
.
.
.
Karir Verdo langsung hancur karna menyinggung Bubby, Boni berusaha menemui Rara yang tidak tau tinggal dimana untuk membebaskan Putranya. bukannya dapat menantu pendidikan dari anak pak Hakim malah mendapat hinaan karna Verdo telah menyinggung Keluarga Asiantama.
di Mansion Asiantama,
Tyara menatap takjub Rara yang sangat malu tidak berani bertatapan dengan Keluarga besar Bubby.
"wwaah..! hebat ya? seorang peneliti kimia? aku penggemar mu kak." kata Tyara mengeluarkan parfum karya Rara.
Rara semakin menunduk saja, "kalau menurut saya Nona sangat cocok memakai parfum lembut, aroma buah yang segar." kata Rara.
Tyara mengulurkan tangannya seperti meminta parfum Rara karna Ia mencium aroma tubuh Rara yang wangi buah, pasti itulah parfum yang Rara maksud.
Rara pun bingung lalu Tyara tanpa merasa berdosa merogoh tas Rara dan menunjukkannya ke Rara, yang lain hanya geleng-geleng kepala dan Bubby tak suka cara Tyara yang menggeleda barang Rara.
"kenapa? kakak ipar tidak marah kok..! wlekk" Tyara merangkul lengan Rara.
Rara melotot disebut Kakak ipar, "apa pendapatku tidak berguna disini? kenapa mereka main hakim sendiri saja? aku ingin menolak tapi mereka pasti akan marah besar, bagaimana ini? aku baru tau kalau ada orang yang melamar hanya karna ingin makan." batin Rara.
Rara bisa saja memasak setiap hari untuk Bubby tanpa harus menikah tapi tidak ada yang mendengarkan Rara, mereka menikahkan Rara dan Bubby malam ini juga dengan acara sederhana sesuai permintaan Lily yang tidak mau anaknya di pamerkan ke Publik.
pikiran Rara diketahui Bubby dan yang lainnya tapi pura-pura tidak dengar saja.
disaat semua orang sibuk Rara berusaha mencari Bubby untuk mengutarakan keinginannya namun orang yang dicari-cari tak jua bertemu seperti sengaja menghindari Rara saja.
.
"Ehh?." Rara terkejut melihat Dylon memiringkan wajahnya memandangnya.
"capah?." tanya Dylon dengan pandangan tajam padahal Dylon masih kecil.
"s.. saya mau mencari Tuan Bubby." jawab Rara yang merasa terintimidasi dengan bocah kecil itu.
"Nkel?." Dylon merubah ekspresinya menjadi datar tidak lagi menatap tajam Rara.
"canahh!! ain ama Asya." jawab Dylon menunjuk ke ujung jalan.
Rara menebak kalau Dylon adalah anak Cashel karna mirip sekali dengan Cashel hanya versi imut, Rara pun menunduk sopan mengucapkan Terimakasih dan berlari ke arah tunjuk Dylon.
Rara terperangah melihat banyaknya hewan peliharaan Bubby, mana Rara tau kalau kalau semua Burung cantik itu adalah peliharaan Diana yang sudah berkembang biak bahkan ada yang dijual.
"ehh? Bibi ntiik?." ekspresi terkejut Asya terlihat menggemaskan.
__ADS_1
Bubby menoleh dan kaget Rara menemukannya, "pasti ulah Dylon." batin Bubby menebak.
Bubby ingin menghindari Rara malah ditemukan Rara, alhasil Ia mau tak mau harus berbicara dengan Rara juga.
"Tuan..?"
"aku tidak terima penolakan, apapun alasanku menikahimu itu demi kebaikanmu sendiri supaya tidak dianggap rendah oleh orang lain dan menjaga nama baikku juga." kata Bubby dengan serius.
Asya fokus dengan burung peliharaan kecilnya yang Ia beri nama Yaya.
malam itu juga mereka menikah, Rara senang menikah dengan Pria yang Ia suka tapi tentu sebagai perempuan biasa merasa ragu kalau Bubby menikahinya karna Cinta. setau Ia kalau Bubby menikahinya demi makan setiap hari saja, memang terdengar konyol itulah alasan Keluarga Bubby yang tidak mau Bubby kurus.
sungguh menjadi orang kaya sangat aneh bahkan saat menikah pun terjadi hanya karna hal spele bukan hal besar seperti hamil diluar nikah, Keluarga Asiantama tidak pernah terkena skandal buruk.
Cekrekk...!
Diana dan Tyara memotret pasangan muda itu, Bubby terlihat tenang saja hanya Rara yang tegang bahkan gelisah disaat duduknya padahal tidak ada yang merendahkannya.
