Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
pernikahan (Part. 2)


__ADS_3

.


.


.


sesampainya di Singgasana Pernikahan,


"waah..? mereka seperti Raja dan Ratu."


"aku tidak menyangka Istrinya Tuan Muda Cashel jauh lebih cantik dilihat langsung."


"gilaaa...! pernikahannya unik sekali, tapi aku dengar mereka sudah menikah."


"dari mana taunya kabar itu?."


"aku tidak sengaja melihat nama mereka di data negara kita sebagai pasangan suami istri."


"lalu apa masalahnya?." tanya yang lainnya.


"kalian tidak lihat wajahnya sangat bersinar, hanya gadis peraw*n saja yang punya cahaya seperti itu."


"aku sempat dengar dari temanku yang pernah kuliah di London, katanya pernikahan Tuan Putri di negara itu harus dilangsungkan oleh Raja sampai saat itu tiba Tuan Putri tidak boleh rusak, kalian lihat sendiri para tamu undangan nya."


mereka mengedarkan pandangan dan akhirnya berdecak kagum.


"hihi."


tiba-tiba salah satu dari penggosip ada yang tertawa lalu temannya bertanya dan perempuan itu mengatakan bahwa Ia melihat Cashel sempat mengintip belah*n dada Diana, Cashel seperti hewan lapar.


mereka memperhatikan pasangan itu dengan seksama.


Diana memukul paha Cashel yang terus saja mengintip dirinya, "Cash? kita lagi ditempat ramai." bisik Diana dengan gigi merapat tapi bibirnya tersenyum.


Cashel mengelus punggung Diana membuat Diana melebarkan matanya, "Cashh?."


"aku tidak sabar, ayo kita tinggalkan acara ini." ajak Cashel sumringah seperti bocah kecil.


Diana tertawa kecil, "aku tidak bisa membuat malu Ayahku Cash."


Cashel memberengut lalu menempelkan bibirnya dibahu Diana hingga Diana menggeleng-geleng kepalanya, Cashel tanpa malu mengecup bahu Diana padahal mereka lagi jadi tontonan.


"Cash? tolong lah? jangan seperti ini ya? aku sungguh malu." pinta Diana memelas.

__ADS_1


Cashel memegang paha Diana yang terlonjak kaget, Diana segera menurunkan tangan Cashel yang pasti akan kemana-mana nantinya.


sungguh Cashel terlihat sebagai Pria normal tampak sekali Cashel ingin sekali menyentuh Diana tapi Diana yang merona masih menjaga semuanya supaya aman terkendali walau Ia sendiri juga sedikit kewalahan mengatasi bocah mesumnya itu.


Crystal mendekati Cashel lalu memukul kepala Putranya, sontak saja Cashel menoleh ke orang yang berani memukul kepalanya. namun, saat tau pelakunya adalah Bundanya malah nyengir.


"Bunda? bukannya mengurus tamu ya?." tanya Cashel berdiri dengan senyum tak berdosanya itu.


"kamu mau Bunda gantung terbalik ya? apa-apaan kamu membuat semua orang berbisik ha? apa tidak bisa menahan beberapa jam?." omel Crystal.


Diana tetap tersenyum ke para Tamu Undangan untuk mengalihkan perhatian Suaminya dimarahi oleh Crystal.


Cashel yang diomeli melirik para tamu undangan yang segera berpaling pura-pura tidak melihat padahal jelas Cashel tadi menangkap basah mata semua orang ke arahnya.


berkat ancaman Crystal akhirnya Cashel menurut juga tidak macam-macam pada Diana.


"Cash? apa ancaman Bunda membuatmu menurut hmm?." tanya Diana dengan gemas.


"Bunda akan membawamu entah kemana lalu aku digantung terbalik, kita gagal malam pertama." sungut Cashel.


Diana menahan kedutan bibirnya, Ia merasa gemas melihat wajah masam Cashel yang tidak mau rencananya gagal.


"kamu sih..! terlalu mencolok." kekeh Diana.


"apanya? kan aku tidak menel*nj*ngimu sayang, emang tamu undangannya aja yang punya otak mesum." bela Cashel.


Bart mendekati pasangan suami Istri itu, "kalian harus berdiri..! semua Rekan-rekan Ayah akan memberi ucapan selamat, ingat?? Amplop nya untuk Ayah kalau Kado kalian ambil aja." peringatan Bart yang emang menjadi Ayah matre.


