
.
.
.
di Ruangan Cashel,
"ckkk...! aku akui nyalimu hebat juga menyebarkan rekaman saat itu." seringai Cashel.
Cashel tau saat Ia membentak Berby, kru Berby ada yang berani merekam aksinya sebab mereka sudah kenal Cashel yang tidak akan suka jika terlambat jadi mencari jalan lain supaya karirnya tetap selamat meski menyinggung Cashel Asiantama.
Cashel pura-pura tidak tau karna berpikir jika orang itu pintar pasti tidak akan berani menyebarkan rekaman itu dan Cashel mengawasi mangsanya tentu saja Cashel sudah menyiapkan senjata rahasia jika postingan itu tersebar.
"zaman ini semua orang yang mengincar nama baik saja, ckk..! apa dia pikir aku Pria yang bodoh? kenapa mereka tidak belajar dari masa lalu?." keluh Cashel lalu menutup Tontonan itu lewat Ponselnya dan kembali bekerja.
di Taman kesukaan Diana (Mansion Asiantama),
"Nona? Tuan benar-benar mengerikan, saya takut." lapor Eka setelah menonton rekaman yang di posting Perusahaan besar Asiantama memecahkan masalah.
Diana melihat Vidio itu lagi, "ternyata dia seorang model." gumam Diana menganggukkan kepalanya.
Eka mengumpati sosok Berby dan jujur saja Ia senang Karir wanita itu tidak selamat bahkan nama baiknya semakin hancur, Cashel hanya memberi waktu Beberap menit untuk Berby bergembira yang namanya pulih tapi setelah itu dijatuhkan lagi oleh Cashel. Jika Cashel sudah mencengkram kehidupan seseorang jelaslah tidak ada jalan lain bagi mangsanya untuk membela diri, inilah alasan mengapa lawannya berpikir 100 kali jika melawan Cashel Asiantama.
"iya-iya." Diana mengerucutkan bibirnya mendengar omelan Eka sudah mirip dengan Irina.
namun Diana bermain dengan semua peliharaannya, Ia senang memiliki 10 ekor burung cantik pilihannya itu kalau masalah harga? Diana tidak tau sebab Cashel membayar semuanya tanpa mau mengatakan padanya.
"issh..! iya loh iya..! lain kali aku akan lebih kejam lagi, aku kan baru dinegara ini tentu saja harus jaga image kalau di Kastil kan wajar karna itu kandangku." keluh Diana dengan bibir kian maju saja.
"Nona? Nona bicara Kandang apa sih? ini juga tempat tinggal Nona, Nona sudah sah menjadi Istri Tuan Muda Cashel." tegas Eka yang gemas bercampur kesal dengan Diana.
sungguh Eka tidak menyangka Diana akan melarangnya melempar sandal ke Berby saat itu, entah apa yang ada dipikiran Diana dan ternyata alasannya membuat Eka kesal saja.
ada yang mengatakan bahwa seseorang akan berani jika berada di daerah kawasan kekuasaannya yang disamakan dengan Kandang, saat ini Diana merasa kalau Negara ini bukan Kawasannya jadi wajar saja Ia bersikap dengan hati-hati.
__ADS_1
"iya loh, kan aku udah balas dengan kempesin 4 ban mobilnya." sungut Diana.
Eka menjeda perkataannya, "Nona? kalau saya beritau Kak Irina biar kapok Nona ya?."
Diana menggeleng-geleng cepat kepalanya karna Irina jauh lebih rewel dari Eka, betapa terkejutnya Diana mendengar suara Irina yang tiba-tiba datang entah sejak kapan sudah berada di Mansion Asiantama.
Diana menutup kedua telinganya saat Irina dan Eka bersahut-sahutan mengomelinya yang tidak boleh bertindak seperti dulu lagi.
"iya..! aku kan hanya berhati-hati saja, lain kali akan aku lawan deh ..! janji ya? tapi kalian jangan ngomel-ngomel dong kepala aku pusing." Diana memelas.
alhasil Irina membuang nafas panjang lalu membawa Eka bangkit dan menjauh dari Diana serta meminta Eka memberi tau ceritanya lebih detail, Irina memang tidak suka jika ada seseorang yang menyakiti Diana sebab Nona nya itu baru saja bahagia.