"kenapa tamunya banyak sekali? bukankah hanya pesta kecil? jangan bilang ini semua keluarganya." batin Rara menyerocos.
Crystal, Tyara mendengarnya hanya mengulum senyum, Cashel cuek saja karna tidak penting juga menurutnya, malah Bubby yang melirik ke arah Rara.
"apa tidak nyaman?." tanya Bubby.
"ehh? hmm..? sedikit Tuan." jawab Rara masih kikuk tapi belajar jujur juga pada Pria yang sudah sah menjadi suaminya.
"tahanlah sedikit lagi, mereka Keluarga Besar Asiantama walau tidak ada hubungan darah dengan kami tapi kedekatan kami melebihi saudara kandung." kata Bubby.
"Kak Eren." senyum lebar Bubby.
"uhh..! bayi macanku sudah menikah ya? sepertinya aku lah yang ketinggalan." kata Eren dengan senyum manisnya.
Rara merasa tidak nyaman melihat Bubby merangkul pinggang Eren, raut wajah Rara terbaca oleh Diana lalu berbisik pada Tyara bahwa Ia juga sempat cemburu dengan Eren bersama Cashel jadi merasakan juga perasaan Rara.
Tyara terkekeh, "kalau Kak Rara cemburu itu wajar karna Kak Bubby itu memang ramah sama perempuan mana saja tapi kalau Kakak Ipar mah tidak ada alasan buat cemburu." ledek Tyara.
"jadi menurutmu?." tanya Diana kesal.
Tyara mencibir Kakak iparnya, Diana mencebikkan bibirnya karna tak bisa melawan perkataan Tyara yang memang benar adanya.
.
sekitar jam 02.39 pagi di Apartemen,
"tunggu!" Bubby menahan lengan Rara yang menoleh seketika.
"sejak tadi kamu hanya memanggilku Tuan bisakah kamu merubahnya? aku tidak suka." pinta Bubby.
__ADS_1
Rara menautkan kedua alisnya sedang berpikir keras, "apa boleh Kakak saja?."
"tidak usah..! kita seumuran panggil Biby atau By saja." putus Bubby.
"By?"
"iya, ayo Istirahat!" ajak Bubby merangkul pinggang Rara yang melebar kaget tapi tidak bisa menolak hingga Ia memasuki kamar keramat yang dulu tidak pernah Rara masuki.
DEG!!
Rara dan Bubby syok ditempat melihat desain Kamarnya yang penuh dengan hiasan pengantin baru.
HAPPY HONEYMOON
itulah tulisan yang tertera diatas ranjang baru Bubby ditambah lagi kelopak bunga serta boneka angsa yang paruhnya bersatu membentuk tanda hati.
"haha..! ayo tidur saja..! aku sama sekali tidak tau kamar ini akan dihias seperti ini." Bubby tertawa hambar sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Rara juga tidak tau mau berkata apa karna jantungnya memang sudah tidak aman sejak tadi.
"mandilah!" Bubby menunjuk kamar mandinya.
mereka sangat malu satu sama lain, tidak ada malam pertama yang romantis tapi hanya rasa malu dan gugup saja diwaktu sepertiga malam itu.
tok.. tok..
"kenapa lama sekali?." tanya Bubby mengetuk-ngetuk pintu Kamar mandi.
Rara pun keluar dari Kamar mandi dan Bubby kaget ternyata Rara tidak juga mandi.
"apa yang kamu lakukan sejak tadi?." tanya Bubby heran karna sudah hampir 1 jam Rara didalam Kamar mandi.
"s.. sa ehh..? a.. aku tidak bisa membuka gaunnya By." cicit Rara.
"kenapa tidak bilang?." gerutu Bubby menarik lengan Rara hingga membelakanginya lalu tanpa ragu menurunkan resleting gaun belakang Rara yang sungguh malu.
"tidak usah malu..! kamu sudah menjadi milikku jadi kalau aku menyentuhmu jangan bilang aku Pria brengs*k." Ujar Bubby mendorong Rara yang sibuk memegang gaun depannya supaya tidak melorot kebawah.
pintu tertutup.
Bubby bersandar di pintu begitu juga Rara, mereka sama-sama merosot kelantai dan mengelus dada masing-masing yang berdetak tidak normal.
"kenapa aku malahan yang gugup? apa yang aku bilang memang benarkan? aku pikir dia pingsan didalam Kamar mandi yang tidak keluar juga hampir 2 jam." cerocos Bubby,
hanya 1 jam bukan 2 Jam tapi Bubby sedikit melebihkan demi menyelamatkan hatinya saja.
.
__ADS_1
.
.