Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
penyihir


__ADS_3

.


.


Hai.. Hai.. hai..


Cashel dan Bubby sudah bahagia sama kehidupan masing-masing!! .. dan Bonus Episode kali ini khusus untuk Si bungsu cantik ya? Tyara.


Happy Reading...!!


.


.


.


di Kamar Erika,


"Tya kamu yakin?." tanya Erika dengan cemas serta khawatir.


"memangnya apa yang kamu takutkan hmm? aku bisa mengalahkan tangan besinya itu, lagian aku ingin tau bagaimana kekuatannya." jawab Tyara tersenyum menyeringai seperti sangat tidak sabar menunggu kado istimewa.


Erika tercengang, "Tya..? kamu lupa dia ini pembunuh berantai yang ditakuti di Eropa, kamu tidak takut? semua orang mati ditangannya."


Tyara malah terlihat tidak takut, "kalau dia pembunuh berantai maka aku manusia gergaji."


Erika memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri, "apa kamu tidak takut pada nya? sebenarnya siapa yang kamu takuti Tya?."


"Kak Cashel, tidak ada Pria yang bisa menakutkan dimataku selain Kak Cashel saja." jawab Tyara sambil meregangkan jemari tangannya.


"iya.. kamu benar tapi dia juga menakutkan, matanya berbeda warna." kata Erika.


"beda warna maksudnya bagaimana?." tanya Tyara penasaran.


"kalau kita bilang warna Heterochromia, kamu lihat sendiri saja." Erika bingung cara menjelaskannya hanya mengatakan garis besarnya saja.


Tyara mendengus, "aku suka menjinakkan hewan buas..! aku akan jinakkan dia untukku sendiri." kata Tyara dengan bangga.


Erika bergidik ngeri, "apa kamu pawang hewan buas?."


Tyara tertawa menggelegar, mendengar ketakutan semua orang pada sosok Pria itu membuatnya tidak sabar bertemu dengan Pria itu.


Tyara juga mengatakan pada Keluarganya bahwa Tyara akan tinggal di Negara Erika selama beberapa bulan dan akan kembali dengan cara Teleportasi saja, demi Pria menakutkan itu Tyara sampai meliburkan diri dari semua pekerjaannya.


"kamu sudah gila Tya." Erika sampai melangkah mundur.

__ADS_1


malam hari,


Tya sudah bosan mendengar ocehan Erika yang meminta untuk berhati-hati.


"ku mohon Tya..! aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti, nyawaku ada digenggamanmu ! kalau sampai Ayah dan Ibundaku tau mereka pasti akan marah besar terutama Kak Cashel dan Kak Bubby belum lagi Tuan Alex." cerocos Erika.


"iya.." jawab Tya berlari dari Erika.


Erika berteriak mengejar Tyara yang berlari seperti anak kecil yang baru saja dibebaskan keluar dari sangkar Emas padahal mereka memasuki Ruangan bawah tanah yang gelap hanya dipenuhi cahaya obor saja.


Tyara melihat 50 Orang berjaga di luar penjara khusus itu, "kenapa banyak sekali?." gumam Tyara.


"ya Ampun Tya..! aku udah katakan orang ini berbahaya tentu saja mereka harus banyak setidaknya sekedar menghalau sampai yang lainnya datang kesini." omel Erika terengah-engah.


Tyara meminta mereka semua membukakan gerbang itu, Erika meminta Tyara berhati-hati karna orang itu sangat berbahaya sementara Erika tidak berani masuk namun menunggu di luar dengan pintu gerbang sedikit terbuka supaya mereka mendengar suara Tyara jika butuh pertolongan.


"semoga Tya baik-baik saja." gumam Erika mondar-mandir seperti setrikaan sambil menggigit ujung kukunya dengan gelisah.


Tyara mengibaskan tangannya hingga sebuah cahaya muncul di atas kepalanya dengan jarak 1 meter, cahaya itu cukup terang hingga Tyara bisa melihat jalan dengan sangat jelas.


"kenapa jauh sekali?." gumam Tyara dengan kesal.


Tyara berjalan hampir 1 Km tapi penjara yang dikatakan itu tidak ada juga terlihat olehnya.


"Ehh??" Tyara tersenyum cerah menemukan sebuah penjara berwarna emas-keperakan menyala-nyala diujung jalan.


"haii?." sapa Tyara.


" ...?"


Tyara melihat jalannya yang entah mana pintunya, Ia menepuk keningnya seketika baru menyadari bahwa Pintunya memang tidak ada, Penjara ini bukanlah Penjara biasa. sejak ratusan tahun yang lalu Penjara ini di gunakan untuk mengurung Penyihir hitam yang sangat mengerikan, Kurungan besinya dari atas lalu tertancap ke daratan menyatu dengan kekuatan mistis sehingga tidak ada yang bisa lolos dari jeratan penjara itu.


