Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
salah


__ADS_3

.


.


.


Ke esokan harinya,


Irina yang tadinya mau membangunkan Diana seketika membeku ditempat melihat Diana dan Cashel tidur dengan posisi begitu mesra, 5 pelayan yang bekerja pada Diana pun melototkan mata sambil membekap mulut masing-masing.


tanpa perlu diaba-aba mereka semua mundur teratur lalu menutup pintu kamar, Irina dan yang lainnya tertawa cekikikan tanpa suara lalu jalan mengendap-ngendap menjauhi tempat itu.


di depan Kastil mereka berlima bercerita dengan Irina, ternyata keenam Pelayan itu langsung akrab jika membahas tentang Diana.


Elizia yang baru datang seketika bersembunyi mendengar gosip mereka semua, Ia berjalan dengan sangat hati-hati bersama satu pelayan setianya lewat jalan lain, demi melihat sosok hantu yang menjaga Diana tentu Elizia akan melakukan apapun walau harus bertindak seperti perampok.


"Nona?". bisik Pelayan setia Elizia.


"sst..!". Elizia meminta Pelayannya untuk diam bahkan Ia mengancam akan mencambuk Pelayan itu jika mengeluarkan suara lagi.


Elizia berjalan dengan sangat hati-hati tanpa Elizia sadari jika Pelayan tadi memanggil Elizia untuk menoleh supaya Elizia sadar bahwa ada Bart Singh dibelakangnya.


Bart Singh tadi hanya melewati Kastil Diana karna tau Putrinya pasti masih tidur tapi melihat Elizia mengendap-ngendap menghindari para Pelayan Diana pun membuatnya khawatir, Bart tidak mau Elizia melukai Diana jadi mengikuti Elizia.


Ceklek...!


Elizia membuka pintu kamar Diana dengan sangat pelan padahal dibelakang ada Bart bersama 2 pengawal dan Pelayan Elizia yang diam tanpa berani bernafas.


"apa ini hantunya? kenapa pagi-pagi bisa terlihat ya?". batin Elizia mengangkat gaunnya dengan posisi berjinjit ingin melihat wajah Pria yang tengah memeluk Diana.


Bart terperangah melihat Diana tidur di lengan Seorang Pria yang merangkul pinggang Diana dan tangan Diana yang memegang dada bidang Pria itu, Ia menghela nafas lega karna melihat rambut Pria itu berwarna marun yang artinya bulan merahnya Diana.


awalnya Elizia ingin memaki Diana yang seperti jal*ng tapi demi mengetahui rupa hantu Diana membuatnya harus menahan diri dari pandangan yang pasti bikin iri para jomblo.


Pelayan setia Elizia membekap mulutnya begitu juga Pengawal yang berpikir kalau Pria itu adalah selingkuhan Diana tanpa mereka ketahui bahwa Pria itu adalah hantu yang sedang tenar di Kastilnya, habislah Putri Diana ditambah lagi ada Bart Singh.


"waah.. tampan sekali". batin Elizia terpana melihat wajah Cashel yang sangat mulus dan super tampan seperti Pria yang keluar dari dunia komik.


Cashel mengerutkan keningnya lalu bibir merahnya terbuka sedikit dan berbalik ke arah Diana mencium kening gadis itu dengan mesra layaknya seperti sepasang suami istri yang baru saja melakukan hubungan bad*n, padahal tidak ada.

__ADS_1


Elizia melihat pemandangan itu pun terbelalak semakin panas saja matanya melihat kemesraan mereka itu, Elizia semakin ingin memiliki Cashel yang setampan itu benar-benar mengalahkan ketampanan Deniel,


"Dianaaa???". pekik Elizia.


Diana sontak saja membuka matanya dengan setengah mengantuk, "hmm?". Diana melihat pemandangan didepannya adalah leher Cashel yang ada jakunnya sangat seksi lalu mata Diana melihat kebawah dan tangannya memegang dada bidang Cashel.


"ehh?". Diana seketika membulatkan matanya tersadar dan segera duduk namun ia lega melihat tubuhnya yang masih berpakaian.


"Diana Kau??". Elizia hendak marah karna rasa irinya tapi sorot mata Diana ke arah lain membuat Elizia menoleh kebelakang.


"Ayah?". Elizia terkejut melihat Bart Singh ternyata ada di Kamar Diana namun hanya sesaat saja, tiba-tiba saja timbul seringai jahat Elizia.


