
.
.
.
pagi-pagi,
"ugghhh??". ringis Irina.
Diana tersentak kaget langsung celingukan ternyata dirinya dan Irina berada di Ranjang Cashel.
"Irina? kamu bangun?". Diana memegang tangan Irina bahkan rambutnya yang berantakan tidak dipedulikan lagi olehnya.
Irina menggerak-gerikkan matanya, perlahan mata itu terbuka dan hal pertama yang Irina lihat adalah Diana.
"Nona? Nona baik-baik saja?". tanya Irina dengan suara khas bangun tidurnya.
Diana menangis langsung memeluk Irina selalu mengucapkan terimakasih karna Irina sudah mau kembali kepadanya, Irina heran mengapa tubuhnya tidak sakit.
"aku akan memberitau Cashel". kata Diana menghapus air matanya lalu bangkit dan berlari keluar kamar Cashel.
Irina mengangkat tangannya dan semua baik-baik saja lalu digerakkan kakinya, hasilnya tetap sama membuatnya berkaca-kaca.
"Tuan? kenapa Tuan menggunakan kekuatan Tuan yang berharga untuk Pelayan tidak berharga sepertiku?". Irina menahan tangis saat menyadari semua tubuhnya utuh dan baik-baik saja jadi berpikir Cashel lah yang menyembuhkannya.
Irina mencoba duduk dan betapa terkejutnya Irina mendengar suara seseorang.
"jangan bangkit..!". seru orang itu lalu Irina perlahan mendongakkan pandangannya supaya bisa melihat sosok itu sebab suaranya bukan suara Cashel.
Lionel menghela nafas panjang lalu duduk disamping Irina setelah meletakkan sarapan untuk Irina,
"aku saudara Cashel". kata Lionel sambil memegang lengan Irina tanpa permisi.
"aehh? ehh?? T. Tuan..?". Irina sempat terpana dengan Lionel yang pernah Ia lihat diatas gedung tapi Ia kaget saat Pria itu memegang lengannya seperti Irina adalah miliknya saja.
"ckk..! aku mau lihat tanganmu ada yang retak atau tidak? aku sudah melihat semuanya tidak usah malu". kata Lionel tanpa beban namun perkataan Lionel seketika membuat pikiran Irina mengarah hal yang kotor langsung saja Ia melindungi asetnya.
__ADS_1
Lionel melirik itu pun hanya tertawa kecil, "ukuran kecil seperti itu tidak membuat Pria sepertiku puas, kamu hanya anak kecil". kata Lionel tersenyum miring sungguh tampan namun membuat Irina membelalak dengan wajah kian merah.
"N.. Nona saya dimana?". tanya Irina membuang muka.
Lionel menekan bahu Irina yang memekik seketika, "sudah aku bilang". kata Lionel lalu menyembuhkan retakan tulang di bahu Irina.
Irina menganga melihat kekuatan Lionel, apakah Lionel juga hantu seperti Cashel mengapa Ia sungguh beruntung bisa bertemu dengan 2 Pria kekuatan dewa yaitu Cashel dan Lionel.
"aku sudah menyembuhkanmu dan buang jauh-jauh pikiran kotormu, tubuh kecil sepertimu bisa berpikiran kotor sungguh tidak cocok". kata Lionel lalu berdiri sambil memasukkan kedua tangannya dikantong celananya.
"sarapan lah..! aku tidak mau kau kelaparan hingga Cashel mengira aku tidak memberimu makan". titah Lionel lalu meninggalkan Irina yang menutupi kepalanya seakan Lionel tau isi pikirannya.
Lionel tersenyum meninggalkan Irina yang isi otak kecilnya hanya hal kotor saja, sungguh unik padahal di luar sana malah perempuan suka mencari hal kotor demi keuntungan pribadi tapi Irina malah takut di perk*s*.
.
Diana berlari ke arah Kampus, banyak para mahasiswa/i yang melihat hal itu terperangah.
Diana semakin cantik saat ini dengan baju kaos serta celana panjang, rambut Coklat tergerai, tidak ada polesan sedikitpun di wajahnya yang terlihat bingung itu seperti sedang mencari sesuatu.
"dimana Cashel?". gumam Diana mengedarkan pandangannya.
Diana berlari ke arah Taman tapi tidak menemukan Cashel, Ia pun bertanya pada teman satu Jurusan dengan Cashel yang akhirnya Diana tau kalau Cashel baru saja pergi naik Taksi keluar Kampus.
