart.
Diana senyam-senyum, "kamu sangat sangat pintar Cashel, aku tidak menyangka kamu bisa sehebat ini tau dengan hukum bangsawan negara kami."
Cashel terkekeh lalu berkata dengan bangga, "suamimu."
__ADS_1
Diana terkikik lalu bergelayut di lengan Cashel yang melajukan kendaraannya walau terhalang dengan seatbelt tapi tidak membuat kemesraan mereka terganggu.
Cashel mengecup lama puncak kepala Diana tapi matanya memandang kedepan.
"aku hanya menjaga nama baikmu Tuan Putri, aku tidak bisa semena-mena pada Tuan Putri walaupun aku ingin memakanmu. bagaimana mereka bisa tau kalau Tuan Putri sudah tidak peraw*n hmm? kalau mereka tidak tau aku pasti bisa memintamu meminum pil penunda kehamilan." gerutu Cashel.
Diana tertawa, "bukankah kamu lihat negara kami sangat percaya dengan hal mistis terutama tentang kekuatan sihir, melihat kami tidak gadis lagi adalah hal yang paling mudah bagi tokoh yang menjadi saksi janji pernikahan di negara kami."
Diana tak bisa menolak pesona Cashel yang sangat pengertian padanya diatas keinginan terbesar Cashel masih memikirkan harga dirinya sebagai seorang Tuan Putri, sungguh Cashel sangat baik dimata Diana.
seorang Putri Bangsawan memang tidak bisa menikah jika tidak disaksikan oleh Raja, saat Diana melepas semua yang akan menjadi miliknya dengan ikut bersama Cashel yang bukan seorang Bangsawan tentu Diana harus terima resiko apapun tapi ternyata Cashel bukan Pria yang bodoh malah sangat perhitungan.
Cashel bukan Bangsawan ataupun Pangeran tapi sangat mengerti hukum serta peraturan Bangsawan, membuat Diana semakin mencintai Cashel saja.
.
di Mansion,
"Kakaaaak Ipaaarrr?." Bubby dan Tyara berlari menyambut Diana yang masuk bersama Cashel dengan saling bergenggaman tangan.
Eka tersenyum lebar melihat Diana bersama Cashel tanpa mendekat, Ia sungguh terharu mendengar kabar dari Crystal menelfon Tyara bahwa Cashel dan Diana sudah menikah karna Cashel sangat keras kepala.
Cashel memiliki pribadi yang keras, Ia sangat patuh terhadap perintah Crystal maupun Alex namun wataknya itu keras karna segala keinginannya harus terpenuhi.
Cashel menonyor kening Bubby dan membiarkan Tyara memeluk Istrinya.
"Kakak ipar udah menjadi kakak ipar kami kan? waah...! kakak ipar hebat sekali bisa membuat Kak Cashel ngebet banget pengen nikahin kakak tanpa Ayah Kakak." cerocos Tyara berbinar-binar.
Diana tersenyum malu mencubit pipi Tyara lalu mereka menoleh ke Cashel dan Bubby yang bertengkar mulut, Tyara membawa Diana ke Eka yang tersenyum lebar padanya.
"selamat ya Nona? saya senang Nona sudah menjadi seorang Istri." kata Eka dengan tulus.
Diana tersenyum, "sebenarnya aku juga tidak menyangka tapi aku tidak berani melarang Cashel, dia keliatan sangat marah." bisik Diana.
Tyara tertawa dan Eka tersenyum lebar.
"semarah-marahnya Kak Cashel tidak akan pernah membentak kakak." gemas Tyara.
.
.
.
__ADS_1