Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
pulang


__ADS_3

.


.


.


"Beb? kamu ngapain peluk aku sih? ini teman baru aku loh." Diana berusaha mengelak dari pelukan Cashel.


Cashel mendengus, "waktumu habis untuk sikembar saja sayang, aku juga butuh perhatianmu." protes Cashel kembali memeluk Diana dan menduselkan keningnya dibahu Diana.


Diana sudah merah padam melihat wajah Lanita, "Ka? tolong antar dia ke Kamarnya ya? tunjukkan Kamarnya." pinta Diana ke Eka.


Eka tersenyum lebar merangkul Lanita dan membawanya pergi dari sana.


"Kak Lala harus terbiasa melihat adegan mesra mereka ya? nanti Nona malu seperti tadi." peringatan Eka.


"aah..? maaf Eka..! aku belum terbiasa jadi mohon ajari ya?." pinta Lanita.


Eka mengangguk lalu mengantarkannya ke Kamar kosong, kemarin malam Eka juga sempat bingung saat Para Pelayan membersihkan sebuah kamar tapi ketika Eka bertanya mereka malah bilang itu Kamar Pekerja baru, ternyata yang dimaksud mereka adalah Lanita padahal Eka sempat mengira Pelayan Mansion.


setelah melihat Kamar barunya Lanita disuruh pulang untuk mengambil baju-baju serta keperluannya tinggal di Mansion, Cashel memberi waktu Lanita bekerja besok hari.


.


di Taman,


"Beb?? kenapa aku dikawal? kamu jawab aku benar-benar dong." tanya Diana dengan kesal sambil berbalik menatap suaminya.


Cashel mengulum senyum mengelus pipi Diana, "bukankah kamu bosan di Mansion terus hmm? aku jarang bisa menemanimu kemanapun kamu mau sayang tapi dengan adanya Pengawal aku sedikit percaya melepasmu."


Diana seketika berbinar, "benarkah? berarti aku boleh Keluar?."


"boleh tapi apa kamu sudah bisa jalan normal sayang?." tanya Cashel pura-pura tidak tau.


Diana menatap datar Cashel, "aku tau kamu yang menyembuhkan aku Beb."


Cashel mengerutkan keningnya, "aku tidak melakukan apapun sayang, bukannya kamu melarangku menggunakan kekuatan?."


Cashel mana mau mengaku, jujur saja hatinya sakit melihat Diana tidak kuat berjalan jadi menyembuhkan Diana diam-diam sebab Cashel tau Istrinya itu akan marah.


"sudahlah..! yang penting aku bisa keluar." senyum lebar Diana.


Cashel mengangguk, "Baby Kembar bagaimana sayang? apa kamu yakin tidak mau Babysister?."


Diana menggeleng kepalanya, "tidak usah..!"


mereka berbincang mesra hingga Eka kembali ke Diana dan mengatakan bahwa Bart sudah tiba malah menemui si Kembar.

__ADS_1


Diana tertawa sedangkan Cashel memasang wajah datarnya saja, Ia tidak marah dengan Bart karna tau Pria itu sangat menyayangi cucunya.


"kemarin ada aja alasannya nggak bisa datang, sekarang tiba-tiba datang." kekeh Diana menggenggam tangan Cashel.


mereka berdua berjalan berdampingan layaknya sepasang kekasih, tubuh Diana masih butuh pengikat supaya perutnya tidak melar dan takutnya Cashel berpaling dari Diana, demi Cashel tentu saja Diana mau melakukan apa saja walau sedikit sesak.


.


malam hari,


Diana tertawa melihat Bart begitu gemas dengan Putrinya, Cashel memberi asi ke Baby Dylon dengan Botol berisi asi Diana.


"cepat besar ya nak? cepat besar Cucu Kakek?." oceh Bart.


Cashel memandang bayi mungilnya, Ia tidak menyangka paras Bayi itu seperti cerminan dirinya saat masih bayi di Album foto Crystal dan Alex, Diana tidak sengaja melihat bibir Cashel melengkung melihat Baby Dylon terkadang Ia juga ikut tersenyum manis ketika Cashel mencium kening Dylon.


"nanti saat kamu besar pasti tidak mau di cium oleh Papa." bisik Cashel dan kebetulan Diana mendengarnya.


Diana tersentak saat Ponselnya bergetar ternyata dari Tyara yang recok ingin melihat Keponakannya bahkan ingin melihat Keponakannya, ancaman Cashel seketika membuat Tyara mengurungkan niatnya.


