
.
.
.
ke esokan harinya,
Cashel ke kampus seperti biasa dan sekali lagi ia mendengar gosip para wanita yang mengatakan si gadis pembawa sial alias putri terbuang tengah sakit dan mereka semua mendoakan gadis malang itu mati saja.
entah mengapa Cashel sedikit terusik mendengarnya, Ia tidak suka ada orang yang menyumpahi orang lain mati kecuali orang itu pembunuh kelas atas yang membunuh orang tidak bersalah.
wushhh...
Cashel mengibaskan tangannya hingga para wanita yang tertawa menyumpahi Putri Diana mati pun seketika diterbang angin, jeritan histeris para wanita itu seketika menggema seolah baru saja ada angin topan dan mereka semua malah mendarat diatas atap, situasi mereka terlihat menyedihkan sebab kebanyakan wanita takut ketinggian, mereka hanya tau berdandan dan bergaya modis saja.
semua mahasiswa malah merekam kesulitan mereka, ada yang roknya sampai robek dan memperlihatkan CD mereka dan ada juga bajunya terkoyak hingga ada yang put*ng mereka terlihat.
Cashel? jangan ditanya lagi, Pria itu malah berjalan santai seperti tidak terjadi apa-apa. kabar 7 orang mahasiswi terbang ke atap sampai ke telinga Lionel, Lionel menautkan kedua alisnya.
"tiba-tiba saja terbang?". gumamnya menghentikan aktitifasnya yang sedang mencatat sesuatu dan fokus mendengarkan cerita para wanita tak jauh darinya.
Lionel langsung teringat Cashel, "apa Cashel pelakunya?". tebak Lionel sungguh pelan.
Lionel mengangkat bahunya acuh, Ia merasa Cashel tidak akan bertindak jika 7 perempuan tukang gosip itu tidak mencari masalah dengan Cashel, Cashel memang cuek dan terlihat tidak peduli tapi ada juga kata-kata yang bisa menyinggungnya.
saat ini tidak ada yang menggosipkan tentang Putri Diana melainkan tentang 7 wanita dari keluarga kalangan atas yang telah mencoreng nama baik keluarga sendiri dengan situasi memalukan, bahkan Vidio anak-anak mereka telah tersebar di negara itu.
.
Cashel kini ada di taman luas yang rindang, biasanya tempat ini di datangi oleh Putri Diana tapi karna gadis itu tidak datang maka nya Cashel ada disitu.
"apa kalung bulan itu bukan miliknya?". gumam Cashel menebak.
__ADS_1
.
Cashel tidak menemukan tanda-tanda bahwa pemilik kalung itu akan datang mencarinya sampai Ia tiba di Toko, Cashel terkejut saat Jone dan Jomes bercerita tentang 2 gadis bersepeda motor hujan-hujanan didepan Toko seperti menunggu seseorang.
"apa dia kesini?". batin Cashel melangkah cepat ke arah ruang keamanan.
Jone dan Jomes hampir saja serangan jantung melihat Cashel tiba-tiba ada didepan mereka, nyaris saja mereka pingsan tapi mereka hanya dilewati saja oleh Cashel.
"ada apa? sana lanjut kerja". titah Lionel yang baru saja tiba melihat kedua karyawan Toko kue itu tampak memucat seperti baru saja melihat hantu.
"eeh..? iya Kak Senior". jawab Jone dan Jomes segera melanjutkan pekerjaan mereka.
Lionel melihat ke arah Cashel yang tidak ada di Dapur, biasanya Cashel akan langsung ke Dapur namun Lionel hanya berpikiran positif saja mungkin Cashel sedang ada urusan lain yang lebih penting.
Cashel melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan Irina tampak membujuk gadis yang memakai helm diatas motor untuk pulang tapi keliatannya gadis yang diajak tidak mau pulang, Cashel meraup wajahnya frustasi.
"aku melakukan kesalahan lagi". gumam Cashel akhirnya mengerti mengapa Putri Diana tidak datang ke kampus.
