Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
kenapa?


__ADS_3

.


.


.


"siapa kamu cantik kenapa bisa berada di Apartemen Atasan saya?." tanya Rara penasaran sebab bola mata Asya sangat cantik mirip seperti Bubby.


"ama aya asya bibi ntik." jawab Asya menyeringai lebar menggemaskan.


"Ya Tuhan !! imut sekali kamu ya?." Rara hendak menggendong Asya tapi terdiam seketika mendengar suara Bubby.


"Sayang? maaf ya? Bubu lama ya..? ehh? kau belum pergi Ra?."


Bubby mendekati Asya yang tampak gembira digendong oleh Bubby, Rara memperhatikan itu dengan raut wajah bingung.


"apa kau menganggur Ra? mau ikut aku? aku butuh seseorang menjaga Keponakan kecilku ini." Bubby mengecup pipi gembul Asya.


"Bubu? Asya idak akan lepotkan bubu." kata Asya dengan serius malah terlihat lucu.


Rara tersenyum kikuk karna melupakan kalau Cashel sudah punya Istri dan sudah melahirkan ketika Rara meninggalkan Negara ini. Ia tidak menyangka akan melupakan anak Tuan Muda Pertama Asiantama itu malah fokus sama Bubby saja.


"ehh?" Bubby mengeluarkan ponselnya masih menggendong Asya yang tampak patuh dan mengerti kesibukan Bubby hingga tidak rewel.


"Kak Cashel?." gumam Bubby menaikkan sebelah alisnya lalu tanpa mengatakan apa-apa Bubby memberikan Asya ke Rara seperti Istri sendiri saja.


Asya mengerjab-ngerjabkan bola mata cantiknya ke Rara, Rara awalnya tegang lalu tersenyum cerah ke gadis kecil yang lucu itu tidak menangis digendong orang asing.


"Iya kak?." sahut Bubby mengangkat panggilan Cashel.


"kau apakan anakku By? awas kalau dia terluka, aku akan kurung kau dengan Lautan Ulat bulu." ancam Cashel terdengar menyeramkan.


Bubby bergidik ngeri, "iya -iya..! Asya aman samaku Kak."


Bubby memutar bola matanya dengan malas akan menjemput Putrinya tapi terdengar oleh Bubby bahwa Diana tengah membela Bubby, seharusnya Cashel sebagai Kakak percaya pada adiknya sama seperti Diana yang percaya pada Bubby.


"nah tuh dengar perkataan Kakak Ipar Kak..! maka nya jadi orang jangan suka prasangka buruk meluluk." dengus Bubby.


"awas saja kau berulah By..! habis kau ditanganku." ancaman kejam Cashel persis seperti preman memalak orang asing padahal mereka berdua kakak-adik.


"aku masih mau hidup damai dan tentram." ujar Bubby.


Bubby menutup panggilannya secara sepihak, "huhh..! punya Kakak laki-laki berasa musuh bebuyutan saja." gerutu Bubby menekuk alisnya.


Bubby menyimpan ponselnya lalu berbalik hendak mengambil alih Asya dari Rara, Bubby tertegun melihat Rara persis seperti seorang Babysister profesional merawat anak kecil bahkan Bubby bisa mendengar suara tawa Asya yang sangat lucu karna tingkah tak normal Rara demi menghibur Keponakannya itu.


Bubby pun bertekad membawa Rara, mereka bertiga persis seperti Keluarga bahagia yang sangat mencintai buah hati mereka padahal Asya anaknya Cashel dan Diana, kini mereka berada di Taman bermain.

__ADS_1


"lumm.. lum..." oceh Asya.


Bubby membawa Asya ke arah tatapan gadis kecil itu, sementara Rara berlari mengikuti Bubby karna jemari mungil Asya menggenggam erat jari telunjuk Rara.


.


selepas bermain di sore hari,


Rara tersenyum lebar memandikan Asya yang sangat lucu.


"kamu lucu sekali sayang." Rara tertawa lebar mencium pipi Asya yang sibuk bermain air dengan bibir mungil yang mengerucut karna terlalu asik dengan mainannya.


Rara bersenandung seperti seorang Ibu sampai Rara memakaikan Asya baju baru yang dibeli tadi oleh Bubby di Toko.


"Asya udah wangi Bubuu?." kata Rara dengan gembira hingga Ia mematung saat menoleh ada Cashel, Diana, dan Bubby disofa.


Cashel memperhatikan tingkah Putrinya yang tampak nyaman di pelukan gadis asing, Ia memicing curiga ke Bubby.


Diana berdiri, "sayangg? ini Mommy nak?."


