Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
kenali


__ADS_3

.


.


.


beberapa hari kemudian,


Keluarga Cashel tidur di Kastil Bart dan Diana, bahkan mereka semakin akrab saja seperti Keluarga dekat, Bart banyak berbicara dengan Indiro dan Alex serta menerima banyak sekali pengajaran.


Bart tanpa ragu meminta bantuan Keluarga hebat itu mendukungnya untuk meruntuhkan sistem negara mereka selama ini, Bart sudah tidak sanggup menjadi pemimpin mereka dan ingin hidup bebas sebagai rakyat biasa.


.


pagi-pagi,


Diana memekik saat melihat ada Cashel didepannya, Irina dan Pelayan Diana yang lain pun syok melihat ada Cashel sebab Diana sedang memakai handuk tentu mengusir Cashel mencari masalah.


"Cash? ka.. kamu mengintipku tadi ya?". tanya Diana melototkan matanya.


Cashel tersenyum sungguh tampan dan mengedipkan matanya dengan nakal lalu muncul dibelakang Diana, Pelayan Diana belum terbiasa dengan Kekuatan Super Cashel tapi Irina bergerak cepat membawa semua rekannya keluar tak lupa meminta Diana memanggil mereka jika dibutuhkan.


"jangaaannn! kalian kenapa keluar? kalian harus melindungiku". protes Diana tapi nyatanya Pelayan mereka lebih takut pada Cashel.


Cashel tertawa keras membuat Diana menatap sengit Cashel sambil memegang handuk putih yang membalut tubuh sempurna nya.


"Cash? bisakah kamu menjadi Pria Normal? aku benar-benar takut seperti ini, kenapa kamu suka sekali menggunakan kekuatanmu untuk mencari kesempatan?". omel Diana.


Cashel melangkah ke Diana yang terus mundur, entah apa rencana Kekasih liarnya Diana ini kalau dipikir-pikir pantaslah Tyara menyebut Kakaknya binatang buas sebab semakin hari Diana merasakan keganasan Cashel tapi masih bisa Diana kendalikan.


"sayaang". Cashel berhasil merangkul pinggang Diana dan menarik tubuh Diana hingga masuk kedekapannya namun Diana menahan aset depannya supaya tidak menempel dengan Cashel.


"bukankah kamu akan menjadi Istriku? kenapa harus malu hmm? bagaimana jika kita pemanasan dulu?". tanya Cashel yang memang suka sekali menggoda kekasihnya itu.


Diana membelalak lalu memukul dada bidang Cashel, "Cash..? aku masih waras ku mohon kamu waraslah". gerutu Diana.


"kamu yang membuatku tidak waras sayang, bagaimana kamu bisa menolak Pria sepertiku hmm? lagian apa yang kamu takutkan coba? aku akan bertanggung jawab". Cashel yang tidak bisa menutupi diri bahwa Ia adalah Pria mesum.


Diana menggeleng kepalanya, "jangan menyalahkanku Cash..! aku tidak melakukan apapun padamu emang kamu nya aja yang mesum". sambar Diana dengan galak.


Cashel tertawa lepas, inilah yang Ia suka bayi macan yang dulu Ia rawat telah tumbuh menjadi Seekor macan betina yang galak.

__ADS_1


Diana memelas ke Cashel sebab hari ini adalah acara penting untuk mendatangi acara wisuda Cashel, Diana tidak mau datang terlambat.


"cium aku". pinta Cashel memanyunkan bibirnya seperti anak-anak.


Diana dengan pasrah namun malu-malu juga mengecup bibir Cashel, mata Diana melotot saat Cashel malah ******* bibirnya dengan durasi cukup panjang.


"Cashh? ka...? aaahh". Diana hendak mengomel tapi Cashel dengan liar menggigit leher Diana membuat gadis itu terdiam lalu Cashel menghilang dari pandangan Diana.


Diana memegang lehernya sambil menghela nafas berat, ini bukan pertama kalinya Cashel melakukan hal itu padanya tapi anehnya Diana tidak bisa benci dengan Cashel walau seperti itu tapi Diana sudah terlanjur tidak bisa hidup tanpa Cashel.


"Irina..? Ekka?". panggil Diana.


semua Pelayan Diana dengan cepat masuk ke Kamar Diana, mereka terkekeh mendengar peringatan Diana yang kesekian kalinya untuk tidak memberitau kejadian tadi pada siapapun dan sebagai gantinya Diana akan beri bonus pada mereka ber enam.


Pelayan Diana tidak asing lagi dengan omelan serta tanda dileher Nona mudanya, bahkan dulu saat mereka (5 Pelayan) bekerja dengan Elizia melihat leher Elizia lebih parah lagi.


beruntung Diana akan berpakaian tertutup jadi lehernya yang digigit nyamuk besar tidak terlihat.


.


.