Tyara tentu bisa memasuki tempat itu dengan cara teleportasi.


"Heii??" sapa Tyara.


sosok itu akhirnya mengangkat pandangannya dan matanya memicing melihat sosok dewi didepannya.


"siapa kau?" tanya Pria itu dengan nada dingin dan menusuk.


"aku?? pawangmu." jawab Tyara dengan percaya diri.


Pria itu menyeringai lalu segera menyerang Tyara yang melayang ke atas seperti cicak bedanya hanya posisinya terbalik, sontak saja Pria itu terduduk melihat apa yang Tyara lakukan.


"huhh..! ketangkasanmu bagus juga." kata Tyara mengelus dadanya yang cukup berdebar bukan karna Cinta tapi karna kecepatan Pria itu sungguh mengerikan.

__ADS_1


"ka.. kau?? siapaa?." tanya Pria itu lagi dengan mata menyala antara marah dan takut.


Tyara mengibaskan tangannya seketika tempat itu menjadi terang benderang, Tyara memiringkan wajahnya melihat sosok Pria yang dikatakan sangat menakutkan itu.


"kamu sangat tampan ya Jhonny." senyum lebar Tyara melihat mata Pria yang dipanggil Jhonny itu memang berbeda.


sebelah Kanan warna Violet sementara sebelah kirinya warna hijau.


Jhonny berdiri lalu melangkah mundur, "jangan macam-macam denganku..! aku tidak peduli kau penunggu tempat ini tapi aku tidak akan tunduk pada arwah sepertimu."


Tyara tertawa terpikal-pikal, "aku pawangmu dan perlu kamu tau aku ini manusia yang sangat istimewa."


Jhonny terus berusaha melawan Tyara yang melayang-layang seperti hantu bahkan menghilang sesuka hati sampai Jhonny lelah langsung berbaring di lantai dengan nafas terengah-engah, Ia sungguh kewalahan melawan hantu yang tidak terkena pukulan malah menguras banyak tenaganya selama berjam-jam.


Tyara duduk disamping Pria itu, "jangan terlalu keras!"


Jhonny menarik tangan Tyara hingga terjatuh dan Jhonny menindihnya, "dapat kau!" kata Jhonny menyeringai menakutkan.


Tyara dibawah kukungan Jhonny awalnya kaget tapi tiba-tiba Ia memutar bola matanya dengan malas lalu saat Jhonny ingin mencekiknya tangan Jhonny seketika tidak bisa bergerak.


"ke.. kenapa tanganku?." gumam Jhonny.


"huhh..! ternyata menjinakkanmu tidak mudah juga." kata Tyara masih bisa bersantai dibawah tindihan Jhonny.


"coba lawan tanganmu itu!." ledek Tyara.


Jhonny berusaha menggerakkan tangannya yang anehnya tidak bisa bergerak seperti ada sesuatu mengurung kedua tangannya itu.


hampir 1 jam Tyara setia menunggu dibawah tindihan Jhonny malah sampai tertidur tapi Jhonny tidak bisa menggerakkan tangannya yang bisa membengkokkan besi itu.


"huuaaah! belum juga?" tanya Tyara sambil mengucek-ngucek matanya.


Jhonny sudah penuh dengan keringat bukan karna apa-apa tapi menggerakkan tangannya itu sangat sulit, Tyara mendorong Jhonny sampai terlentang dengan tangan masih di udara lalu Tyara masuk ditengah-tengahnya hingga Jhonny membelalak melihat Tyara dari jarak dekat.


"dasar penyihir..! lepaskan sihirmu ini." teriak Jhonny.


"diamlah! kenapa sulit sekali menjinakkanmu hmm?." kata Tyara mengusap-ngusap dada Jhonny yang sangat bagus.


"tubuhnya bagus sekali!! haha..!" batin Tyara yang suka Pria yang sulit untuk di jinakkan.


Jhonny berteriak memaki Tyara adalah Penyihir cab*l dan Jhonny akan menghabisi siapa saja yang mengganggunya, Tyara malah keenakan tidur dibelahan dada Jhonny yang tubuhnya sudah dikunci tidak bisa bergerak tapi mulutnya tidak dikunci oleh Tyara hingga terus berteriak. namun, Tyara menganggap makian dan teriakan Jhonny seperti nyanyian untuk Tyara yang terobsesi ingin menjinakkan Jhonny padahal Jhonny menyebut Tyara penyihir Cab*l.


"sial*n kau penyihir cab*l !! lepaskan aku..! lepaskan akuu." maki Jhonny tapi dianggap angin lalu saja oleh Tyara malah semakin nyenyak saja tidurnya di dada bidang Jhonny.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2