
.
.
.
Diana tersenyum manis lalu mengecup bibir Cashel, "suamiku sangat baik dan romantis." ucap Diana dengan lembut mengelus rahang Cashel.
Cashel mengecup telapak tangan Diana, "kamu tidak boleh stres sayang..! tidak sampai 1 bulan lagi kamu akan lahiran sayang, lagian kenapa ingin melahirkan normal hmm? kan aku banyak uang bisa Operasi caesar."
Diana menggeleng kepalanya, "aku banyak berjalan supaya lancar melahirkan, lagian nanti Oma membawa seorang guru Yoga untuk melatih ototku supaya bisa melahirkan normal sesuai keinginanku."
Cashel menghela nafas berat lalu mengelus perut Diana yang besar, "aku takut melihat perutmu yang besar sekali sayang." lirih Cashel.
Diana tertawa, "karna kamu membuatku hamil 2 anak sekaligus." hibur Diana.
Cashel mengulum senyum tampannya terkadang membuat Diana merasa gemas dengan ketampanan Cashel.
"kenapa sayang?." tanya Cashel mengernyit gemas.
"aku tidak sabar melihat bayi laki-lakiku pasti wajahnya akan setampan dirimu Beb..! kamu sangat tampan sampai aku merasa wajahku sendiri tidak sesempurna dirimu." ucap Diana malu-malu.
Cashel mengerut tak suka, "kamu tipe idealku sayang..!"
"idealmu seperti apa Beb?." tanya Diana penasaran.
"hatinya yang sempurna sepertimu." jawab Cashel membuat Diana semakin malu lalu memeluk Cashel sambil menyembunyikan wajahnya.
"bukan karna wajahku kan?." tanya Diana dibahu Cashel.
"bukan..!" jawab Cashel serius.
Diana mengangguk-nganggukkan kepalanya, "aku juga mencintaimu bukan karna kamu Kaya atau sangat Tampan Beb..! awalnya aku takut kehilanganmu tapi kamu terlalu baik jadi entah kapan aku jatuh cinta padamu Beb."
"aahhh?." pekik Diana.
"kenapa sayang?." tanya Cashel khawatir.
Diana membuka baju besarnya dan memperlihatkan perutnya yang menonjol-nonjol di bagian tertentu hingga Cashel terkesima, Ia sampai kebingungan melihat tonjolan itu.
"a.. anak kita menendang-nendang Beb." kata Diana sambil mencari posisi nyaman untuk memberi ruang perutnya yang sedang bergerak-gerik itu.
__ADS_1
"a.. aku." Cashel terduduk di lantai lalu menempelkan sisi kepalanya ke perut Diana yang tersenyum lebar mengelus kepala Cashel.
Cashel dan Diana semakin mesra saja melewati hari-hari mereka di Mansion, terkadang Cashel bekerja di Sofa Kamar Diana demi membantu Istrinya yang semakin sulit tidur karna bayinya semakin aktif saja diperut Diana.
Bubby sibuk dengan pekerjaannya yang memperluas Apartemennya kebelakang, Alex dan Indiro membiarkan anaknya menambah kekayaannya bahkan tau kalau Bubby pasti dapat uang dari hasil palakin Kakaknya.
.
.
suatu hari Diana akhirnya melahirkan dengan Normal di Rumah Sakit, sementara Baby Lion Irina dan Lionel sudah keluar dari RS sekitar 1 bulan yang lalu.
Keluarga Cashel mondar-mandir di depan Ruang Persalinan Diana.
"bukankah kita bisa membantu?." tanya Endang.
"Diana terlalu keras kepala." sahut Dewi Par.
"mereka sangat serasi." gerutu Alex yang tau Cashel dan Diana sama-sama Keras kepala.
"sudahlah..! yang penting Cashel didalam bersama Diana." sahut Indiro.
Crystal mengangguk-ngangguk, "semoga saja Diana kuat..! aku sudah rutin memberinya kekuatan kecil supaya tubuhnya tidak lelah menampung kedua Cucuku."
mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing hingga akhirnya suara tangis bayi membuat semua orang yang cemas berubah lega.
"cucuku..! kita sudah punya cucu sayang." Alex mendekap erat Crystal yang terkekeh membalas pelukan suaminya.
