
.
.
.
Lionel menghela nafas panjang lalu memberitau caranya ke Diana supaya gadis dengan mata biru gelap tengah berbinar itu bisa memanggil bulan merahnya.
Diana tampak semangat dan serius mendengarkan ajaran Lionel sementara Irina bisa melihat Cashel tengah menyirami Diana sebuah cahaya yang Irina sendiri tidak tau kegunaannya, Irina tidak berpikiran buruk sebab Ia tau jika Cashel tidak akan melukai Diana.
"apa hanya begitu Kak?". tanya Diana menangkup kedua tangannya semangat.
"cobalah! ". pinta Lionel melangkah mundur dari Diana.
Diana mengangguk lalu memejamkan matanya begitu fokus,
"Cashell?". batin Diana yang kini sudah fokus memanggil sosok Pria yang membuat Diana ingin sekali mewawancarainya.
Cashel tersenyum tipis karna merasakan ketulusan Diana saat memanggilnya, Diana perlahan membuka matanya dan melihat Cashel berdiri di hadapannya.
"aku berhasil Kak". pekik Diana melihat Cashel berada di hadapannya.
Cashel melirik Lionel yang mengangkat bahunya acuh lalu Cashel dan Lionel menoleh ke Irina yang seketika membelalak pun langsung membuang muka.
Diana memegang tangan Cashel tapi anehnya para pelayan tidak ada yang melihat sosok Pria yang Diana lihat.
"perlihatkan saja dirimu Cash..! mereka bisa menganggap Putri Diana gila". titah Lionel.
"lagian mereka sudah ada yang pernah melihatku". jawab Cashel enteng lalu memutar tangannya hingga memegang tangan Diana.
Diana melompat-lompat senang melihat Cashel di hadapannya, tidak peduli para pelayan disekitarnya tengah terkesima melihat tangan Diana yang merah berubah menjadi putih susu (sembuh).
"kalian kenapa disini? sana bubar". titah Irina yang baru sadar banyak Pelayan asing yang bukan pekerja Diana tengah berkumpul di halaman depan Kastil Tua mereka.
Elizia mengucek matanya memperhatikan sekeliling bahkan Ia semakin serakah melihat tangan Diana yang terluka langsung sembuh,
__ADS_1
"ada baiknya aku meminta padanya lalu menyembuhkan jari kelingkingku yang putus". gumam Elizia melihat jari tangannya yang tidak lengkap.
"aku sudah tau cara memanggilnya". senyum lebar Elizia merasa bangga jika dirinya akan berhasil memiliki hantu nya menjaga serta melindungi Diana.
Elizia yang tidak tahan dengan rasa gatal di tubuhnya di gigiti nyamuk pun segera pergi sambil mendumel geram dengan Kastil Tua milik Diana yang sangat tidak terurus hingga banyak nyamuknya padahal Diana tidak pernah ke tempat persembunyian Elizia tadi.
.
"apa tadi malam kamu datang Cashel?". tanya Diana menoleh ke Cashel yang tengah berbaring di Udara sambil memandang Diana.
"hmm". jawab Cashel menganggukkan kepalanya.
Diana persis seperti orang gila berbicara sendiri tanpa ada orang tapi ada suara lain juga, sementara para pelayan yang lain yang melirik juga mencuri-curi pandang melihat ke arah Diana yang berbicara pada sosok hantunya itu tapi jujur saja malam itu mereka berlima sudah melihat wujud Cashel, sungguh mengerikan melihat langsung ada manusia terbang di Udara.
menurut mereka lebih baik tidak usah melihat dan fokus menanam pohon saja supaya Kastil Tua Diana lebih hidup dengan banyaknya pohon dan tanaman, walaupun sebenarnya mereka tetap ngeri tidak ada wujud tapi ada suara.
"kenapa bicaramu seperti itu Cash? apa kamu marah padaku?". tanya Diana dengan tatapan memelas kucing.
Cashel mengedipkan matanya beberapa kali melihat tingkah Diana yang imut, "tidak..! aku hanya kesal karna kamu lebih suka menatap tembok dari pada aku temanmu". jawab Cashel dengan sorot mata Violetnya memandang mata Diana saja.
Cashel menaikkan sebelah alisnya, "malu? kenapa?". tanya Cashel.
