Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
masalah Erika


__ADS_3

.


.


.


Keluarga harmonis yang tidak pernah terkena skandal apapun yaitu Asiantama, sejak Crystal datang kedalam Keluarga itu hanya hal baik saja yang menurun pada keturunan Alex.


Rara dan Diana sangat terkenal di Publik sebagai Istri kesayangan Tuan Muda Asiantama yaitu Cashel dan Bubby, kedua wanita cantik itu sangat dermawan diberbagai kalangan.


.


beberapa bulan kemudian,


Diana terkejut melihat kedatangan Putri Erika,


"Erika? kamu ngapain ke Negara ini? apa Kedua orangtuamu memberi izin? kamu pewaris tahta." omel Diana berjalan ke arah Erika.


Putri Erika tersenyum lebar melihat kedua bayi Diana sudah pandai berjalan tapi lebih suka merangkak.


"aku minta maaf Kakak..! aku tidak bisa datang ke acara perayaan Raja Bart." ucap Erika memegang kedua tangan Diana.


Diana menggeleng kepalanya, "jangan panggil Ayahku seperti itu kalau dia dengar kamu bisa diomeli berjam-jam."


Erika terkikik lalu melihat anak-anak Diana dan tentu saja Diana menyadari akan hal itu.


"apa kamu mau menggendongnya?." tanya Diana.


Erika menggeleng karna Ia takut menggendong bayi menggemaskan itu bukan jijik tapi belum berani sebab Erika nanti tidak sengaja melukai anak imut itu.


"aku suka saja melihat mereka, matanya cantik." senyum lembut Erika.


Diana tertawa, "ke empat anak-anakku memiliki mata Violet seperti Papanya tidak ada yang sepertiku." gerutu Diana.


Erika tertawa lebar, "itu karna pikiran Kakak hanya tertuju pada Kak Cashel saja."


Diana menggeleng malu-malu padahal apa yang Erika katakan itu memang benar.


"dimana Tya kak?." tanya Erika.


"Tya pergi dengan Keluarganya, mereka semua pada mampir ke makam Eyang kami, aku tidak bisa ikut karna tidak mungkin aku membawa kedua anakku yang masih kecil." jawab Diana.


Erika pun mengerti lalu Diana memanggil Eka dan Lanita dan memerintahkan mereka untuk menjaga anaknya sementara Diana membawa Erika ke Ruang tamu untuk dilayani namun Erika tidak terima malah ikut turun tangan.


Diana memandang raut wajah Erika yang tak biasa, "ada apa Erika? kenapa aku merasa kamu memiliki masalah?." tanya Diana.


Erika pun menjawab dengan hati-hati bahwa Ia ingin bertemu Tyara supaya mau memberi jalan keluar dari masalahnya.

__ADS_1


"seorang Pria dari Indonesia?." beo Diana tak percaya akan cerita Erika.


"iya kak..! dia sangat berbahaya, pembunuh berantai yang ditakuti di Eropa tapi di buang ke Negara kami karna Dia sangat mengerikan, dia bisa bebas walau berada di dalam penjara tidak ada cahaya tangannya sangat hebat bisa melunakkan besi kecuali besi mistis di penjara kami."


"lalu apa masalahnya? kenapa tidak di hukum mati saja?." tanya Diana heran.


"masalahnya dia bekerja sangat bersih Kak, tidak ada bukti bahkan ekspresinya yang tenang itu benar-benar meresahkan." keluh Erika.


"jadi ini alasannya? tapi kenapa dia bisa orang Indonesia?." tanya Diana sekali lagi.


Erika menjelaskan bahwa Pria itu campuran darah Eropa-China dan Neneknya itu orang Indonesia yang sudah menetap di Luar Negri.


"apa ada alasan kenapa dia membunuh?." tanya Diana.


"itulah alasannya, aku terlalu takut bertanya padanya bahkan siapapun tidak ada yang berani mewawancarainya, dia diperlakukan seperti hewan buas yang dikurung dalam Kandang besi mistis kami." ujar Erika lagi.


Diana merasa prihatin dengan masalah Erika, sepertinya Erika tidak bisa berpikir lagi cara mengatasi Pria itu.


"kalau begitu nanti tanyakan suamiku bagaimana?." tanya Diana tapi Erika dengan cepat menggeleng.


"jangan Kak..! aku tidak mau membawa Kak Cashel karna dia pasti memasang bom di tubuh Pria itu, hanya orang yang berhati lembut saja yang bisa sabar menghadapi Pria yang tidak mau bicara seperti Pria itu."