Diana kembali mengambil ponselnya dan menonton rekaman yang tersebar luas di dunia maya itu, Ia membaca komentar-komentarnya sekarang Diana tersenyum tidak ada komentar yang menyinggungnya.
"bagaimana dia punya rekaman ini? sumpah semua ini seperti adegan Film." senyum lebar Diana merasa kagum dengan postingan itu.
.
sore harinya,
"apa semua akan baik-baik saja?." tanya Diana berbisik ke Tyara.
"aduuh..! kakak Ipar? bukankah itu Kartu sakti dari Kak Cashel?." tanya Tyara dengan gemas lalu Diana mengangguk membenarkan.
"artinya Kakak harus belanja, ayo..! ayo belanja, makan yang banyak atau kakak belikan baju baru buat Kak Cashel juga boleh apa aja yang penting belanja." lanjut Tyara lagi.
alhasil Diana terpaksa mengikuti Tyara yang memaksanya ikut, sepanjang perjalanan banyak yang memperhatikan mereka yang awalnya Diana kaku lama-lama santai juga karna banyak barang-barang indah dipandang mata.
seorang wanita berpakaian serba tertutup melihat dibalik tembok begitu sinis ke wajah Diana,
"aku tidak mau hancur sendirian, Karirku seperti ini Karnamu." gumam wanita itu yang tak lain ternyata adalah Berby.
Berby merasa popularitasnya akan kembali setelah memposting Vidio rekaman Cashel yang mengamuk padanya tapi karna balasan Cashel memposting dirinya terlambat ditambah melukai Diana seketika semuanya berbalik, Etika Berby dipertanyakan.
bagaimana jika yang didorong emak-emak? kakek-kakek? buta hingga kehilangan tongkatnya, atau lumpuh kakinya jadi sakit. yang menjadi permasalahannya Berby bukannya minta maaf malah main pergi saja pantas membuat Cashel marah, belum lagi rekaman dirinya bermain belakang dengan Pekerja Perusahaan Cashel supaya bisa menjadi model di Perusahaan itu lewat koneksi itu.
__ADS_1
"aku harus cari cara yang lebih cerdik karna yang aku lawan adalah tunangannya Tuan Cashel, Pria kejam itu tidak akan tinggal diam." gumam Berby.
Berby mengikuti Diana yang ternyata diam-diam Tyara tau ada yang mengikutinya sampai ke Toko Pakaian Formal lelaki.
"Kakak Ipar?." panggil Tyara menoleh ke Diana.
"hmm?." sahut Diana sambil mencari-cari pakaian yang pantas untuk Cashel.
"issshm..? kenapa mencari buat kak Cashel sih? kakak Ipar bagaimana?." tanya Tyara berlagak tidak tau ada yang mengawasinya.
Diana menjawab dengan santai bahwa Ia hanya menuruti perkataan Tyara yang kalau suka dibeli saja, Diana suka warna hidup jadi akan membelikan Cashel pakaian Formal model pilihannya padahal Cashel suka warna gelap.
"kenapa dia mengikuti kami? apa dia tidak tau kalau aku ini Tyara yang punya kekuatan? ck.. ck... Kemarahan dan dendam mengalahkan akal serta kepintaran seseorang dalam menilai target musuh." batin Tyara geleng-geleng kepala melihat sosok lewat pantulan cermin didepannya.
Berby hanya mengawasi saja lalu segera pergi entah kemana, Tyara membuang nafas panjang.
"apa rencana wanita bodoh itu?." gumam Tyara.
.
di mobil,
Diana begitu senang memasukkan belanjaannya semua untuk Cashel saja sementara Diana hanya beberapa saja, bisa dihitung jari.
"tunggu Kakak Ipar." Tyara memegang lengan Diana yang hendak masuk mobil.
"ada apa?." tanya Diana bingung lalu melihat apa yang dipandang Tyara.
"eeh?." Diana membulatkan matanya melihat ban mobil Tyara kempes, tidak 1 tapi 4 sekaligus ketika Diana berkeliling.
"siapa pelakunya?." gumam Diana teringat tingkahnya yang pernah mengempeskan ban mobil seseorang.
.
.
__ADS_1
.