Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
masih ketergantungan


__ADS_3

.


.


.


Bubby berpamitan pada Crystal membisikkan tujuannya ingin ke Apartemen melihat keadaan Ibu Lily, Crystal tau tapi tidak tau tentang sosok gadis yang Bubby sembunyikan.


"ya sudah nak pergilah." jawab Crystal memberi izin.


Bubby mengedipkan matanya dengan nakal dapat tendangan ****** dari Alex yang sudah berlari sambil tertawa mengelus bok*ngnya, yang lain hanya tertawa tapi Asya dan Dylon saja yang tampak acuh begitu sibuk dengan aktifitas sendiri saja, padahal tadi Dylon cukup kesal tidak diizinkan menyambut Mommynya.


Bubby berubah serius saat tiba di Apartemennya, Ia mengerutkan keningnya.


"hah? kenapa aku seperti ini? oh.. ayolah By..! kamu ini bukan kak Cashel, ngapain meniru wajah menyebalkannya?." gerutu Bubby merubah ekspresinya menjadi Pria ramah yang dipercaya sangat baik bahkan untuk membunuh nyamuk saja tidak tega dengan ekspresinya itu.


Bubby memasuki Apartemennya melihat sepatu spansus hitam ada di rak yang tersusun rapi, "dia sudah sampai."


Bubby menjelajahi Apartemennya serta tak lupa bibirnya memanggil Ibu Lily,


"iya Tuan." sahut Ibu Lily.


"ayo nak!" ajak Ibu Lily ke seorang gadis yang kini terlihat dewasa dan bertambah cantik dari sebelumnya.


Ibu Lily membawa gadis cantik itu yang ternyata Rara, tubuh Rara semakin bersih dari luka-luka beberapa tahun yang lalu kini wajah Rara semakin bersinar karna Rara tidak pernah main panas-panasan di Luar Negri menjadikan kulitnya putih bersih.


"apa Putr..? Ibu?? kenapa Ibu bawa anak orang? ini siapa?." tanya Bubby malah tidak kenal Rara.


"saya Rara Tuan." jawaban Rara membuat Bubby kaget memandang penampilan Rara.


"kenapa berdandan seperti ini Ra? apa kamu pindah profesi?." tanya Bubby cukup pangling dengan perubahan Rara.


"tidak Tuan.! saya masih sama Tuan hanya saja saat disana kata Dosennya harus berpenampilan seperti ini..! maaf jika Tuan tidak suka, saya akan langsung membersihkan diri." ucap Rara.


Rara pun segera pamit sama Ibunya dan berlari setelah menunduk sopan pada Bubby.


"Tuan Muda..! terimakasih atas segalanya, bagaimana cara saya membalas budi?." tanya Ibu Lily dengan sopan.


Bubby tersenyum ramah lalu memegang tangan Ibu Lily, "tidak apa Bu..! bagaimana kadar gula darah Ibu? apa sudah berkurang?."


Ibu Lily menjawab semuanya begitu sopan karna tau Bubby sangat baik telah membiarkannya menumpang di Apartemen Bubby.

__ADS_1


"tidak apa Bu..!" tawa kecil Bubby.


.


Bubby mengerutkan keningnya serta menaikkan sebelah alisnya melihat Ibu Lily dan Rara tampak gelisah seperti ingin mengatakan sesuatu, Bubby mendengar isi pikiran mereka pun hanya bisa menghela nafas.


"tidak apa Bu..! katakan saja, apa kalian ini mau mengatakan sesuatu? kalau aku tidak dibutuhkan lagi tidak apa lah kalian mau pergi." kata Bubby.


Ibu Lily dan Rara tampak panik lalu mengatakan secara serentak bahwa mereka pergi bukan karna bosan tapi tidak mau menyusahkan Bubby yang sangat baik pada mereka berdua.


"saya tidak punya apa-apa untuk membalas kebaikan Tuan, jika Tuan menginginkan sesuatu katakan saja pada saya. selagi masih wajar saya akan melakukan apapun untuk Tuan." kata Rara.


Bubby tampak berpikir, "tidak apa sih..! awalnya aku berat melepasmu karna aku suka masakanmu tapi ternyata ibumu juga bisa masak sepertimu, kalau kalian pergi aku tiba-tiba mau makan masakan kalian bagaimana?"


Rara tertegun begitu juga Ibu Lily.


"jika Tuan suka dengan masakan saya, Rumah kami nanti sangat terbuka lebar untuk menyambut Tuan Muda." kata Ibu Lily.


Bubby pun mengangguk, "ya sudah..! jika kalian mau pindah aku tidak akan permasalahkan tapi besok pagi saja ya? atau kalian cari dulu tempat tinggalnya baru boleh pindah, aku juga tidak tinggal disini jadi tidak usah terburu-buru."


