Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
kejutan lagi


__ADS_3

.


.


.


Cashel menaikkan sebelah alisnya, "kenapa kamu peduli penilaian orang lain?". tanya Cashel heran.


"aku harus menjaga nama baikku, jika Ibundamu mencari tau tentangku dan hanya ada 1 artikel buruk saja pasti akan membuat ibundamu tidak suka padaku". cicit Diana dengan kepala tertunduk.


Cashel tidak menyangka alasan Diana seperti itu lalu Ia menjelaskan bahwa kedua orangtuanya tidak pernah peduli dengan sebuah Artikel atau berita.


"benarkah?". Diana terperangah mendengarnya.


"mereka memang tidak ketinggalan zaman tapi percayalah Keluargaku tidak seperti itu". ujar Cashel mengelus kepala Diana yang tersenyum lebar seketika.


Cashel mengulurkan tangannya tiba-tiba membuat senyum Diana luntur malah menatap tangan Cashel dengan tanda tanya, Diana menoleh saat para rakyat meminta Diana menyambut tangan Cashel yang akhirnya dimengerti oleh Diana.


Diana menyambut tangan Cashel dengan malu-malu lalu Cashel mengajak Diana berdansa disertai hewan gemerlap (kunang-kunang) mengelilingi mereka, betapa hebohnya para penonton melihat kejadian itu.


"waahh". Diana menoleh sekelilingnya padahal sedang berdansa dengan Cashel.


"fokus padaku saja Putri Diana". ujar Cashel dengan pelan lalu Diana menatap Cashel sambil tersenyum cerah mengalahkan rembulan malam ini.


Cashel selalu bisa membuat Diana merasa sebagai Ratu keberuntungan padahal selama ini hanya kesialan saja yang Ia percayai menimpanya, Irina sampai terharu melihat tawa Diana yang sangat cantik walau gelap tapi terlihat lewat cahaya rembulan, kembang api, belum lagi kunang-kunang yang mengelilingi Diana bersama Cashel.


Diana dan Cashel menghabiskan waktu bersama dengan Rakyat, sebuah moment sejarah yang tidak pernah ada sebelumnya namun semakin malam semakin ramai saja tempat itu.


seorang gadis berpakaian tertutup dengan tudung topi berselendang putih menutupi wajahnya.


"Tuan Putri". bisik Para pelayan yang mengikuti sosok itu.


"apa itu Nona Diana dan Tuan Cashel yang dibicarakan Ayahanda dan Ibunda?". tanya sosok itu tidak membuka tudungnya sama sekali.


"benar Putri..! apa Putri akan menemui mereka?". tanya Pengawal lainnya.


"tampaknya aku datang tidak tepat waktu, mereka adalah pasangan yang bijaksana pantas saja Ibunda mengagumi mereka". ujar sosok itu dengan senyuman tulus terpancar diwajahnya yang tertutup itu.


"Tuan Putri Erika sangat rendah hati, walaupun mereka pasangan yang bijaksana tapi Putri juga akan menjadi seorang Ratu bijaksana untuk Kerajaan kita juga".

__ADS_1


Sosok itu yang ternyata adalah Putri Erika Ababa yang sudah sembuh dari penyakit anehnya berkat Diana dan Cashel.


"ayo kita kembali..! aku akan datang lain waktu saja". ajak Putri Erika berbalik meninggalkan acara itu di ikuti Pengawalnya yang menyamar menjadi Pelayan.


"baik Putri". jawab mereka semua serentak mengikuti Putri Erika.


Erika melihat langsung Putri Diana yang dahulu dicemoohkan orang banyak tapi berkat dewa menghampirinya hingga memberi Cashel pada gadis itu, bahkan Diana yang pernah disakiti oleh Ibundanya masih mau menolong En yang sudah jahat pada Diana.


alasan Erika menemui Diana ingin mengucapkan rasa terimakasihnya pada Diana karna telah menolongnya juga meminta maaf atas nama kedua orangtuanya yang pernah menyinggung Putri Diana, namun tampaknya Diana adalah sosok gadis sederhana yang jauh dari kesan mewah padahal Ia seorang Putri.


"kepribadiannya pasti sangat mulia dilihat dari penampilannya yang sederhana". gumam Putri Erika saat masuk ke Mobilnya lalu melihat ke arah pintu mobilnya yang tertutup memperlihatkan sosok Diana tengah tertawa berputar diatas panggung disertai teriakan gembira para rakyat.