"Ayah..? Putri Diana..? Dia..? Dia tidur dengan lelaki asing". Elizia mendekati Bart Singh berharap Bart marah besar dan membuang Diana dari Negara ini.


hukuman berat bagi pezin* harus dibunuh atau hukuman paling ringan dibuang dan dicampakkan dari negeri kelahirannya, lagian Elizia berpikir Bart tidak akan tau sosok hantu yang menjaga Diana selama ini.


"Ayah? tadi malam Cashel hanya tidur saja tapi Diana.. hmm..? Diana ketiduran dan tidak sadar". Diana berusaha menjelaskan situasinya.


"kenapa berisik?". tanya Cashel dengan suara seraknya duduk di Ranjang Diana dan matanya masih terpejam karna sungguh dirinya masih mengantuk.


"Cashel.? ada Ayah". bisik Diana.


Diana semakin takut saja kalau Ayahnya akan salah faham dan mengira dirinya seorang jal*ng padahal mereka tidak melakukan apapun diluar batas.


"C.. Cashel?". cicit Diana.


Elizia melihat hal itu semakin panas saja hatinya lalu berusaha mengompori Bart Singh.


"kenapa kau ada disini?". tanya Bart ke Elizia.


Elizia melangkah mundur, "Ayah bertanya padaku? bukan pada Diana?". tanya Elizia.


"kenapa aku harus bertanya padanya? bukankah dia bersama bulan merahnya? yang aku tanyakan kenapa kamu mengendap-ngendap masuk ke Kamar Putri Diana?". sambar Bart.


Elizia celingukan ke segala arah, Ia seketika protes pada Bart yang pilih kasih tapi Bart malah menertawai hal itu karna menurutnya Elizia tidak pantas diberi kasih sayang sebab Elizia juga bukan darah dagingnya.


"haissh..? kenapa kalian sangat berisik ha?". Cashel menegakkan tubuhnya lalu mata elangnya yang warna Violet terbuka hingga Elizia yang menoleh terpana melihat bola mata Cashel.


Mata Cashel seperti Mutiara Ungu yang Indah atau seperti Pelangi.

__ADS_1


"T. Tuan Cashel?". Elizia bahkan tanpa malu memanggil Cashel.


Cashel melirik Bart yang meminta maaf padanya lalu matanya tampak dingin saja saat Elizia ditarik paksa oleh Bart keluar kamar Diana, Elizia memandang Cashel dengan pandangan takjub dan Pelayan setia Elizia pun terperangah.


"Cashel?". Diana menoleh ke Cashel.


"biarkan saja..! ayo tidur lagi". pinta Cashel hendak menarik Diana kembali tidur namun kedua Pengawal yang mengekori Bart tampaknya terpana juga dengan ketampanan Cashel belum lagi membuat pikiran mereka berdua melayang-layang saat Cashel minta tidur kembali.


Kedua Pengawal itu segera berlari menyusul Bart.


"Cash..? sudah siang". protes Diana sambil melepaskan diri dari rangkulan Cashel.


"benarkah? jam berapa?". tanya Cashel masih berbaring Ranjang Diana.


Diana berusaha membujuk Cashel untuk bangun tapi tampaknya Pria gagah dan seksi itu tidak mau bangun, Diana merasa kasihan saat Cashel mengatakan dirinya kekurangan tidur dan untuk pertama kalinya bisa tidur tanpa banyak berpikir.


.


.


Diana berada di Taman Kastil Tua nya yang sudah cantik, Ia risih dengan pandangan para pelayan yang malu-malu memandangnya ada juga yang iri karna Diana saat ini menjadi bahan pembicaraan 1 Kastil, salah satu pelayan setia Elizia melihat paras Cashel dan membuat cerita dramatis tentang Diana bersama Cashel yang kepergok Bart Singh tapi Bart tidak marah.


Cashel sudah kembali ke Kontrakannya.


"Nona?". Irina datang ke Diana membawa menu makan siang.


Diana menoleh ke Irina yang senyam-senyum saja sejak tadi, "Irina jangan sampai kamu kehilangan kewarasan seperti mereka ya? aku tidak mau temanku satu-satunya menjadi tidak waras".


Irina terkekeh pelan,


"mereka semua sangat suka dengan kisah cinta Nona dengan Tuan Cashel". ujar Irina.


Diana mendengus sambil membuang muka, "Cashel tidak mungkin suka padaku, kalianlah yang salah". batin Diana.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2