
.
.
.
sejak keburukan Berby diketahui media, wanita itu mengurung diri di Kamarnya selama berminggu-minggu untuk menenangkan diri. sementara, keluarga Berby yaitu Ayahnya Eros dan Ibunya Weri tidak senang dengan keterpurukan Anak mereka satu-satunya.
"kenapa Istriku?." tanya Eros dengan serius ke Weri yang tampak menjadi murung beberapa minggu ini.
"apa lagi Eros? aku tidak terima anak kita seperti itu, apa kamu tidak berani membalas perbuatan jal*ngnya Tuan Cashel? hanya karna dia memiliki Tuan Muda Asiantama sudah membuatnya besar kepala, aku tidak suka anak kita jadi terpuruk hanya karnanya." Weri meraup wajahnya dengan frustasi.
Eros terdiam beberapa saat, "melawannya tidak sulit tapi yang menjaganya itu yang tersulit, menurutmu kita sanggup melawan Tuan Muda Asiantama itu?."
"lalu kenapa tidak sanggup? kita tidak menyerang Tuan Muda Asiantama itu kan? wanita jal*ngnya itu saja yang perlu kita singkirkan, karna dia karir anak kita hancur dan reputasinya rusak." Weri.
Weri mengutarakan segala unek-unek yang mengacau di kepalanya, alhasil Eros menuruti Weri dengan cara menyerang Diana saja sebab akar permasalahan mereka berawal dari Diana. mungkin jika Diana tidak ada di Negara mereka semua hal buruk itu tidak akan menimpa Putri mereka.
Weri begitu semangat saat Eros mendukungnya, mereka pun merencanakan semua pembalasan untuk Diana tapi tanpa ada Cashel.
.
.
di Mansion Asiantama,
Diana terpekik senang melihat Bart telah datang ke Negara Cashel, Ayahnya itu berhasil mengembalikan tahta dan merubah semua kehidupannya menjadi bermasyarakat, tidak ada perbedaan status diantara mereka.
Bart menjadi WNI tanpa basa-basi merubah kewarganegaraannya jauh dari kesan mewah. namun, Ayahnya Diana tampaknya jauh lebih hidup dari pada saat menjabat jadi seorang Raja.
"kita bisa adakan pesta besar untuk pernikahan kedua Cashel dan Diana." kata Dewi Par.
Crystal mendengarnya hanya tersenyum lebar penuh semangat sebab ilmu Crystal sudah sangat tinggi bisa mengendalikan pendengarannya jadi tidak mendengar isi pikiran orang lain.
Cashel? dia bisa memilih pikiran siapa saja yang ingin Ia dengar. Irina dan Lionel? sudah menikah, mereka hidup bahagia di Pulau Nethal bersama Rey dan Jessica.
Diana bersama Cashel memang sudah menikah tapi karna Cashel sangat menghargai Diana jadi mau bersabar menunggu Bart selesai dengan urusannya. Cashel bukan tipe Pria yang mau bersabar tapi demi Diana membuat seorang Cashel yang tak Punya Hati bisa bersabar.
__ADS_1
"baiklah..! aku akan undang rekan-rekanku saat menjadi Raja, aku menunggu tunjangan mereka untuk kelangsungan hidupku." kata Bart mengangguk-ngangguk bangga.
Diana tercengang sejak kapan Ayahnya menjadi matre? sedangkan Keluarga Cashel hanya geleng-geleng kepala. Bart menjual semua aset miliknya dan dibagikan ke Rakyat jadi Bart tidak punya banyak uang. namun, Ia akan merasa jauh lebih hidup jika hidupnya diisi dengan semangat mengumpulkan uang bukan mengatasi masalah rakyat.
hanya dalam beberapa hari Undangan tersebar luas di seluruh negara yang pernah menjadi rekan Bart. mereka sampai terperangah ternyata Bart punya menantu dari Pria yang paling diincar dari Indonesia padahal Diana bisa dikatakan Putri Buangan.
Keluarga Putri Erika tidak heran akan hal itu, awal mereka tau ternyata hantu yang mereka percaya itu bukan hantu melainkan manusia yang punya keistimewaan itu begitu takjub akan kebodohan mereka sendiri, malu? tapi mereka bersyukur ternyata Diana punya Lelaki yang bisa diandalkan bukan hantu yang tidak akan mungkin bersama dengan manusia, alam mereka saja sudah berbeda.
saat ini Deniel menjadi lumpuh tapi tampaknya kepribadian Deniel berubah dengan perlakuan tulus semua orang padanya walau cacat.
.
di Taman kesukaan Diana,
"sayang?." Cashel memeluk Diana dari belakang.
