
.
.
.
"a.. ada apa ini? ke.. kenapa kalian bertiga bukan berdua?." tanya Diana tergagap menunjuk Abin, Eren dan Cashel.
"Nona? saya masih mau hidup, walaupun wajah Tuan Muda sangat tampan tapi dia bukan tipe saya. apa itu tidak bisa membuat Nona percaya pada Tuan Muda?." Eren bersuara.
Abin mendecih, "siapa perempuan yang jatuh cinta pada Tuan Cashel itu sama saja bunuh diri Nona." kata Abin.
Cashel mengulum senyumnya melihat wajah Diana semakin merah juga matanya yang bengkak, tak lupa juga sesegukan Diana itu terlihat lucu. Perkataan Eren? Cashel tidak perduli penilaian perempuan manapun padanya asalkan baik dimata Diana, itu yang bisa mengusiknya.
Cashel tidak tau perasaannya antara sedih dan senang tapi yang jelas Ia senang Diana cemburu seperti ini, kalau Cashel yang cemburu pasti wajah tampannya lebih kusut dan juga sangar.
"ada seseorang yang mencoba merusak nama baik Perusahaan Online ku sayang, Aku meminta Direktur Perusahaanku memberi diskon besar-besaran lalu kami akan atasi masalah lainnya." jelas Cashel.
Diana semakin malu, Eka mengangguk-ngangguk pantas saja Perusahaan yang sangat terkenal akan kualitas juga harganya tiba-tiba di jual dengan harga murah sudah pasti membuat geger masyarakat.
"ma.. masalah apa?." tanya Diana melunak lalu menundukkan kepalanya.
Cashel menarik tangan Diana pelan lalu membawanya ke Laptopnya dan menunjukkan rekaman cctv yang tersebar bahwa ada seorang Pria asing yang memakai seragam Logo Asiantama tampak meninju pelanggan hingga babak belur, itu penyebab utama.
"la..lalu? apa jalan keluarnya sudah ditemukan?." tanya Diana semakin menunduk.
"sudah Nona..! saya dan Abin telah menemukan Rekaman lain kalau Pria itu bukan Kurir Perusahaan Asiantama, hanya seorang anggota Mafia X yang identitasnya akan saya sebarkan ke Sosmed." Eren yang menjawab.
Diana menutupi wajahnya, "maaf..! kalian lanjutkan saja." kata Diana lalu hendak berlari tapi Cashel mencekal pinggang Diana.
Diana menunduk sampai wajahnya kini ada dilengan Cashel, Ia sampai tidak berani memandang wajah Cashel sedangkan Eka menghela nafas lega semua terjawab dan pikiran Diana itu salah.
"jangan berlari ya?." bujuk Cashel.
Diana menganggukkan kepalanya tanpa memperlihatkan wajahnya.
Eren dan Abin malas melihat adegan mesra mereka berdua malah kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda, Abin dan Eren terlihat kompak bertanya-jawab tentang masalah yang mereka hadapi.
"bagaimana makanan tadi? apa benar habis?." tanya Cashel menempelkan bibirnya di pelipis Diana dengan gemas.
Diana mengangguk lagi tanpa mengeluarkan suara. Cashel bertanya terus menerus namun jawaban Diana hanya balas anggukan lalu gelengan seakan tidak berani bersuara.
"istirahatlah..! aku akan selesaikan dengan cepat, jangan berlari sayang." bisik Cashel.
Cashel pun melepaskan rangkulannya perlahan lalu Diana segera berjalan cepat dengan kepala tertunduk merangkul lengan Eka keluar Ruangan Kerja Cashel bahkan menutup pintu nya juga.
__ADS_1
Cashel tertawa pelan lalu berubah datar, "Bubby?." gumam Cashel lalu melanjutkan pekerjaannya dan akan memberi pelajaran pada Bubby nanti.
.
pagi-pagi buta,
Bubby menggeliat dan mengerutkan keningnya merasa aneh dengan tubuhnya yang terasa terkunci, Ia pun membuka matanya dan langsung matanya terbelalak serta wajahnya kian memucat.
"aaaaaaaaahhhhh.!!!" Bubby menjerit versi lelaki melihat banyaknya Ulat bulu sudah ada di kakinya.
"enggak.. jangaaannnn...! aaah...Kakkk????" teriak Bubby.
Bubby berusaha menggunakan kekuatannya tapi Cashel sudah mengunci tubuhnya, Bubby menjerit dan berteriak meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar suaranya di dalam hutan.
"iih.. menyingkir." teriak Bubby mengguncang sekujur tubuhnya yang terikat.
