Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
datang


__ADS_3

.


.


.


Cashel pergi ke Ruangan Kerja nya tak lupa Ia mengunci Ruangan itu.


"Diana akan terbangun 3 jam lagi." gumam Cashel lalu membuka sebuah aplikasi dan ternyata Cashel dengan melihat CCTV yang Hotel Asiantama gunakan untuk merekam setiap undangan datang.


Cashel tiba-tiba teringat sesuatu, Ia pun segera mencari buku tamu undangan sebab hari pernikahan Diana dengannya saat itu tamu harus mengisi buku tamu.


Cashel mengambil pulpennya lalu mencoret-coret nama tamu undangan yang Ia tau kecuali tamu undangan Bart ada stempel Kerajaan dari negara masing-masing.


2 Jam Cashel mencoret-coret sekiranya tamu yang Ia kenal hingga Ia menemukan 10 orang yang tak dikenalinya, Cashel segera menghubungi Abin dan memerintahkan Asistennya itu mencari 10 nama tamu undangan yang Cashel tidak kenal.


"baik Tuan." jawab Abin cepat.


"minta bantuan Eren." titah Cashel.


panggilan pun terputus, Cashel meletakkan ponselnya lalu memainkan Pulpennya memandang 10 nama tamu undangan itu.


"dapat Kau..!"


Cashel menyeringai, Ia tau saat pemeriksaan tamu Undangan hari itu harus memperlihatkan KTP dan tidak boleh menggunakan nama palsu walaupun itu Raja sekalipun, sudah dipastikan nama ini semua asli.


Jika ada yang lari atau berniat mencari alasan bukankah akan semakin dicurigai? orang Cashel mana mau dikelabui walau ditempat ramai karna nyawa mereka taruhannya, hampir saja Cashel lupa dengan idenya sendiri supaya tidak kecolongan musuh.


Cashel mencoba mengetik nama-nama itu dan sekitar 7 Orang cukup dikenal media tapi 1 masih misterius dan 2 lagi tidak dikenal. Cashel akan melihat Data Pribadi mereka nanti dari Abin ataupun Eren demi memastikan siapa tersangka utamanya.


beberapa menit kemudian Abin menghubunginya dan mengatakan bahwa 1 orang tidak diketahui identitasnya jadi meminta bantuan Eren, Cashel tidak keberatan dengan saran Abin demi mempercepat kerja Abin yang tidak suka menunda apapun.


bisa dikatakan Abin dianggap bayangan Cashel, mereka berdua tidak suka pekerjaan lambat jika tidak bisa maka berikan pada yang lain begitulah sistem kerja mereka. namun, Cashel bukan tidak bisa tapi malas saja menurutnya percuma saja Abin dibayar 5 kali lipat.


tok.. tok.


Cashel menoleh ke Pintu segera Ia membuka Pintu nya dengan kekuatannya, Diana celingukan masuk ke Ruangan Cashel.


"Beb?." sapa Diana.


Cashel merubah ekspresinya menjadi hangat dan manis, "kemarilah!" Cashel merentangkan tangannya masih duduk di kursi kerjanya.


Diana tersenyum lebar lalu berlari ke arah Cashel sambil memperlihatkan tawa riangnya itu kepada sang suami, Cashel sampai gemas sendiri saat Diana sudah mendudukkan bok*ngnya di pangkuan Cashel.

__ADS_1


"udah mandi?." tanya Cashel dengan lembut sambil menyibakkan rambut Diana.


Diana menganggukkan kepalanya, "apa kamu udah bagi-bagikan oleh-olehku semuanya Beb? semua Pelayan dan Keluarga Kita mengucapkan terimakasih padaku bahkan teman-temanku di London pun berterimakasih padaku."


Cashel tersenyum mendengar Diana sudah banyak bicara, sejak di Yunani dan sepulangnya entah apa yang salah dengan Diana hingga bisa berubah begitu saja menjadi lebih menggemaskan dan binar kehidupannya itu benar-benar mengikat pandangan Cashel.


"Beb?." rengek Diana merasa malu sendiri memanggil Cashel Beb tapi tidak mau memanggil Suamiku, Diana merasa lucu saja.


"aku suka kamu yang sekarang sayang." ucap Cashel melingkarkan tangannya dipinggang ramping Diana.


Diana tertawa lebar sudah pasti membuat Cashel terpana, Diana semakin hari semakin cantik saja dimata Cashel tapi Ia tidak mau merusaknya masih menikmati pemandangan itu.


"aku mau keluar." ujar Diana memelas.


Cashel menautkan kedua alisnya, "ngapain?."


"makanan peliharaanku sudah habis." jawab Diana.


"pesan Online saja." saran Cashel.