"haiissh..! aku tidak pernah merasa terusik seperti ini". gumam Cashel yang tidak menyangka akan ada seseorang yang mengusik ketenangannya.
.
"ada apa Cash? aku merasa kau sedang dalam masalah". tanya Lionel heran saat Toko sudah di tutup dan mereka semua sedang bersih-bersih menjelang pulang.
"apa ada yang mencari kita di kampus?". tanya Cashel melirik Lionel sesekali.
Lionel tampak berpikir, "aah..? iya, aku mendengar pikiran salah satu mahasiswi mengatakan kalau pelayan rendahan Putri Buangan mencariku, tapi kenapa aku ya?".
Lionel tidak bermaksud merendahkan siapapun tapi begitulah perkataan para mahasiswa/i di kampusnya, jika Lionel berbicara dengan orangnya pasti Ia tidak akan berkata hal kejam karna menurutnya manusia serendah apapun tetap ciptaan Tuhan.
"tidak salah lagi". gumam Cashel mengeluarkan kalung bulan merah dari kantong celemeknya.
.
__ADS_1
hampir 3 hari Cashel belum dapat kunjungan dari Putri Diana ataupun Irina (pelayan Diana).
tepat di hari ke empat, Ia sedang berada di taman luas dan duduk di kursi panjang tengah menggambar ruangan bawah tanah impiannya, Ia sengaja berada di taman itu sambil menunggu pemilik kalung purnama merah itu yang kini ada padanya.
"Cash?". panggil Lionel.
Cashel menoleh ke Lionel, "apa?".
"aku pikir kau di rooftop, sedang apa disini? menunggu Putri Diana?". tanya Lionel.
"bagaimana pun itu kalungnya, aku harus mengembalikannya kan?". jawab Cashel kembali fokus dengan desain miliknya.
Lionel mendengus lalu duduk disamping Cashel dan menceritakan bahwa para Mahasiswa/ i kampus pada heboh dengan kedatangan calon putri mahkota negara sebelah, padahal Putri Mahkota yang sebenarnya adalah Putri Diana.
"aku yakin ada siasat jahat diantara keluarga mereka". oceh Lionel.
Cashel terlihat tidak peduli dengan masalah Putri Diana sebab yang menjadi masalahnya adalah bagaimana cara Cashel menjelaskan situasinya pada Putri Diana, bukankah semua perempuan itu sama saja? pasti minta pertanggung jawaban atas apa yang menimpa mereka, dan menurut Cashel itu sudah hal biasa.
"kau mau melihat Putri Mahkota baru itu?". tanya Lionel.
Cashel terlihat cuek saja lalu Lionel menepuk-nepuk pundak Cashel dan mengeluarkan ponselnya serta memainkannya. semua manusia yang ada di kawasan itu pada berkumpul menyambut Putri Mahkota yang baru hanya Cashel dan Lionel saja yang betah di tempat sunyi itu.
Kabar Putri Mahkota Eliziany berumur 25 tahun akan kuliah di London pun menjadi trending topik, semua wartawan sibuk membuat artikel yang menarik dan pasti mengagung-angungkan Putri Eliziany.
Cashel mana peduli dengan berita itu, baik Cashel maupun Lionel tidak suka berbaur gosip yang belum tentu sesuai dengan pemikiran orang itu baik atau tidaknya sebab dizaman sekarang pejab*t tinggi pun punya otak yang kotor yang menggunakan berbagai macam cara untuk mencari keuntungan sendiri-sendiri.
malam hari, di Rumah sewaan Cashel.
"apa dia sudah sembuh?". gumam Cashel menatap manik kalung berbentuk bulan merah ditangannya.
Cashel menyimpan kalung itu sampai pemiliknya datang padanya, sudah hampir beberapa hari kalung itu ada ditangannya tapi belum ada tanda-tanda pemiliknya akan datang dan meminta kalung itu darinya.
.
__ADS_1
.
.