Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
meminta?


__ADS_3

.


.


.


Deniel melangkahkan kaki mendekati Diana yang sontak saja gadis itu memegang tangan Cashel bahkan menggenggam erat tangan Cashel.


"kenapa gadis cacat ini semakin cantik? apa pria ini hantunya?". batin Deniel.


Cashel menatap dingin saja Pria itu yang pikirannya banyak sekali memuji Diana.


"hai... Putri Diana?". sapa Deniel melirik tangan Diana yang bertautan mesra dengan tangan Cashel.


"hm... hai? a.. ada apa Pangeran mengundang saya?". tanya Diana gugup.


"ayo bertemu dengan Ayah dan Ibundaku". ajak Deniel mempersilahkan Diana berjalan duluan membawa Cashel.


"Cash.?". cicit Diana mendongak ke arah Cashel.


"tidak apa". jawab Cashel mengangguk lalu berjalan duluan sehingga Diana mengikuti Cashel yang masih menggenggam erat tangan Cashel dengan kedua tangan Diana.


"kenapa tanganmu dingin sekali hmm?". bisik Cashel.


"a.. aku tidak pernah datang ke pertemuan seperti ini, aku takut masuk kesini". jawab Diana dengan jujur.


Cashel mengulum senyum mendengar jawaban Diana yang tidak ditahan, Diana berterus terang pada Cashel tanpa ada yang di tutupi.


"bukankah aku ada disisimu, kenapa takut?". bisik Cashel ditelinga Diana yang menganggukkan kepala dengan pelan.


situasi mereka terlihat oleh Deniel yang penasaran bagaimana orang seluar biasa seperti Cashel (hantu) bisa bersama Diana bahkan mampu menyembuhkan kecacatan Diana yang ditebak tidak akan bisa disembuhkan sampai Diana mati.


Diana menjadi pusat perhatian para bangsawan yang ada di acara itu, Cashel sudah biasa dipandang orang jadi tidak canggung tapi Cashel bisa merasakan gadis disampingnya tampak takut.


"kalau takut kenapa harus datang?". bisik Cashel.


"mereka mengundangku dengan undangan emas, aku tidak tau urusan penting apa yang ingin mereka bahas sehingga mengundangku, jika aku menolak maka akan berbahaya untuk Ayahku". Diana berkata dalam pikiran sambil memandang Cashel.


Cashel tersenyum tipis saja akan kebaikan Diana selalu mementingkan Ayahnya yang bodoh itu, Cashel melihat situasi yang memang sangat ramai namun tidak membuat Cashel canggung.

__ADS_1


"ayo...!". ajak Deniel.


dari awal perjalanan sampai berada di bangku yang disediakan oleh keluarga Deniel selalu saja Deniel melihat Diana terus saja menempel pada Cashel, bukan maksud apa-apa bagi Diana tapi gadis itu memang takut berada berada di sekitar Keluarga Deniel yang kejam semasa Ia cacat.


"tempatmu disana Putri Diana". tunjuk Deniel.


Diana menoleh ke arah sofa nya yang jauh dari Cashel dan hal itu membuatnya menggeleng kepalanya kuat, "a.. aku tidak mau". jawab Diana.


Deniel membujuk Diana tapi perkataan Cashel seperti menampar Deniel secara tidak langsung, sungguh Deniel tidak suka Cashel yang sangat sombong dan angkuh hingga berani melawan seorang Pangeran sepertinya.


"biarkan saja..! aku tidak keberatan lagian sofa ini cukup untuk menampung 2 orang". begitulah jawaban Cashel.


Deniel mengumpat serapah dalam hati tapi Cashel hanya memandang dingin saja Deniel, Ia akhirnya tau maksud Keluarga Deniel mengundang Diana ke Istana nya itu.


Deniel menoleh saat ada Pengawal berbisik padanya, terpaksa Deniel meninggalkan Diana dan Cashel.


"mereka punya anak perempuan?". tanya Cashel menoleh ke Diana.


Diana pun melihat ke arah Cashel dan mengangguk pelan, "kok kamu bisa tau?". tanya nya penasaran sebab setau Diana Putri keluarga Deniel di tutup dari media.


Cashel tersenyum begitu tampan lalu mengetuk pelipisnya hal itu membuat Diana malu karna melupakan kelebihan Cashel yang bisa mendengar pemikiran orang.


semua orang berdiri ditempat saat Raja dan Ratu memasuki acara tapi Cashel tidak berdiri masih duduk seperti biasa, Diana melepaskan tangannya dari Cashel dan berdiri menyambut Raja itu tidak memaksa Cashel untuk hormat pada Raja dan Ratu itu karna itu adalah hak Cashel yang tidak suka tunduk pada siapapun.


