Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
ringan


__ADS_3

.


.


.


sekitar jam 10 malam,


Cashel tiba di Dapur Mansion Asiantama dan mengambil minum setelah puas dengan dahaganya, Ia keluar dari Dapur dan terkejut melihat Alex dan Indiro ada disofa.


"Papa? Kakek?". gumam Cashel seraya melangkah menuju mereka berdua.


"kami menunggumu." jawab mereka serentak.


Cashel menghela nafas berat lalu mengajak keduanya ke Ruangan Kerjanya, Cashel tidak mau ada yang tau dan Ia tanpa ragu menceritakan semuanya ke Alex dan Indiro.


bruuukkh...


kedua Pria yang masih terlihat gagah walau sudah berumur itu terlihat marah terutama Indiro yang sudah tua tapi kekuatannya pun masih perlu diperhitungkan lawan.


"bagus..! kalau aku pasti sudah bakar kepala mereka semua dan dibuang kelautan lepas." Alex yang lebih kejam mungkin itu yang membuat Cashel juga ikut kejam.


Indiro berdecak, "hebat juga punya kekuatan super ya?."


Cashel diam saja karna Ia merasa lega telah menceritakan pada Alex dan Indiro, mereka memang sering bertengkar tapi jika membahas musuh pasti mereka sangat kompak.


"kalau begitu Cashel ke Kamar Diana." kata Cashel berdiri lalu keduanya mengangguk saja.


Cashel membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu masuk ke Kamar Diana, Ia memeluk Diana dengan erat dari belakang.


Diana terbangun lalu memutar badannya tanpa bertanya apa-apa langsung masuk ke pelukan Cashel, terkadang Cashel bangga dengan Diana yang tidak pernah bertanya tentangnya walaupun Eka mengatakan Diana takut kalau Cashel diambil perempuan lain.


"tidak ada wanita lain dihatiku selain kamu saja sayang, percayalah padaku." bisik Cashel.


"hmm? dari mana?." tanya Diana akhirnya berani juga.


"aku membalas orang yang mencoba menyakitimu tadi." jawab Cashel dengan serius.


Diana seketika melebarkan matanya seakan rasa kantuknya hilang begitu saja.


"ha? kamu balas dendam sama siapa? bukankah itu kecelakaan aja?." tanya Diana.


"aku..? Cashel Alexander Asiantama tidak pernah percaya dengan kebetulan, apapun yang aku lakukan hanya untuk melindungi anak kita kedepannya. jadi aku tidak pernah berniat selingkuh darimu dan aku pastikan tidak akan ada wanita yang bisa menguasai hatiku selain Putri Diana seorang." Cashel berkata dengan tenang namun berhasil membuat Diana senang.


"maafkan aku yang sempat mencurigaimu Cash, aku hanya bermimpi sesuatu." cicit Diana kembali memeluk Cashel.

__ADS_1


Cashel mengelus kepala Diana lalu meminta Diana untuk tidur, Eka? gadis itu di ancam oleh Diana yang tidak mau di temani.


.


ke esokan paginya,


"hari ini aku harus berangkat Kerja sayang, apa kamu mau minta sesuatu? aku minta maaf tidak bisa libur karna ini semua tiba-tiba, Abin membuatku sakit telinga." Cashel berkata dengan lembut.


Diana tersenyum lebar mendengarkan penjelasan Cashel.


"aku akan bekerja setidaknya 2 minggu lagi baru aku bisa bekerja di Mansion, apa kamu bisa menungguku sayang?." tanya Cashel sekali lagi.


"aku akan menunggumu Beb..! aku tau Pekerjaanmu sangat banyak dan Abin pasti kewalahan apalagi Beb udah libur 1 bulanan." Diana.


Cashel mengecup lama kening Diana, "minta sesuatu sayang kalau tidak aku merasa bersalah."


Diana tampak berpikir lalu meminta segala makanan yang Ia mau dalam satu tarikan nafas, Cashel ternganga karna Ia jenius jadi mudah merekam apapun tanpa harus mencatat.


"apa habis?." tanya Cashel.


"hmm?." Diana tidak mengerti.


"apa semua yang dipesan itu akan kamu makan sayang?." tanya Cashel dibalas anggukan semangat oleh Diana.


"baiklah, aku akan belikan semuanya." jawab Cashel lalu merangkul pinggang Diana keluar dari Kamar.


.


"Tuan? a.. apa Anda yang menghabisi Adri?." tanya Abin penasaran.


"hmm..! dia memerintahkan orang mencelakai anak dan Istriku." jawab Cashel sambil memperhatikan dokumennya.


