
.
.
.
Acara sudah berakhir tapi Tyara maupun Bubby tidak menemukan sosok pemilik suara itu sampai Ruangan itu kosong dan hanya menyisakan para Pelayan Hotel dan para pekerja Desaingner Fitri membersihkan Ruangan Hotel.
Cashel memerintahkan Irina, Eka menjaga Diana dan 3 Pengawal Pria ke Kamar terelit untuk berganti pakaian, Diana tidak tau apa-apa hanya menurut saja karna pikirannya hanya ingin berganti pakaian saja.
"pergilah sayang, aku akan bicara sama Tyara dan Bubby." kata Cashel mengelus pipi Diana lalu mengecup pipi lain Diana.
Diana tersenyum lebar dan mengangguk, "aku juga udah gerah jadi pengen mandi."
Cashel mengusap kepala Diana lalu melihat ke Eka dan Irina yang mengangguk membawa Diana pergi dari Cashel sambil membantu gaun Diana yang panjang, 1 Pengawal di didepan sementara 2 Pengawal dibelakang Diana. tidak ada yang curiga mengapa Cashel memberi pengawalan terhadap Diana malah berpikir bentuk perhatian Cashel saja karna Diana belum kenal Hotel itu.
Cashel yang ramah dan manis didepan Diana saat Istrinya itu sudah masuk Lift lalu pintu itu tertutup raut wajahnya seketika berubah seolah hal tadi hanya topeng saja untuk menutupi sifat asli Cashel yang memang kejam serta tidak manusiawi.
"tidak akan lolos dariku." gumam Cashel berbalik lalu mencari Tyara dan Bubby.
kedua adik kandung Cashel segera menghampiri kakaknya lalu melaporkan semuanya, betapa beruntungnya mereka Crystal tidak mendengar apa-apa biarlah kasus itu Cashel saja yang urus.
"tapi Kak?." bela Bubby.
"Kak?." Tyara pun tampak tidak terima.
"Diana adalah Istri Kakak sekarang, kalian fokus dengan kuliah saja terutama kamu yang mau S2 By." Potong Cashel melihat Bubby.
Bubby menghela nafas pasrah, "baiklah."
Cashel menoleh ke Tyara, "kamu perempuan Tyara, jangan perlihatkan Kekuatanmu dengan jelas. Papa membuatmu tampak sebagai gadis lemah yang tidak punya kekuatan selain kekuatan fisik saja."
"dengarkan Kakak Tyara." lanjut Cashel terdengar tegas yang tidak menerima bantahan apapun.
Tyara pun mengangguk patuh lalu Cashel mengelus kepala kedua adiknya dengan lembut sedang kedua adiknya memandang Cashel begitu pasrah.
"kalian adalah Harta Asiantama, kalian tenang saja Kakak akan menemukan pelakunya dengan mudah. Kakak tidak suka kalian menganggap Tuan Muda Asiantama lemah." kata Cashel menyunggingkan senyum tipisnya.
"iyaa." jawab keduanya serentak.
Mereka berdua sangat tau kalau Cashel kuat bukan lemah.
__ADS_1
"kembali." titah Cashel.
Tyara dan Bubby pun segera membubarkan diri, mereka berdua berjalan bersamaan malah sempat senggol-senggolan saling menyalahkan satu sama lain karna tidak bisa menemukan pemilik ucapan batin seseorang itu.
Cashel menatap lurus kedepan, "bersembunyilah dengan baik." ucap Cashel menyeringai tipis yang sangat misterius.
Cashel memejamkan matanya lalu menarik nafas dalam-dalam, Ia menenangkan diri sejenak supaya kepalanya tetap dingin maka semua jalan keluarnya akan terasa mudah.
Cashel melangkah pergi dari sana menuju Lift bahkan Ia tidak memikirkan sosok Pria tadi, Ia hanya merasa yakin bahwa Orang itu akan menggunakan cara pengecut melawannya, melawan Cashel terang-terangan sama saja membunuh diri. tapi, jika orang itu memang Pintar namun nyalinya kuat pasti menyerang secara diam-diam.
Cashel tiba di Kamar Diana lalu para Pengawal yang berjaga memberi hormat pada Cashel.
"kerja bagus..! kalian pergilah." usir Cashel.
Cashel pun masuk ke Kamarnya dan melihat Irina sedang telfonan dengan Lionel yang protes Istrinya belum juga datang ke Kamar mereka berdua, sedang Eka duduk manis melihat kamar Mandi menunggu Diana Keluar.
