Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
pengawal baru


__ADS_3

.


.


.


3 perempuan saling melawan 1 lawan 1 dan Cashel menilainya hingga Ia terkesan pada Lanita, gadis itu sangat tahan di pukul walau tingginya hanya 166 cm tapi triknya mengecoh lawan sangat patut diacungi jempol.


"Lanita.! lawan aku" kata Cashel membuka jas nya dan melonggarkan dasinya.


ketiga perempuan itu segera menunduk karna Cashel terlalu mempesona tapi Pria itu seakan acuh sebab Ia hanya fokus dengan 1 yang terbaik dari mereka bertiga untuk pantas menjadi Pengawal Istrinya.


"Tuan? apa anda gila?? dia perempuan." protes Abin dilirik tajam oleh Cashel.


"baiklah." jawab Abin tak berani protes lagi.


"kenapa diam? aku tidak peduli kau perempuan, lawan aku seperti musuh." titah Cashel ke Lanita.


"ba.. baik Tuan." jawab Lanita.


Sarah dan Nite melangkah mundur, mereka berdua sangat mengakui Lanita sangat hebat walau tinggi Lanita tidak seperti mereka yang 170 CM tapi ketahanan Lanita memang pantas dilirik oleh Cashel yang memang membutuhkan kriteria seperti itu.


Lanita menyerang Cashel dengan segala kemampuannya sebab Ia memang menginginkan pekerjaan ini, Ia butuh uang untuk menebus Rumah Peninggalan Ayahnya yang di gadaikan oleh Ibunya demi menyekolahkan Lanita.


Cashel menendang Lengan Lanita dengan sengaja untuk menguji penilaiannya ternyata benar Lanita tidak menyerah walau lengannya gemetar, gadis itu menggunakan kakinya menendang perut Cashel hingga mundur 1 langkah kebelakang, Cashel mengangguk.


"Kau Lulus." kata Cashel.


Lanita berkaca-kaca haru lalu meminta maaf pada Cashel tapi nyatanya Cashel mengabaikan hal itu, Abin menganga saja dengan kegilaan Cashel itu.


"obati tanganmu sendiri ke Ruang Pengobatan.!" kata Cashel.


Lanita menunduk sopan menuruti lalu pergi diantar Abin tanpa protes, lengannya Lanita memang terasa nyeri tapi tidak membuat Lanita dendam, seorang Pengawal memang harus tahan banting dan tetap berpikir jernih meski dijadikan samsak tinju.


"kalian berdua aku bebaskan memilih pekerjaan apapun yang kalian inginkan..! aku akan gunakan Koneksiku." titah Cashel.


"be.. benarkah Tuan Muda?." tanya Sarah tergagap.


"hmm..!" jawab Cashel.


Sarah minta bekerja di Bandara sebagai Pramugari bagian Pusat, Nite meminta Kerja di Pusat Pengawalan Bluehouse terkenal yang memasuki tempat itu sangat sulit karna Nite sudah 29 kali mendaftar hanya kegagalan total yang diterimanya.


"baiklah..! kalian pulang, besok akan ada Undangan langsung dari kedua tempat itu." kata Cashel dengan wajah datar.


Sarah dan Nite menunduk hormat berkali-kali lalu keluar dari Ruangan itu dengan wajah sangat gembira padahal tidak terpilih, Cashel bisa mengabulkan permintaan orang-orang terbaik menurutnya, anggap saja Ia beri penghargaan pada orang yang pantas di bantu itu karna kemampuan bukan hal apapun.

__ADS_1


.


Lanita telah diobati oleh Dokter yang ada di Ruangan Kesehatan, si Dokter pun Keluar mencari makanan setelah mengobati Lanita hanya Abin dan Lanita saja di Ruangan itu.


"bagaimana lenganmu?." tanya Abin ke Lanita yang lengannya di perban untuk seharian ini saja.


"tidak apa Tuan." jawab Lanita.


Abin berdecak, "kau harus tahan dengan sikap kejam Tuan Mudaku, dia sangat mencintai Istrinya jadi wajar dia mengujimu sampai segila ini padahal dia tidak pernah memukul perempuan."


Lanita tersenyum lalu menundukkan kepalanya, "saya merasa terhormat menjadi orang kepercayaan Tuan Muda menjaga orang yang dicintainya."


"jika kau kesal padanya jangan melakukannya ke Istrinya, dia seperti Monster mengerikan jika kau menyakiti Istrinya walau segores saja." peringatan Abin.


"saya tidak berani Tuan, saya akan bekerja dengan baik serta menjaga kepercayaannya." balas Lanita lagi.


Abin pun merasa heran mengapa Cashel memilih Lanita dari Nite dan Sarah yang jelas gerakan mereka sangat hebat, mengapa memilih Lanita yang banyak dipukul?.


"sudahlah..! kenapa aku memikirkan pilihan Tuan Muda? dia pasti tau yang terbaik untuk Istrinya." batin Abin.