Cashel yang berada di Kampusnya menjadi tontonan para Mahasiswa/i di sana yang tidak menyangka bahwa Cashel miskin yang mereka asingkan ternyata Tuan Muda Asiantama.


"Omaku sayang...? Diana akan datang". jawab Cashel tersenyum tipis.


Jessica memberengut, Ia terlambat datang karna ulah suaminya hingga mereka selalu ketinggalan pesawat hanya karna kesiangan. Jessica sudah tidak sabar bertemu dengan sosok Ratu yang menguasai hati cucu nakalnya yang tidak tertolong seperti Cashel.


Crystal bercengkrama dengan Tyara dan Bubby tentang Cita-cita mereka malah ingin lanjut kuliah di Australia, Jerman bukan di negara ini.


"lihat Bunda". Tyara memperlihatkan rekaman yang pernah dikirim Bubby.


Crystal sampai membekap mulutnya betapa tergila-gilanya Cashel pada Diana hingga tidak mau Diana terluka.


"mereka sangat cocok Bunda". puji Tyara.


"mereka serasi dan saling melengkapi". sambung Bubby.


Crystal dan kedua anaknya itu tertawa lebar menceritakan tentang Cashel yang kini terkena karma dengan tergila-gila pada seorang gadis yang dulu pernah cacat padahal dulu semua gadis sempurna datang padanya selalu saja di tolak dan pulang dalam keadaan mata bengkak.


beberapa saat kemudian,

__ADS_1


Teman-teman Eliziany datang ke Kampus dan terperangah melihat Keluarga yang sangat disegani oleh berbagai Negara itu.


Soft yang dulu sahabat baik Elizia masih membela Elizia walau jelas Elizia bersalah dan sudah meninggal, Ia sangat benci dengan Putri Diana tapi teman Elizia yang lain tidak berani mencari masalah dengan Putri Diana yang kini dicintai oleh Rakyat kecil.


"benarkah? kok bisa? mana mungkin Tuan Asiantama mau sama Putri Buangan dan Cacat seperti Diana". Soft berdecak tidak percaya kalau Cashel adalah Kekasih Diana walau media sudah mengkonfirmasi lewat foto-foto unggahan Rakyat kecil.


Soft melihat Cashel dari samping namun jaraknya cukup jauh, "tampan banget ya? aku baru tau wajah asli putra sulung Asiantama". gumam Soft.


Cashel selama ini memang tertutup dan tidak banyak media yang mengetahui tentang Cashel, sejak menjalin hubungan dengan Diana tampaknya Cashel tidak lagi bersembunyi malah ingin memperlihatkan pada Dunia sosok gadis yang telah memiliki hatinya.


Putri Diana tiba dengan penampilan sederhana layaknya gadis-gadis sederhana dari Desa jauh dari kesan glamor namun tidak norak malah terkesan masih sangat cantik dimata Cashel.


"Diana?". Cashel sumringah tipis melihat kedatangan Diana.


Cashel berlari pelan dengan langkah lebar menyambut Diana hingga Jessica dan suaminya menganga lebar sebab mereka tau betapa kejamnya Cashel dulu pada perempuan.


Cashel tiba di hadapan Diana dan memegang kedua tangan Diana, "kamu datang juga sayang". ujar Cashel sambil tersenyum menyibakkan rambut Diana.


Diana jangan dikatakan, Ia sungguh malu dengan perlakuan Cashel yang membuat jantungnya berdegub kencang ditambah lagi mereka berdua dilihat banyak orang.


"ini karnamu Cashel. ! aku hampir saja terlambat". bisik Diana pelan.


Cashel terkekeh lalu menggenggam tangan Diana layaknya pasangan kekasih normal dari negara kelahiran Cashel bukan dari peraturan bangsawan dari negara Diana lahir.


Cashel membawa Diana ke Jessica, "Oma..? Kek.. ini dia Kekasihku". kata Cashel dengan senyuman.


Cashel terkadang memanggil Oma pada Neneknya yang cantik tapi terkadang panggil nenek cantik. sedangkan memanggil Rey dengan sebutan Kakek sama seperti Indiro panggilannya juga Kakek.


Diana terlihat bingung siapa sosok mata merah delima itu lalu Crystal menyahut betapa terkejutnya Diana, segera saja gadis itu hampir memberi hormat layaknya bangsawan tapi Jessica menahan tubuh Diana dengan memegang kedua bahu Diana.


"kamu cantik sekali sayang". puji Jessica.


Diana tersenyum kikuk lalu Tyara tampak berbisik ke Jessica yang tersenyum lebar malah terlihat gemas pada Diana.


"pantas saja Cashel klepek-klepek ya?". gemas Jessica mengusap pipi Diana.


hanya Cashel dan Keluarganya, serta Pelayan Diana saja yang tau arti pembicaraan mereka, berbeda yang menonton hanya terbelalak dengan ekspresi bermacam ragam.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2