Tyara hanya Kuliah selama 2 tahun mengapa harus bertindak seperti Ibu? Tyara memang harus fokus sekolah karna kemudian hari nanti Tyara juga akan hamil dan merasakan jadi seorang Ibu.


"hussh..? kamu ngomong apa sih Beb? kenapa mengatakan hal seperti itu pada Tya?." omel Diana menjauhkan diri dari Cashel.


Tyara mengerucutkan bibirnya, "kak Cashel memang kejam."


Cashel adalah satu-satunya Orang yang menganggapnya manusia yang boleh bahagia juga disaat semua orang memperlakukannya seperti sampah dan binatang tidak berguna.


tak lama mereka bercengkrama Bubby tiba-tiba datang membeli banyak gemerincing dan tanpa meminta izin Cashel menghias tempat tidur Baby kembar.


"apa ini?? kenapa bayi laki-lakiku diberi gemerincing di tempat tidurnya juga?." protes Cashel.


Bubby memutar bola matanya dengan malas, "Kak? aku hanya menghias biar tidurnya lelap."


mereka malah berdebat disana hingga Bart menengahi sementara Diana masih sibuk bercengkrama dengan Tyara cukup jauh dari Cashel yang mengacaukan hati Tyara saja sampai dibilang Cashel kejam.


.


3 tahun kemudian,


Tyara kembali ke Indonesia setelah mendapat gelar S3 sekaligus, gadis itu semakin dewasa dan tambah cantik.


"aku tidak sabar menemui Keponakanku..! pasti sudah bisa berlari." gumam Tyara dengan senyum manisnya dibalik masker serta kaca mata hitam bertengger di hidungnya.


di tempat lain,


Cashel juga baru pulang dari luar Kota membawa beberapa mainan baru untuk anak-anaknya.

__ADS_1


"Papaaa?." seorang gadis mungil dengan gelang kaki berupa gemerincing yang ribut saat berlari terpasang manis di kedua kakinya sungguh menggemaskan.


"aaahhh?? Asya???" Cashel sumringahnya luar biasa melihat Putrinya berlari dengan kaki kecilnya begitu riang ke arahnya.


hap...! Cashel menangkap tubuh mungil Putrinya.


Crystal keluar menggandeng tangan kecil Dylon bersama Alex.


"lohh?? kok instingnya Dek Asya lebih kuat dari pada kamu sayang?." tanya Crystal gemas ke Dylon.


Dylon diam karna Ia malas berlari tapi kalau Mommy nya yang datang sudah pasti Dylon tau dan menyambut Mommynya.


"sudah aku bilang sayang..? Asya anak Cashel sedangkan Dylon anak Diana." kekeh Alex.


Cashel menggendong Putri kesayangannya lalu mencium-ciumi wajah menggemaskan Putrinya.


"Papa kangen banget sama kamu sayang." kata Cashel.


"Asya uga angen papah." jawab Asya mencium pipi Cashel dibalas ciuman bertubi-tubi dari Cashel lagi.


"Mommy mana nak?." tanya Cashel mengambilkan sesuatu untuk Putri kecilnya.


Asya merasa gembira dengan mainan baru yang dibawa Cashel, ia tersentak saat ada sesuatu menarik bajunya lalu Cashel melihat kebawah ternyata ada Dylon melipat kedua tangannya dengan ekspresi angkuhnya itu.


Crystal tertawa lebar sedangkan Alex menggeleng kepalanya karna Dylon sangat mirip sekali dengan Cashel saat masih masa pertumbuhannya.


"iya-iya." Cashel tak heran lagi dengan tingkah anaknya itu lalu mengambilkan mainan untuk Dylon.


Dylon tersenyum lebar seakan mendapat harta karun, "asih pah." ucap Dylon melenggang pergi dengan kaki kecilnya melewati Crystal dan Alex yang mengelus kepala bocah lucu itu.


Cashel menggeleng kepalanya sambil tersenyum tampan lalu mendekati Crystal dan Alex sambil menggendong Asya, "dimana Diana Bunda? Pa?."


"Diana tadi keluar sama Lanita dan Eka, katanya mau beli baju baru untuk sikembar." jawab Crystal.


Cashel terkekeh, "Istri Cashel makin ketagihan beli pakaian baru ya?."


"katanya yang ini sangat lucu kebetulan lagi diskon besar katanya." sahut Crystal lagi.


"Istrimu seperti menganggapmu telah jatuh bangkrut Cash..! apa dia ingin menjatuhkan harga dirimu sebagai Pria terkaya tahun ini?." ledek Alex sengaja memancing amarah Cashel.


"biarkan saja, apapun kesenangannya." jawab Cashel seakan tidak peduli yang penting Istrinya bahagia.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2