Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
bertemu dewi mistis


__ADS_3

.


.


.


"Cashhh?." rengek Diana melingkarkan tangannya di pinggang Cashel sambil mendongak menatap Cashel yang masih tertawa.


Cashel memeluk Diana, "kamu memang tambah berisi sayang tapi tubuhmu makin seksi." bisik Cashel sambil meremas bok*ng Diana.


Diana memukul lengan Cashel yang hobby sekali menyentuh asetnya tapi tidak melakukan hal lebih, Cashel masih mau menunggu sampai pernikahan mereka didepan publik terjadi.


Cashel tertawa mendengar gerutuan Diana yang mengatainya mesum juga Cashel lah tersangka utama yang membuat nya menjadi gemuk tapi Diana tidak diejek gendut hanya ditertawai saja, siapa yang tidak gemas melihat wajah masam Diana.


"kamu mau ikut makan siang denganku sayang? hari ini aku terakhir kerja, besok aku tidak akan bekerja." tanya Cashel dengan lembut.


Diana tersenyum manis, "apa cutinya jadi?." tanya Diana.


Cashel mengangguk, "mau bulan madu dimana sayang?." tanya Cashel.


"hmm? Vila itu saja, aku suka main salju." jawab Diana dengan semangat.


Cashel terkekeh, "disana tidak perlu passport, yang lain bagaimana? mau ke negara mana?." tanya Cashel merapikan rambut Diana.


"aku akan cari tau Cash, soalnya aku tidak tau banyak tempat berbulan madu." ucap Diana setelah berpikir cukup lama.


Cashel mengangguk, "bagaimana dengan pertanyaan pertamaku?."


Diana menautkan kedua alisnya Cashel menduselkan keningnya dengan kening Diana lalu mengulang pertanyaannya, "kamu mau ikut makan siang denganku sayang?."


Diana terkekeh malu, "baik yang mulia." jawab Diana dengan kepala menunduk.


Cashel menciumi bibir Diana yang memejamkan mata sambil memukul punggung Cashel, Pria yang sudah sah menjadi suaminya ini namun belum ke publik, Ia suka sekali menciumi nya dan juga menyentuh asetnya tapi lebih.


.


Cashel membukakan pintu mobilnya untuk Diana, Eka hanya mengantarkan Diana didepan pintu Mobil.


"Eka? jangan lupa beri makan peliharaanku ya?." pinta Diana membuka kaca mobil Cashel.


"baik Nona." jawab Eka tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Diana dan Cashel sudah menikah jadi tidak perlu dipingit lagi sebab cara menikah mereka berbeda diantara Keluarga manapun.


.


malam harinya,


Diana disuruh berpakaian gaun putih bersamaan dengan seluruh Keluarga barunya, Diana tidak tau hanya menurut saja.


"mau kemana Cash?." tanya Diana berbisik ke Cashel yang berada disampingnya berpakaian serba putih juga.


"kita ke Dewi Mistis Keluarga kami." bisik Cashel.


Diana melebarkan matanya, "benarkah?."


Cashel mengelus kepala Diana, "sepertinya kamu tau banyak tentang dewi kami sayang."


Diana menggeleng kepalanya, "tidak banyak juga cuma tau sedikit."


Eka celingukan membawa perlengkapan perhiasan pernikahan Diana mengikuti Keluarga Cashel, Tyara dan Bubby yang biasanya pekacilan serta ribut malah terlihat serius seakan ada hal yang tidak boleh dipermainkan.


Endang serta Dewi Par membuka sebuah Ruangan, semua orang memasuki Ruangan itu. sungguh tidak ada apapun di Ruangan itu selain hanya lukisan seorang wanita yang sangat cantik dengan Mata merah delima seperti Jessica.


Diana dan Eka yang baru memasuki Ruangan itu tidak tau apapun tapi juga tidak berani bertanya, semua orang tampak serius.


"bawa kemari Eka." pinta Dewi Par.


Crystal dan Alex membawa perlengkapan Cashel berupa sepatu, jam tangan dan Baju formal pernikahannya hanya Diana yang belum ada sebab Gaun Diana esok akan datang setelah diperbesar hanya membawa perhiasan serta Heelsnya saja.


