
.
.
.
Kehidupan Diana dan Cashel semakin lengkap saja saat kelahiran sepasang Bayi kembarnya yang diberi nama Laudya Asiantama dan LauVendra Asiantama. kebersamaan itu semakin lengkap saja kesempurnaan mereka semua saat dapat kabar Rara positif hamil, Cashel bahagia dengan kehadiran sepasang Bayi kembarnya maka Bubby tak kalah bahagia akan memiliki Anak.
di dalam Mobil,
"By? kamu mau bawa aku kemana? kenapa menolak ajakan Mommy dan Papa? kenapa tidak menginap di Mansion? aku masih mau main sama Asya." cerocos Rara yang sudah bawel dengan Bubby.
Bubby tersenyum lebar, "aku ada hadiah untukmu Ra."
Rara mengerucutkan bibirnya, "memangnya hadiah apa yang lebih baik dari hadiahku ini hmm?." Rara mengelus perut datarnya.
Bubby terkekeh, "aku tidak akan kalah darimu Ra, kamu memberiku hadiah yang membuatku tidak bisa berkata-kata maka aku juga akan melakukan hal yang sama."
Rara menghela nafas panjang, "aku sudah banyak menghabiskan uangmu By, kenapa kamu memberiku hadiah terus?."
Bubby tergelak, mana mungkin Bubby kehabisan uang malahan sejak Rara membagikan uang dengan membantu orang lain entah mengapa Bubby kebanjiran uang masuk belum lagi Restaurant Rara yang mengalir seperti Air terjun yang deras tiada berhenti.
Rara mematung seketika melihat pemandangan disekitarnya, Ia memasuki sebuah Rumah megah dengan desain Eropa Modern dengan taman luas disekitarnya.
Bubby melirik ekspresi Rara merasa puas sampai Bubby mengajak Rara keluar ketika Mobilnya sudah berhenti, "ayo Raraku sayang!."
Rara menurut merangkul lengan Bubby yang menggenggam tangannya, Bubby tidak menyangka bahwa dirinya akan terpikat dengan pesona gadis biasa seperti Rara, pekerja keras dan tidak pernah merepotkan Bubby.
Wanita Modern diluar sana sering menghabiskan uang tanpa mau bekerja apalagi punya suami kaya raya, sibuk ke salon rambut, salon kecantikan, merias kuku dan koleksi sepatu mahal belum lagi tas-tas mahal yang limited, malas masak dengan alasan takut kulit lecet, tapi Rara?? justru tidak ada satupun melekat pada diri Rara yang sangat sederhana.
"ini Rumah siapa By?." tanya Rara penasaran.
Bubby tidak banyak bicara lalu merangkul pinggang Rara membawa Istrinya ke Ruang tamu, Rara terperangah melihat Foto yang terpajang di Ruang tamu. Foto Keluarga Besar Bubby dan Rara, disana ada potret Ibu Lily.
"ini Rumah siapa By?." tanya Rara sekali lagi menoleh ke Bubby.
Bubby mengambil sebuah map lalu memberikannya ke Rara, Rara membuka isinya dan matanya membulat sempurna.
"i.. ini Rumahku?." tanya Rara tak percaya.
Bubby tersenyum tampan, "kamu suka sayang?."
__ADS_1
"ta.. tapi bagaimana bisa?." tanya Rara dengan raut wajah syoknya yang tidak menyangka punya Rumah semewah ini.
"Kamu memberikan Restaurantmu padaku, aku memgumpulkan semua keuntungannya membangun Rumah ini untukmu ! 1 peserpun tidak ada uangku semua hasil Usahamu sayang." jelas Bubby.
"modalnya darimu By..!" elak Rara.
Bubby tergelak, "aku sudah potong Modalnya, huh..! aku tidak menyangka Restaurant Istriku sangat terkenal bahkan saat membuka cabang sudah ramai saja, kalau dipikir-pikir kamu jauh lebih sukses dariku."
Rara menggeleng kepalanya lalu memeluk Bubby dan mengatakan bahwa semua ini adalah bisnis Bubby, Rara hanya mengajari resepnya pada Koki yang sudah Bubby pilihkan sisanya Bubby yang mengembangkan sementara Rara hanya fokus dengan Perusahaan Kosmetik milik suaminya yang kian diminati banyak kalangan perempuan tidak pandang umur.
"Rumah ini milikmu sayang..! aku hanya numpang disini, kamu boleh bawa Mama dan siapapun yang kamu mau." ujar Bubby.
Rara menangis terharu dipelukan Bubby bahkan Ia tidak bisa berkata-kata dengan hadiah Bubby, "ke.. kebaikan apa yang aku lakukan dimasa lalu? bagaimana bisa aku menemukan harta karun sepertimu yang tidak bernilai dengan apapun."
