Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
menyembuhkan


__ADS_3

.


.


.


"Casheeelllll??". pekik Diana


Cashel mendengar tangisan Diana merasa sesak, dan beberapa kali Ia harus berbalik melihat Diana seperti seorang anak kecil yang tidak rela ditinggalkan oleh Kedua orangtuanya ke Luar Negri dan ditinggal bertahun-tahun.


"Dianaaa? jangan seperti ini, apa kamu mau Ayah malu? jangan begini! dia hanya dari kalangan bawah tidak pantas bagimu berteman dengan orang seperti itu". kata Elizia dengan tegas.


"tapi selama ini dia temanku". pekik Diana.


"itu saat aku menjadi Putri Mahkota sekarang aku bukan lagi Putri Mahkota, kamu bisa saja jadi calon yang baru artinya kamu tidak boleh berteman dengan orang rendahan". jelas Elizia.


Diana menangis dan menundukkan pandangannya dan bilang bahwa Ia tidak mau menjadi Putri Mahkota, Eliziany yang awalnya marah ingin menampar Diana yang berani berteriak padanya pun kini meredup seketika, Ia malah tersenyum lebar namun segera Ia merubah ekspresinya.


"kamu sabar ya? kalau aku jadi Putri Mahkota lagi kamu bisa berteman dengan siapapun". ujar Elizia dan Diana dengan polosnya menganggukkan kepala.


Irina berlari ke arah Diana dan bertanya mengapa Diana menangis, Elizia memarahi Irina yang meninggalkan Diana seorang diri sehingga didekati oleh Pria rendahan yang Irina tebak adalah Cashel.


.


di atas gedung,


"kenapa memandangnya?". tanya Lionel tiba-tiba muncul disamping Cashel.


sebenarnya Lionel mengawasi gerak-gerik Cashel dari jauh tapi hebatnya Cashel tidak sadar karna Cashel sedang kacau bertarung dengan Perasaannya sendiri.


"aku menyukainya". bisik Cashel dengan pelan.


Lionel menahan senyum, "oh ya? apa yang kamu suka dari gadis cacat itu?". tanya Lionel penasaran.


"dia tidak cacat, aku bisa menyembuhkannya". kata Cashel dengan lirikan tajamnya ke Lionel.


Lionel tertawa kecil, "akhirnya akalmu kalah Cash".


Cashel tidak menjawab karna tau Lionel tengah menyindirnya yang sebelumnya Cashel memang kacau melawan Akal dan Perasaannya. Akal Cashel mengatakan tidak mungkin Cashel jatuh cinta pada Gadis Cacat tapi hati Cashel ingin bertemu dengan Diana bahkan sangat merindukan tatapan Diana sehingga Cashel galau beberapa hari ini akibat melawan hatinya itu.


.


malam hari,


Diana menangis dibalik selimutnya, Irina berusaha membujuk Diana yang mengatakan semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Cashel tidak mau berteman denganku lagi Irina, aku hanya punya Cashel dan Ander hiks.. hiks.. aku tidak tau kemana Ander pergi karna dia sangat misterius tapi Cashel? dia temanku ... dia menjauhiku karna aturan bangsawan Irina, aku tidak mau menjadi Putri Mahkota, aku boleh berteman dengannya kan?".


Irina juga ikut sedih mendengar kesedihan Irina hingga tiba-tiba matanya sangat berat, Irina terjatuh tapi Cashel menahannya dan memindahkan Irina dengan kekuatannya ke sofa yang baru, sepertinya Kamar Diana sudah diperbaiki oleh Bart Singh.


"hiks.. hiks....". isak tangis Diana.


Cashel menarik selimut Diana tapi gadis itu menahannya sambil mengomel tak terima Irina menarik selimutnya.


"Irina? aku tidak mau makan". kesal Diana yang masih dengan isak tangisnya.


"Diana?". panggil Cashel.


Diana mendengar suara berat nan khas itu pun seketika membuka matanya dan terduduk mengedarkan pandangannya.


"apa aku salah dengar? Irina?". gumam Diana lalu memanggil pelayannya.


Cashel menyentuh tangan Diana hingga Diana terkejut membalas sentuhan tangan itu,


"Ander? ini Ander?". tanya Diana sesegukan.


"kenapa menangis?". tanya Cashel membuat Diana kembali berkaca-kaca dan mengatakan bahwa Ia baru saja kehilangan teman baiknya.


Cashel memejamkan matanya lalu menghilang dari tempat itu, Diana melebarkan matanya merasakan hawa yang sangat dingin.