Diana menggaruk kepalanya yang tak gatal, perumpamaan yang Erika katakan seperti suaminya sangat kejam padahal menurut Diana sampai detik ini suaminya sangatlah baik.


malam harinya,


"benarkah? kok bisa?." tanya Tyara kaget mendengar cerita Erika.


"tolong aku Tya..! aku kasihan pada Ayahku yang jarang tidur demi masalah ini sementara aku sebagai penerus tahta tidak punya kontribusi apapun."


Tyara malah tak suka jawaban Erika, "tidak ada Kontribusi apanya? kamu yang sudah menjayakan rakyat mu kan? berkatmu angka kemiskinan di Negaramu menjadi lebih berkurang, caramu itu sudah sangat baik."


"aku tidak memikirkan itu Tya..! masalahnya jika Ayahku tidak bisa memberi keputusan maka dia akan minta bantuan pada Pangeran Jenius tetangga dan bayarannya pasti minta aku menjadi Ratu kelimanya, aku tidak mau punya suami yang banyak selir atau Ratu." cerocos Erika.


Tyara merasa geram pun mengangguk, "aku akan membantumu Putriku sayang..! jangan sedih ya? aku tidak akan membiarkan Tuan Putriku ini menikahi Pria keranjang."


Erika tersenyum lebar, "terimakasih Kakak Ratu."


lalu mereka tertawa bersama karna panggilan itu sangat lucu, Erika memeluk Tyara dengan erat seperti Kakaknya sendiri semenjak Deniel meninggalkannya Erika tidak punya saudara untuk menumpahkan rasa sedihnya tapi sejak bersama Tyara masalah Erika teratasi, Tya adalah satu-satunya perempuan yang sangat Erika sayangi melebihi saudara sendiri.


Tyara dan Erika hanya selisih 3 bulan saja tapi Erika yang paling muda, walau sebenarnya umur mereka sama saja.


.


ke esokan harinya,


Tyara pamit pada Keluarganya mau ke Negara Erika untuk bersenang-senang, Tyara tidak mengatakan kebenarannya dan semua Keluarganya pun mengizinkan asalkan Tyara rajin mengabari Keluarganya.

__ADS_1


hari itu juga Tyara berangkat bersama Erika dengan pengawalan ketat dari Pengawal khusus Ayahnya Erika (Rajab).


di Mansion Asiantama,


"ada apa sayang? kamu lihat apa?." tanya Cashel melihat Diana sibuk melihat Ponsel.


"ahh.. aku hanya lihat berita di Luar negri." jawab Diana menyimpan ponselnya.


"berita dari mana?." tanya Cashel.


"tempat tinggalnya Erika lah, dimana lagi?." jawab Diana dengan sewot.


Cashel tersenyum, "aku heran apa kamu tidak tau kalau berita dunia Kerajaan itu pasti disembunyikan dengan baik apalagi masalah serius, berita seperti apa yang kamu cari sayang? apa menyangkut keamanan Negara? jika memang iya jangan harap kamu bisa mendapatkan info yang kamu mau."


Diana membeku ditempat, "hehe..? aku terlalu penasaran sampai lupa dengan rahasia bangsawan."


Diana menoleh ke Laudya yang memegang bajunya bahkan telah duduk dipangkuannya.


"ne.. ne" racau Laudya tidak jelas.


Diana mencium sayang Putri kecilnya dan langsung memberi asi Laudya.


"uuhh.. sayang..? Putri Mommy lapar banget ya?." Diana menduselkan hidungnya dengan kening Putri kecilnya.


Cashel memangku Vendra pun duduk disamping Diana sambil melihat betapa lahapnya Putrinya makan.


"Beb? jangan macam-macam ya?." peringatan Diana melihat wajah suaminya semakin mendekat saja.


Cashel nyengir lalu mengecup leher Diana, "aku terhipnotis sejenak."


Diana menggeleng kepalanya lalu melihat Vendra tampak mengantuk dipelukan Cashel sampai benar-benar tertidur.


"kamu tidak melatih Asya Beb?." tanya Diana.


"sudah ada Oma Cantik (Jessica) yang melatih Asya, Lion dan Dylon bersamaan di hutan Nethal." jawab Cashel.


"apa tadi Asya baik-baik saja? bukankah Kekuatannya baru aktif tidak seperti Dylon yang sudah lama aktif."


"Asya tidak apa-apa sayang..! dia malah gembira memiliki kekuatan itu bahkan bertanya mengapa tidak punya taring Vampir." ujar Cashel.


Diana tertawa, "vampir?."


"entah siapa yang memberitaunya kalau hanya Vampir yang punya kekuatan dahsyat." gerutu Cashel.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2