"kenapa? apa kamu tidak tau kalau aku tidak pernah berdekatan dengan lelaki? aku tidak biasa j.. jadi saat itu hmm..? a.. aku". Diana melihat arah lain dengan menahan malu menjelaskan situasinya malam itu.
Cashel menghela nafas, "baiklah.! aku fikir kamu tidak suka memandangku".
"kamu sangat tampan Cashel..! mana ada perempuan yang tidak mau memandangmu siapapun yang kamu pandang pasti malu, kamu seharusnya beruntung karna akulah yang kamu pandang tidak tergoda dengan pesonamu yang hampir membuat perempuan manapun kehilangan akal". ujar Diana seketika membekap mulutnya.
Cashel seketika tersenyum tampan, "pesonaku? apa pesonaku? apa wajahku membuatmu hilang akal?".
Diana menggeleng kepalanya, "cepat bantu aku menumbuhkan pohon ini". alih Diana yang sudah terlanjur malu.
Cashel tertawa pelan lalu mengibaskan tangannya ssketika segala tanaman yang ada di sekitar Diana meninggi seperti ada ilmu sihir, Para Pelayan sampai melangkah mundur melihat keajaiban itu di dunia nyata.
sungguh mereka seperti sedang berada di negeri dongeng yang bisa melihat kekuatan penyihirnya Cinderella.
__ADS_1
Irina terus saja memandang ke arah Diana dan Cashel sambil senyam-senyum, Lionel tak sengaja melihat itu pun seketika mengibaskan tangannya dan Irina membelalak tak bisa melihat Cashel lagi hanya Diana seorang saja yang seperti berbicara sendirian pada sosok tidak berwujud.
"k.. kenapa mataku?". Irina mengucek matanya hingga menghitam karna tanah.
"aku menutup kekuatan yang aku pinjamkan tadi padamu, kenapa kamu melihatnya? apa kamu suka pada Cashel?". sambar Lionel yang tadi melihat Irina terus saja memandang Cashel.
Irina menjatuhkan rahangnya, "saya hanya suka melihat Tuan Cashel menatap Nona saya Tuan". bela Irina.
"lihat aku saja". kata Lionel membuat Irina mendengus sebal karna berpikir Lionel hanya main-main saja dengannya.
Irina kan hanya seorang Pelayan yang bukan berasal dari kalangan bangsawan, tidak terlalu cantik dan juga kaya apa yang bisa membuat Lionel suka padanya. Irina tidak berani berpikir seperti itu tapi Irina akui memang suka wajah tampan Lionel.
.
kabar Diana memiliki sosok penyihir atau hantu yang menjaganya sampai ke penjuru Kastil dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah, mungkin akan merambat keluar dari Kastil hingga sampai ke Negara tetangga dan rakyat.
Elizia memainkan Ponselnya dan seketika Ia marah melihat berita tentang berakhirnya hubungan Elizia dengan Pangeran Deniel, mood Elizia yang tadi cantik sebab membayangkan hantu nya Diana akan berpihak padanya langsung hancur, alhasil Ia mengamuk seperti orang kesetanan di kamarnya sendiri.
di Kastil Diana,
"bagaimana ini Nona? berita Nona sudah sampai dimana-mana". tanya Irina merasa cemas melihatkan ponselnya ke Diana.
Diana melihat ponsel Irina yang ada berita tentang Deniel tapi ada juga berita tentang Diana mengenai sosok hantu penjaganya, banyak yang membahas ramalan sebelum Diana lahir akan didatangkan sosok Pria Kekuatan Super yang dikenal sebagai Bulan Merah nya Putri Awan.
"kenapa pembahasannya begini? dari mana mereka tau ramalan itu? bukankah hanya Ibunda saja yang tau?". tanya Diana sambil mengembalikan ponsel Irina.
"apa Nona lupa kalau Ratu terdahulu adalah seorang Ratu yang suka dengan ilmu sihir, maka nya Ratu terdahulu menggunakan eksperimen hingga menemukan kekuatan menjadi kelebihan Ratu terdahulu meramal kehidupan Nona". jelas Irina.
Diana diam mengingat-ngingat, penderitaannya terlalu banyak hingga tidak ingat lagi kenangan manis nya dimasa lalu.
.
.
.
__ADS_1