Rara memberikan Asya yang sangat wangi ke Diana, betapa harumnya Putri kecilnya Diana itu.


"hmm? kamu pakai sabun apa sayang? kenapa wangi sekali ya?." Diana menciumi wajah Putri Kecilnya yang menyeringai lebar.


Diana melihat ke Rara yang tampak pucat lalu Diana bertanya ke Rara karna Diana yakin gadis itulah yang memandikan Putrinya.


"benarkah? kamu buat dimana?." tanya Diana takjub dengan pandangan berbinar.


.


Cashel memerintahkan Bubby mengikutinya karna Ia akan bicara empat mata.


"katakan..!" titah Cashel.


Bubby menghela nafas lalu mengatakan bahwa Rara adalah Putrinya Ibu Lily yang pernah Crystal katakan, lalu Bubby mengatakan bahwa Ia juga tidak tau kenapa Asya mau bersama Rara.


"satu hal lagi Kak..? dia yang menemukan kalung Kakak Ipar." lanjut Bubby lagi.


Cashel tersentak, "oh..? kenapa tidak bilang? jangan bilang-bilang pada Istriku mengerti? bukankah aku sudah bayar uang tutup mulutmu"


Bubby mengangguk dan membuat gerakan seperti mengunci bibirnya dengan gembok permanen.


"apa Bunda tau?." tanya Cashel beberapa saat kemudian.


"tidak..! lagian besok dia akan pindah." jawab Bubby.


Cashel tak bertanya lagi dan tidak berpikiran macam-macam juga, Cashel tau perangai adiknya memang buruk dan usil tapi pendirian mereka berdua sama yaitu paling ANTI merusak perempuan.

__ADS_1


.


beberapa hari kemudian,


Diana tengah memainkan Ponselnya dan kaget melihat layar ponselnya.


"hahh??." pekik Diana membekap mulutnya seketika.


"ada apa Nyonya?." tanya Eka dan Lanita bersamaan.


"hmm? i.. itu Pangeran Deniel meninggal Dunia Ka." Diana memperlihatkan Ponselnya ke Eka.


Eka buru-buru membacanya dan matanya melebar kaget, "ya ampun..! apa dia bunuh diri Nyonya?."


"kita tidak tau..! akan lebih baik langsung bertanya pada Ibunda serta Ayahnya Putri Erika." jawab Diana berdiri tapi Lanita buru-buru menahan tangan Diana.


"saya tidak tau siapa itu Pangeran Deniel tapi alangkah baiknya Nyonya menunggu kepulangan Tuan Muda Pertama." kata Lanita dengan serius.


"tapi..?."


"benar Nyonya..! tunggu Tuan Muda Pertama saja." potong Eka yang setuju pendapat Lanita.


.


Diana tengah mondar-mandir di depan Mansion menunggu kedatangan Bart dan Cashel, mereka langsung berbicara to the Point saat berkumpul. sementara sikembar tengah bersama Crystal dan Dewi Par di Kamar Dewi Par.


"kita tidak bisa naik pesawat karna waktunya sudah sangat terlambat." kata Bart serius.


"sebenarnya masalah apa yang menimpa Pangeran Deniel? bukankah 4 tahun yang lalu dia baik-baik saja?." tanya Diana heran.


"jangan bertanya tentangnya sayang." Cashel tidak suka Diana bertanya mengenai Pria lain.


Diana mendengus tapi tidak bisa protes juga, lalu Cashel meminta mereka bersiap karna akan menggunakan jalur cepat yaitu Teleportasi (kekuatan Cashel).


Cashel ingin membawa kedua anaknya tapi Crystal dan Dewi Par melarang demi kebaikan anak-anak jangan sampai mendatangi Keluarga Kerajaan sebab Putri Diana keturunan Raja bisa saja bermasalah nantinya.


"sayang? Mommy harus keluar beberapa hari, tidak apa sayang?." tanya Diana ke Asya dan Dylon yang digendong sekaligus oleh Bart.


Bart menyayangi kedua cucu lucunya itu, sebenarnya Ia takut juga membawa Dylon dan Asya yang bisa saja di minta Rekan-rekan nya dahulu supaya ditunangkan dengan cucu-cucu mereka juga, Bart tidak mau Kedua cucunya hidup dalam bayang-bayang intrik Kerajaan.


"tak apa mom..! mom aga ili aik-aik ya?" kata Dylon dan Asya begitu serentak meminta Diana menjaga diri baik-baik.


Diana menciumi kedua anaknya, dengan berat hati Ia meninggalkan kedua anaknya bersama mertuanya demi rasa kemanusiaannya mengunjungi Putri Erika Ababa.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2