Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
balasan


__ADS_3

.


.


.


"kenapa lihat aja? cepat pegang." Diana mengambil telapak tangan Cashel lalu meletakkannya di perutnya.


Cashel mematung saja, "masalah pengecut itu belum selesai, bagaimana ini? apa aku harus menghabisi mereka terlebih dahulu?." Cashel dilema dengan dirinya sendiri.


Cashel ingin mempertahankan prinsipnya sebagai Pria sejati yang tidak akan melawan Musuh dengan kekuatannya Supernya melainkan dengan Kekuatan fisiknya saja, tapi saat tau Diana hamil Prinsip Cashel sedikit terguncang.


"sepertinya aku harus bertanya pada Papa." batin Cashel mengangguk mengelus perut Diana dengan lembut.


mereka pun dengan serius mendengar perkataan Dokter Cha, walau Dr. Cha gugup memiliki Pasien ternama seperti Diana yang bersuamikan Tuan Muda Asiantama tapi demi Pekerjaan harus kuat walau jantungnya saat ini sedang berdebar takut.


"terimakasih dok." ucap Diana sementara Cashel melirik Dr. Cha yang menundukkan kepalanya dengan sopan.


dalam perjalanan pulang Diana tersenyum lebar bersama Cashel, Ia bahagia sekali bisa memberi Cashel anak membayangkan suatu saat Ia melahirkan bayi tampan seperti Cashel membuatnya tidak sabar akan menjadi seorang Ibu.


"aku ingin mengandung tapi aku sendiri tidak sadar kalau aku sedang hamil, maafkan aku yang bodoh ini Suamiku." ucap Diana dengan raut muka memelas.


Cashel mengelus kepala Diana, "jika aku tau aku juga tidak akan melakukannya berkali-kali saat bulan madu, beruntung saja bayi kita tidak berdarah."


Diana mengangguk sebab tadi Dr. Cha mengatakan tadi, mereka belum boleh melakukan hubungan seperti itu sampai di trisemester berikutnya, Dr. Cha mungkin menilai sebagai manusia. tapi, Cashel kan bukan manusia biasa karna punya kekuatan super.


di tikungan,


"aah..? Cashhh?." Diana terpekik dan Cashel segera membanting setir.


Cashel masih tenang walau berlawanan dengan sebuah truk yang tiba-tiba muncul lalu menahan kening Diana supaya tidak terbentur, Cashel menggunakan kekuatannya dengan kedipan mata Violetnya membuat mobil lawannya itu jungkir balik lalu meledak.


Diana memekik saat mereka hendak menabrak pembatas jurang namun ternyata Ia lega tidak jadi jatuh.


"maaf sayang aku membuatmu takut." ucap Cashel mengelus kepala Diana dengan lembut.


Diana mengangguk memegang perutnya, "aku juga minta maaf karna terlalu berisik Cash, aku tadi hanya takut terjadi sesuatu sama anak kita, aku baru saja senang." balas Diana dengan bibir pucat dipaksa tersenyum dan mengelus perutnya.


Cashel memeluk Diana tapi matanya melirik ke arah Mobil itu, "huhh..? aku terlalu emosi langsung membunuh orangnya padahal belum sempat aku introgasi." batin Cashel.


Cashel tadi terlalu emosi hingga menggunakan kekuatannya padahal Ia tidak pernah kehilangan kendali seperti tadi. mungkin saja, Cashel terlalu marah karna Ia baru saja bahagia memiliki calon anak.


"baiklah..! kalian bermain denganku seperti ini, aku ladeni siapapun diantara kalian berdua yang melakukan cara kotor ini." batin Cashel.


Cashel tidak percaya suatu kebetulan, Ia yakin ada masalah disini.

__ADS_1


setelah cukup lama menenangkan Diana, Cashel pun melanjutkan perjalanannya ke Mansion dan membuat Diana terlelap di Kamar.


"Tuan?." Eka tidak tau ingin mulai cerita dari mana.


"katakan." titah Cashel.


"ke.. kemarin malam Nona mimpi Peliharan kesayangannya berusaha direbut orang asing." lapor Eka.


Cashel menautkan sebelah alisnya, "apa kau tau sesuatu? apa artinya itu?." tanya Cashel.


"saya tidak tau Tuan tapi kata Nona jika Peliharaan Kesayangannya mati, diambil orang asing artinya ada orang tersayangnya seperti itu. Nona sempat menangis karna takut Tuan diambil perem.. Perempuan lain." cicit Eka.


"aku tidak akan diambil siapapun..! Diana sedang hamil jangan bangunkan dia, aku ada urusan dan akan kembali Malam." jawab Cashel lalu menghilang dari pandangan Eka.