"dimana Cashel ya? apa dia ke Toko Kue?". tebak Diana.
Diana terlalu semangat mencari Cashel untuk mengucapkan terimakasih sampai menyusul Cashel ke Toko Kue, Diana kebingungan saat supir taksi mempertanyakan biayanya.
"hm...?? ..?". Diana celingukan sebab Ia tidak membawa uang.
akhirnya Diana menemui Cashel di Toko Kue dengan tangan bertautan dan kepala tertunduk, Cashel yang sedang membuat pesanan seseorang yang penting diperintahkan oleh Madamnya pun bingung dengan kedatangan Diana.
"Diana? kamu ngapain disini?". tanya Cashel melepaskan sarung tangannya dan keluar dari dapurnya.
Cashel melihat seorang Pria berseragam yang Cashel tebak adalah Supir Taksi, "ada apa pak?". tanya Cashel dengan bahasa negara London.
Cashel mengulum senyum saat Supir Taksi mengatakan Diana tidak punya uang padahal gadis itu adalah seorang Putri, masa iya Diana memberikan cincin berlian kecilnya sebagai bayaran mana mungkin si Supir Taksi mau menerima bayaran itu, mencari masalah dengan Diana yang sekarang sedang naik daun pasti akan berurusan dengan Raja.
__ADS_1
Cashel membayar biaya taksi Diana bahkan dilebihkan, lalu beralih ke Diana.
"ada apa?". tanya Cashel melihat Diana seperti malu selalu merepotkan Cashel.
"a.. aku hanya ingin berterimakasih, tadi aku mencarimu kata kak Lionel kamu udah ke Kampus tapi saat di Kampus kamu juga tidak ada, aku tanya pada teman sejurusanmu yang bilang kamu keluar dari pekarangan Kampus dengan Taksi, jadi aku susul kesini". cicit Diana.
"kan bisa menungguku". kata Cashel sambil membawa Diana ke Dapurnya dan mendudukkan Diana di tempat Cashel biasa duduk sambil menunggu Kue nya matang.
"Irina sudah sadar". lapor Diana.
Cashel menganggukkan kepalanya, "dia tidak tidur selama 2 hari saat itu jadi kamu harus mengerti mengapa tidurnya lama setelah kita temukan".
Diana memperhatikan Cashel memasak, sesekali Ia disuruh oleh Cashel mencicipi rasanya karna Kue ini untuk orang yang cukup berpengaruh. Diana menoleh mendengar suara Radio mengatakan bahwa Ratu Elizart meninggal dunia setelah ditemukan tidak bernyawa di Kamar seorang Pejabat tinggi dalam keadaan tidak berbus*na.
"I.. Ibu? meninggal?". gumam Diana.
Cashel mengabaikan hal itu walau maunya Diana tidak boleh tau tapi pada akhirnya Diana akan tau juga kematian Elizart.
"mau pulang?". tanya Cashel dan dibalas anggukan cepat oleh Diana.
"aku harus persiapkan ini dulu". ujar Cashel.
Kematian Elizart tidak terlihat seperti pembunuh*n malah seperti Kelelahan akibat melakukan hub*ng*n bad*n dengan Pejabat yang paling tertinggi, entah bagaimana Cashel bisa membuat situasinya serapi itu bahkan Pejabat itu pun langsung akan di jatuhi hukuman mati karna melakukan hal kotor yang mencoreng nama baik Kerajaan.
.
Cashel membawa Diana menghilang dan muncul di Kastilnya, ternyata tidak ada Upacara apapun pada Elizart yang namanya sudah hancur hanya ada Elizia yang menjerit juga histeris dengan kematian Bundanya.
"kenapa kau melakukan itu pada Bundaku ha? apa kau tidak lihat dia sudah terluka?? dasar bejatt...!! bahkan saat seperti itu pun kau harus melakukan hal itu, apa sebelumnya belum puas hah?". pekik Elizia histeris ke Pejabat Be yang menjadi tersangka utama kematian Elizart.
Elizia tanpa sadar memang mengungkapkan perselingkuhan Ibu dan Pejabat Be sebelum tangan dan Kaki Elizart dipotong.
Pejabat Be bahkan tidak tau mengapa Ia melakukan hal itu, Ia seperti orang kesetanan mengg*y*ng Elizart yang terus mengalami pendarah*n di tangan dan kakinya yang puntung hingga mati kehabisan darah.
.
.
__ADS_1
.