"keluarlah." titah Cashel.
Eka dan Irina tersentak lalu segera bersamaan Keluar Kamar Cashel tanpa diperintahkan kedua kalinya.
.
"Eka kan aku sudah bilang bisa mandi sendi...? Eehh?." omel Diana memutar kepalanya ke arah suara pintu dan Ia malah kaget melihat Cashel yang cukup jauh darinya.
Kamar Mandi nya melebihi ukuran kamar mandi yang normal.
"Cash? apa udah selesai?." tanya Diana tergugu gagap.
Cashel memakai celana pendek yang lumayan ketat, Diana segera memalingkan wajahnya melihat pemandangan itu.
"apa kamu lupa janjiku sayang?." tanya Cashel.
"i.. iya aku tau tapi kan aku pemalu kamu mah tidak punya malu." celutuk Diana tidak berani memandang Cashel.
Cashel terkekeh pelan, "yaah..! aku tidak punya malu jika sudah menyangkut dirimu sayang."
wajah Diana semakin merah mendengar suara Cashel kian mendekat, Diana membelalak saat Cashel masuk ke Bath Upnya tapi Cashel duduk di pojokan lain bukan didekat Diana dan mereka saling berhadapan.
"Cash?." Diana melihat kesana-kemari seperti meminta bantuan.
Cashel memandang Diana dengan intens, "jangan tegang sayang, mandi saja."
__ADS_1
awalnya memang tegang tapi melihat Cashel begitu tenang akhirnya Ia pun ikut tenang.
Cashel tersenyum saja melihat Diana masih belum berani memandangnya, Cashel akan lakukan perlahan karna Ia tidak mau Diana takut.
beberapa saat kemudian,
Cashel berdiri membuat mata Diana membulat sempurna, Ia memekik menutupi kedua matanya lalu mengomeli Cashel yang membuat mata bersihnya ternoda.
Cashel tertawa lebar, "memangnya kenapa? bukankah semua yang ada padaku milikmu? tunjukkan saja milikmu."
Cashel melihat telinga Diana sungguh merah tapi bibir gadis itu tak berhenti menggerutu hingga Diana mendengar pintu Kamar mandi segera Ia mengintip dan lega Cashel sudah tidak ada.
"aduuh..! kenapa dia sangat tampan? tubuhnya? Aaahhh...! aku merasa gerah melihatnya." oceh Diana kembali menyirami tubuhnya yang terasa panas.
.
Diana keluar dari Kamar Mandi lagi-lagi Ia terpekik ternyata Cashel ada di depan pintu menunggunya dengan paras yang sungguh tampan, Pria itu bersidakap dada dan tubuhnya bersandar di dinding.
"kenapa wajahmu tegang sekali sayang?." tanya Cashel yang memang suka sekali menggoda Diana.
"Cashh..? tolonglah aku tidak sanggup dengan pesonamu." pinta Diana memelas.
Cashel tertawa lalu mendekati Diana dan mengecup bibir Diana dengan santainya Pria itu berbalik ke arah Sofa memainkan ponselnya sambil duduk disana.
Diana mengelus dada, "dia sangat berbahaya, dari tadi jantungku meloncat-loncat karnanya." gerutuan pelan Diana.
Diana berjalan ke Koper kecilnya lalu membuka isinya mencari pakaian sambil berjalan begitu hati-hati menuju Ruangan ganti mata biru gelapnya itu celingukan ke Cashel yang tampak serius dengan Ponselnya.
"huhh..! Diana kamu ingat kalian bukan pengantin baru lagi, tadi itu hanya pesta pernikahannya saja sementara kamu sudah lama jadi Istri Cashel, kenapa tegang?." oceh Diana menyalahi tubuhnya yang bereaksi begitu berlebihan.
Diana hendak keluar tapi kembali berkaca memperhatikan penampilannya, Ia membenahi rambutnya yang basah demi persiapan itu.
"tenang...! huhh..! tenang." Diana berulang kali memperingati dirinya untuk tenang.
Diana perlahan keluar dan mengintip ternyata Cashel masih sibuk dengan Ponselnya, "apa-apaan sih? bukannya dia minta malam ini ya? apa dia berubah pikiran? atau ada kesibukan?." cerocos Diana pelan bukan dalam pikiran karna Cashel bisa mendengarnya.
.
.
.
__ADS_1