Diana terkejut sesaat saja lalu mengulum senyum, peliharaan yang hinggap di tangannya tadi mengepakkan sayapnya menjauhi Diana bersama Cashel.
"ada apa Cash?." tanya Diana dengan lembut.
Diana tertawa dan tidak heran lagi perkataan Cashel yang blak-blakan itu, Cashel memang mesum tapi bisa menjaganya hal itu membuat Diana semakin terjerat akan pesona Pria sejati dalam diri Cashel.
"aku takut hal buruk menimpa kita Cash." ujar Diana tersenyum.
Cashel melepaskan pelukannya lalu membalik tubuh Diana menghadap padanya, "kenapa bertanya seperti itu?."
Diana didesak oleh Cashel yang akhirnya mengakui juga, "aku tidak tau kenapa aku selalu bermimpi disekap oleh seseorang mengenakan baju pengantin, aku hanya takut terjadi hal buruk dihari pernikahan kita."
Cashel memejamkan matanya menerawang ke masa depan, seketika mata Cashel terbuka dan Diana bingung melihat raut wajah Cashel yang berubah pucat.
"ada apa Cashel?." tanya Diana.
Diana tidak tau Cashel bisa melihat masa depannya.
Cashel langsung memeluk Diana dengan erat, "tidak akan terjadi apapun sayang, aku akan halau hal buruk apapun yang menimpa dirimu."
Diana mengelus punggung Cashel dengan raut wajah semakin bingung saja sebab nada bicara Cashel sangat bergetar seperti menahan amarah, Diana sungguh tidak tau kelebihan Cashel bisa melihat kemasa depan.
__ADS_1
mata Violet Cashel menyala kearah depan,"berani kalian menculik Pengantinku..! aku akan menghancurkan kalian terlebih dahulu." batin Cashel yang sudah melihat masa depan Diana.
Cashel seketika tersadar akan sesuatu lalu melepaskan pelukannya dari Diana dan menatap lekat sang pujaan hati.
"kenapa kamu bisa bermimpi seperti itu sayang?." tanya Cashel serius.
"aku sudah bermimpi sejak dulu Cashel, Ibunda meletakkan sesuatu dalam pikiranku dan katanya akan menjadi petunjuk bagiku jika akan ada ada bahaya yang menimpaku. dulu sebelum Ibunda meninggal aku pernah bermimpi peliharaan kesayanganku mati."
Diana menceritakan semua petunjuk mimpinya yang selalu berujung benar, Bisu? Lumpuh? Buta?. semua sudah ada petunjuknya lewat mimpi, itu sebabnya Diana jadi takut jika ada mimpi buruk yang menimpa dirinya terlebih lagi tidak sekali melainkan berkali-kali.
"Diana memang Putri Awan..! aku beruntung karna Diana mengatakan hal itu padaku, aku hampir saja lengah." batin Cashel.
Cashel kembali memeluk Diana, "hal yang dulu pernah menimpa Papaku ditipu oleh orang luar tidak akan terjadi lagi padaku, aku akan menjagamu sayang."
Diana tidak menjawab lalu Cashel mendengar dengkuran halus Diana, Eka berbisik pada Cashel dengan pelan bahwa mimpi buruk itu selalu menghantui Diana sehingga Nona nya tidak mau tidur.
Cashel merasa bersalah karna tidak menyadari Diana sedang ada masalah yang membuatnya takut tapi Eka menjelaskan bahwa Diana tidak mau Cashel repot, Cashel selalu bekerja setiap hari demi bisa ambil waktu cuti panjang kedepannya membawa Diana bulan madu di Luar negeri, belum lagi masalah Pesta pernikahan.
"kali ini kau aku maafkan..! lain kali beritau aku apapun itu, jika dia mengancammu maka kirimkan lewat pesan padaku." Kata Cashel dengan serius.
"tapi saya tidak punya nomor hp Tuan, Nona sangat berhati-hati menyerahkan ponselnya pada saya Tuan." jawab Eka.
Cashel melirik Ponsel Eka seketika Eka terkejut saat ponselnya bergetar ada panggilan dari nomor asing.
"simpan nomorku dengan nama yang tidak dicurigai oleh Diana." titah Cashel sambil membawa Diana pergi dalam gendongannya.
Eka melihat nomor itu pun tampak berpikir sekiranya nama yang pas untuk Cashel diponselnya supaya tidak diketahui Diana.
"orang sibuk". Eka tersenyum kecut menyimpan nomor Cashel.
"maafkan saya Tuan." Eka menundukkan kepalanya ke Ponselnya sendiri padahal Cashel lah yang memerintahkannya untuk menyimpan nama lain diponsel Eka.
.
.
.
__ADS_1