Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
di hukum


__ADS_3

.


.


.


Diana terdiam mendengar perkataan Cashel, tak mendengar sahutan Diana membuat bibir Cashel tersenyum lalu Ia mel*mat bibir Diana dengan lembut, Diana tidak menolak hanya memejamkan matanya perlahan bibirnya bergerak membalas lum*tan Cashel walau masih kaku tapi sudah perubahan yang besar bagi gadis polos sepertinya yang belum pernah bercium*n dengan siapapun.


"Nonaaa?". pekik Irina berlari memasuki Kontrakan Cashel.


Irina terbelalak melihat pemandangan di Sofa, Cashel menindih Diana dan mereka berciuman mesra disana.


"sudah aku bilang kan?". Lionel tiba dibelakang Irina dan berbisik di telinga Irina.


Irina dengan cepat berbalik namun Lionel yang tengah menunduk tentu membuat bibir mereka bertabrakan, Irina membeku ditempat seakan dentuman listrik mengalir di sekujur tubuhnya.


Cashel melepaskan cium*nnya bersama Diana, mereka berdua melihat ke arah Irina dan Lionel yang tak berbeda jauh, Cashel mendengus namun Diana membulatkan matanya.


"ha? Irina..?". Diana tidak percaya Irina begitu cepatnya bercium*n dengan Lionel padahal mereka kenal belum cukup 1 bulan.


"mau lanjut?". tanya Cashel ke Diana.


Diana mendorong tubuh Cashel yang terpaksa berdiri lalu membantu Diana duduk.


"hukuman lagi". kata Lionel tersenyum miring.


Irina seketika menjatuhkan rahangnya langsung tersadar, "tapi bukan saya yang salah Tuan..! anda yang menunduk". protes Irina.


"siapa suruh kamu tiba-tiba berbalik dan menciumku". jawab Lionel sambil meluruskan badannya dengan tenang padahal hatinya berbeda.


Diana kaget melihat pertengkaran Irina dengan Lionel yang sangat lucu dan menggemaskan, Irina tak terima mengomel-ngomel sebab Gadis itu sudah beberapa hari menjadi pelayan Lionel padahal jelas-jelas Irina pelayannya Putri Diana.


"kita lanjut aja ya?". Cashel hendak mencium Diana lagi tapi Diana menutup bibir Cashel dengan tangannya namun matanya masih melihat Irina dan Lionel yang tengah berdebat.


Cashel tidak marah tapi lirikan tajamnya melesat ke arah Lionel yang pulang tidak tepat seharusnya Lionel kembali malam-malam saja, sungguh mengganggu dirinya saja yang sedang bermesraan dengan Diana.

__ADS_1


.


malam harinya mereka makan berempat di Kontrakan,


Irina sudah ke 100 kalinya memelas pada Diana untuk melepaskan Irina dari hukuman Lionel tapi Diana sepertinya diam-diam mendukung Lionel dengan Irina jadi meminta bantuan Cashel, tentu saja Cashel tidak mengizinkan hal itu karna Irina mencium bibir Lionel tanpa permisi.


Irina tersenyum kecut lalu mengerucutkan bibirnya karna pada akhirnya semua menjadi kesalahannya, Lionel yang melihat itu menahan kedutan bibirnya.


"Cash? apa aku boleh kembali ke Kastil?". tanya Diana dengan hati-hati ke Cashel.


Cashel mengelus kepala Diana, "habiskan makananmu ya?".


Diana seketika tersenyum lebar lalu kembali makan dengan semangat sambil nyengir ke Cashel yang memandangnya.


"kau tidak akan kenyang memandang wajah kekasihmu Cash". sungut Lionel.


Cashel mengabaikan perkataan Lionel lalu Lionel bertanya tentang Dosen yang mencurigai Cashel, hal itu membuat Cashel menoleh ke Lionel dengan raut wajah penasaran sebab Cashel tidak mengatakan tentang ada salah satu Dosen mencurigainya itu ke Lionel.


"Dosen itu datang padaku dan bertanya tentangmu karna kita satu Rumah terlebih lagi kita sama-sama berasal dari Indonesia". jelas Lionel yang tau rasa penasaran Cashel.


Diana dan Irina melihat Pria tampan itu secara bergantian sambil menyimak namun tetap fokus makan, sungguh masakan Cashel sangat enak.


.


"Nona..? bagaimana rasanya di cium oleh Tuan Cashel?". tanya Irina dengan semangat.