Cashel mengangguk saja sementara Diana tertawa kecil, Bart matre pada orang lain dan tidak pada anaknya dengan meminta uang atau tebusan apapun, malah ingin uang rekan-rekannya saja sebab Ia yang bersusah payah menghubungi mereka memakai modal pulsa yang cukup menguras dompetnya.


Diana dan Cashel menyambut para tamu undangan spesial Bart, hingga tiba-tiba Diana kaget melihat Keluarga Rajab juga datang.


Deniel tampak tidak bisa naik ke panggung pengantin, Cashel pun menuruti permintaan Diana dengan turun panggung menyapa Keluarga Rajab.


"selamat ya sayang." ucap En dengan ramah mengecup pipi kiri-kanan Diana lalu memberikan kotak kado untuk Diana.


"semoga pernikahan kalian bahagia." ucap Rajab dengan tulus menjabat tangan Cashel.


"terimakasih." ucap Diana dan Cashel berbarengan.


Rajab mengatakan Amplopnya telah diambil oleh Bart, Cashel tidak mempermasalahkan karna Rajab adalah tamu Bart sedangkan Bart sudah izin padanya.


Diana melihat Deniel yang duduk dikursi roda, "terimakasih sudah mau datang pangeran." ucap Diana dengan tulus memberi tundukan sopannya.

__ADS_1


Deniel berdehem lalu meminta maaf karna sudah banyak menyakiti Diana, Cashel melirik mereka saja tanpa ikut campur dan tampaknya Cashel tidak berniat sama sekali menyembuhkan Deniel entah apa alasannya yang penting demi kebaikan semua orang walaupun Deniel sudah berubah.


"dimana Putri Erika yang mulia?." tanya Diana penasaran.


En celingukan mencari Putrinya lalu tersenyum lebar melihat sosok yang baru saja datang kearahnya, "itu dia."


Diana melihat Putri Erika membawa Kotak Kado mungil untuknya, Erika mengangkat gaunnya dan memberi hormat pada Cashel juga pada Diana, tak lupa Ia memberitau alasan dirinya terlambat karna Kadonya tertinggal di dalam Mobil sewaan mereka.


"aku tidak menyangka Putri Erika sangat menawan." puji Diana.


"saya sudah lama ingin bertemu dengan Nona dan Tuan Muda yang sudah mau menyembuhkan saya, saya hutang banyak pada Nona dan Tuan. Terimakasih atas kemurahan hati kalian." ucap Erika dengan sopan dan senyumnya begitu tulus.


Diana tersenyum lalu menoleh ke Cashel,


"aku tidak melakukan apapun, semua keputusan pada kedua orangtuamu jadi maaf aku tidak bisa menyembuhkan kakakmu." ujar Cashel.


"tidak apa Tuan, saya bahagia dengan keadaan saya sekarang dan saya tau siapa yang tulus mencintai saya atau mau sesuatu saja dari saya." balas Deniel.


Erika pun memeluk Diana serta memuji aura bangsawan Diana tidak lepas walau sudah turun tahta, Diana hanya tersenyum malu karna tidak merasa memiliki apapun tapi orang menilainya seperti itu.


.


pergantian Gaun yang kedua,


Cashel dan Diana baru bisa duduk serta makan suap-suapan di Singgasana pengantin. mereka berdua seperti teman baik yang bercanda ria bersama, Cashel yang dikenal kejam terlihat ramah dan manis didepan Diana.


"aku bersyukur tidak terjadi apapun di hari pernikahan kita sayang, ada baiknya kamu bermimpi seperti itu." batin Cashel tersenyum merapikan anak rambut Diana yang mengganggu Diana makan.


Diana tersenyum lebar saja ke Cashel.


"sayang aku mau tanya sesuatu." kata Cashel lalu Diana mengangguk sambil menelan kunyahannya.


"apa kamu ada bermimpi buruk lagi?." tanya Cashel.


Diana menggeleng kepalanya, "tidak mimpi apapun, aku juga heran kenapa aku tidak bermimpi lagi."


Cashel menaikkan sebelah alisnya, "kenapa? apa kamu suka mimpi itu?."


"tidak juga sih, cuma biasanya kalau aku mimpi buruk pasti akan terjadi hal buruk, ehh?? enggak tapi ya sudahlah yang penting tidak terjadi apa-apa." senyum manis Diana.


Cashel tersenyum lalu mengelus pipi Diana, "aku akan melindungimu sayang." gumam Cashel sangat pelan dan Diana tidak terlalu mendengarnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2