Bubby bisa menggunakan matanya menghapus Ulat itu tapi Bubby paling geli dan jijik dengan Ulat bulu, Bubby benar-benar tidak sanggup melihat hewan melata itu terutama ulat, bukan takut tapi jijik dan Geli.
"kakaaaaakkkk... ampuuunnnnnnn!!!" pekik Bubby.
Bubby tidak menyangka kesalahannya begitu fatal sampai Cashel melakukan hal seperti itu, selama ini mereka bertengkar tidak pernah menggunakan cara itu, Bubby menyesal telah memprovokasi Kakak iparnya.
"aaah...? Kakaaaakkk !! tolooonggggg!! Bundaaaaaa,,, Tyaraaaaa." jerit Bubby menggema.
.
"dimana Diana dan Bubby?." tanya Crystal.
Cashel diam sedang Tyara dan yang lainnya juga celingukan mencari Bubby.
"kemana Bubby? apa dia sudah berangkat?." tanya Indiro.
"tidak mungkin, dia selalu pamit padaku Eyangnya." jawab Endang.
"iya kok nggak biasanya." sahut Dewi Par.
"dimana Diana Sayang?." tanya Crystal ke Cashel.
"dikamar Bunda." jawab Cashel.
"apa kalian dalam masalah?." tanya Alex memicing.
"tidak ada cuma dia sedang malu." jawab Cashel.
Tyara menatap curiga Cashel, "kakak tidak menculik Kak Bubby kan?." celutuk Tyara tiba-tiba.
__ADS_1
Keluarga Cashel melebarkan mata lalu melihat ke arah Cashel dengan tatapan menuntut jawaban, Cashel meletakkan sendok makannya.
"dia membuat Diana menangis." ujar Cashel.
"APAA??" sontak saja mereka semua membelalak tak percaya.
"Tyara tidak percaya, harus tanya sama Eka !" seru Tyara berdiri tegak dan menghilang dari sana.
Crystal bersama yang lainnya saling pandang tidak percaya.
"Bubby tidak mungkin membuat perempuan menangis." tegas Crystal.
drrrttt... drrrt...
"kalian tonton sendiri..!" kata Cashel.
semua yang merasa ponselnya bergetar segera menonton Vidio yang Cashel kirim, mereka sampai tegang dibuatnya tak disangka candaan Bubby membuat Diana menangis seperti itu.
"aku terima dia melakukan saja tapi tidak dengan air mata Diana, air mata harus dibalas air mata..! jangan ada yang membantunya sampai dia merasakan hal yang sama." kata Cashel lalu meninggalkan mereka semua langsung berangkat kerja.
Dewi Par memijit pelipisnya, "cucuku yang satu itu sangat keterlaluan, apa dia tidak tau Diana sedang hamil tentu saja hormonnya berbeda."
"apa yang Cashel lakukan untuk membuat Bubby menangis?." tanya Indiro.
Alex tersenyum miring, "apalagi? pasti dia di kurung disuatu tempat terus diberi ulat bulu di sekujur tubuhnya."
seketika mereka mendadak pusing, mereka kasihan tapi tidak bisa berbuat apa-apa jika Cashel sudah turun tangan terlebih lagi Cashel tidak akan berbuat macam-macam jika orang itu tidak berbuat fatal.
"dasar usil." gumam Crystal merasa iba lalu tertawa kecil mengingat dulu Ia mengendalikan Bubby juga dengan Ulat.
Crystal takut Monyet dan Lutung sementara Bubby merasa geli dan jijik dengan Ulat bulu, Tyara? gadis itu tidak takut apapun hanya makan sangat pemilih.
"sudah tau Cashel dari dulu tidak takut apapun, seharusnya dia tau kalau Putri Diana itu kelemahan Kakaknya, kenapa dia menyerang Kakaknya melalui Putri Diana? huhh..! kalau begini kemana kita mencarinya?." Endang.
Alex tertawa dengan bahu bergetar-getar, ini pertama kalinya Cashel melakukannya yang artinya merupakan sebuah ancaman serius Cashel terhadap adiknya itu.
Tyara kembali dengan raut wajah pucat dan mengatakan kalau Diana sampai merasa bersalah dan tidak mau bicara dengan Cashel selalu menutupi wajahnya ke bantal, Cashel yang mengalah demi Diana mau makan pun memilih pergi.
"Kak Cashel sayang banget sama Kakak Ipar, di gituin pun masih mau mengalah padahal Tyara udah peringati Kakak ipar jangan percaya perkataan Kak Bubby yang sangat nakal." oceh Tyara.
"huhh..! hormon wanita hamil memang mudah terpancing." Dewi Par.
"menghadapi Perempuan hamil memang harus sabar." Ujar Indiro melirik Alex yang pernah merasakan hal yang lebih parah dari hal ini.
.
__ADS_1
.
.