Diana melihat ke Irina, "bagaimana? kenyal manis". jawab Diana menahan malu.


Irina memekik lalu mengintrogasi Diana lagi namun pertanyaan Diana membuat Irina terbungkam seketika.


"bagaimana rasanya menempelkan bibirmu di bibir Kak Lionel? apa kamu tidak ingat aku pernah cerita bibirku juga tidak sengaja bertemu dengan Cashel, sekarang kami menjadi sepasang kekasih dan aku pikir kalian akan sama". Diana.


Irina mengatakan bahwa mereka tidak mungkin bisa bersama karna beda kasta tapi perkataan Irina membuat Diana sedih, Irina ketar-ketir membujuk Diana yang seorang Putri Buangan padahal sekarang tidak lagi. pada akhirnya Irina mengatakan tidak ada Kasta diantara mereka barulah Irina tenang Diana tidak lagi sedih.


.

__ADS_1


ke esokan harinya,


semua pejabat dan sebagian rakyat melihat hukuman eksekusi untuk Elizia, Bart diam-diam bersorak dalam hati sebab Pejabat yang mendukung Elizia sudah hilang 75% olehnya dan yang tersisa 25% lagi tidak berdaya membela Elizia.


"sepertinya cita-citaku akan terwujud..! aku bisa membebaskan diri dari belenggu ini dan hidup sebagai rakyat normal". batin Bart yang tidak sabar menunggu hari dimana Ia tenang melepas tahta yang membuatnya harus mengorbankan Keluarganya dan diri sendiri demi kebanyakan orang.


Putri Diana dengan penampilan sangat sederhana, tidak ada make up diwajahnya padahal Ia seorang Putri yang seharusnya glamor, karna sejak dirinya bersama dengan Cashel jadi ketularan Cashel suka hal apapun berbaur sederhana.


"mengapa Putri Diana tidak berdandan?". bisik pelayan yang lain ke Pelayan Diana.


Pelayan bernama Eka mengatakan bahwa Diana tidak mau menghamburkan uang dan segala yang Diana miliki akan diberikan saja pada hari pelelangan Rakyat beberapa minggu lagi, perkataan Eka membuat Pelayan lain begitu kagum dengan kebaikan hati Diana.


Elizia dibawa oleh kedua Pria berbadan besar, penampilan Elizia terlihat menyedihkan seperti gembel yang tidak terurus padahal baru 1 hari dikurung.


"ahahahaha...! aku Putri Eliziany. ! kalian mau bawa aku ke kursi tahtaku?? ayo.. ayo.. cepatlah..! kenapa kalian lelet sekali". Elizia bersorak dan mengoceh gila.


kewarasan Elizia sudah tidak ada, Diana sampai tidak berani melihat Elizia di eksekusi karna kesalahannya yang sangat fatal dan akan sangat aneh jika tidak di eksekusi sebab dunia sudah tau kejahatan Elizia yang tidak manusiawi.


"Nona?". lirih Irina yang merasa terharu akan puncak penderitaan Diana sudah hilang sebab Elizia sudah mati tapi Diana terlihat tidak bahagia sama sekali.


Diana berbalik badan saat Elizia di eksekusi, semua orang bukan melihat Elizia yang di hukum mati tapi gerak-gerik Diana dan ekspresi Diana yang tidak tega itu membuatnya menjadi pusat perhatian, saat ini nama Putri Diana sedang melambung tinggi jadi apapun tentang Diana pasti menjadi sorotan.


"Nona menangis?". tanya Eka dengan sedih melihat Diana menangis.


Pelayan yang lainnya segera memekik melihat Diana terkulai lemas, segera saja mereka membantu Diana yang tidak bertulang bahkan gadis itu sangat pucat karna takut.


"a.. aku tidak berani menjadi calon penerus kalian..! aku tidak bisa melakukan hukuman seperti itu, aku tidak sanggup". bisik Diana dengan lemah tapi ke enam Pelayan Diana mendengarnya pun ikut sedih.


Diana sebaik itu bagaimana bisa meraka selama ini tidak tau, sementara Bart melihat Putrinya seperti itu hanya tersenyum.


"Ayah tau hatimu akan lemah nak..! hatimu sama seperti Ibundamu yang sangat baik hati". batin Bart.


Bart tau Diana terlalu baik maka nya Bart memilih mengabaikan Diana dulu supaya Putrinya itu menjadi kuat tapi nyatanya Putrinya malah kuat disiksa dan lemah melihat seseorang di hukum walau sudah jelas orang itu salah.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2