"silahkan duduk". titah Raja.


semua orang duduk setelah mendengar perintah Raja lalu matanya melihat seorang lelaki tampan yang tidak berdiri sama sekali lalu melihat Diana disamping Pria itu duduk dan terlihat Diana memegang tangan Pria itu bisa Ia tebak bahwa Pria itu adalah hantu Diana yang menampakkan diri.


entah dimana akal pikiran semua orang di negara ini dan negara Diana yang percaya hantu bisa menampakkan diri, setiap Kerajaan punya kepercayaan mistisnya masing-masing.


(Author (Nae): anggap saja percakapan nya arti dari bahasa mereka ya?)


"apa itu dia". bisik Raja ke Ratunya.


"iya..! kenapa aku merasa tidak asing dengan warna rambut juga matanya?". bisik Ratu ke Suaminya.


Raja asik dengan bisik-bisiknya bersama Istrinya sedangkan Para Bangsawan mulai menikmati acara itu yang menyediakan banyak makanan serta minuman.


Cashel membuang nafas mendengar isi pikiran manusia yang sangat berisik menurutnya, jika bukan Karna Diana mana mau Cashel hadir ke acara mewah ini, Cashel sama seperti Crystal yang tidak menyukai acara besar.

__ADS_1


"kenapa Cash? apa mereka semua berisik?". tanya Diana yang menebak dari helaan nafas Cashel.


Cashel menoleh ke Diana dan mengulas senyum lalu Diana meminta maaf pada Cashel karna membuat Cashel repot tapi Cashel malah tertawa pelan dan mengusap kepala Diana yang sungguh imut tapi mengerti dengan dirinya.


"aku harap mereka tidak bertele-tele". keluh Cashel ke Diana.


"sebenarnya ada apa Cash? apa isi pikiran Raja dan Ratu itu?". tanya Diana penasaran.


"mereka ingin kamu meminta padaku untuk menyembuhkan anak perempuannya". jawaban Cashel membuat mata Diana membulat sempurna.


"tidakk...! kalau begitu lebih baik kita pulang saja, aku tidak mau memanfaatkan kekuatanmu". Diana berdiri dari duduknya seketika para Bangsawan disekitar Diana menoleh tapi mereka malah menjauh demi tidak mengganggu Diana bersama Pria itu.


mereka semua mencari aman saja, walau mereka takjub dengan Ketampanan dan Kekuatan Cashel yang dikatakan para penggosip tapi tak membuang fakta bahwa Cashel hanya Hantu bukan manusia.


Cashel tersenyum menggenggam tangan Diana tapi gadis itu memang begitu berani memaksa Cashel berdiri dan mengajak Cashel pergi hanya karna Diana tidak mau memanfaatkan Kekuatan Super Cashel.


para Pengawal Deniel menghadang jalan Diana bersama Cashel.


"minggir kalian...! aku tidak akan memenuhi permintaan kalian". usir Diana dengan kesal.


Diana tidak menyangka tujuannya kesini untuk memanfaatkan Diana meminta bantuan Cashel, Diana mana mau memanfaatkan temannya yang seluar biasa Cashel.


"permintaan apa?". tanya Deniel tiba-tiba menyahut.


Diana melindungi Cashel dibelakangnya bukan sebaliknya tapi Cashel hanya senyam-senyum menikmati kegugupan Diana yang mencoba diberani-beranikan demi melindunginya, tingkah Diana sungguh lucu dan imut membuat Cashel tak kuasa menahan senyumnya.


"kalian memanfaatkanku tidak masalah tapi jika kalian memanfaatkan aku demi meminta bantuan pada Cashel tidak akan aku lakukan". ujar Diana dengan sorot mata tajam begitu berani padahal kakinya dingin saat ini.


"ha? siapa yang memberi taumu? kami ingin minta apa rupa nya?". tanya Deniel pura-pura tidak tau.


Deniel bahkan mengatakan bahwa Diana terlalu percaya diri akan meminta dirinya menikahi nya tapi Diana tidak gentar dengan sindiran Deniel didepan banyak orang.


"aku tidak butuh statusmu karna aku sudah punya teman baik seperti Cashel". jawaban Diana seperti menampar Deniel seolah dirinya tidak ada harganya dimata Diana bahkan dinilai jahat.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2