Abin menjatuhkan rahangnya, "apa dia bodoh? tunggu anak?."


Cashel menatap dingin Abin yang nyengir lalu segera pamit pergi dari Ruangan Cashel, kalau masalah Pekerjaan Abin mengomeli Cashel pasti Cashel terima tapi kalau masalah Pribadi Cashel disenggol Abin wajar saja Cashel bisa malas membahasnya.


Cashel dengan cepat menyelesaikan Pekerjaannya supaya cepat pulang.


brakhh...


"Tuan?." pekik Abin menyelonong masuk.


Cashel melihat ke arah Abin, "masalah apa lagi?." tanya Cashel bersidakap dada sambil bersandar di kursi kebesarannya.


"Tuan? sepertinya ada seseorang yang membuat nama baik Perusahaan Online kita tercemar dan semua berpengaruh pada saham Perusahaan Kita, beritanya kembali melebar kemana-mana." geram Abin pada sosok pelaku.

__ADS_1


Cashel memijit pelipisnya, "aku mau pulang cepat kenapa sulit sekali?." gerutu Cashel.


"Tuan? anda tidak boleh pulang sebelum menyelesaikan semua ini dengan baik, Perusahaan bisa bangkrut." pekik Abin.


Cashel mendengus karna Abin hanya tidak mau gajinya turun padahal jika Perusahaan Cashel terkena skandal tidak akan mudah di runtuhkan.


Abin menjelaskan cerita yang sudah tersebar di media lalu Cashel meminta Direktur Perusahaan Online itu datang kepadanya, dalam hitungan menit ternyata yang di undang sudah datang demi membahas hal yang sama.


Pak Dirgo dengan nada gemetar menjelaskan masalahnya, sebenarnya Ia takut Cashel selaku atasan tertinggi tidak mau membantu mereka karna mereka tidak sanggup mengatasi masalah itu lagi bahkan Perusahaan Online nya harus tutup diamuk wartawan.


"bagaimana Tuan?." tanya Abin.


"tinggal cari akar permasalahannya, tidak sesulit yang aku duga, buka Perusahaan sekarang juga adakan diskon besar-besaran sampai 50 persen. sisanya aku dan Eren yang urus." jawab Cashel setelah tau masalahnya lebih rinci.


Pak Dirgo sampai panas dingin saat Cashel bilang masalahnya tidak sulit padahal Perusahaan diancam bangkrut hingga terpengaruh ke Perusahaan Pusat.


.


Abin menatap datar Cashel dan Eren mengerjakan Pekerjaan di Mansion, bahkan membuat pusing Abin lagi Cashel masih sempat berbelanja makanan dan tidak peduli pandangan orang terhadapnya tapi tidak ada yang berani juga memotret Cashel yang mereka tebak sedang menahan marah nanti takutnya meledak.


ditempat lain,


Diana yang awalnya khawatir dengan nasib Perusahaan Online Asiantama tiba-tiba memekik dapat notif Perusahaan Online Asiantama memberi diskon 50%, Ia berubah panik stok barang-barang yang Ia simpan di Keranjang kian menipis.


"tidak mau kehabisan." teriak Diana buru-buru memesan semua yang Ia mau.


Eka yang kaget sedang bermain ponsel juga segera mendekati Diana yang lagi kejar barang diskon, Ia terbelalak dan tak mau ketinggalan mendowload aplikasinya, sayang sekali belanja di Perusahaan Asiantama tidak diborong apalagi diskonnya tidak normal.


alhasil semua orang yang ada disetiap rumah maupun desa yang sulit ada jaringan ketar-ketir memesan barang melupakan segala Artikel, bodo amat tentang berita yang beredar, yang paling penting mereka dapat Produk Asiantama yang memang sangat terkenal akan kualitasnya.


Cashel sampai menyuruh Pengawalnya menambah stok barang sampai berpuluh-puluh mobil, Saham Perusahaan Asiantama bukannya menurun malah naik drastis.


Cashel tiba di Mansion tapi semua Pelayan pada sibuk berbelanja tapi tidak ada yang marah juga karna masih jam istirahat hingga Bubby tiba.


"Kak? kenapa diskonnya sampai 50%? apa tidak rugi?." tanya Bubby.


"dalam usaha untung rugi itu biasa, dimana Diana?." Cashel.


"mungkin lagi belanja, akhir-akhir ini dia ketagihan Belanja Online." jawab Bubby santai lalu melihat Abin dan Eren yang juga datang.


Bubby tak lagi bertanya karna tau ada masalah serius yang akan diatasi oleh mereka bertiga.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2