Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
akting


__ADS_3

.


.


.


"hidup gadis yang mengusik pikiranmu itu sangat sulit, kamu bisa membantunya?". tanya Lionel serius ke Cashel.


Cashel memandang Lionel yang tak biasanya, "kenapa aku membantunya?". tanya Cashel yang merasa dirinya harus menjaga harga dirinya.


bagaimana pun Cashel adalah Pria Sempurna yang menjadi idaman para wanita, Cashel jatuh cinta pada seorang gadis penyandang Disabitilitas Fisik seperti Putri Diana seperti menggores harga diri Cashel yang setinggi langit itu mirip seperti Alex.


Lionel memilih diam karna Ia tau kalau Cashel sangat mirip dengan Alex yang menjaga harga diri.


"bukankah kau mengasihaninya?". tanya Lionel membuat Cashel lah kini yang terdiam.


"iya, aku kasihan padanya". jawab Cashel mengakui sambil melihat arah lain.


Lionel pun menggunakan kata Kasihan untuk membuat Cashel mau membantu gadis itu, Lionel yakin Cashel bisa melindungi Putri Diana karna mereka memiliki kekuasaan penuh terutama Cashel seorang Penguasa Asiantama, Perusahaan nomor 1 di Indonesia yang sudah melebarkan sayapnya di berbagai negara.


.


di Toko Kue,


"teman?". gumam Cashel mencerna kata-kata Lionel yang ingin Cashel membantu gadis malang itu.


Cashel meraup wajahnya, "aku salah telah memandang matanya, sekarang aku hanya teringat matanya saja". gerutu Cashel yang sungguh menyesal telah tertarik dengan kedalaman mata Putri Diana.


(percakapan translete biar lebih mudah ya 😊?)


"permisi?". sapa seorang gadis menawan dengan bahasa inggris,


Cashel dan Lionel beserta kedua rekan junior yaitu Jone dan Jomes pun kaget melihat Toko Kue nya dibalik kaca dikerumuni Wartawan juga para pelanggan Kue tapi ditahan oleh puluhan bodyguard.


"siapa?". tanya Lionel mendekati gadis itu dan sesekali melihat ke arah depan.

__ADS_1


"siapa dia? kenapa banyak pengawal? tidak mungkin perempuan jelek ini Ratu kan?". batin Lionel beralih ke Cashel yang mendengar pemikirannya.


"aku dengar adikku suka makan kue disini, aku ingin membelikannya Kue yang biasanya dia suka". kata gadis itu dengan senyuman manis dan polosnya.


"tampan sekali". batin Gadis itu memandang Cashel yang cukup jauh darinya juga Lionel.


Lionel bertanya dengan ramah siapa adik yang gadis itu maksud, Jomes yang melihat Lionel seperti itu meminta Jone memberi tau siapa sosok gadis itu.


"itu adalah Putri Mahkota Eliziany". bisik Jone ke Lionel.


"Putri Mahkota?". batin Lionel ke Cashel.


"kalian bukan penduduk disini ya? kalau begitu aku mohon buatkan Kue yang biasanya adikku beli, aku akan belikan apapun yang dia suka". kata Eliziany dengan senyum polos dan penawannya.


Lionel dan Cashel tertegun mendengar perkataan batin Eliziany yang akan menghancurkan rasa makanan yang Diana suka.


"dia biasanya beli Coklat ". ujar Lionel masih ramah tapi hatinya langsung dongkol karna tau gadis didepannya bukan orang baik.


Cashel membungkuskan Kue itu, Ia tidak mau mencari masalah dengan dihilangkannya rasa tiramisu karna bagi seorang Putri Mahkota memang mudah baginya menghilangkan rasa favorit gadis itu.


"kamu tampan sekali". puji Eliziany tersenyum manis ke Cashel dengan bahasa Spanyol.


Cashel menundukkan kepalanya sedikit, lalu Eliziany keluar dari Toko itu dan mengatakan kata-kata yang berhasil membuat Cashel panas-dingin bukan karna suka melainkan geram.


