
.
.
.
Diana menoleh perlahan ke Cashel, Pria tampan itu mendekati Diana dan memeluk Diana dari belakang sambil mengendus leher Diana.
"sayangg? ku mohon jangan hukum aku seperti ini, kamu yang membuatku tergila-gila padamu jadi bertanggung jawablah sampai akhir, jangan dengarkan orang lain ya?." Cashel.
Eka tersenyum malu melihat kemesraan Nona serta Tuannya, Ia pun beranjak pergi namun Cashel berkata dengan serius.
"kau membuatku senang dengan kata-kata Diana..! aku akan menggajimu 3 kali lipat." begitulah perkataan Cashel berhasil membuat Eka lunglai.
gaji 3 kali lipat? Eka berjalan lemas keluar kamar Diana, gaji normal saja sangat banyak baginya apalagi jika 3 kali lipat padahal tadi Eka hanya ingin Diana akur dengan Cashel, Eka sangat tau bagaimana Cintanya Diana pada Cashel.
Diana diam, "a.. aku??." ucapnya terbata beberapa menit setelah Eka keluar dari kamarnya.
"aku sangat merindukan suaramu sayang, apa kamu tidak mau jalan-jalan ke Rumah Ayahmu?." tanya Cashel.
Diana memutar badannya ke Cashel, "benarkah?."
Cashel mengecup bibir Diana, "bersiaplah, aku akan mengantarmu kemanapun kamu mau."
Diana pun bersiap-siap lalu jalan bersama Cashel dengan menggunakan kekuatan Cashel, Pria tampan itu tidak mau berkendara entah apa alasannya.
Diana muncul di sebuah Rumah sederhana dengan taman Bunga disekelilingnya, "apa ini Rumah Ayah?."
"aku sudah berulang kali mengatakan akan memberinya sebuah Apartemen tapi Ayahmu itu sangat sombong, ckk..! padahal hanya mantan Raja tapi sifat angkuhnya masih sama." Cashel.
"Beb? dia Ayahku." Diana menatap datar Cashel yang tersenyum lebar merangkul bahu Diana.
mereka berjalan ke Rumah itu lalu mengetuknya, Bart keluar dengan wajah bantalnya.
"Ayah? apa Ayah baru bangun tidur? apa-apaan Ayah? sejak kapan Ayah tidur jam segini?." cecar Diana sambil nyelonong masuk seperti Rumah sendiri.
"oh..? Putri Diana? Ayahmu ini sudah lelah menanam Pohon jadi ketiduran karna lelah, ada apa nak? apa kandunganmu baik-baik saja?." tanya Bart membiarkan pintu Rumahnya terbuka berjalan ke arah Diana sambil mengucek matanya.
Cashel menghela nafas panjang dengan sabar Ia menutup pintu Rumah Bart.
__ADS_1
Diana celingukan kesana-kemari melihat segala isi Rumah Bart yang sederhana tapi sangat nyaman, mereka bercengkrama tentang Rumah itu sedangkan Cashel hanya duduk di Sofa sembari memainkan ponselnya.
Cashel melihat titik keberadaan Etfar yang berada di Mansion Asiantama, titik itu jelas mondar-mandir di gerbang Mansionnya.
"Ckkk...! dia sedang mencari cara untuk bisa masuk ke Mansionku, sepertinya rencana dia ingin menjadi bagian dari Keluargaku." batin Cashel tersenyum tipis.
Cashel sudah meletakkan sesuatu didalam tubuh Etfar hingga Ia tau kemana saja Pria itu pergi, Cashel mengawasi Pria sok pintar itu padahal dia sudah berada dalam genggaman Cashel.
Cashel membiarkan mangsanya keliaran untuk hidup, jika waktunya tiba maka Cashel tanpa segan menghabisinya sebagaimana mestinya.
.
hampir setiap hari Etfar itu terus saja mondar-mandir di Mansion Asiantama hingga suatu saat Etfar berada di Perusahaan Asiantama dan ingin bekerja disana tapi ternyata wajah Etfar sudah tersebar di media.
"diaaa?? dia Buronaaan kita!." teriak seseorang menggema.
Etfar menoleh ke Orang itu dengan heran, "siapa yang dia maksud?."
Eftar belum sadar wajahnya sudah tersebar di semua tempat malah celingukan melihat sekeliling, tiba-tiba Ia tersadar melihat posternya ada di dinding Gerbang.