Diana menatap lama Potret itu Ia tidak berani berpikir karna Tyara, Crystal, Bubby serta Cashel tau isi pikirannya jadi hanya bisa diam supaya tidak membuat kekacauan ditambah Tyara dan Bubby terlihat serius.


Crystal, Dewi Par dan Endang memanggil dewi mistis mereka lalu Potret yang terlihat hidup itu bergerak pelan dan perlahan Diana membulatkan matanya kaget melihat penampakan langka itu, Eka pun terbelalak walau sudah tau dari beberapa pelayan lainnya tapi tetap saja Ia syok melihat langsung.


"Dewi..?" sapa mereka semua serentak memberi tundukan sopan.


Diana dan Eka melihat sekeliling pun mengikuti penghormatan mereka, wanita dari lukisan itu terlihat tersenyum lembut.


"ada apa anakku?." tanya wanita itu ke Crystal dan Jessica yang memang paling disayang olehnya sebab mereka berdua keturunannya.


"Kak? aku membawa seorang gadis untuk Cashel, apakah pernikahan mereka berjalan lancar? aku tidak mau ada hambatan." Crystal memang memanggil leluhur nya itu Kak karna sangat cantik tidak seperti nenek-nenek.


sosok itu melihat ke arah Diana yang mengerjab-ngerjab betapa cantiknya wanita itu dimata Diana.

__ADS_1


"waahh? Cash? kamu mendapatkan gadis suci sayang, hebat sekali kamu memang keturunan ku." kata Sosok itu dengan bangga mendekati Diana lalu menangkup kedua pipi Diana.


Diana tegang saat wanita itu mengelilinginya lalu mengendus dada nya membuat Diana cepat menyilang aset depannya, Cashel tersenyum saja sementara yang lain melihat hal itu malah penasaran.


"hatimu lembut sekali ya? bagaimana Cashel menemukanmu hmm?." tanya wanita itu terheran.


Crystal dan Alex saling pandang lalu mengulas senyum karna tau jawabannya bahwa Diana adalah gadis yang sangat tepat.


Indiro, Endang dan Dewi Par tidak mengerti sebab ini pertama kalinya mereka melihat dewi mereka mengendus hati seseorang.


"hmmm? haaah aku suka wangi hatimu sayang, kamu sangat cocok dengan Cashel yang hatinya panas sedang kamu dingin, Cashel keras kamu lembut, Cashel kejam kamu mulia, Cashel jahat kamu baik, kalian sudah disatukan oleh alam."


Diana mengerjab-ngerjab saja, Cashel menahan senyumnya saja melihat raut wajah lucu Diana, memang gadis itu tidak suka dipuji bahkan jika ada yang menjelekkan Cashel saja Diana akan marah, tapi tampaknya gadis itu terlalu syok jadi tidak bisa mencerna perkataan apapun.


.


di Kamar Diana,


"ada apa Eka? apa kamu baik-baik saja?." tanya Diana ke Eka yang sejak tadi terlihat tegang dan pucat.


"tidak apa Nona, saya sedikit takut dengan hantu." cicit Eka dengan senyuman.


Diana tersenyum, "awalnya aku takut tapi semua keluarga Cashel sangat menghormatinya dan aku juga harus menghormati sosok itu."


Eka menganggukkan kepalanya, "ternyata Nona dan Tuan Muda sudah disatukan oleh alam ya? saya senang mendengarnya walau sempat takut."


mereka berbicara sebentar lalu Eka pamit keluar saat Cashel masuk ke Kamar Diana.


"ada apa Cash? apa kamu tidak bisa tidur?." tanya Diana sambil mengelus kepala Cashel yang berbaring di pangkuannya.


"hmm." jawab Cashel memejamkan matanya.


Diana tersenyum lembut mengelus kepala Cashel walau kepalanya sedang menahan segala pertanyaan tapi Ia menunggu Cashel mengatakannya sendiri.


"hatiku tidak salah jatuh cinta pada gadis murni sepertimu sayang." ucapan Cashel membuat Diana melihat ke Cashel.


"hmm?."


"Bunda bilang kamu lebih murni darinya sebelum menikah dengan Papaku, Bunda polos dan bodoh tapi sangat usil juga bisa membalas dendam sedangkan kamu? hatimu tidak ada dendam. apa kamu tidak lihat dewi Kami tampak sangat menyukaimu hmm?." Cashel masih memejamkan matanya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2