"dia lebih buruk dari seorang jal*ng". batin Cashel lalu Lionel menoleh ke Cashel membenarkan pemikiran Cashel.


jam pulang dari Toko, Cashel minta menginap di Toko dan akan berangkat ke Kampus dari sana saja lalu mampir di Kontrakan mereka untuk berganti pakaian, Lionel tidak bertanya alasannya tapi Ia mengalah dengan naik taksi sedangkan mobilnya di tinggal untuk dibawa oleh Cashel besok pagi.


.


pagi-pagi,


Lionel menganga melihat Cashel kembali membawa 2 kotak bungkus Kue tiramisu, Ia tidak berkomentar segera kembali ke kamarnya membiarkan Cashel memulai awal perasaan kasihannya pada Putri Diana yang Lionel yakin akan menumbuhkan rasa Cinta yang paling dalam pada gadis itu nantinya di hati Cashel.


Cashel sudah ada di Kampus dan bersembunyi dibalik tembok, entah apa yang salah dengannya selalu diam-diam mencari sosok gadis dengan pandangan memprihatinkan itu.

__ADS_1


mobil super mewah berhenti tak jauh dari Ruangan Kantor Dosen, Cashel melihat itu pun berdiri ditempat saat ada kursi Roda dikeluarkan dari Mobil itu, salah satu pengawal menggendong Putri Diana tampak Putri Eliziany membantu Putri Diana seperti seorang Saudara yang sangat mulia hatinya.


"apa-apaan itu? dia sengaja?". Cashel mengepalkan tangannya.


para wartawan memotret adegan setiap adegan saat Putri Eliziany membenahi rambut Diana, pakaian Diana, Putri Eliziany adalah Saudara Tiri Diana tapi diangkat menjadi calon Putri Mahkota padahal darah bangsawan tidak ada didalam nadinya, para bangsawan di negara sebelah sudah gila membuang Putri Awan demi Putri Kerikil biasa.


"Diana maafkan kakak ya? kamu pasti menderita, kamu tenang saja dek..! kakak akan buat kamu dihormati orang-orang ya?". kata Eliziany dengan sangat lembut dan manis.


Diana hanya memandang lurus dengan tatapan yang sama, Ia tidak heran lagi dengan drama kakak tirinya itu yang membuat Diana seperti sampah yang harus dibuang bahkan semua orang mengatakan jika bukan karna Eliziany mungkin Diana sudah lama mati, Eliziany sangat baik hati dan pantas menjadi penerus tahta.


Irina keluar dari mobil Eliziany lalu menunduk sopan pada Eliziany seolah gadis itu adalah orang yang sangat patut di hormati karna begitu menyayangi Diana padahal diancam.


"Irina kamu jaga adikku baik-baik ya?". pinta Eliziany menggenggam tangan Irina seperti orang yang sangat berarti.


"baik Tuan Putri". jawab Irina dengan sopan padahal hatinya menyumpah serapahi gadis rubah ekor bercabang didepannya itu.


Eliziany ingin membantu mendorong kursi Roda Diana tapi dicegah oleh pelayan setianya Eliziany, "Tuan Putri jangan kelewat batas, Tuan Putri bisa terkena sial".


"apa maksudmu? dia adikku, singkirkan tanganmu". kesal Eliziany begitu meyakinkan.


Irina mengepalkan tangannya melihat drama yang Eliziany lakukan, sedangkan Putri Diana hanya diam tanpa merespon lalu Irina menunduk sopan ke Eliziany dan mendorong kursi Roda Diana.


Cashel memperhatikan dari jauh memijit pelipisnya seketika, "ternyata disinilah asal-usul ratu drama itu dimulai". gumam Cashel yang merasa jijik dengan akting Eliziany.


jujur saja Cashel pindah dari Indonesia supaya tidak menemukan Ratu Drama perebut Kekuasaan ternyata disinilah markas besarnya, Cashel membuka matanya dan memperhatikan Putri Diana yang tidak berbicara dalam pikirannya sedikitpun.


"kenapa hal itu menggangguku? pelayannya saja menyumpah serapah lalu kenapa dia yang korban diam saja? apa dia tidur? tapi matanya terbuka". gumam Cashel.


Cashel berjalan cepat menyusul Diana yang dibawa oleh Irina, Cashel bahkan tidak peduli dengan drama yang dibuat oleh si Ratu Drama menjijikkan ditengah kerumunan wartawan dan banyak orang.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2