Eka melototkan matanya, "Ha.. hamil? Nona Hamil?." gumam Eka membekap mulutnya takjub.


.


Cashel muncul di sebuah kamar bernuansa hijau tapi tanpa memperlihatkan wujudnya, Ia mengedarkan pandangannya mencari Pria yang ia curigai.


Cashel tidak menyerah mencari hingga Ia menemukan sosok Pria yang Eren bilang Sepupuan Berby, Cashel pun mendekat.


drrrt.. ! drrrtt...!


Pria itu mengangkat panggilannya yang ternyata bagian dari bawahannya.


Cashel melipat tangannya mendengar amarah Pria itu yang namanya ADRI.


"ternyata tersangka tebakanku tidak meleset." batin Cashel menyeringai masih mendengarkan.


"aku akan habisi kau sama seperti aku menghabisi nyawa wanita bodoh itu." Batin Cashel lalu memejamkan matanya dan menjentikkan tangannya ke Adri.


"ada baiknya aku buat dia bisu." batin Cashel.


Cashel langsung menghilang dan muncul di Ruangan Kerja Abin seketika membuat Abin menjatuhkan kopi yang baru saja Ia ambil dari dapur Karyawan.


"aah?? panas." pekik Abin mengelus kakinya yang sedang tidak pakai sepatu melainkan sendal seperti berada di hotel saja.


Cashel menghilang tanpa berkata-kata pasti membuat Abin geram setengah mati, Ia mengaduh mencari kotak obat.


Cashel tiba di Ruangan Kerjanya, "hmm? apa aku pasang Bom saja di Rumahnya"


Cashel tiba-tiba berpikir menghabisi sepupu Berby dengan cara yang sama saat ia menghabisi Berby, Ia tidak mau terjadi sesuatu pada calon bayinya jika Pria itu masih hidup.


.

__ADS_1


malam harinya,


Crystal bersama yang lainnya terperangah mendengar kabar dari bibir Diana sendiri bahwa Diana tengah mengandung.


"coba bunda rasakan." Crystal memegang perut Diana sambil memejamkan matanya melihat dengan kekuatannya.


Alex dan Indiro bersama yang lainnya memperhatikan saja.


"kembar." kata Crystal membekap mulutnya gemas.


"ha? waah... kembar?." heboh Dewi Par dan Endang sebab belum pernah punya keturunan kembar.


Diana memegang perutnya, "kembar?."


"jaga kandunganmu baik-baik sayang." kata Crystal dengan lembut memegang kedua pipi Diana.


Diana tersenyum senang, tiba-tiba perhatian semua orang teralihkan mendengar teriakan Bart.


"mana cucuku..? aku mau punya Cucu? mana cucukuuu?." teriak Bart.


"Ayahhh?." sapa Diana melambai-lambai.


Bart berlari ke arah Diana sementara yang lainnya hanya memberi jalan untuk Bart yang sangat berbahagia padahal mereka juga, Alex tidak menyangka bakal punya Cucu rasanya baru kemarin Ia menggendong Bayi (anaknya sendiri) sekarang sudah calon mau gendong Cucu.


Bart memegang perut Diana dengan hati-hati, "apa cucu Ayah baik-baik saja nak?."


Diana awalnya tercengang tapi kalau dipikir-pikir Bart memang sangat kesepian selama ini dan ingin punya Cucu tapi tidak mau menikah, baginya wanita yang pantas untuknya hanya mendiang Ratu pertama (Ibu nya Diana) dan menurutnya tidak ada yang lebih baik dari wanitanya itu.


"ba.. baik Ayah..!" jawab Diana kembali tersenyum.


mereka sampai tidak percaya Diana sudah hamil memasuki 2 bulan, sungguh ajaib sekali Diana tidak menyadarinya bahkan Keluarga Cashel pun tertipu.


"dimana Cashel?" tanya Alex ke Diana.


"tidak tau Papa, saat Diana tertidur Cashel pergi kata Eka malam baliknya cuma nggak tau jam berapa Pa." jawab Diana.


Alex melihat ke Indiro seperti mencurigai sesuatu, Cashel adalah Pria yang akan mengutamakan Diana tapi sekarang mereka malah mendengar Cashel pergi? ada yang tidak benar disini.


Dunia sedang gempar lagi dengan kebakaran yang menimpa Rumah Adri, tidak ada yang selamat bahkan Adri pun telah ditemukan tidak bernyawa setelah dari Rumah Sakit dicocokkan DNA.


Diana? Ia tidak melihat berita malah sibuk disayang oleh Keluarga Cashel diperlakukan seperti Ratu yang sedang mengandung anak penerus tahta, padahal memang iya beda nya Tahta berupa Perusahaan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2