Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
bukan


__ADS_3

.


.


.


Erika mondar-mandir didepan Ruangan gelap itu seketika memaksa masuk, semua penjaga pun masuk namun saat melihat Tyara tidur nyenyak diatas Pria yang berteriak memaki Tyara Penyihir cab*l pun syok berat lalu mereka kompak melangkah mundur sungguh hati-hatinya keluar dari sana dengan cara mundur teratur itu.


2 jam kemudian,


Jhonny sudah lelah berteriak, Ia akhirnya tertidur juga dengan adanya Tyara diatasnya merasa tubuhnya yang selalu dingin untuk pertama kalinya terasa hangat dan nyaman jadi mudah tertidur.


suasana dibawah tanah tidak ada matahari atau apapun yang menandakan hari sudah terang, mereka masih tertidur pulas bersama.


Tyara terbangun mengucek-ngucek matanya lalu melihat ke Jhonny yang tertidur dengan sangat tampan, Tyara merasa aneh padahal Jhonny terlihat tidak rapi sama sekali rambutnya panjang juga berantakan tapi mengapa Tyara bisa melihat kalau Jhonny sebenarnya sangat tampan hanya saja tidak di urus.


"tampannya peliharaanku ini." Tyara menyandarkan dagunya di atas dada bidang Jhonny.


perlahan mata Jhonny terbuka dan hal pertama yang Ia lihat adalah senyum manis Tyara, matanya yang setengah mengantuk terbuka lebar.


"ke..kenapa kau masih ada disini??" tanya Jhonny dengan suara yang sudah hilang.


"oh..? peliharaan ganasku sudah kehabisan suara ya? cup.. cup.. cup..! jangan nangis ya? ada aku disini." Tyara mengelus kepala Jhonny yang menatap tajam Tyara seperti sebuah pisau.


"jika tubuhku sudah bergerak akan aku mut*l*si tubuh penyihir cab*l ini." batin Jhonny dengan penuh dendam.


Tyara tersenyum lebar mendengar pikiran Jhonny, bukannya takut Ia malah semakin bersemangat untuk menjinakkan Jhonny.


Tyara mengelus leher Jhonny yang suaranya langsung kembali lalu Tyara menghilang dan muncul dibalik jeruji besi, Jhonny bisa menggerakkan tubuhnya segera bangkit dan menatap benci Tyara padahal suaranya bisa sembuh karna Tyara.


"pergi kau penyihir cab*l jangan pernah kembali lagi..!" usir Jhonny.


"tidak bisa Jhonny..! Tuanmu sudah menyerahkanmu padaku." kata Tyara.


Jhonny menyumpah serapahi Tyara bagai orang kesurupan tapi Tyara berbalik pergi mengibaskan tangannya kasur yang berantakan kembali bagus dan rapi.


"tidurlah ditempat yang layak." kata Tyara.


Jhonny bukannya menurut malah menghancurkan kasur itu dalam sekali pukulan, Ia melampiaskan ketidakberdayaannya melawan Tyara ke Kasur tidak bersalah itu.


ke esokan harinya,

__ADS_1


Tyara menghela nafas melihat Jhonny masih di pojokan lalu menoleh ke kasur yang sudah Tyara perbaiki dihancurkan lagi, dan sambutan yang Jhonny lakukan pada Tyara belum juga melunak selalu saja Jhonny mencoba menghabisi Tyara.


.


selama 2 bulan Tyara belum juga bisa menjinakkan Jhonny, sungguh peliharaan yang pembangkang.


"kamu belum menyerah juga menundukkan Pembunuh berantai itu Tya?." tanya Erika.


Tyara menghela nafas panjang, "walaupun dia begitu aku yakin hatinya terlalu tersakiti maka nya dia sulit menerima orang baru disekitarnya, kamu tenang saja aku pasti bisa menjinakkannya."


"apa kekuatanmu tidak bisa meluluhkan hatinya?." tanya Erika penasaran.


"satu-satunya organ tubuh manusia yang tidak bisa kami sembuhkan adalah masalah hati bukan penyakit hati diagnosis dokter tapi hati itu sendiri yang baik dan jahat, kami tidak bisa merubah hati siapapun walau punya kekuatan super." jelas Tyara.


Erika mengerti tapi tidak bertanya alasannya karna Ibundanya juga pernah mengatakan Cashel tidak bisa merubah takdir gelap dalam hati Deniel walau sudah bersih tapi takdir itu masih membelenggu Deniel sampai tiada.


selama 5 Hari Tyara tidak mengunjungi Jhonny lagi karna Ia kembali ke Mansion Asiantama untuk melihat Keponakan lucunya. Laudya, Vendra, Rubby (Putri Bubby dan Rara) yang lainnya di Pulau Nethal sedang masa pelatihan dari Jessica dan sesekali juga dari Cashel, Crystal.


hari ke Enam, Tyara mengunjungi Jhonny dalam penjara itu dan terkejut melihat Jhonny terkapar tidak berdaya.


