Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
salah?


__ADS_3

.


.


.


"dalam pertemanan sentuhan itu hal biasa bahkan berpelukan juga hal biasa, yang lebih intim itu sepasang kekasih". kata Cashel


"tapi nanti kamu terkena sial dariku". kata Diana bukannya malu dengan perkataan Cashel padanya.


Cashel mengambil tangan Diana, "kamu ciptaan Tuhan, aku juga ciptaan Tuhan".


Diana terharu dengan kata-kata Cashel lalu air matanya menetes dan Cashel bisa melihat bola mata yang menyimpan banyak penderitaan itu menjatuhkan air mata.


"apa ini?". batin Cashel merasa terusik melihat air mata Diana.


"kamu baik sekali". kata Diana dengan kepala tertunduk lalu Cashel menggeleng kepalanya cepat menghilangkan pikiran itu.


Cashel tidak tau apa yang Diana katakan karna gadis itu tidak mengeluarkan suara, "terimakasih kamu sudah memberitau kekurangan kueku, aku pikir aku telah memasak dengan sempurna ternyata ada yang kurang, aku akan ulang cara memasaknya tapi kamu harus memberi tauku ya?". pinta Cashel.


Diana mengangkat pandangannya, "kamu suka dengan kritikku mengenai masakanmu?". tanya Diana dengan bahasa bibir dan pikiran.


Cashel mengangguk sambil tersenyum tipis lalu melihat jam tangannya, terpaksa Cashel izin harus masuk ke Perpustakaan.


Diana terpaku mendengar Cashel telah pergi, Irina merasa senang melihat Diana memancarkan Rona kehidupan di pipinya.


"Nona? saya senang Tuan Cashel tetap mau berteman dengan Nona walau Nona mengatakan kebenaran tentang rasa masakannya". ujar Irina dengan gembira.


"iya, aku pikir dia akan tersinggung". kata Diana dengan gerakan tangannya sambil tersenyum tipis sangat tipis seperti senang merasa hidupnya berguna untuk seseorang lewat Indera pengecap gadis pembawa sial sepertinya.


Lionel diatas gedung pun tersenyum memasukkan kedua tangannya ke kantong celananya,


"dia adalah pemburu handal yang akan membawamu pergi dari neraka yang membelenggumu Putri Diana". gumam Lionel merasa lebih tenang saat Cashel menaruh rasa simpati pada Diana.


awal pertemuan Lionel dengan Diana adalah saat Cashel memandang mobil yang Diana tumpangi, ternyata Lionel akhirnya tau bahwa ada ikatan tersembunyi diantara keduanya tapi Lionel membiarkan ikatan itu terlihat sendiri karna takdir tidak pernah meleset, kebahagiaan tidak pernah tertukar, jodoh adalah pilihan Tuhan yang paling sempurna dihadiahkan untuk setiap makhluk ciptaannya.


.


di Toko,


Cashel memasak ulang menu kue yang sama, Ia terlalu menyepelekan gadis diatas kursi Roda itu sehingga tau kekurangannya.


"lidahnya luar biasa". gumam Cashel tersenyum tipis mengingat kritik berkelas gadis bisu itu lewat pikirannya.

__ADS_1


"aku tidak sabar menunggu komentarnya". sambung Cashel lagi sambil membenahi dapur nya.


malam itu juga Cashel pulang ke Kontrakan, Ia berjanji akan membeli perlengkapan memasak di Kontrakannya supaya bisa membuat kue sesuka hati disana tanpa harus repot di tempat kerja.


.


"Cash? kamu baru pulang?". Lionel muncul di belakang Cashel.


Cashel terdiam beberapa saat di atas meja dapurnya, Ia banyak membeli perlengkapan untuk membuat kue kedepannya di Kontrakan.


Lionel melihat kediaman Cashel pun menghela nafas berat lalu kembali naik ke kamarnya sambil menggerutu pelan, Cashel masih tidak mau mengaku telah terpikat pada Putri Diana.


.


ke esokan harinya,


Cashel melihat hal yang sama, yaitu drama yang dibuat oleh Putri Eliziany pada Diana.


"ckk...! memuakkan". gumam Cashel ingin menggunakan kekuatannya tapi Ia mengurungkan niatnya seketika saat ingat sebelumnya Cashel pernah membantu Diana tapi gadis itu malah semakin menderita.


"nanti dia jadi bahan artikel jahat lagi". tebak Cashel mengepalkan tangannya.