"d.. dingin?". bisik Diana.


Cashel memegang kaki Diana lalu mata Violetnya menyala memandang mata kosong Diana, mata biru gelap Diana tiba-tiba melihat sebuah cahaya yang sangat terang padahal Ia buta hanya kegelapan saja yang biasa ia lihat.


Diana memejamkan matanya tidak tahan dengan cahaya itu lalu Ia membuka matanya, remang-remang Ia melihat sosok Pria didepannya membuat Diana menggeleng kepalanya dengan kuat dan mengucek kedua matanya.


"ayo kita bersenang-senang". ajak Cashel dengan senyuman mengelus pipi Diana untuk menghibur Diana yang matanya sudah bengkak karna menangis.


Diana bisa melihat dengan jelas wajah Cashel, "di.. dimana ini? apa aku bermimpi?". tanya Diana dengan raut wajah bodohnya terlihat lucu.


Cashel tersenyum dan itu membuat Diana terpana, Cashel menggenggam tangan Diana dan membawa Diana berlari, awalnya Diana tegang juga masih kaku serta gelagapan sebab Ia belum terbiasa.


Cashel bisa menggerakkan taman bermain yang sudah tutup, bahkan seperti Cashel menyewa tempat itu secara pribadi padahal Cashel sendirilah yang mengendalikannya dengan baik.


.


"aaahhhhh". jerit Diana merasa gemetar dibawa naik Roallercoaster.


"lepaskan semuanya". pinta Cashel.


Diana merasa hidupnya berada di dalam mimpi mulai tertawa dan bergembira bersama Cashel, Cashel beberapa kali membawa Diana terbang namun anehnya Diana malah menganggap semua itu mimpi.

__ADS_1


2 jam kemudian,


"kenapa?". tanya Cashel terkekeh melihat Diana mengelus-ngelus tenggorokannya sendiri.


"aneh..? ini hanya dalam mimpi kenapa suaraku bisa serak?". batin Diana merasa heran hal itu membuat Cashel menahan senyum.


"ini bukan mimpi". kata Cashel


mata Diana melebar seketika melihat Cashel, "ha? ma.. maksudnya?".


"aku Ander". kata Cashel dengan senyuman.


Diana memperhatikan wajah Cashel dengan seksama, Ia tidak pernah melihat Pria tampan tapi saat melihat wajah Cashel hanya hal bagus saja sangat enak dipandang mata.


pletak..!


"aahh". Diana mengelus hidungnya yang disentil pelan Cashel.


"kamu senang?". tanya Cashel memandang Diana.


Diana mengedarkan pandangannya, "ba.. bagaimana bisa?". Diana belum bisa mempercayai keajaiban ini malah Ia merasa sudah mati atau dialam mimpi.


"tatap mata aku! ". pinta Cashel memegang dagu lancip Diana yang masih linglung padahal sudah hampir 2 jam-an mereka bersenang-senang di Taman bermain.


Diana tentu menatap mata Violet Cashel, "i.. itu?". Diana sendiri kaget melihat mata Cashel berwarna Violet seperti seorang perempuan yang diam-diam dikagumi oleh Ibunya Diana yaitu Crystal.


tiba-tiba Diana merasa silau hingga matanya kembali terpejam dan muncul di kamarnya lagi.


Diana mengedarkan pandangannya dan melihat pria yang sama berada didepannya sembari tersenyum,


"tidurlah". kata Cashel.


tiba-tiba saja mata Diana terasa berat saat mendengar perkataan Cashel lalu dengan cepat Cashel meletakkan kepala Diana dibantal dengan hati-hati.


"kamu bisa melihat Diana, aku menyembuhkanmu". bisik Cashel mengecup mata Diana bergantian.


Cashel membenarkan selimut Diana lalu menghilang dari tempat itu dan muncul di kamarnya, Cashel berbaring di atas Kasurnya lalu bibirnya melengkung ke atas mengingat tingkah Diana.


"sangat lucu". gumam Cashel lalu memejamkan matanya tapi tidak bisa.


sepertinya Cashel sudah tidak bisa mengendalikan hatinya, mudah sekali Cashel jatuh Cinta pada Gadis Cacat seperti Diana apalagi saat Cashel pergi dari Diana yang ditahan oleh Eliziany, tangis Diana yang meraung-raung saat itu membuat Cashel berjanji tidak akan menjauh dari Diana tapi sebagai Ander dan akan memberitau jati dirinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2