"si*l." Etfar mengumpat lalu segera berlari tapi sayangnya Ia sudah terkepung.
Etfar menyumpah serapah, Ia berusaha melawan tapi orang yang mengejarnya bukan sedikit dan Ia diserang dengan Brutal.
segala makian terlontar dari setiap manusia yang mengeroyok Etfar tanpa hati, mereka seperti sangat dendam pada Etfar yang sudah diketahui banyak orang sebagai Bos Ketua Mafia X.
"Kalian salah Orang!!" teriak Etfar.
Etfar berusaha melawan dan memukul salah satu warga yang mengeroyoknya hingga semua orang semakin marah, Etfar semakin di keroyok belum lagi emak-emak yang kehilangan anak datang dengan pisau dapur.
"akuu akan membunuh orang yang telah menghabisi anakku." teriak salah satu wanita berapi-api penuh dendam.
Etfar menelan salivanya bersusah payah, Ia berusaha kabur tapi tubuhnya dipegang oleh banyak orang dan mereka semua malah memberi jalan pada kumpulan emak-emak itu terlihat menakutkan.
"apa ini? kenapa bisa begini?." batin Etfar tidak mengerti.
Cashel dilantai atas menyeringai, "itu hadiah dariku." kata Cashel.
ternyata selama 2 hari sebelumnya Cashel mengirim sebuah surat dan Poster pada semua Rumah warga yang merupakan korban dari keserakahan Etfar, yang menyebar luaskan Poster bukan Cashel tapi semua orang yang sangat percaya dengan bukti-bukti yang Cashel berikan.
__ADS_1
Etfar diamuk warga yang langsung mati mengen*skan di depan Gerbang Perusahaan Asiantama, Pria itu terkena luka tusukan berpuluh-puluh kali.
"hentikan..!." para Polisi akhirnya datang mencoba melerai tapi tidak bisa mereka malah tersingkir.
warga semakin banyak dan melampiaskan dendam masing-masing, salah satu Pria Tua memberikan bukti kejahatan Etfar ke Pihak Polisi betapa terkejutnya mereka.
"bagaimana kalian bisa mendapatkan bukti ini?." tanya si Polisi.
"kami mendapat paketan dari Orang misterius yang jelas dia sangat baik hati, akhirnya ada orang baik yang mau membantu kami yang tidak punya kekuasaan." kata Pria tua itu.
"jadi saya minta bapak polisi harus berdiam diri membiarkan para Ibu-ibu melampiaskan dendam anak-anak mereka, saya hanya seorang Kakek sangat sedih cucu saya hilang sampai sekarang jasadnya tidak ditemukan dan buktinya membuat saya marah apalagi mereka yang seorang Ibu, mereka lebih menderita dari saya Pak." kata Pria tua itu berlinang air mata.
akhirnya Para Polisi berdiam diri membiarkan mereka semua melampiaskan dendam masing-masing, sungguh betapa hebatnya orang yang telah mendapatkan bukti kematian Keluarga mereka yang hilang.
beberapa jam kemudian,
para Polisi sampai ngeri melihat Eftar yang sudah tidak terbentuk lagi, mereka tidak ada yang Protes segera melakukan tugasnya, sedang Ibu-ibu yang terkena cipratan darah terduduk tak jauh dari mereka menangis tersedu-sedu. dendam sudah terlampiaskan tapi kehilangan anak lebih menyakitkan hati mereka.
Cashel dilantai atas hanya tersenyum miring lalu kembali melanjutkan Pekerjaannya, Ia tidak peduli lagi dengan orang itu karna sudah selesai bahkan Cashel tidak mengotori tangannya untuk menghabisi Etfar melainkan tangan para Keluarga korban yang menghabisi targetnya.
"siapa suruh menyinggungku." kata Cashel tersenyum tipis.
Cashel adalah Pria yang Kejam dan Kekejaman Etfar tidak semengerikan Cashel jika sudah tersinggung, Cashel tidak akan memberi ampunan pada musuh yang berani padanya.
.
di tempat lain,
"ada apa Ka?." tanya Diana melihat Eka tampak merinding akan sesuatu.
"ini Nona ada berita baru..! katanya Pria ini yang menjual org*n tubuh keluarga mereka yang hilang, dia mati di amuk massa." jawab Eka menunjukkan layar ponselnya.
Diana bergidik, "syukurlah ada orang baik yang mau membantu ibu-ibu itu." kata Diana.
.
.
.
__ADS_1