"Jhonny??" pekik Tyara.


"Jhonny?? sudah aku bilang jangan tidur dilantai." pekik Tyara.


samar-samar Jhonny bisa mendengar suara Tyara, Tyara memejamkan matanya lalu cahaya terang menyelimuti Jhonny yang ajaibnya langsung sembuh.


Tyara memegang kening Jhonny yang sudah mulai reda membuatnya lega tapi Jhonny dibuat tidur oleh Tyara, Tyara mengibaskan sebelah tangannya seketika lantai yang dingin itu dipenuhi karpet tebal.


"dengan begini kau tidak akan tidur di lantai lagi." kata Tyara membaringkan Jhonny dengan hati-hati.


Tyara mengelus kepala Jhonny, "entah kenapa aku merasa kasihan padamu Jhonny, kamu sangat sulit didekati ! berapa banyak luka hatimu hingga sampai seperti ini."


Tyara berdiri dan berjalan ke tempat tidur di ranjang yang sudah Tyara perbaiki, hampir berpuluh-puluh kali Tyara memperbaiki kasur itu saat mau pergi tapi selalu saja hancur setiap Tyara datang lagi ke Jhonny.


"aku harus menjaga diriku nanti dia mencekikku tiba-tiba." gumam Tyara membuat pelindung disekitarnya sehingga Ia akan aman dari gangguan apapun termasuk hewan halus nyamuk atau semut.


beberapa jam kemudian,


Jhonny terbangun lalu melihat sekitarnya banyak karpet tebal yang terasa hangat lalu ada bantal di dekatnya, Ia menoleh ke seorang gadis yang tengah tertidur di kasur kecilnya.


"kenapa dia menyelamatkanku?." gumam Jhonny menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


semua orang ingin Jhonny mati bahkan para dokter pun sama tapi baru pertama kalinya Jhonny sakit ada yang merawatnya malah menyembuhkan Jhonny, padahal Jhonny sudah sering mencoba menghabisi Tyara serta melontarkan kata-kata kejam yang bisa menyakiti hati perempuan tapi tidak bagi Tyara yang tau hati Jhonny terlalu banyak luka.


Jhonny menelisik wajah Tyara dari jauh sambil bersandar di jeruji besi yang tidak bisa dibengkokkan itu olehnya.


"huaaahhh." Tyara menggeliat manja lalu duduk sambil menggaruk-garuk pipinya dan menoleh.


"udah bangun?." tanya Tyara tapi tidak ada jawaban dari Jhonny.


Tyara bangkit dan berjalan ke arah Jhonny, tidak ada sorot mata takut dimata violetnya Tyara itu.


"tenang ya? aku hanya ingin memegang keningmu saja, bisakah kita akur sebentar saja?" tanya Tyara dengan senyuman.


Jhonny menatap Tyara tanpa bergerak ataupun berkata-kata lalu Tyara berjongkok dan meletakkan tangannya di kening Jhonny.


"sudah reda!" senyum cerah Tyara.


Jhonny diam kali ini dia tidak melawan dan Diana duduk manis dihadapan Jhonny. tingkah Jhonny saat ini seperti hewan Buas yang telah kehilangan taring kebanggaannya.


"nah..! beginikan bagus." kata Tyara merasa Jhonny sudah mau menerima kehadirannya dan tidak sebuas sebelumnya.


hening beberapa jam,


"kenapa??." tanya Jhonny.


Tyara tersenyum lebar mengira Jhonny bertanya mengapa Ia tidak muncul selama 5 hari, gadis itu dengan lancarnya menceloteh panjang menceritakan sosok keponakan kecilnya yang lucu. Jhonny tidak menyelah hanya memandang Tyara saja yang berubah-ubah ekspresi seperti ada kedutan sendiri didalam hatinya yang sekeras besi itu.


"bukan itu." kata Jhonny.


"bukan itu maksudnya?." tanya Tyara bingung.


"kenapa kau menyembuhkanku." jelas Jhonny.


Tyara memukul lengan Jhonny seperti akrab saja, "hahaha..? maaf ya? aku pikir kau bertanya kemana saja aku selama 5 hari ini ternyata pertanyaanmu bukan itu, huh..! kau benar-benar jahat aku bahkan merindukan bertengkar denganmu kenapa kau malah bertanya hal seperti itu bukannya bertanya kenapa aku tidak muncul hah?." cerocos Tyara dengan wajah memerah malu karna salah menebak maksud pertanyaan Jhonny.


Jhonny terdiam saat Tyara meminta Maaf, bahkan gadis didepannya ini merasa kesal ditanya mengapa menyembuhkannya? padahal pertanyaan Jhonny sangat wajar.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2