.


Cashel melempar kunci mobilnya ke Lanita yang kaget tapi berhasil menangkap kunci itu.


"bawa mobilnya..! aku akan kenalkan kau pada Istriku." titah Cashel.


Lanita merasa senang didalam hati karna dapat Pekerjaan yang layak juga gaji besar, tidak sia-sia Lanita mundur dari pekerjaan yang telah Ia lakoni selama 2 tahun sebagai Pelayan Resto demi mendaftar di Perusahaan Asiantama yang butuh Asisten, padahal Ia butuh uang jika tidak lulus sudah jelas Lanita akan menganggur.


"aku bisa tebus Rumah Peninggalan Papa, Ma? aku lulus Ma..! ini semua berkat Doa mama." batin Lanita tersenyum manis mengendarai mobilnya.


Cashel? Ia hanya pura-pura tidak dengar pikiran Lanita, Cashel tidak pernah memperkerjakan seseorang hanya karna rasa Kasihan tapi memang penilaian Cashel yang kejam itulah alasan utamanya memperkerjakan Lanita.


.


setibanya di Mansion Asiantama,


Lanita berlari-lari mengikuti langkah Cashel yang cepat lalu Cashel bertemu dengan Eka bingung melihat Lanita belum lagi lengannya diperban.


"dimana Diana? aku beri kau teman untuk menjaga Istriku." kata Cashel menjawab pikiran Eka yang mengira Lanita adalah simpanan Cashel.


Eka menunduk malu karna berpikir yang tidak-tidak pasti Cashel mendengarnya, "Nona sedang berada diKamar Baby Kembar Tuan."


"baiklah..! kau bawa dia ke Taman belakang, aku akan jemput Istriku." titah Cashel ke Eka.


"baik Tuan." jawab Eka lalu menunduk hormat saat Cashel melewatinya.

__ADS_1


"mohon ajarannya Hmm??" Lanita bingung menyebut Eka.


"Eka..! sepertinya kamu jauh lebih tua dariku, panggil aku Eka pelayan Pribadi Nona Diana." jawab Eka lalu menuntun Lanita ke Taman Belakang.


Lanita takjub melihat 10 ekor Burung peliharaan Putri Diana, pemandangan diTaman itu sangat tidak normal bahkan Lanita tidak pernah melihatnya (keindahan) di Luar sana.


"mau minum apa?." tanya Eka.


Lanita menggeleng kepalanya sambil tersenyum, "mohon ajari saya untuk mengenal Nona."


Eka tersenyum, "kakak harus panggil Nyonya pada Nona saya..! Nyonya Muda."


"baik, terimakasih saya hampir keliru memanggil Nona juga." ucap Lanita.


"tidak apa, sebenarnya aku hanya belum terbiasa memanggil Nyonya udah sayang sama panggilan Nona, jangan tiru aku ya?." kata Eka dan Lanita mengangguk dengan senyum lebarnya.


beberapa saat kemudian,


Eka sumringah melihat Diana datang dirangkul mesra oleh Cashel, Lanita yang melihat Eka langsung berdiri dan berbalik badan ke arah Diana.


"kenalkan dirimu." titah Cashel.


"perkenalkan nama saya Lanita Nyonya..! anda bisa memanggil saya Lala." kata Lanita dengan hormat.


Diana tersenyum ramah lalu menoleh ke Cashel, "apa aku harus dikawal? tapi aku bukan Tuan Putri." tanya Diana setengah berbisik ke Cashel.


"kamu Istriku..! Eka merawatmu juga anak-anak kita jadi harus ada yang mengawalmu sayang saat dia lengah." kata Cashel membuat Eka tersenyum lebar sebab Ia memang suka menjaga Bayi Kembar Diana yang lucu.


Diana menganggukkan kepala dan memutar pandangan ke Lanita, "semoga kita akur ya Lala? tapi kenapa tanganmu? apa terjatuh?." tanya Diana.


Cashel acuh saja karna tau Lala tidak akan berani mengatakan kebenarannya, Diana meminta Cashel menyembuhkan gadis itu seperti kerbau di cucuk jarum Cashel menuruti permintaan Diana.


Lala tegang dengan situasi itu sementara Diana mendekati Lala dan menggenggam kedua tangan Lala, "jangan takut ya? semoga kamu akur denganku." kata Diana dengan ramah.


"terimakasih Nyonya." ucap Lala.


Diana menggaruk kepalanya, "kenapa aku belum terbiasa dipanggil Nyonya?." gumam Diana.


Cashel menjawab malah tanpa malu memeluk Diana didepan Eka dan Lala, Eka sudah biasa tapi Lala kan masih baru wajar saja mata gadis itu kaget melihatnya.


"karna kamu sudah menjadi seorang Ibu dari anak-anakku sayang." kata Cashel tersenyum tampan dibahu Diana tanpa rasa malunya itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2