Bubby tertawa, "merawatku cukup merepotkan bukan?."
Rara menggeleng kuat kepalanya.
Bubby tau bagaimana repotnya Rara merawatnya, memasak untuknya, bekerja di Perusahaan, belum lagi malam harus melayani hasr*tnya. Rara tidak pernah mengeluh bahkan tidak pernah meminta imbalan apapun, perbuatan Rara yang sangat tulus itu sangat Bubby cintai karena tidak semua perempuan seperti Rara.
"kamu yakin masih mau bekerja Ra? kamu sedang hamil." tanya Bubby dengan serius.
Bubby menuntun Rara kesebuah Ruangan yang berhasil membuat Kaki Rara lemas seperti tidak bertulang, beruntung Bubby menahan pinggang Rara.
"ini ruangan Labormu." bisik Bubby.
Rara langsung melompat kepelukan Bubby serta banyak mengucapkan terimakasih, Rara juga akan melakukan semuanya lebih baik lagi tak lupa akan menjaga anak mereka baik-baik.
.
Ke esokan harinya,
Rara dengan Keluarga Kecilnya pindah ke Rumah megah itu, Lily tidak bisa berbuat apa-apa saat Rara memaksanya tinggal di Rumah itu karna terlalu besar dan Rara tidak mau kesepian.
"Ma? Rara ku sayang, aku pergi ke dulu ya?" izin Bubby.
Bubby menyalami Lily dan mencium kening serta perut datar Rara, setelah Itu Bubby pergi karena pekerjaannya.
"nak? Biby baik sekali ya?." puji Lily ke Rara yang melambaikan tangan mengantar kepergian suaminya.
Rara tersenyum malu, "Rara juga merasa begitu Ma.!ayo masuk Ma."
__ADS_1
.
.
kehidupan Rara dilalui di Rumah saja menuruti permintaan Bubby, Bubby hanya ingin Rara aman dan bayinya akan baik-baik saja tapi tidak mengekang cita-cita Rara yang suka dengan pekerjaannya itu.
"aahh." Rara kaget saat perutnya yang sudah besar dielus seseorang bahkan memeluknya dari belakang.
"By?." tebak Rara yang tau aroma khas tubuh suaminya yaitu parfum khusus buatan tangannya tidak dijual dimanapun.
"sampai kapan kamu bekerja terus Raraku sayang? kehamilanmu sudah memasuki 9 bulan, lama-lama Perusahaanku meledak dengan semua penemuan barumu ini."
"meledak?." Rara tidak mengerti.
"meledak karna uang masuk yang tidak wajar, aku bisa menghasilkan uang untukmu tapi kamu selalu menghasilkan uang untukku, harga diriku seperti dipertaruhkan." gerutu Bubby.
Rara tersenyum lebar, "aku tidak pernah beranggapan seperti itu By..! tapi aku suka dengan pekerjaanku."
Bubby mengatakan bahwa dirinya membangun Perusahaan itu karna Rara, Rara terkejut mendengarnya langsung berbalik ke Bubby dengan raut wajah menuntut jawaban yang lebih jelas.
"disaat semua perempuan sangat menyukaiku dan berlomba-lomba mendekatiku tapi hanya kamu yang menyukaiku dengan cara yang berbeda, kamu suka tapi menjauh dan itu sangat menantangku." kata Bubby.
Rara ternganga, "jadi aku hanya tantanganmu?."
Bubby menggeleng kepalanya sambil menangkup pipi Rara, "awalnya memang seperti itu tapi bukankah kamu harus bangga bisa mencuri perhatianku hanya karna penolakanmu yang tidak biasa itu hmm?."
Rara mengerucutkan bibirnya, "kamu terlalu diatasku jadi aku pikir kamu lebih cocok dengan perempuan yang lebih baik dari aku, aku hanya melindungi hatiku saja supaya tidak terpaut dalam padamu."
"siapa perempuan yang lebih baik darimu hmm? wanita karirku, Kokiku, Marmut kecilku yang memuaskanku diatas ranj*ng, bahkan kamu adalah Kunci uang masuk Perusahaanku sekarang, ....?." Kata Bubby menjelaskan kelebihan Rara dalam merawatnya.
Rara menggeleng kepalanya dengan pipi merona.
"ada baiknya kita disinii??" Bubby seketika menyeringai Rara yang sudah tau pun tidak menolak.
Rara sangat penurut pada Bubby yang memberinya kebebasan bisa melakukan kesenangannya sebagai seorang peneliti. diluar sana banyak lelaki yang menuntut perempuan dirumah saja apalagi status Rara rendah tak lebih baik dari seorang Pelayan saja tapi Bubby yang Kaya-Raya menghargai Cita-citanya tidak mengekangnya, wajar Rara penurut dan makin Cinta saja sama suaminya itu.
.
.
.
__ADS_1