"pesta rakyat yang menarik". gumam Erika seperti akan meniru cara Diana yang memilih kesederhanaan bersatu dengan rakyat tanpa memikirkan status.


sejak kecil Putri Erika memang tidak suka perbedaan status diantara mereka, pelayan yang direndahkan, rakyat yang diperas untuk menggaji para pejabat dan menyenangkan Raja, bangsawan bertindak seperti dewa mengatur hidup dan mati rakyat dari kalangan bawah.


.


kini Cashel dan Diana berpamitan pada semua orang, mereka bersorak dengan ekspresi sedih harus berpisah bahkan mereka tanpa ragu mengucapkan terimakasih pada Diana juga meminta maaf pada Diana.


Diana menghapus air matanya mendengar ketulusan mereka, "aku tidak pernah membenci kalian". ucap Diana dengan tulus.


.


di Kontrakan Cashel,


Diana tersenyum malu-malu melihat Cashel keluar dari kamar mandi memakai jubah mandi, Cashel melihat itu menggoda Diana.


"b.. bukan kesana pikiranku Cash..! tapi wajahmu sangat tampan seperti itu juga rambutmu itu, aku merasa malu karna merasa tidak pantas denganmu". jelas Diana.


Cashel menghela nafas berat, "berapa kali aku bilang hmm? kamu sangat cantik sayang..! apa kamu tidak bisa percaya diri sedikit saja? jika kamu ikut aku ke Indonesia dan dipoles sedikit kamu akan menjadi model papan atas atau Artis top jika kamu mau".


Diana yang dipuji oleh Cashel hanya bisa tersenyum dengan kepala tertunduk, "aku cantik". gumam Diana menangkup kedua pipinya.


Cashel tidak habis fikir dengan penyakit rendah diri Diana itu, Cashel harus sabar sebab Diana memang sejak dulu selalu direndahkan jadi butuh waktu lama membangun rasa percaya diri Diana itu.


"besok ikut aku ya?". ajak Cashel duduk disamping Diana.


"kemana?". tanya Diana penasaran lalu Cashel tersenyum dan Diana tidak lagi bertanya sebab tau Cashel ingin memberi kejutan ke Diana.

__ADS_1


"tidurlah". kata Cashel mengelus kepala Diana yang seketika mata Diana mengantuk berat dan langsung tertidur.


Cashel menyelimuti Diana dan melanjutkan aktifitas selama seharian padahal dari semalam Ia cukup kelelahan juga bersama Diana menunggu Diana sampai malam hari dan sekarang sudah pagi pun masih saja sibuk bukannya istirahat.


.


Ke esokan harinya,


Diana tidak mengerti mengapa Cashel membawanya ke Bandara tapi setiap kali Diana bertanya Cashel tidak menjawab malah tersenyum.


Cashel menggenggam tangan Diana dengan mesra, Ia bahkan tidak memperdulikan banyak orang yang melihat mereka berdua, mata Cashel sudah menjadi bahan pembicaraan sebab yang memiliki mata itu sangat langka ditebak Keluarga Asiantama yang punya bola mata Violet.


bagaimana bisa seorang Tuan Muda Asiantama ada dinegara itu begitulah isi benak mereka semua, tapi jika bukan Cashel Asiantama lalu siapa pria yang menggenggam mesra tangan Putri Diana yang namanya dielu-elukan Rakyat berkat ketenarannya kini dibela rakyat jelata setelah acara pesta rakyat kecil sehari yang lalu.


"Cash? apa kita mau keluar negeri? tapi kenapa tidak membawa Koper? tiketnya mana?". cecar Diana yang sungguh tidak bisa berhenti penasaran dengan situasinya.


"kamu akan tau sayang". jawab Cashel terkekeh lalu mata Violetnya melihat ke jam tangannya menunjukkan waktu yang tepat sesuai dengan perkiraannya.


"sebentar lagi". kata Cashel.


Diana celingukan mencari-cari sesuatu yang membuat Cashel membuatnya penasaran, hingga tiba-tiba matanya terbelalak mendengar teriakan orang disekitarnya bahwa Keluarga Asiantama datang ke Negara ini dengan bahasa negara mereka.


DEG..!!


Diana seketika membeku melihat banyaknya Keluarga Cashel tengah berjalan ke arah nya, Alex merangkul pinggang Crystal tangan lain Alex memegang kedua Koper besar, dan banyak lagi Keluarga Cashel yang Diana belum kenal.


.


.


.


gantung? hehe... sampai Esok Yee...! jangan Diana nya aja yang diberi kejutan Readersnya juga.. selamat beraktifitas pagi semuanya...!!


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2