
.
.
.
Diana kembali melihat ke arah balkon, Ia tidak tau harus bahagia atau sedih saat ini karna dirinya memikirkan Cashel yang bisa saja marah hingga tidak mau menemuinya sementara Diana tidak bisa keluar Kastil lagi.
Kabar Elizia sakit setelah menginap di kamar Diana pun telah sampai di telinga Cashel dan Lionel yang tengah duduk bersebelahan mendengar perkataan Dosen, para Dosen tampak takut jika terkena kesialan Diana sehingga mereka membuat keputusan bersama yaitu membuat pembelajaran khusus untuk Diana tanpa harus datang ke Kampus.
"apa yang kau lakukan?". tanya Lionel dalam fikiran melirik Cashel.
"aku mengerjai ular kepala 3 ekor rubah bercabang itu, aku menakutinya habis-habisan". jawab Cashel tanpa menoleh ke Lionel.
"tapi karnamu Putri Diana makin dikucilkan, apa ini memang kemauan putri Diana?". tanya Lionel.
Cashel mengangguk lalu menghela nafas berat, "dia mengatakan tidak masalah semua orang menjauhinya asalkan jangan aku". sahut Cashel.
mereka berbicara melalui pikiran.
"tentu saja.! dia tidak pernah punya teman saat memiliki teman ya sudah pasti dia takut kamu pergi darinya". sungut Lionel.
Lionel terkekeh mendengar gerutuan hati Cashel yang mengatakan Diana terkadang pintar tapi banyak bodohnya, terkadang polos tapi malah sangat menyebalkan, Cashel tidak bisa mengenal sosok Diana yang aneh bin ajaib menurutnya.
"ckk... aku menyembuhkannya, dia sudah bisa bicara, melihat dan berjalan bisa-bisanya dia bilang kalau dia cacat". oceh Cashel lagi yang kepalanya tak berhenti berpikir.
"kalau begitu temui dia..! aku tidak tau apa masalah kalian tapi aku yakin dia sedang membutuhkanmu saat ini, bagaimana pun kuatnya dia kamu harus tau kalau dia seorang gadis yang butuh perlindungan dan aku rasa Ayahnya hanya bisa melindungi rakyatnya saja dari keserakahan para pemimpin mereka". bisik Lionel.
"aku tidak mengerti juga Pria itu, dia terkadang sama bodohnya dengan gadis itu". gerutu Cashel.
Lionel terkekeh, entah apa masalah Cashel sejak tadi pagi Pria itu sangat sensitif bahkan Lionel saja bisa kena semprot gerutuan Cashel.
.
di tempat kerja Cashel dan Lionel (Toko Roti),
"ada apa Cash? kenapa sejak tadi kamu mengoceh tiada henti? apa masalahmu sebenarnya? malam-malam berolahraga apa tubuhmu tidak sakit?". cecar Lionel yang tidak tahan lagi dengan gerutuan Cashel sudah mirip dengan Crystal dan Tyara.
__ADS_1
kalau Crystal dan Tyara yang bawel mungkin Lionel masih bisa jawab tapi gerutuan Cashel sangat aneh dan tidak bisa dicerna, pembahasannya hanya Diana dan Diana tapi tidak tau masalahnya mengapa Diana menjadi masalah Cashel.
"tidak ada". jawaban Cashel tetap sama.
"apa kamu ditolak sama dia?". sambar Lionel tiba-tiba.
Cashel menatap tajam ke Lionel, "seorang Cashel ditolak?".
Lionel pun angkat tangan, "kalau bukan yang sudah kenapa malah marah?". balas Lionel lalu memilih pergi karna mencari aman.
Cashel tidak berhenti bergumam-gumam, "apa katanya? aku ditolak? haha.. tidak akan aku biarkan ada kamus dalam hidupku penolakan, aku akan membuatnya merasakan hal yang sama denganku..! bibirku? apa dia kira bibirku tiang parkiran yang bisa meminta maaf setelah menabraknya?".
"haissshh...! kenapa aku ingin melihatnya?". Cashel bergumam lagi sungguh frustasi dengan perasaannya sendiri yang cenat-cenut.
.
malam harinya,
"dimana hantu mu itu hah? apa karna dia anakku jadi terkena sialmu?". tanya Elizart dengan tatapan nyalang.
Diana merasa takut jika Elizart datang ke Kamarnya tanpa pengawal yang artinya bisa saja wanita ini memukulnya, entah mengapa saat ini Diana tidak mau mati tapi ingin hidup sebelum membalas kebaikan Cashel padanya.
Elizart menendang Irina yang terjungkal kebelakang, Diana tersentak lalu berteriak memanggil Irina.