Rara dan Ibu Lily menunduk sopan, sungguh Bubby baik sekali dan Bubby berdiri hendak keluar namun dihentikan oleh Rara.


"Tuan?." Rara memegang ujung jaket Bubby.


"ini saya buat sesuatu untuk Tuan..! saya tidak punya apa-apa hanya bisa belajar menyulam setiap ulang tahun Tuan Muda."


Bubby menerima kotak yang tadi memang menjadi tanda tanya oleh Bubby, Ia melihat isinya ternyata banyak sekali baju rajut, topi, sarung tangan, kaus kaki, jaket.


"ini kau sendiri yang buat?." tanya Bubby.


"benar Tuan..! saya tidak bermaksud apa-apa hanya saja saya berpikir ingin memberi Tuan hadiah karna sudah mengizinkan Mama saya tinggal disini serta makan gratis juga, terimakasih banyak Tuan Muda..! dimasa depan saya akan berusaha membalas budi walau harus dengan nyawa saya sendiri."


Bubby mendengar perkataan Rara yang tulus pun menganggukkan kepala saja, "terimakasih."


Bubby melenggang pergi dari sana membawa semua hadiah Rara ke Mansion Asiantama, Ibu Lily melihat Rara dan mengelus kepala Rara.


"kamu tidak boleh jatuh cinta pada Tuan Muda nak..?! dia terlalu tinggi untuk seorang Upik abu seperti kita, maafkan Mama yang tidak punya kedudukan ini." Ibu Lily sepertinya tau Perasaan Putrinya.


Rara tersenyum lebar, "tidak Ma..! Rara tidak mungkin berharap balasan Cinta, Rara tau kalau Rara tidak pantas untuk Tuan Muda."


Rara tak heran lagi Ibu Lily tau perasaannya sebab Ibu Lily sangat mengenalnya. setiap hari Rara berada di Luar negeri selalu saja Rara membuat pakaian untuk Bubby seolah tau ukuran tubuh Bubby padahal Rara tidak pernah memeluk tubuh Bubby, sekedar tau ukuran yang pas untuk Bubby.

__ADS_1


.


ke esokan harinya,


Bubby yang baru saja selesai mandi dengan handuk melilit pinggangnya melirik ke Kotak hadiah yang Rara buatkan untuknya.


"boleh juga..! kebetulan lagi musim hujan." kata Bubby bersiul pelan memakai salah satu baju kurung rajutan tangan Rara.


saat di meja sarapan, semua orang tampak bingung dengan baju Bubby yang unik sepertinya belum pernah ditemui di toko manapun.


"hanya pemberian seseorang." jawab Bubby.


"siapa? perempuan atau laki?." tanya Dewi Par.


Bubby hendak menjawab tiba-tiba Bart datang dengan segala kehebohannya memanggil Cucu-cucunya, Bubby lega akhirnya terselamatkan.


Bubby melarikan diri saat Keluarganya sibuk dengan tingkah menggemaskan Dylon dan Asya ditambah lagi Lion ikut-ikutan padahal Ia bukan cucu Bart tapi Bart tidak pernah membeda-bedakan.


"huuh..! selamat juga." gumam Bubby menghela nafas lega lalu berjalan santai ke arah Mobilnya.


"hangat." senyum Bubby mengelus lengan baju rajut buatan Rara.


.


sementara di tempat lain,


Rara telah berhasil memasuki sebuah Perusahaan terkenal sebagai cabang besar Asiantama bagian Labor, Rara antusias melamarkan pekerjaan di gedung yang baru buka beberapa bulan yang lalu itu lewat Online tanpa setau Rara kalau gedung itu milik Bubby.


"ini ruangan labornya..! kita akan mencari pekerja sebanyak-banyaknya lalu membuat brand parfum serta kosmetik buatan Perusahaan baru kita, jangan sampai membuat atasan kita kecewa ya?." kata atasan Rara.


"iya kak !! terimakasih Kak." ucap Rara dengan hormat.


Rara tiba-tiba kebelet pip*s dan segera ke Toilet berkat dirinya tadi sempat nyasar menjadi tau letak Toilet, Ia terbelalak kaget mendengar gosip bahwa Perusahaan ini milik Bubby.


"milik Tuan Bubby? bukan Tuan Cashel?." batin Rara membekap mulutnya.


Rara tidak menyangka masih bergantungan dengan Bubby padahal Ia tidak berniat ingin bergantungan lagi pada Pria baik itu karna tidak baik untuk perasaannya sebagai gadis normal.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2