Eka tersenyum haru begitu juga Tyara yang spontan memekik memeluk Eka, Bubby tersenyum lebar akhirnya Ia punya keponakan mungil yang bisa diajak main nanti apalagi kalau Kekuatan keturunan darah Cashel sudah bangkit pasti lucu sekali.
.
di dalam Ruang Persalinan.
Cashel terharu menggendong bayi laki-laki yang telah dibersihkan, bayi perempuan diletakkan disisi Diana.
"sayang?? selamat datang di dunia ini Putriku." bisik Diana dengan lembut.
Cashel mencium pipi bayi laki-laki ditangannya, "selamat datang son..! kalian memang hebat tidak menyusahkan Mommy kalian berdua ya?."
Diana tersenyum ke arah Cashel, Cashel mengibaskan tangannya memberi cahaya kecil disekitar Diana yang wajahnya tidak lagi memucat.
__ADS_1
"aku baik-baik saja Beb." kata Diana.
para suster dan Dokter pura-pura tidak dengar sebab mereka dibayar pribadi oleh Cashel untuk tidak membocorkan apapun yang terjadi diantara mereka, anggap saja sebagai biaya tutup mulut, tutup telinga dan tutup mata dari Keluarga Asiantama.
.
Semua orang berkumpul saat Ruangan Inap Diana yang mewah, Bart terlihat bangga menggendong cucu laki-lakinya dan sesekali melirik cucu perempuannya di gendongan Alex.
ada juga yang masih sibuk mengomeli Diana yang senyam-senyum, Cashel disisi Diana mengelus lembut kepala Diana yang sejak tadi tidak membantah sedikitpun omelan Keluarganya serta Irina pada Diana, belum lagi Eka yang mengeluh jantungnya hampir copot saat Diana menolak dibantu dengan Kekuatan dari Keluarga itu hanya karna ingin menikmati masa-masanya sebagai seorang Ibu.
Lionel sedang menggendong baby Lion disofa bersama Keluarga besarnya yang berebut melihat Baby kembar Cashel dalam gendongan Alex dan Bart.
"apa aku boleh membuat pesta besar? aku harus merayakan cucu-cucuku ini." tanya Bart.
"ide bagus..!" kata Indiro.
"tidak bisa..!" Tyara tiba-tiba berdiri.
"aah maaf..! hehe..?" Tyara nyengir kuda saat semua orang melihat ke arahnya.
"Minggu depan Tyara harus ke German sudah pasti tidak diberi izin libur, mana bisa Kalian pesta sementara Aunty cantik Baby kembar tidak ada..! kalian tidak boleh mengadakan pesta sampai Aunty cantiknya tiba lagi disini." cerocos Tyara terang-terangan.
Bart terbahak, "baiklah..! Kakeknya ini masih sibuk dengan bisnis baru jadi belum cukup mengadakan pesta besar, kalian ikutan saja nanti karna semua biar aku yang bayar dan uangnya akan kembali padaku." Kata Bart percaya diri.
"Ayaaah? sebenarnya Ayah mau jadikan Cucu Ayah sebagai ladang uang ya?." omel Diana.
semua orang tertawa keras, Bart malah nyengir, "kalian semua memang ladang uangku..! kalian harus mengerti aku ini sudah menjadi raja yang miskin.!"
"baiklah..! Aku akan adakan Pesta besar saat Usia cucu-cucuku genap 17 tahun." kata Alex.
"setuju...!" sahut Crystal, Indiro, Dewi Par, Endang serta Tyara bersamaan.
sontak saja Ruangan itu ramai dengan canda tawa, ditambah Rey dan Jessica yang meledek Bart padahal Bart mantan Raja namun Pria yang pernah menduduki posisi Raja itu hanya cengar-cengir bukannya tersinggung, Ia baru saja merasakan betapa indahnya menjadi seorang rakyat biasa yang pikirannya hanya uang saja bukan masalah rakyat.
Bubby tersentak saat ponselnya bergetar lalu izin pada Crystal yang mengelus kepala Bubby, Bubby keluar dari Ruangan Diana sambil mengangkat panggilannya.
"ada apa Ra?." tanya Bubby.
"Hik.. hiks..! maaf Tuan Muda..! Uang Belanjaan yang Tuan Muda berikan diambil oleh Ayah saya, a.. apa yang harus saya Lakukan Tuan..! mereka.. mereka..? hiksh.. hiks.." akhirnya tangis Rara yang tersendat-sendat pecah juga seketika.
.
__ADS_1
.
.