"aku tidak takut dengan hantumu itu, jika dia memang berani suruh dia menghadap padaku". kata Elizart yang diliputi kemarahan.
Elizart membesarkan Elizia bersusah payah demi mendapatkan status tertinggi untuk anaknya bahkan Ia rela menjadi jal*ng demi Elizia, bagaimana Elizart tidak menggila saat melihat Elizia kejang-kejang dan demam tinggi setelah bermalam dengan Diana bertemu si hantu yang melindungi Diana.
Elizart mendekati Diana yang masih mempertahankan dirinya untuk tidak memperlihatkan diri bahwa Diana sudah sembuh, bisa makin kacau masalah mereka nanti.
Diana meringis saat Elizart menariknya dengan paksa untuk berdiri, Kaki Diana tidak bisa berdiri kokoh karna masih mempertahan diri belum sembuh alias masih cacat.
"cepat pegang dia..! aku ingin menguji hantunya itu dan memberi pelajaran padanya untuk tidak macam-macam dengan putriku". titah Elizart.
Pelayan yang disuruh awalnya takut tapi lebih takut lagi melanggar perintah Elizart, Diana memekik saat dipaksa berdiri dan diseret sampai ke tepian Balkon.
"aku akan perlihatkan padamu neraka itu, jangan karna kau punya hantu itu aku takut menyiksamu". geram Elizart dengan sinis lalu mencekik Diana yang lengan serta bahunya ditahan oleh 2 pelayan Elizart.
__ADS_1
"aahh...? I.. Ibu". pekik Diana.
Elizart mencekik Diana semakin kuat, "aku bukan Ibumu dan aku sudah membuat Ayahmu tertidur di kamarnya, tidak ada siapapun yang menolongmu dari kemarahanku hari ini, kau harus merasakan apa yang anakku rasakan". ujar Elizart dengan kejamnya.
Irina meronta-ronta, "kalian akan mati oleh Tuan Ander...! Tuan Ander akan membunuh anakmu". jerit Irina membuat cengkraman Elizart mengendur lalu menoleh tajam ke Irina.
"sumpal mulutnya..!". titah Elizart.
Irina berteriak sambil menggeleng-geleng kepalanya yang tidak mau mulutnya di tutup, Diana meneteskan air matanya saat melihat dengan jelas ketinggian Kastil dari balkon kamarnya.
"Cashel..? aku minta maaf belum bisa membalas budi padamu, aku tidak pernah menyesal menjadikanmu sebagai temanku..! semoga kamu selalu bahagia dengan gadis yang diperuntukkan Tuhan untukmu, aku akan mendoakan kebahagiaanmu Cashel". batin Diana yang sudah pasrah akan kematiannya.
Elizart semakin menggila mendorong Diana ke Balkon, Irina menjerit dengan mulutnya yang di sumpal kain dan Ia memejamkan matanya saat Diana terjatuh dari Balkon, kepala Diana yang duluan terjatuh sudah pasti kepalanya akan pec*h jika terkena bebatuan dan kerikil dibawah sana dengan ketinggian yang tidak wajar.
Elizart tertawa keras, "mana hantu nya? manaaa?? hanya omong kosong". teriak Elizart dengan nyaring dikegelapan malam.
Diana pasrah saat Ia terjatuh dari Balkonnya, "Bundaa..?? aku akan segera menemuimu". batin Diana yang anehnya tidak takut saat sudah mau mati.
Wusshhh...
Diana merasa ada sebuah tangan memeluk pinggangnya, "huh?". Diana membuka matanya dan melihat Cashel memeluknya dengan mata Violet menyala seperti sedang marah.
"Ca.. Cashel?". Diana berbisik lirih melihat Pria yang Ia pikir menjadi penyesalannya belum sempat Diana membalas budi sudah mati dengan hutang budinya itu.
"maaf aku terlambat". kata Cashel lalu membawa Diana terbang ke Udara dan kembali ke Balkon.
"baiklah..! aku akui kau berani melawanku". suara Cashel menggelegar.
DEG...!!
Elizart mengedarkan pandangannya dan melihat Diana melayang-layang di Udara tapi tidak ada siapapun disekitar Diana, tawanya tadi seakan hilang ditelan angin mendengar perkataan Cashel yang luar biasa seramnya.
Irina terduduk lemas dengan air mata yang terus mengalir, Ia tiada henti bersyukur ternyata Cashel datang tepat waktu dan bisa menyelamatkan Diana.
Para Pelayan Elizart seketika gemetar dan melangkah mundur sampai berada di belakang Irina yang sudah dilepas oleh para Pelayan, Irina bahkan masih gemetar belum sanggup melepas sumpalan di mulutnya membayangkan Diana tadi tidak tertolong.
.
__ADS_1
.
.