"nama aplikasinya apa?." tanya Diana sambil mengambil ponsel Cashel lalu mengambil sidik jari Cashel dan bersiap mendowload aplikasinya.


"lihat di semua aplikasiku saja sayang tidak usah download, Asiantama."


.


di Kamar Diana memainkan Ponselnya sambil melihat Blackcard pemberian Cashel.


"sayang sekali tidak dibelanjakan sementara suami mesumku itu tetap meminta jatah tiap malam." Diana menggerutu pelan.


Diana melihat telepon kamarnya berdering lalu Ia segera mengangkatnya.


"Kakak ipar? kata Kak Cashel kakak yang pesan online ya? ini barangnya udah sampai." Bubbby.


"hah?? kok cepat sih?." tanya Diana malah kaget melihat jam dinding menunjukkan 19.06.


"mendingan kesini deh kak..! emang isinya apaan? kok berat banget?." tanya Bubby.


"ya udah kakak turun." kata Diana menutup telepon lalu membuka laci lemari berisi uang tunai yang telah Ia sediakan olehnya.


Diana berlari keluar Lift dan Eka dari dapur mendengus sebal melihat Nona nya berlari seperti itu mau mengomel pun ada Bubby, tentu saja Ia tidak berani hanya bisa ditahan sekuat tenaga bahkan dalam pikiran pun tidak berani.


Kurir dengan jaket Logo khas Asiantama tergugu gagap melihat Diana dengan penampilan sederhana nya itu sangat menawan padahal rambutnya hanya di gulung asal.

__ADS_1


"berapa pak?." tanya Diana terengah-engah.


"kenapa kakak ipar lari sih?." tanya Bubby memberikan tisu untuk Diana yang ditepis oleh Diana sambil tersenyum menggeleng kepalanya.


Diana tidak mau Bubby di hukum karna ancaman Pria pencemburu miliknya, Bubby menatap datar ke arah Diana karna tau Kakak Iparnya pasti diancam oleh Cashel.


"dasar pencemburu." batin Bubby mengumpati kakaknya sendiri.


Kurir itu meminta maaf karna terlambat tapi Diana tidak mempermasalahkannya malah memberi bonus ke Kurir itu lalu diantar pergi oleh salah satu pengawal keluar Mansion.


Diana membuka isi nya dan tersenyum lebar, Bubby mengintip sedangkan Eka sudah tau isinya karna Diana diberitau oleh Diana.


"oh.. makanan burung peliharaan." Bubby menganggukkan kepala.


si Kurir merasa bersyukur karna Ia tidak dipecat, sungguh ban motornya pecah dan tempel ban jauh hingga mendorong. Kurir itu mengira Cashel yang memesan jadi Ia pasti akan dipecat tapi ternyata Istri Cashel yang pesan membuat keberuntungan berada dipihaknya.


Cashel benci terlambat apapun alasannya, itu sebabnya Cashel dikatai Kejam tapi membuat semua orang disiplin bekerja dibawahnya. Cashel sudah menekan kontrak dengan semua bawahannya dan syarat nya tidak boleh berkhianat serta bekerja tepat waktu jika salah satu dari kedua peraturan itu dilanggar maka hukumannya dipecat.


Pengawal membantu Diana membawa barang-barangnya ke Gudang kecil di Taman belakang khusus untuk makanan burung Peliharaannya.


.


"ada apa Nona?." tanya Eka penasaran melihat Diana tampak fokus dengan Ponselnya.


"Bebb? Ehh? Cashel kemana Ka?." tanya Diana tergagap.


Eka tersenyum lebar lalu mengatakan bahwa Cashel keluar Mansion entah kemana dan mungkin tidak akan pulang, tak lupa Eka menggoda Diana untuk menghubungi Beb nya itu.


"na.. nanti saja, aku hanya mau bertanya mengapa paketanku cepat sekali datangnya? jelas tadi sore jam 3 pesannya kok malam udah datang aja bahkan kurirnya bilang tadi jam 4 ban nya kempes hingga terlambat." curhat Diana.


Eka tertawa sambil menepuk keningnya, Diana menatap kesal Eka yang menertawainya.


"Tuan Muda punya 2 Prinsip dalam pekerjaan Nona yaitu Setia dan Tepat waktu dengan gaji 2 kali lipat dari Perusahaan lainnya, jika terlambat sudah pasti pekerjaan mereka dipertaruhkan." jelas Eka.


Diana terbelalak mendengarnya, "kok aku baru tau, kamu tau dari mana? awas kamu jelekin suamiku ya Ka? aku rantai kamu nanti." ancam Diana.


"saya tau dari Pelayan lain, Nona mah tidak berlaku kan cuma Nona yang bisa jinakin Tuan Muda."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2