Putri Eliziany meraung memanggil Putri Diana yang semakin dianggap tidak tau diri, Diana dibilang orang yang iri dan tidak bersyukur dengan apa yang dimiliki, punya saudara seperti Eliziany adalah sebuah keberuntungan tapi Diana malah benci dengan Eliziany.


"kenapa Putri baik sekali padanya? lihatlah dia begitu sombong pada Putri". geram salah satu penggemar Eliziany seorang Mahasiswi di Kampus itu.


Eliziany mengatakan bahwa semua itu wajar karna dirinya mengambil posisi Diana, Diana kan yang seharusnya menjadi Putri Mahkota hingga para penggemar Eliziany memuji-muji Eliziany yang sangat rendah hati.


.


di Taman,


"Nona? Nona baik-baik saja?". tanya Irina dengan sedih memandang Diana.


"tidak apa, memang itu yang dia inginkan". jawab Diana dengan gerakan bibirnya.


Cashel melihat dari jauh pun mengepalkan tangannya, Ia berbalik dan kembali melihat Putri Eliziany sedang memainkan perannya sebagai Putri yang sangat baik hati dan memiliki hati yang sangat-sangat lembut.


Cashel mengangkat jemari tangannya hingga teriakan menggema seketika, Eliziany tiba-tiba jungkir balik dengan posisi kaki diatas padahal tidak ada tali atau apapun tapi mengapa Eliziany bisa tiba-tiba melayang.


"jangan memotret Tuan Putri jangannnn! ". teriak pelayan setia Eliziany.


Eliziany berteriak memaki pengawal untuk menolongnya, kata-kata kasar Eliziany terekam oleh para wartawan yang syok berat mendengar perkataan Putri Mahkota yang dikenal sangat lembut itu juga bisa bertutur kata kasar bahkan sangat kasar.

__ADS_1


Cashel menyeringai lalu tiba-tiba Ia menjatuhkan Eliziany yang sedang melayang-layang terbalik di udara saat ada tangan yang menepuk bahunya, Cashel berbalik dan kaget melihat Lionel tengah menatap datar dirinya.


"kenapa?". tanya Lionel.


Cashel memilih langsung pergi meninggalkan Lionel yang menghela nafas berat melihat situasi memilukan Putri Eliziany, Ia tertawa kecil sambil memijit pangkal hidungnya.


"lucu". bisik Lionel sangat pelan dengan cara Cashel melampiaskan kekesalannya.


berita tentang Putri Eliziany tersebar luas dimedia, kata-kata kasar Putri Eliziany menjadi buah bibir kalangan rakyat bahkan mereka mempertanyakan kepantasan Putri Eliziany yang kini memiliki kedudukan sebagai Putri Mahkota.


segala petisi langsung sampai ke Bart Singh, Ayah kandung Diana untuk menunda Putri Eliziany menjadi penerus tahta.


.


sore hari,


semua orang membicarakan Putri Eliziany sementara Irina senyam-senyum menatap Diana yang tengah memandang kosong ke depan, kini mereka ada di taman biasa sejak tadi tidak juga pulang.


"maaf Nona, sepertinya kita akan naik kendaraan lain saat pulang karna Kastil sedang kacau ulah putri nenek lampir itu". kata Irina dengan senyum tertahan.


Diana menganggukkan kepalanya, Ia sama sekali tidak bahagia dengan apa yang menimpa Putri Eliziany karna Diana yakin bahwa semua masalah akan berakhir menimpanya.


Cashel yang hendak mendatangi Diana pun terkejut mendengar pemikiran Diana, "aku salah lagi?". batin Cashel tidak percaya kalau Cashel bukannya menolong Diana malah semakin membuat Diana terpuruk.


Cashel menarik nafas dalam-dalam lalu melangkahkan kakinya kearah Diana,


"Diana?". panggil Cashel lalu Irina kembali melebarkan senyumannya sebab teman Diana ada disini.


"saya permisi Tuan". ucap Irina dengan sangat hormat lalu Cashel meminta Irina untuk tidak memanggilnya Tuan namun Irina tetap teguh dengan panggilannya.


Diana tersenyum kecil saat Cashel mendekat kearahnya, Diana merasa memiliki teman memang yang terbaik sebab bisa menghilangkan rasa sedih dan takut.


"aku membuat menu yang kamu bilang, apa kamu mau coba?". tanya Cashel.


Diana menengadahkan tangannya, Cashel memberikannya lalu memandang manik mata kosong Diana yang mengunyah kue buatannya.


Cashel menyunggingkan senyumnya, "bahkan saat mengunyahpun Ia memakai perasaan, pantas saja dia bisa menilai masakanku". batin Cashel.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2